Aku Bukanlah Pahlawan

Aku Bukanlah Pahlawan
Kejadian di Taman


__ADS_3

Di suatu taman di kota T, nampak seorang pria memayungi seorang gadis.


"Mau makan?" Tawar Jarvis.


"Boleh"


Paula kemudian melihat plastik yang dipegang Jarvis.


"Apakah kau dari tadi mencariku?" Tanya Paula.


"Tidak, aku pulang mencari makanan" kata Jarvis.


"Dasar pembohong" kata Paula.


"Pembohong dari mana?" Kata Jarvis sedikit mengelak.


Mereka kemudian memakan roti kukus yang dibeli Jarvis.


"Bahkan rotinya sudah dingin" ucap Paula pelan.


"Mungkin karena hujan" ucap Jarvis.


"Iya sajalah" kata Paula yang tahu bahwa roti itu dingin karena Jarvis mencarinya terlalu lama.


"Jadi sekarang kau tinggal di mana" tanya Jarvis ke Paula.


"Mungkin di sini saja"


"Apakah kau bisa tidur?"


Paula yang ditanya Jarvis kemudian menunjukkan kekuatannya. Ia melindungi dirinya dengan lapisan tak terlihat.


"Sekarang lihat, aku mampu untuk tidur dengan nyenyak, karena hujan tidak mengenaliku" ucapnya sambil tersenyum.


Mendengar itu tiba-tiba Jarvis lalu menarik tangannya.


"Kita mau pergi ke mana?" tanya Paula.


"Ke rumah" Jawab Jarvis singkat.


Jarvis terus memegang tangan Paula. Mereka akhirnya tiba di kafe. Saat itu Roy ternyata menunggu mereka. Jarvis kemudian melepas tangan Paula.


"Mana rotiku?" Kata Roy.


"Sudah habis" jawab Jarvis.


Mendengar itu Roy hanya bisa terduduk lemas. Jarvis kemudian mengarah ke lantai dua.


"Kenapa kau diam? Ayo naik" ucap Jarvis.


Mendengar itu Paula kemudian mengikutinya. Tak mau ketinggalan, Roy juga ikut.


"Sekarang itu adalah kamarmu. Kau bisa masuk mandi juga karena di dalam kamar ada toiletnya" kata Jarvis.


Jarvis kemudian menyiapkan pakaian untuk digunakan oleh Paula. Walaupun pakaian yang disiapkannya hanyalah pakaian laki-laki.


Beberapa menit kemudian Paula telah selesai mandi. Di atas kasur ia melihat satu pasang pakaian. Satu celana jeans dan baju kaos oblong lengan panjang putih. Tanpa bertanya ia langsung memakainya.


Roy dan Jarvis di ruang tengah sedang asik menonton televisi. Tiba-tiba datang Paula menghampiri mereka.


"Ukurannya agak kebesaran" kata Paula.


"Pakai saja, atau kau mau memakai pakaian Roy? Ukurannya pasti bertambah besar" kata Jarvis.


"Kalau begitu ini saja" Kata Paula.


Mereka pun kemudian menonton televisi.


"Aku sudah mendengarnya dari Jarvis" kata Roy ke Paula.


"Aku turut prihatin" lanjutnya.


"Besok kita akan libur" kata Jarvis sedikit merubah alur pembicaraan.


"Kenapa?" Tanya Paula.


"Kita akan mencari pakaian untukmu" kata Jarvis.


"Aku masih belum punya uang" kata Paula heran.


"Khusus bulan ini, aku akan membayarmu di awal. Jadi kau bisa membelanjakan uangmu. Untuk tempat tinggal, bahan makanan, air dan listrik tidak perlu Iakhawatir, aku yang tangani" kata Jarvis.


"Mau terlihat keren ya" ucap Paula.


"Tidak juga. Bahkan jika di suruh memilih, antara jadi keren atau jadi culun di depanmu, aku akan memilih menjadi culun." Kata Jarvis.


"Sampai segitunya" kata Paula.


Mereka pun dengan asyik menonton film horor. Terkadang roydan Jarvis merasa kaget. Tapi tidak untuk Paula. Ia merasa jenuh menonton jadi ia pergi ke kamarnya.


