
"ka Lili apa kaka akan mengambil bunga biru ini..ini sangat cantik seperti kaka aku juga sangat menyukai nya..!" ucap jeni tersenyum menunjukan gigi nya memuji Lili..
"manis sekali mulut mu itu jen..baiklah jika kau mengatakn bunga ini bagus maka kita padukan saja mawar biru dan putih..!" ucap Lili mencubit kedua pipi jeni dengan gemas..
setelah selesai memesan mereka pun keluar dari toko bunga dan kembali ke rumah..
"hah.. hari ini sangat melelah kan meski yang kita beli hanya sedikit tapi sangat melelah kan..!! ucap Lili mergang kan tubuh nya dan masuk kedalam mobil..
"itu karna kaka sedang hamil..! oh ya ka besok kan hari pernikahan kaka,kaka harus hati hati ya karena pasti banyak gadis gadis tidak tahu malu yang tidak suka melihat ka lili bersanding dengan kaka ku..! huh sejak dulu aku benci sekali dengan wanit wanita seperti itu..setelah peresmian besok pasti akan banyak ujian yang akan ka Lili dan ka dirga alami kalian harus bertahan dan lawan para perusak hubungan kalian oke kaka ku yang cantik hehehe.." ucap jeni yang merubah ubah expresi nya..
"hahah..kau lucu sekali jen..! oh ya jen kau ingin keponakan laki laki atau permpuan..!?" tanya Lili sambil mengusap usap perut nya yang masih terlihat seperti buh jeruk..
"laki laki atau permpuan aku suka dua dua nya ka...aaaaa.. aku tidak sabar ingin menggendong bayi mungil..!hey bayi kecil cepat lahir aku akan mengajak mu memetik dan mengahbis kan buah di kebun nenek heheh..!?" ucap jeni dengan sangat senang dan menempel kan telingan nya ke perut Lili..
"hahah jen bayi nya masih sangat kecil belum terlihat atau teras pergerakan nya..!" ucap Lili tertawa lepas melihat tingkah jeni yang seperti anak kecil,
jeni tertawa malu..
setelah lama di perjalanan Lili dan jeni sampai di rumah..
"eh..ka seperti nya ka dirga sudah kembali..!" ucap jeni melihat mobil milik dirga yang terparkir di depan..
"ah..benar jen..ayo kita masuk dan tunjukan bunga yang kita pilih tadi..!" ucap Lili yang sangat senang melihat dirga sudah kembali..
Lili dan jeni pun masuk kedalam untuk menemui dirga..
__ADS_1
jeni yang melihat bian sedang berjalan menuju kamar nya terlihat expresi nya yang kurang baik..
"ka bian tunggu..!" panggil jeni dan berlari ke arah nya..
"jeni ada apa.!?" ucap bian menatap jeni..
"ka bian kenapa tadi aku melihat wajah ka bian seperti ada maslah..!?" ucap jeni penasaran..
"hufff ya kau memang selalu bisa menebak maslah orang lain jen..sebenar nya bukan aku yang sedang ada masalah,tapi kaka mu jen..huff ya sudah aku ingin istirahat sebentar dan akan pergi sore nanti..!" ucap bian menjelas kan dengan lesu..
"eh..ka bian tunggu..!?hah kenapa menjelas kan nya tidak jelas..ka Lili seperti nya ada maslah dengan kaka lebih baik ka Lili melihat ke adaan kaka..!?" ucap jeni dengan sangat kahwatir..
"baiklah jen aku akan pergi melihat kaka mu dulu..!" ucap Lili yang bergegas pergi ke kamar nya..
"sayang kau kenapa dirga bangun sayang jangan mmebuat ku takut...jennn tolong aku jenn..!" ucap Lili membangun kan dirga dengan panik dan memanggil jeni untuk menolong nya..
Lili berlari dengan panik mencari jeni dan yang lain nya untuk menolong dirga..
jeni dan yang lain nya sangat terkejut mendengar ke adaan dirga mereka pun pergi ke kamar Lili dengan sangat kahwatir..
bian yang juga panik ia menelfon dokter keluarga untuk datang..
tidak lama menelpon dokter pun tiba dan memeriksa ke adaan dirga..
"bagai mana ke adaan nya dok apa kah suami ku baik baik saja..!?" ucap Lili yang sangat menghawatir kan dirga yang blum sadar..
__ADS_1
"nyonya tidak perlu kahwatir tuan dirga tidak papa,hanya terkena efek obat tidur beliau akan sadar setelah pengaruh obat nya hilang,dan juga saya sudah membalut luka di tangan nya,luka di tangan tuan dirga tidak terlalu serius jadi anda tidak perlu kahwatir nyonya..! kalau begitu saya pamit nyonya..!" ucap sang dokter menjelas kan dengan detaik dan menenang kan Lili yang terlihat sangat kahwatir pada dirga..
"nak..kami akan keluar kau jaga dirga dengan baik..!" ucap sang ibu menyerah kan anak nya pada menantu nya..
setelah mertua dan yang lain nya pergi meninggal kan kamar nya,Lili sejenak menatap dirga yang terlelap tidur..
"dirga kenapa kau bisa seperti ini..siapa yang berani melakukan ini pada mu.." ucap Lili dengan suara berat mencium kening dirga..
Lili yang melihat pakaian dirga terlihat kotor terkena noda darah ia pun melepas kan semua pakaian milik dirga dan membersih kan tubuh dirga dengan kain basah..
saat sedang membersihkan tubuh dirga tiba tiba ponsel milik dirga berbunyi..
Lili diam saja tidak menghirau kan ponsel milik dirga yang berbunyi,ia tidak berani mengangkat ponsel milik dirga..
namun ponsel nya terus berbunyi ia pun dengan berani menjawab telfon dari seorang yang tidak ada nama..
saat ia ingin mejawab orang yang berada di balik telfon orang itu lebih dulu bicara dan membuat Lili terkejut saat orang itu menyebut nama rena..
"halo..tuan nona rena sekarag di rawat di rumah sakit abadi,tidak lama setelah tuan meninggalkan hotel nona rena membentur kan kepala nya sendiri..halo tuan apa anda masih di sana halo halo tuan..!?"
ucap orang dari balik telfon memanggil mangil dirga..
Lili mematikan ponsel nya dan mendekati dirga dan terus menatap dirga yang masih terlelap..
,,BERSAMBUNG...
__ADS_1