
tidak perlu memakan waktu lama Ane pun keluar ia berjalan menuruni anak tangga dengan anggun,saat mata nya bertemu dirga wajah nya langsung merah padam kepalang bahagia.
"Ka Lihat dia seperti wanita gatal menatap suami orang tanpa punya malu," bisik jeni mendekatkan diri sedikit berjinji agar dirga mendengar ucapan nya.
"Jen jaga ucapan mu jika ada yang mendengar rencana kita akan gagal!" jawab dirga datar.
jeni hanya menganggukan kepala nya.
"Jen nanti kaka akan pergi ke sudut ruangan yang menuju arah ruang tengah,kemungkinan Rena kamar rena berda di salah satu rungan itu! saat Ane menghampiri kaka ingat kau harus segera datang dan berakting sesuai kemampuan mu, kakak percaya adik kaka bisa menangkap tikus buruan nya hanya dengan memncing menggunakan nasi!" ucap dirga memberi arahan pada jeni dan memberi senyum semngat.
tanpa di sadari oleh dirga,ane melihat nya ia sedang tersenyum pada Adik nya,
jantung ane berdegup dengan cepat melihat ketampanan sempurna yang di miliki Dirga,
ia yang sudah lama tidak melihat dirga tersenyum, ane merasa sangat bahagia terus memandang nya sampai tidak memperdulikan teman'teman nya yang sedang memberi selamat.
di sisi lain Rena merasa geram melihat Ane terus menatap dirga dengan pandangan cinta nya.
"******* itu terus menatap dirga Sialannn..jika aku tidak dalam keadaan bersembunyi aku sudah mengahncurkan ******* itu di pesta nya Argghhh!" gumam rena memaki dengan geram.
***
Jeni yang saat itu sedang menikmati hidangan di pesta ia melihat dirga sadang berbincang dengan salah satu rekan bisnis nya,jeni juga melihat orang tua Ane berjalan mendekati dirga,ia jadi teringat saat ia di permalukan di depan para tamu oleh kedua orang tua Ane.
jeni meletakan kue dan minuman nya lalu pergi mengahmpiri dirga lebih dulu sebelum orang tua Ane.
"Ka..tadi aku di permalukan di depan rekan bisnis kaka huuhh itu benar'benar memalukan padahal aku bersikap sangat sopan mengajak nya berjabat tangan tapi aku di abaikan dan tidak di anggap!" dumal Jnei dengan suara kecil mengadu pada dirga.
dirga mengrenyit kan dahi setelah mendengar pengaduan adik nya itu.
__ADS_1
"Siapa yang berani mempermalukan jen!?" tanya dirga dengan aura dingin.
"emm..Ayah dan ibu ka Ane Tapi tidak papa ka mungkin aku tidak terlihat seperti nona besar keluarga tara tapi seperti anak pungut, karena itu mereka tidak mengenali aku dan mengabaikan! tidak papa ka aku menerima penghinaan mereka, Sungguh aku tidak papa kaka jangan marah pada mereka!?" ucap jeni bersikap tertindas mata nya berkaca'kaca.
dirga sangat marah melihat adik nya di hina sampai membuat nya terpukul.
"Jen sekarang kau nikmati saja hidangan yang ada di sini dan jangan memikirkan penginaan yang kau alami kaka akan memberi memberi pelajaran pada orang'orang yang telah menghina mu,Oke!" ucap dirga mengusap lembut kepala adik nya.
Jeni mengagunk dengan wajah sedih nya dan pergi kembali meja prasmanan dengan senyum puas.
"Hehehe,aku memang cocok jadi aktor terkenal,kaka saja sampai tidak bisa terjebak dengan akting ku, Hihihi maafkan aku kaka sayang, Biar tau rasa para orang tua itu hmm aku yakin dengan sifat kaka ka Ane pasti juga kena imbas nya hmm hmm!" ucap nya dalam hati jeni merasa puas dengan apa yang ia lakukan.
ia kembali mengambil kue'kue yang ada di meja saat ia ingin makan,tanpa sengaja mata nya tertuju ke ruang tengah dan melihat rena sedang berjalan ke halaman belakang.
Jeni langsung mencari'cari dirga untuk memberi tahu nya.
"Ka, tadi aku Lihat Ka Rena berjalan ke halaman belakang dia lewat ruang tengah!" bisisk Jeni dengan panik.
dirga tidak mnjawab dan hanya mengisyarat kan tangan nya,
namun jeni tidak mengerti maksud dari isyarat tangan dirga yang bisa mengerti semua isyarat tangan dirga hanya Bian.
"Ka apa maksud nya aku tidak mengerti?" bisik jeni.
"Haah, kau ikuti dia diam'diam dari pintu depan,saat kau keluar nanti di sebelah kiri ada taman yang bisa di tembus ke pintu belakang,ingat kau hanya memantau nya dari jauh kabari kaka jika dia bersiakap mencurigakan!" jawab dirga membawa jeni ke tempat yang sedikit sepi dari para tamu,untuk menjelaskan tugas nya.
"Oh Oke ka laksanakan,tapi ka Ane sedang berjalan ke sini kalau aku langsung pergi keluar nanti dia curiga!?" ucap Jeni menggerak'gerakkan alis nya dengan maksud dirga melihat ke arah Ane.
"Benar'benar merepotkan!" cetus dirga kesal saat ia melihat Ane sudah berada di antara mereka.
__ADS_1
"Dirga,Jeni, kenapa kalian berdiri di sini ayo kita ke sana sebentar lagi aku akan tiup Lili," ucap Ane bersikap polos dan anggun di depan dirga.
"Baiklah kita akan ke sana,tapi tidak dengan jeni ia harus menerima panggilan dari nenek! nanti dia akan menyusul!" jawab dirga mencari alasan agar jeni bisa meninggal kan pesta tanpa di curigai Ane.
"Eh? Benarkah,tapii ponsel mu tidak berdering jeni?" ucap Ane mulai curiga dengan gerak'gerik jeni yang terlihat gugup.
Dirga menghela nafas panjang dan mengulur kan tangan nya di depan Ane untuk mengalihkan kecurigaaan nya.
Ane sesaat terpaku diam dengan maksudp uluran tangan dirga untuk nya,namum wajah nya langsung memerah,jantungnya berdegup kencang saat meraih tangan dirga.
ia terus tersipu melihat tangan nya di gandeng oleh dirga,
saat Ane lengah jeni langsung pergi meninggalkan rungan itu dan melangkah cepat mencari rena.
"Huff,merepotkan sekali dia,sampai segitu nya dia tergila'gila dengan kaka ku,Haah jika ka lili melihat kaka menggandeng tangan wanita Lain pasti ia akan mencabik'cabik wanita itu," gumam jeni sambil mencari'cari keberadaan Rena.
"Ya tuhan kemana si Rena itu,kalau bukan karena wanita penggangu tadi, pasti aku tidakakan kehilangan jejak nya sekarang!" oceh jeni bersembunyi di balik tembok pembatas halaman belakang dan taman.
matanya mencari'cari rena samapai akhir nya ia menemukan rena sedang berdiri menrima telefon dari seseorang.
jeni yang tidam bisa mendengar pembicaraan Rena dan sorang dari balik telfon itu,ia perlahan melangkah mendekat untuk mencuri dengar saat ia sudah mendapat tempat yang pas ia dengan sekesama menedengar percakapan rena.
"Kau bisa jalankan tugas kalian malam ini,ingat untuk tidak meninggalkan jejak! tadi aku sudah menyuruh teman kalian untuk menyogok salah satu pelayan wanita yang akan membantu kalian masuk ke dalam rumah itu! bawa ******* itu ke gudang yang sudah di siapkan!" ucap rena dengan mimik wajah serius memberi perintah dan arahan pada orang di balik telfon itu.
jeni merasa bungung dengan percakapan Rena dengan orang itu,
"Siapa yang bicara dengan Rena dan lagi rumah siapa yang ia katakan,apa dia akan berbuat jahat pada orang lain? aaaaa kenapa bicara nya tidak jelas sekali!" gumam jeni kesal.ia kembali fokus mendengar percakapan Rena untuk mencari informasi lebih jelas.
BERSAMBUNG...
__ADS_1