***


Di kota U nampak bekas ledakan terjadi di bawah saluran air bawah kota. Banyak petugas dan wartawan yang meliput berita ini. Ditempat itu terdapat mayat salah seorang pahlawan yang telah hangus terbakar.


"Pak komandan, ada sesuatu di sini" kata salah seorang prajurit.

__ADS_1


"Apa itu?" Salah seorang komandan bertanya.


"Ada pesan"


Di lantai depan pehlawan itu terdapat sebuah goresan dari sebuah belati. Goresan itu membentuk sebuah tulisan yang bertuliskan 'LUDHEER HATI HATI'.


Sontak saja hal ini membuat para petugas merasa khawatir. Salah satu petugas kemudian menghubungi Ludheer.


***


Esok paginya Jarvis dan yang lainnya bersiap untuk pergi mengantar Paula mencari pakaian.


"Kalian mau ikut juga? padahal aku bisa sendiri" kata Paula kepada Jarvis dan Roy.


"Ikut denganku, aku tahu tempat pakaian terbaik" ucap Roy.


Saat mereka akan keluar terlihat ada sebuah mobil yang terparkir.


"Silahkan pak" terlihat seorang sopir yang telah membuka pintu mobil.


"Ayo masuk" ajak Roy.


Mereka kemudian berangkat dengan mobil. Mobil tersebut adalah mobil milik Roy.


"Kurasa aku tahu kita mau kemana" kata Jarvis.


"Tepat sesuai dugaanmu" kata Roy.


Mendengar percakapan mereka, Paula hanya bisa terheran-heran. Selang beberapa menit tujuan mereka akhirnya terlihat.


"Kita akan pergi ke situ?" Tanya Paula.


"Iya" Jawab Roy.


"Dulu aku hanya memimpikannya, tapi sekarang itu akhirnya terwujud. Wahana permainan terbesar ke 2 di dunia. Taman hiburan Mustang, aku datang" kata paula bahagia.


Mereka kemudian turun dari mobil. Di hadapan mereka terpampang jelas sebuah gerbang dengan nama Taman Hiburan Mustang. Bahkan dari luar, berbagai wahana permainan terlihat sangat besar. Jika dibandingkan dengan wahana permainan di tempat lain.


"Wahh, besarnya?" Ucap Paula yang takjub.


"Ini" kata Roy sambil memberikan kartu warna hitam ke Paula.


"Apa ini?" Tanya Paula.


"Itu adalah kartu VIP, kau bisa memakai semua wahana ini semaumu selama kau masihemiliki kartu itu. Sedangkan untuk memasuki toko di sepanjang taman hiburan ini. Kau memiliki hak untuk menerima diskon 60%. Dulunya kartu VIP ini memiliki akses gratis semua toko, tapi ada seorang gila yang malah menghabiskan semua barang dalam satu tokoh" kata Roy


"Ughh" Tiba-tiba Roy kesakitan.


Ternyata perutnya ditendang oleh Jarvis. Roy pun tersungkur duduk.


"Aku akan mengambil kembali kartunya" kata Roy kesal.


"Tak beradab" Kata Paula.


"Apa?" Ucap Jarvis.


"Tidak, kulitku berasa lembab" kata Paula.


Mereka kemudian memasuki berbagai wahana permainan. Mulai dari Roller Coaster, Enterprise, Screamin Swing, dan berbagai wahana yang sangat menegangkan.


"Rasanya sangat menyenangkan" kata Paula.


"Ayo coba wahana yang lain" kata Roy.


"Roy mana Jarvis?" Tanya Paula ke Roy sambil melihat sekeliling.


"Sekarang ia lagi buat pulau dengan muntahnya di dalam toilet" kata Roy.


"Rasakan! Dasar Payah." Ucap Paula sambil mengumpat Jarvis.


Saat itu mereka sedang menunggu Jarvis keluar dari toilet.


"Sebenarnya aku heran, mengapa kau masih baik baik saja? Padahal Jarvis sudah muntah" tanya Paula yang penasaran.


"Aku sebenarnya memang sulit mabuk naik yang begituan. Kan aneh, orang yang punya malah muntah. Sedangkan kau bagaimana?" Jawab Jarvis yang kemudian bertanya ulang ke Paula.


