AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 34


__ADS_3

ke dua pria itu saling memasang wajah palsu untuk saling menyapa.


"Apa direktur rey sangat senggang sampaj bisa datang ke taman prusahaan kami," tanya Bian, ramah namun menyindir.


" Haha.. mulutmu cukup tajam akertaris Bian, pantas kau adalah tangan kanan Presdir Dirgantara," balasnya tersenyum pahit pada Bian.


"kalau begitu.. aku akan pergi, tadi kebetulan aku hanya lewat dan melihat nona ini, oh, ya, jika nona ini bangun. katakan padanya agar tidak tidur di sembarang tempat itu sangat berbahaya!" seru Rey, dengan senyum tipis dan berlalu pergi.


Bian, menghela nafas panjang melihat akhirnya rey, pergi.


sesaat ia melirik Lili, yang masih terlelap tidur di kursi taman dengan santainya.


Bian, menepuk keningnya sendiri melihatnya.


"Hah.. satu masalah lagi, astaga, kenapa nona Lili, bisa sangat nyenyak tidur di tempat umum seperti ini, dia tidak tahu akan mendapat masalah besar saat bangun nanti," keluh bian,


ia menoleh ke sana ke mari, untuk mencari seorang wanita untuk membangunkan Lili, jika tidak tangannya akan dapat masalah kalau sampai menyentuh istri sang pria es.


sangat kebetulan, Bian melihat seorang anak kecil sekitara usia 8 tahun.


ia mengahmpiri anak laki-laki itu.


"hey, nak! bisakah kaka menggangumu sebntar!?" sapa bian, dengan senyum ramah.

__ADS_1


anak kecil itu hanya menoleh dan memperhatikan Bian, seperti orang jahat.


melihat reaksi sang anak, bian panik dan langsung bicara ke intinya.


"Eh, tenang nak, paman bukan orang jahat! hanya saja, paman ingin minta bantuan denganmu! apa kau bisa membantuku?" jelas Bian.


sang anak masih tidak bicara, namum setelahnya ia mau bicara dan membantu Bian.


"paman, ingin aku membantu apa!" tanya sang anak, dengan wajah polosnya.


"Apa kau lihat kaka yang sedang tidur itu! apa kau bisa membantu paman membangunkan kaka itu?" ucap Bian, menunjuk, Lili, yang sedang tertidur.


merak berjlan menghmpiri Lili.


"Wahh.. pacar paman cantik sekali. kenapa tidak paman saja yang membangunkan pacar paman!" seru sang anak, sambil menatap kagum pada wajah Lili yang cantik.


tapi apa daya sang anak tetap pada pendapatnya, bahwa Lili adalah kekasihnya.


tidak bisa melawan perkataan seorang anak kecil. akhirnya Bian, mengiyakan ucapan sang anak agar situasi cepat selesai.


"Haha.. baiklah dik kalau begitu! bisakah kau segera membangunkan nona ini," bian mengalihkan topik dan segera meminta sang anak membangunkan lili.


anak kecil itu berulang kali menggoyah tubuh Lili, samapi akhirnya terbangun.

__ADS_1


saat terjaga dari tidurnya, Lili, terkejut melihat seorang anak laki-laki di sampingnya dan juga bian, sedang memperhatikannya.


dengan mata yang baru saja terbuka, Liil, masih melihat dengan samar.


"Eh? skertaris bian? kau ada di sini, dan.. siapa anak ini?" tanya, Lili, segera terduduk dari kursi dan merapihkan rambut yang berantakan.


Bian, menjawab dan menjelaskan dari awal sampai akhir, kenapa anak kecil itu bisa bersamanya.


"Astaga! kenapa aku ceroboh sekali, aku tadi sangat mengantuk ketika. Dirgantara! maafkan aku sudah merepotkan mu skertaris bian!" keluh Lili, meminta maaf pada Bian.


sang anak yang masih berada di antara mereka. ia terus memandangi wajah Lili, tanpa berkedip.


merasa terganggu dengan tatapan sang anak, ia menoleh ke arah sang anak, untuk bertanya.


"kenapa menatapku terus?" tanya Lili.


"Kaka kau sangat cantik! jadi kau jangan tidur sembarangan lagi, jika tidak ada pacar kaka ini, mungkin kaka sudah di jahati oleh orang jahat!" seru sang anak dengan polos pada Lili dan menunjuk bian yang ia maksud sebagai pacarnya.


sejenak Lili, mencerna ucapan anak itu, lalu ia melirik kecil Bian, yang sejak tadi wajahnya merona namun lebih terlihat takut, dan Lili bisa menebak dengan cepat, ketakutan bian pada siapa.


merasa lucu dengan reaksi Bian, Lili tertawa kecil sendiri, lalu membantu Bian, agar anak itu tidak lagi menggangunya.


"ehem.. baiklah, maafkan aku karena aku telah merepotkanmu juga!"

__ADS_1


ucap Lili, mengusap lembut kepala sang anak.


BERSAMBUNG..


__ADS_2