
Jeni masih mencuri dengar pembicaraan rena,ia segera mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada dirga.
"ting" suara pesan masuk di ponsel milik dirga.
dirga membaca pesan dari jeni dan langsung pergi keluar dari acara setelah mengetahui rencana rena.
dirga menelfon bian untuk mengerahkan beberapa anak buah nya pergi ke kediaman nya.
jeni yang sudah meninggalkan taman ia menemui dirga untuk menanyakan rencana nya lagi.
"Ka.bagai mana sekarang? tadi saat aku mendengar perbincangan Rena ia mengirim bawahan nya untuk menyakiti ka Lili! Apa kita akan pulang saja sekarang,aku kahwatir dengan ka Lili!" ucap jeni cemas.
"Tidak perlu,kita akan tetap di sini,! jalankan rencana seperti semula! jangan bertindak gegabah jen, kita harus menangkap rena dengan Cara halus. jika tidak ia akan berbuat nekat dengan diri nya sendiri, jika ia Mati begitu saja untuk nya terlalu mudah, aku ingin ia membusuk di penjara atas semua keslahan yang telah ia lakukan pada Lili dan kake!" ucap dirga geram tapi tetap tenang.
"Hmm,ya ka aku tau itu!" jawab jeni datar.
"Jen berusahalah agar kau bisa mendekati Rena dan memberi nya obat bius ini pada nya! selama kita datang ia tidak curiga tentang rencana kita, terus berpura'pura membenci kaka ipar mu dan pancing Rena agar ia menemui mu jen!" dirga memberikan serbuk obat tidur pada jeni dan memberi arahan.
merekapun berpencar kembali ke acara pesta.
Jeni yang tidak sengaja melihat Ane berjalan ke arah ruang tengah ia berlari menghampiri ane.yang sedang berjala meninggalkan acara.
"Ka Ane.!" panggil jeni.
"Jeni" seru nya menoleh
"Selamat ulang tahun ka ane, ini aku membawa kado kusus untuk ka ane! ini pilihan ka dirga sendiri loh!" ucap jeni memberi sebuah kado gelang berlian pada Ane.
"Eh,ini? terimkasih jeni,sebenar nya aku tidak terlalu mengharapkan kado dari kalian asal kau dan dirga bisa hadir saja aku sudah sangat senang," seru Ane tersenyum kegirangan saat ia mendengar kado itu dari dirga.
"Ya sama'sama ka,tidak papa teman kaka ku maka ia juga teman ku," cetus jeni tersenyum kecut.
__ADS_1
"Ya kau benar jeni aku sejak dulu berteman dengan kaka mu bahkan aku sudah mengenal mu sejak kecil!" ucap Ane girang sambil memakai gelang yang di berikan jeni.
"Eh? ka Ane mengingat ku?" tanya jeni mengerutkan kening nya.
Ane tersentak panik.
"Eh,be..belum jen,aku mendengar cerita banyak dari dirga jadi aku mengatakan ini agar kita akrab seperti dulu lagi!" jawab Ane gugup.
"Benarkah, Oh ya ka aku ingin pergi ke toilet apa kaka bisa tunjukan toilet nya!?" ucap jeni mencari cara agar ia bisa masuk kedalam ruang tengah tempat di mana Rena berada.
"Oh sebalah sini jen aku akan mengantar mu!" Ane membawa jeni pergi keruang tengah,
jeni mengamati setiap ruangan yang ada di ruang tengah ia tidak bisa menemukan Rena ia juga tidak tau di mana kamar yang di tempati Rena.
"wahh,ka Ane rumah mu ini besar sekali aku sangat suka disain nya,wahh ka apa itu dapur nya boleh aku melihat ke sana!" seru jeni memancing Ane agar memebritahu nya tata letak setiap ruangan yang ada di ruang tengah rumah nya.
"Ya kau boleh melihat'lihat sesuka mu jen jika kau menyukai nya! disain rumah ini ibu ku yang membuat nya ia sangat hebat!" ucap Ane dengan bangga.
"Eh,itu!" Ane terkejut dan panik saat jeni menunjuk dua ruangan yang mengahadap ke utara.
Jeni tersenyum menang saat melihat expresi panik Ane.
"kena kau, sekarang hanya tinggal mencari cara mendekatkan diri tepat di depan kedua ruangan itu saja," ucap jeni dalam hati kembali memutar otak.
"Ya,ya kedua rungan itu adalah ruang tamu tamu,toilet ada di sebelah sana jen aku hampir lupa menunjukan nya pada mu, ayo aku antar kau ke sana!?" Ane mencoba bersikap biasa dan mengalih kan topik.