"Aku menyihir, jadi aku bisa menghilangkan mabuk" jawabnya


Mereka berdua memang memiliki kemampuan untuk tidak mabuk. Roy yang memiliki tubuh monster sedangkan Paula yang seorang penyihir. Tentu hal ini yang membuat mereka memiliki ketahanan dari orang lain.


Berbeda dengan mereka, Jarvis malah muntah, karena ia memiliki fisik manusia biasa. Setelah beberapa saat, Jarvis kemudian keluar dari toilet.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Roy.


"Lumayan" kata Jarvis.


"Apakah kita langsung pulang saja?" Tanya Roy ke Mereka berdua.


"Jangan dulu, aku masih belum puas" kata Paula.


"Kalian pergilah, aku akan beristirahat di sini" kata Jarvis sambil duduk di bawah pohon.


"Ternyata kau pengertian juga yah." kata Paula sedikit mengejek.


"Hei Roy, pergi ajak Pookie jalan jalan, nanti ia kesasar" ucap Jarvis yang kesal, ia lalu mengangkat tangan kanannya sembari mengusir.

__ADS_1


Roy dan Paula akhirnya pergi meninggalkan Jarvis. Sedangkan Jarvis hanya bisa duduk sambil menenangkan kondisinya yang terus-terusan muntah.


"Kau tidak marah dipanggil dengan nama Itu" tanya Roy ke Paula saat sudah agak jauh dari Jarvis.


"Apakah kau tahu, di tidak pernah memanggilku dengan namaku. Mungkin dia tidak tahu namaku, jadi ia hanya bisa memanggilku dengan sebutan Pookie" jawab Paula.


"Suatu saat akan ku cungkil telinganya" ucap Paula sambil mengepalkan. Tinjunya.


Paula dan Roy akhirnya pergi ke toko pakaian yang memang ada di wilayah taman hiburan Mustang. Paula kemudian memilih pakaian yang cocok untuknya.


Sedangkan untuk Jarvis hanya bisa tiduran sambil bersandar di batang pohon.


Buakk!


Terdengar suara benturan keras. Jarvis kemudian bangun dari tidurnya. Di depannya terlihat seorang pria belasan tahun yang berdarah hidupnya dengan keadaan tersungkur. Ia kemudian meraba-raba tanah kemudian mendapatkan kacamata lalu memakainya. Jarvis hanya bisa melihatnya.


"Apa yang kau lihat? ini bukan urusanmu" kata seorang pria besar yang menggertak Jarvis.


Jarvis yang mendengar itu kemudian menyingkir dari tempat duduknya. Ia pergi meninggalkan mereka. Pria yang tersungkur dan pria yang menggertak memiliki kesamaan yaitu mengenakan seragam.


'Sepertinya mereka anak sekolahan' batin Jarvis.


"Bagaimana tinjuanku, beladiri Krav Maga yang ku pelajari ternyata sangat hebat" kata pria yang baru saja memukul.


"Luar biasa senior" kata orang yang disebelahnya.


"Hahahaha" mendengar itu, pria besar itupun tertawa.


Tiba-tiba banyak pemuda berseragam yang datang. Mereka kemudian menunjukkan rasa hormat mereka ke pemuda besar itu.


"Tarik dia ke tempat sepi" kata pria besar.


"Baik, Alex" kata seorang suruhan dari Alex.


Mereka kemudian menarik pria berkaca mata tersebut. Melihat itu, Jarvis kemudian membuntutinya. Rombongan itu kemudian pergi keluar dari Taman hiburan. Lokasi yang mereka tuju adalah di bawah jembatan. Tanpa diduga Jarvis kemudian menculik salah satu dari mereka.


Buakk!


Spontan Jarvis langsung meninjunya.


"Dasar brengsek" kata pria yang ditinjunya.


Pria yang diculik tersebut tidak mengalami memar sama sekali saat mukanya di tinju Jarvis. Malahan mukanya membatu dan tangan dan kakinya juga membatu.


'Pengguna kekuatan?' batin Jarvis bertanya tanya.


Karena di hadapannya adalah pengguna kekuatan. Bukannya menghindar, Jarvis malah meninju sekuat tenaga perut lawannya. Hal itu membuat lawannya kesakitan dan tersungkur.


"Aku akan bicara" katanya.


'Dia akan bicara? Padahal aku belum menanyakan apapun" batin Jarvis.


Pria itu pun mulai menjelaskan.


