
ke esokan hari nya.
dirga yang sedang berbincang dengan bian yang sudah tiba di kediaman keluarga dirgantara mlm kemarin.
"Tuan, saya sudah mengumumkan dan menyebar undangan ke semua orang-orang penting. juga semua pegawai kantor pusat dan cabang untuk mengahdiri pesta pernikahan anda!" ucap bian dengan serius.
"hmm bagus! apa kau sudah menemui ibu dan nenek? mereka menantikan kehadiranmu sejak aku mengatakan akan menyuruhmu pulang ke jepang!" ucap dirga datar sambil meminum kopi yang ada di tanganya.
"eh, bibi dan nenek? aku belum bertemu dengan mereka, pagi ini pun aku belum melihat bibi atau nenek!?" ucap bian lupa untuk menyapa keluarga besar Dirga.
"pagi-pagi sekali mereka pergi dengan jeni dan tante mery untuk membeli gaun! mungkin sebentar lagi akan kembali, baiklah kau bersantai saja dulu atau kau juga mau berbalanja!" seru Dirga sambil melihat jam tangannya beranjak untuk meninggalkan ruang tamu.
"ah, tidak-tidak, aku akan ke kamar saja. aku merasa kurang tidur. sambil menunggu bibi dan nenek kembli" balas bian dengan cepat menjawab gugup.
"oh baiklah! aku akan ke kamar, kau istrahat saja." ucap Dirga datar, berjalan pergi.
melihat dirga pergi bian meninggalkan ruang tamu pergi ke kamarnya untuk istirahat.
Saat melihat Lili yang sedang berbaring sambil membaca sebuah buku, ia mendekati Lili dan ikut berbaring di sebelahnya.
"sayang! kau sedang membaca buku apa?" tanya Dirga, mengintip buku yang Lili pegang.
"Sedang membaca buku tentang cinta yang tidak di hargai!" balas Lili datar, meliririk kecil Dirga dengan kata-kata menyindir.
"oh. apakah itu sangat seru? seperti apa kisahnya!" Dirga bertanya lagi. rasa ingin tahu isi buku yang di baca oleh istrinya, membuat ia penasaran.
__ADS_1
Lili merasa senang karena dirga bertanya tentan pertanyaan tepat,
ia meletakan bukunya.
Lili dengan serius menjelaskan kisah yang ada di buku dengan sangat mendalami.
"ehem, ini kisah tentang seorang istri yang tinggal satu atap dengan mantan kekasih suaminya! sang istri mersa dirinya tidak di hargai dengan hadirnya mantan kekasih yang tinggal di satu atap dengan rumah tangganya." Lili menjelaskan isi cerita yang ada di buku, dengan mata melirik ke arah Dirga untuk menyindirnya dengan keras, agar ia sadar.
setelah selasai menjelaskan inti cerita di buku. Lili mengambil bukunya kembali lalu membacanya lagi dengan santai seolah ia tidak pernah mengatakan apapun pada Dirga.
mendengar tentang kisah buku yang di banca oleh Lili, membuat ia sejenak berfikir lalu menoleh ke arah istrinya menatap wajah Lili selama lima detik. ia pun menyadari maksud tentang kisah di buku yang Lili jelaskan padanya tadi.
dirga menarik buku yang sedang Lili baca dan melempar nya ke sofa.
"apa, maksudmu sayang.. kau menyindirku!" ucap Dirga. yang sudah berada di atas tubuh Lili mendekap ke dua tanganya.
"D-dirga, kau mengejut kanku! apa yang kau katakan tadi, menyindirmu tentang apa?" seru Lili memlingkan wajahnya pura-pura tidak mengerti.
" sayang! apa kau merasa terganggu dengan adanya rena di sini?" ucap Dirga datar, ia membangunkan Lili .
"Hah, aku harus katakan apa, jika aku mengatakan kalau aku terganggu dan tidak suka! apa kau akan mendengarkan aku meski pun aku istrimu, tapi aku melihat kau masih selalu membela Rena. apa kau masih memiliki perasaan padanya?" Lili bicara dengan raut wajah kecewa.
membuat Dirga terkejut mendengar ucapan Lili.
"Lili, dengar, aku hanya mencintaimu dan aku sama sekali tidak memliki persaan apun pada rena! maafkan aku sayang, mungkin ini memang salahku aku tidak menghargaimu sebagai istriku! aku akan mengatakan pada Rena agar ia tinggal di hotel di pinggir kota yang tidak jauh dari sini nanti!" ucap Dirga merasa sangat bersalah. ia memeluk Lili dengan erat.
__ADS_1
Lili tersenyum menang dengan ucapan Dirga, namun ia belum sepenuhnya menang.
"Baiklah, terim kasih Dirga! bisakah tolong ambilkan lagi buku ku! aku masih ingin membacanya." ucap Lili dengan manja menununjuk buku yang ada di sofa.
Dirga turun dari ranjang mengambil buku yang tadi ia lempar.
"eh? kenapa kau malah duduk? berikan bukunya, aku ingin membacanya!" seru Lili bingung.
"hmm, sayang, aku haus! buatkan aku jus jeruk, maka aku akan memberikan buku ini pada mu!" ucao Dirga tersenyum kecil menggoda Lili untuk memberi hukuman kecil.
"Hah, baiklah dasar curang!"Lili menjulurkan Lidahnya pada dirga lalu berlari keluar.
Dirga tersenyum geleng melihat istrinya yang imut saat ia sedang kesal.
"Dia sangat imut, aku jadi semakin mencintainya.
aku menyakiti nya terus-menerus, benar kata ibu, sikapku pada Rena. terlalu belebihan hingga membuat Lili dan adikku terluka!" gumam Dirga sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa.
setelah beberpa menit Lili datang membawa dua jus jeruk dan meletakannya di meja.
"eh, sayang aku hanya minta satu gelas kenapa kau bawakan dua gelas?" tanya dirga bingung melihat dua gelas jus yang Lili bawa.
"heheh, ini untuku aku jadi ingin minum jus jeruk juga sayang!" balas Lili tertawa polos.
dirga merasa sangat gemas melihat expresi Lili, ia menriknya hingga jatuh kepelukan.
__ADS_1
BERSAMBUNG..