
Abad ke 21 sebagai penanda kehancuran dunia, manusia dihebohkan dengan kemunculan berbagai monster. Manusia dilanda ketakutan, terjadi kepanikan massal, dan populasi manusia kian menipis. Demi bertahan hidup, manusia melakukan perlawanan. Berbagai Negara bersatu demi memusnahkan gelombang monster, bahkan seluruh pasukan tempur tiap Negara pun dikerahkan.
Peluru dan rudal tidak berefek ke monster. Berbagai pesawat tempur setiap hari melintas di atas langit. Berbagai bangunan sudah menjadi puing-puing yang berserakan.
Makanan menjadi hal yang paling dicari sekarang ini. Bahkan manusia saling membunuh hanya untuk sepotong roti.
Disaat harapan yang kian pupus, muncullah para manusia yang mampu berevolusi. manusia evolusi adalah manusia yang memiliki kemampuan melebihi nalar manusia, bahkan Sains tak bisa menjelaskannya.
Manusia dengan otot kecil dapat menghempaskan monster yang ditinjunya. Manusia yang tak memiliki sayap mampu untuk terbang di udara. kemampuan untuk memunculkan sesuatu tanpa menggunakan trik sulap.
Berbagai monsterpun dipukul mundur. Pemerintah duniapun mengambil inisiatif untuk membuat benua baru di tengah lautan yang terisolasi serta diperkuat oleh dinding tebal dan tinggi, sehingga tidak ada lagi monster yang akan dapat menyerang mereka.
Duniapun dapat merasakan kedamaian kembali. Benua baru tersebut menjadi benteng kokoh yang memisahkan manusia dan monster. Tempat manusia dari seluruh dunia berkumpul. Benua tersebut diberi nama Asgard, dengan kota yang diberi nama sesuai huruf A sampai Z. Sedangkan untuk menghormati manusia evolusi, mereka diberikan penghargaan, baik berupa gelar maupun bantuan finansial yang tinggi. Mereka dikenal sebagai Pahlawan.
Cerita dimulai 200 tahun setelah insiden tersebut. Seorang pemuda bernama Jarvis Kurtis yang merupakan manusia evolusi yang tidak ingin menjadi Pahlawan. Namun melakukan aksi heroik penyelamatan dari balik layar dan menjadi musuh pemerintah dan pahlawan lain.
***
Udara segar di pagi hari tiba-tiba berubah menjadi polusi.
Krakkk!
Boomm!
Sesosok monster mulai muncul dari retakan dimensi, kemudian meledakkan gedung di sampingnya. Walaupun tidak sampai merobohkan bangunan, namun dampak yang ditimbulkannya mampu membuat panik seluruh warga.
Monster tersebut berbentuk seperti singa yang dapat berdiri dengan dua kaki, dengan cakar yang panjang. Namun itu bukanlah masalahnya. Di kedua lengannya terdapat api yang baru saja digunakan untuk meledakkan sebagian bangunan.
"Dimohon agar seluruh pahlawan yang berada di kota H, agar segera menuju ke lokasi kejadian. Diulangi, mohon agar seluruh pahlawan yang berada di kota H, agar segera menuju ke lokasi kejadian." Kata seseorang yang berada di kantor pertanahan kota H, sambil memegang mik mencoba menghubungi para pahlawan.
Duukk!
Monster kemudian melompat ke daerah padat penduduk.
Slash!
Slash!
__ADS_1
"Aahhh"
Slash!
"Ughh"
Banyak warga yang mati akibat cakaran dari monster tersebut.
"Tolong... tolong, siapapun kumohon" teriak seorang anak umur 10 tahunan sambil menangis.
Anak tersebut sedang menarik seorang pria paruh baya yang tertindih reruntuhan bangunan.
"Tolong... tolong"
"Jarvis"
"Tolong... tolong"
"Tenanglah Jarvis!"
"Tolong... tolong... ayahku"
Bentak pria tersebut yang ternyata adalah ayahnya.
"Mana ibu?" Tanya sang ayah.
Jarvis yang menangis kemudian menunjuk mayat seorang wanita yang telah hancur kepalanya.
"Hik..hik.. itu ibu" kata Jarvis.
Sang ayah yang melihat istrinya telah mati berusaha untuk tetap tenang. Kemudian berusaha untuk meraih kepala anaknya.
Tiba-tiba muncul monster dibelakang sang anak. Ayah dan anakpun menjadi panik. Cakar besar dan panjang diarahkan ke anak tersebut.
Slash!
Ting!
__ADS_1
Cakar berhasil ditahan menggunakan pedang besar oleh seorang pahlawan.
"Akhirnya muncul juga, pahlawan kelas A, Ludheer Bashil" kata seorang yang berada di kantor pertanahan kota H.
Monsterpun tiba-tiba terpental jauh. Pahlawan tersebut adalah seorang pria tinggi berotot, yang memegang pedang yang lebih tinggi dari tubuhnya. Memiliki bilah yang lebarnya 30 cm.
Monster tak bergerak ditempatnya. Pahlawan hanya diam menunggu sampai monster bangun kembali.
"Tolong ayahku!" Jarvis meminta pertolongan, namun pahlawan hanya diam saja.
"Diamlah bocah! tunggu sebentar lagi!" Ucap Ludheer sang pahlawan.
Monsterpun maju menyerang, sang pahlawan juga ikut maju. Bentrokan terjadi.
Buumm!
Tanah tempat berpijak pun hancur. Pahlawan mengayunkan pedangnya. Monster singa refleks menghindari serangan tersebut.
Slash!
Krakkk!
Pedang hanya mengenai tempat kosong, namun angin hembusannya tepat mengenai tiang listrik. Sang pahlawan kemudian menendang monster tersebut ke tiang listrik yang jatuh.
Dukkk!
Alhasil monster tersebut tersengat listrik.
"Ghooooaaaahhhhh"
Auman kemarahan monster singa membuat yang mendengarnya merasa merinding.
Tiba-tiba pahlawan terkena ledakan.
Booomm!
"Pasti monster kelas A, kalau aku bukan pahlawan kelas A, mungkin aku akan mati" ucap Ludheer secara pelan karena kesakitan.
__ADS_1
Ternyata monster singa menembakkan apinya dari kedua lengannya.