
dalam waktu kurang dari semenit semua pegawai berkumpul di depan ruangan Lili,suasana menjadi ricuh,bian yang sudah di antara keributan itu terlihat bingung karna tidak tahu apa yang telah terjadi.
"p..presdir ini..!" tanya bian pucat melihat kemarahan dirga.
"panggil amy untuk memberikan penjelas..!" bentak dirga dengan geram.
bian tersentak dan segera pergi memanggil direktur amy.
para pegawai saling berbisik memandang rendah asisten direktur amy,yang terlihat pucat dan gemetar.
tidak lama direktur amy sudah berada di ruangan itu. dengan wajah bingung menatap sekeliling dan menatap asisten nya yang terlihat buruk.
"p..presdir I..ini..? a..apa yang terjadi..!?" tanya amy dengan panik dan bingung..
dirga hanya terdiam manatap dingin pada sang asisten,
bian dan amy saling bertatapan dan mulai mengerti permaslahan yang terjadi.
amy mendekat pada asisten nya dan bertanya,
"Risi apa yang kau laukan..! kenapa kau membuat presdir sangat marah terhadap mu.!?" ucap amy panik dengan tatapan dingin dirga..
sang asisten yang belum mengerti dengan kondisi nya itu,ia malah mengucap kan kata'kata yang membuat nya mati.
"bibi a..aku aku tidak tahu kenapa presdir sangat marah terhadap ku.
a..aku hanya mengatakan kebenaran tentang asisten Lili..b..bahwa ia penggoda para pria..!?"
"PLAKKK..!"suara tamparan.
amy melayang kan tamparan ke pipi risi dengan keras saat keponakan nya menghina Lili..
amy semakin pucat dan panik dengan apa yang telah di lakukan keponakan nya,yang menyinggung seorang istri dari orang besar dirgantara..
"R..risi cepat minta maaf pada nona Lili CEPATT..!" bentak amy dengan sangat marah pada risi..
"b..bibi k..kenapa aku harus meminta maaf,memang nya siapa dia.
__ADS_1
ia hanya seorang asisten,dan yang aku katakan itu adalah kenyatan bibi..!" ucapa risi dengan berani meski gemetar.
dirga semakin tersulut emosi nya dan terus menahan kemarahan,tangan nya mengepal dengan kuat,ia tidak ingin menyakiti seorang wanita..
bian yang melihat kemarahan dirga ia semakin panik dan mencoba menutup mulut asisten direktur amy.
"Lancang sekali nona risi bicara seperti itu.nona sudah melwati batas dalam berucap lebih baik..!?" ucap bian terhenti saat dirga mengangkt tangan nya mengisyrat kan ia untuk mundur..
dirga berjalan selangkah mendekati amy dan risi.mereka semakin pucat dan gemetar,amy mencengkram tangan risi dengan kuat,
"amy berapa lama kau berada di kantor ini..!" ucap dirga dingin.
amy tercengang dengan pertanyaan dirga ia menjawab dengan pucat.
"t..tujuh tahun presdir..!?" jawab amy menundukan kepala nya ketakutan.
"apa kau ingin kembali ke kampung halaman mu direktur amy..!" ucap dirga dingin.
amy sangat terkejut mendengar ucapan dirga. kaki nya menjadi lemas,bian yang melihat amy akan terjatuh dengan cepat ia memapah amy yang tidak berdaya lagi,
risi terlihat kahwatit dengan bibi nya ia pun ikut menopong sang bibi,namun kebodohan nya semakin menjadi,
kenapa hanya karna seorang asisten yang dengan sifat buruk nya itu anda sampai memecat bibi ku yang sudah lama mengabdi di kantor ini..!" ucap nya polos membela dan memohon.
semua yang berkumpul di situ sangat terkejut dengan apa yang di ucap kan risi,
dirga yang geram dengan risi sejak tadi,ia ingin melayang kan tangan nya untuk memukul risi,namun di hentikan oleh Lili yang mendekat dan menahan tangan dirga.
"dirga sudah cukup..redakan amarah mu.!
aku rasa nona risi tidak mengtahui apapun.aku sudah memaaf kan nya meski ia mengatakan kata'kata yang membuat ku marah..
aku tidak ingin maslah ini menjadi runyam,dan kau juga harus memaaf kan direktur amy ia orang yang baik..
aku merasa pusing..!" ucap Lili dengan berat terlihat pucat karna kebisingan sejak tadi yang membuat nya pusing.
dirga terlihat kahwatir dan saat ia ingin berkata. tiba'tiba dengan lancang risi kembali memaki Lili..
__ADS_1
"Heh aku tidak butuh maaf dari mu.!
,bibi lihat lah ia sangat lancang berani menyebut nama presdir begitu saja ia juga berani menyentuh dan berakting seakan ia tertindas,lihat bi ia menggoda presdir Lili adalah wanita penggoda..!" ucap nya dengan lantang menghina Lili.
membuat para pegawai lain nya terlihat pucat dan menatap kebodohan risi.
amy mengertakn gigi nya dan memaki risi,
"Gadis bodoh bodoh kau sangat bodoh risi,aku menyesal membawa mu ke sini dasar bodoh aku akan membunuh mu di sini bodoh..!" amy memaki risi dan menggila memukuli risi hingga risi terus bertriak meminta ampun.
bian pun segera menahan amy agar tidak memukul lagi..
amy terduduk di lantai dengan pucat dan lemas.ia memhon pada Lili agar memaaf kan risi..
"nona Lili aku mohon maafkan kesalahan keponakan ku..! ia sangat bodoh aku akan menghukum nya nanti saat kembali ke kota S.tolong maaf kan dia..nona Lili aku mohon tolong maafkan keslaahan risi ia benar'benar bodoh..!" ucap amy memohon dengan iba dan menetes kan air mata nya karna tidak kuat menahan ke kesalan..
"bibi kenapa kau..?"
"DIAMMM siapa yang menyuruh mu bicara jika kau berni bicara lagi aku akan membuat mu menjadi bisu..! kau tau apa yang akan terjadi pada keluarga mu dan aku,setelah apa yang telah kau lakukan hari ini APA KAU TAU ITU...
kau telah menghina istri dari pemilik perusahaan terbesar di negara ini bahkan kau menghina nya tepat di hadapan persdir dirgantara..
kenapa kau sangat bodoh risi,bukan kah aku sudah katakan untuk bekerja dengan baik,bukan kah kau sudah berjanji pada ku untuk tidak membuat maslah.tapi kenapa..!" ucap amy dengan berat menghntikan ucapan nya,
risi terlihat pucat dan kaku setelah mendengar apa yang di katakan amy.ia hanya diam mematung seperti seekor semut yang akan di injak oleh gajah,ia tidak bisa berkata kata ia hanya diam dan syok saat mengetahui orang yang sejak tadi ia hina adalah istri seorang yang di segani di kota B.
ketakutan yang ia rasakan membuat nya jatuh pingsan,semua orang heboh melihat risi pingsan,para pegawai pria membantu membawa risi keruang kesehatan untuk mendapat perawatan.
dan bian membubar kan para pegawai yang lain nya untuk kembali bekerja
,di ruangan itu tersisa bian dan amy yang saat itu masih terduduk di lantai.
sejenak ruang kerja Lili terlihat hening.keheningan terpecah saat dirga membuka suara,
"amy jika kalau nona risi itu bukan keponakan mu aku sudah membuat nya tidak bisa lagi berada di negara ini,kau tahu sejak tadi aku terus menahan emosi ku melihat istri ku terus'terusan di hina oleh pegawai ku sendiri..!
untuk saat ini kau bisa ambil cuti selama dua minggu,dan aku mau setelah keponakan mu sadar ia segera meminta maaf pada istri ku atas perbuatan nya..
__ADS_1
aku masih memandang mu di sini amy..!" ucap dirga dingin,ia pun pergi meninggal kan ruangan itu dan membawa Lili ke ruangan nya untuk istirahat..
BERSAMBUNG..