"Oh iya aku hampir lupa ka aku terlalu kagum dengan rumah ka Ane jadi sampai lupa kalau mau ke toilet!" jawab jeni dengan expresi polos nya ia mengikuti langkah Ane.
tapi tiba'tiba ia menghentikan langkah nya dan kembali bersikap heboh.
"Ah tunggu ka Ane! apakah itu mawar biru ini indah sekali," jeni berlari mendekati bunga mawar yang di letakan di atas meja tepat di samping salah satu rungan itu.
__ADS_1
Ane sangat terkejut saat tiba'tiba jeni berlari ke arah dua rungan itu,jantung nya hampir di buat copot oleh jeni.
di sisi Lain di salah satu kamar tepat di sebelah kamar di mana jeni berdiri di depan nya.
terlihat Rena tersentak saat mendengar suara jeni.
"Bukankah itu jeni,sedang apa ia di sana?" gumam rena berjalan dengan langkah pelan mendekatkan diri ke pintu untuk menguping.
"Apa kau juga suka bunga mawar biru jen! jika kau suka kau bisa membawa nya pulang!" ucap Ane tersenyum ramah menghalangai pintu yang tepat di hadapn jeni.
"Sungguh aku boleh membawa nya ka, Wah kau baik sekali ka Ane! huh tapi sebenar nya di rumah kak juga ada bunga mawar biru bahkan yang berwarna kuning juga ada,tapi semua itu di letakan di kamar kaka hanya untuk menyenang kan si lili wanita penggangu itu!" oceh jeni dengan expresi benci saat menyebut nama Lili.
"tuhan maafkan aku!" cetus jeni dalam hati.
Ane sangat terkejut dengan apa yang di katakan Jeni begitu pun rena yang berada di balik pintu kamar nya.
"Ah jen kau jangan bicara seperti itu bagai manapun Nona Lili adalah kaka ipar mu!" ucap Ane bersikap peduli pada Lili tapi sebenar nya ia tertawa senang.
"Huh kaka ipar! dulu aku benar'benar tertipu dengan wanita itu,ka Ane pasti tidak tau apa yang terjadi saat di jepang beberapa minggu yang Lalu, awal nya aku dengan senang hati menerima dia tapi setelah ia kembali ke kota B aku mendapat kabar dari teman ku yang ada di kota B bahwa wanita itu menggoda tuan muda dari keluaraga erlang,teman ku mengatakan kalau dia diam'diam menemui tuan erlangga di belakang kaka ku,dari situ aku mulai menyelidiki masa lalu nya ternyata benar apa yang di katakan ka Rena dulu kalu wanita itu penggoda para pria! Haiss aku sangat menyesal dulu memaki dan mengusir ka Rena,ya meski sebelum nya aku pernah membenci nya tapi jujur aku sudah melupakan masa lalu yang membuat ku benci dengan Ka Rena,jika aku tidak tertipu dengan kepolosan wanita bernama Lili itu mungkin aku tidak akan renggang dengan Ka Rena,ia adalah orang baik dulu aku sangat dekat dengan nya aku sangat menyesal telah menyakiti ka Rena hiks hiks hiks!" ucap Jeni mengeluh dan menyesal menceritakan kejadian palsu yang ia karang sendiri untuk membuat hati Rena tergerak saat mendengar nya.
Ane hanya diam membisu mendengar cerita jeni yang sebagian ia tidak mengetahui kejadian besar yang menimpa Rena.
ia juga tidak bisa memberi pendapat karena ia sedang berakting hilang ingatan jadi ia merubah expresi nya menjadi kebingungan.
Jeni melirik Ane yang sudah merubah expresi polos nya lagi.
"Ah maafkan aku ka,aku jadi terbawa perasaan dengan masa lalu,ka ane juga pasti melupakan siapa itu ka Rena karena kaka sedang mengalami hilang ingatan,tidak papa ka nanti jika ada waktu aku akan main lagi ke sini untuk mengobrol banyak dan membantu kaka mengungat tentang ka Rena! Haaah baiklah maaf telah mmebuat mu tergangu dengan cerita panjang ku ini ka,jalau begitu aku akan ke toilet dulu ka Ane bisa kembali ke pesta jika peran utama meninggalkan acra nya maka penonton akan mencari'cari!" ucap jeni dengan mimik wajah sedih ia melangkah pergi ke toilet yang tadi di tunjukan pada Ane.
saat jeni dan ane sudah pergi Rena yang masih berdiri di balik pintu ia mencengkram erat dada nya tersenyum berat.
tidak lama jeni keluar dari toilet ia sangat terkejut saat melihat rena berdiri di tepat depan pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG..