
Lili yang sedang berbaring di sofa dan tidur di pangkuan dirga sambil serius membaca buku, dirga yang juga dengan serius memain kan rambut Lili ia ikat sana gulung sini tanpa Lili sadari rambut nya sudah berbentuk sangat aneh..
"sayang aku akan keluar sebentar ke perusahaan yang di pegang oleh ayah,
aku ingin membicaraakan soal pekerjaan.."ucap dirga serius membangunkan Lili dengan lembut dan mencium kening nya..
"apa akan lama kau di luar sayang..!"ucap Lili penasaran kerena tiba tiba dirga pergi untuk mengurus pekerjaan mendadak..
"ehem..tidak sayang aku akan segera kembali..setelah kembali nanti aku akan mengajak mu jalan jalan untuk menglilingi tempat tempat indah yang ada di jepang.!"ucap dirga membujuk Lili dan meyakin kan nya..
"benar kah..baiklah aku akan menunggu mu..kau hati hati di jalan sayang..!" ucap Lili dengan sangat senang dan memeluk dirga..
dirga tersenyum kecil melihat Lili sangat riang..
ia pun pergi meninggalkan Lili di kamar dan berjalan menuju kamar bian, saat ia ingin mengetuk pintu bian yang sudah membuka pintu kamar nya sangat terkejut melihat dirga berdiri di depan pintu kamar nya..
"astaga tuan..kau mengejut kan ku.."ucap bian yang mengusap usap dada nya..
"ikut aku ke mall di mana Lili di celakai oleh penculik itu.." ucap dirga datar..
bian yang sudah mengerti apa yang di ucapkan dirga ia mengikuti dirga dan mereka pergi menaiki mobil dan menjauh dari rumah..
rena yang saat itu baru keluar dari kamar nya ia melihat dirga dan bian pergi..
"kenapa dirga terlihat sangat terburu buru dan tadi expresi nya seperti orang yang ingin membunuh ada apa sebenar nya..!?" gumam rena yang bingung dan penasaran..
__ADS_1
rena memanggil salah satu pelayan yang sedang membersih kan ruang tengah..
" hey kau kemari..! apa kau tau tuan dirga dan sekertris nya mau pergi kemana..?" tanya rena dengan rasa penasaran..
pelayan itu tidak menjawab sesuai keinginan rena dan membuat rena semakin penasaran..
di sisi lain dirga dan bian yang masih dalam perjalanan menuju mall yang ingin mereka tuju..
"bian apa kau belum menemukan orang yang berusaha mencelakai istri ku..?" tanya dirga dingin..
"eh..ehem untuk saat ini aku sudah menemukan keberadaan dua pria itu dan anak buah ku sudah beraksi untuk menangkap nya jika sudah tertangakp aku akan mengabari mu segera tuan..!" ucap bian dengan serius..
"bagus...tidak perlu mengabri ku jika sudah tahu siapa dalang nya langsung patah kan tangan dan kaki nya dan biar kan dia mersa kan hidup tanpa bisa mnggunakan kaki dan tangan nya..tugas ini sepenuh nya aku serah kan pada mu bian..!" ucap dirga dengan nada dingin..
"ehem b..baik taun aku akan urus semua nya kau tenang saja.." ucap bian pucat melihat expresi dirga yang sangat marah..
" tugas apa tuan." ucap bian bingung dengan expresi dirga yang tidak pernah ia lihat sebelum nya..
"aku ingin kau selidiki penyebab kematian kake..!" ucap dirga datar..
bian sangat terkejut memdengar dirga menyinggung tentang kematian kake nya..
" a..apa aku tidak salah dengar tuan barusan kau mengatakan untuk menyelidiki kematian kake ..? bukan kah saat itu dokter mengatakan penyebab nya karena serangan jantung...dan juga bukan kah dulu kau menolak untuk menyelidiki tentang ini tuan..! lalu kenapa sekarang kau ingin menyelidiki nya..!?" ucap bian yang sangat terkejut bingung dan sangat penasaran..
"lakukan saja perintah ku nanti kau pun akan tau semua nya..!!" ucap dirga dingin..
__ADS_1
bian yang melihat expresi dirga berubah dingin dan aura gelap nya timbul ia tidak berani lagi menjawab atau pun bertanya ia hanya diam sepanjang jalan sampai tiba di tempat tujuan..
di siai lain rena yang saat itu terlihat gelisah setelah melihat dirga expresi dirga yang ia lihat tadi..
Lili yang saat itu keluar dari kamar nya ia melihat rena yang terlihat pucat dan panik,
ia mengahmpiri rena untuk mengetahui apa yang terjadi pada nya..
"ada apa dengan mu kau terlihat tidak tenang..apa terjadi sesuatu.." ucap Lili datar..
rena yang saat itu tidak melihat ke hadiran Lili membuat nya terkejut tiba tiba mendengar suara Lili..
"ah t..tidak tidak papa aku hanya..ah ya aku hanya bingung mencari kalung ku yang hilang..kalung itu pemberian ibu ku..jadi aku sangat takut jika tidak bisa menemukan nya lagi..!" ucap rena berbohong untuk menutupi kegelisahan nya tentang kejahatn yang ia lakukan pada Lili..
"oh..kenapa tidak suruh pelayan untuk mencari nya..! hilang di sekitar sini pasti bisa di temukan..!" ucap Lili acuh dan melangkah pergi meninggal kan rena..
"tunggu..! panggil rena mengehntikan langkah Lili..
"ada apa..!" jawab Lili dingin..
"emm..tadi aku melihat dirga terburu buru pergi dia mau kemana..?"ucap rena gugup..
sesaat Lili menatap rena yang masih terlihat gugup dan mencurigakan..
" dia pergi ke kantor ayah nya..! kau sangat aneh..?" ucap rena sambil menyerngit kan kening dan pergi..
__ADS_1
" wanita sialan ini semua karena kau aku jadi begini..! ya tuhan kenapa aku merasa takut dirga pasti menyelidiki tentang penculikan Lii..tenang rena tenang dua orang tidak becus itu pasti sudah pergi jauh dari kota ini..aku harus tenang.." gumam rena yang terus mengubah ubah expresi nya..
BERSAMBUNG..