"Kami adalah para siswa dari sekolah pahlawan. setiap siswa yang masuk ke sekolah tersebut adalah seorang berkemampuan khusus. Pria yang jadi pemimpin kami adalah Alex sedangkan yang dibully itu adalah Aland. Aland sering di bully karena kekuatannya adalah pemetaan. Kemampuan yang tidak berguna bahkan ia yang paling lemah di antara siswa di seluruh sekolah. Namun yang membuat anak lainnya marah adalah ia pernah di kabarkan memiliki banyak ajakan bergabung dengan para pahlawan. Tentu saja kami menjadi iri, bukannya itu tidak adil. Hari ini adalah hari terakhir Aland bersekolah di sekolah pahlawan, karena ia akan pindah, jadi kami akan menghajarnya untuk yang terakhir kalinya" kata pria tersebut.


Mendengar itu, Jarvis mulai memahami situasinya.


"Pergi!"perintah Jarvis ke pria tersebut.


Pria itu pun lari terbirit-birit. Jarvis lalu pergi ke tempat Aland di bully. Ia tidak berusaha sembunyi, ia malah terang terangan muncul di hadapan para siswa tersebut.


Di hadapan Jarvis terlihat Aland yang dipukuli membabi buta.


"Perhatikan ini, cekikan ini ku pelajari dari teknik beladiri Krav Maga" ucap Alex sambil mencekik Aland dengan bangga.


"Hentikan!" Ucap Jarvis yang langsung membuat semuanya berhenti menyiksa Aland.


Bukan karena takut sehingga mereka berhenti, tapi mereka agak tercengang sebab seharusnya tidak ada orang yang mengikuti mereka.


"Ahhh sial, hajar ia" kata Alex.


Seketika itu juga semua temannya bersiap untuk menghajar Jarvis. Namun Jarvis mulai berbicara.


"Teknik beladiri Krav Maga tidaklah selemah itu, mau ku ajari. Kebetulan Aku menguasai Krav Maga dan Kendo" kata Jarvis.


Krav Maga adalah seni bela diri yang disebut paling berbahaya dan mematikan di dunia. Padahal, Krav Maga adalah sistem pertahanan diri yang dikembangkan untuk militer, namun kini telah berubah menjadi sistem bela diri mengerikan. Krav Maga mengambil inspirasi dari gaya seni bela diri lainnya seperti Tinju, Gulat, Aikido, Judo, dan KAPAP. Krav Maga ini disebut-sebut punya banyak jurus rahasia yang bisa bikin lawan langsung lumpuh total, hingga paling parah berakibat kematian.


Para siswa kemudian menyerang Jarvis secara bersamaan. Tapi Jarvis melompat mundur. Ia lalu menyerang dari samping kemudian memegang lengan salah satu siswa, kemudian mematahkannya. Salah satu dari mereka kemudian menyerang kepala Jarvis dengan dasi. Jarvis yang melihat langsung menghindar. Dasi tersebut ternyata dapat kokoh seperti besi.


Salah satu dari siswa tiba-tiba berada di belakang Jarvis dengan sangat cepat lalu memeluk Jarvis. Jarvis yang tertangkap malah memegang erat lawannya. Kedua kakinya kemudian di cekikan ke leher lawan yang menangkapnya. Saat cekikan mulai kendur karena lawan hanya mengandalkan kecepatan, Jarvis lalu melepaskan cekikan kakinya, lalu menghantam leher lawan dengan sangat keras dengan sebuah tendangan.


Jarvis berusaha maju ke arah Alex tapi di tahan oleh salah satu pria berbadan besar. Ia sedang mengangkat batu besar dari sungai. Ukuran batu hampir seukuran dengan Sebuah galon. Batu itu dilemparkan ke Jarvis tapi Jarvis berhasil mengelak.


Sebuah hantaman keras tiba-tiba bersarang di perut Jarvis. Jarvis yang melihat situasi tidak bisa melihat siapa yang menyerangnya. Ia kemudian berdiam diri, kali ini pundaknya. Jarvis yang terserang malah menendang ke belakang. Ternyata di belakangnya ada orang yang dapat menghilang.


Jarvis kemudian maju ke depan tapi tiba-tiba Alex juga maju. Tangan Alex kini terbalut dengan sebuah tali. Jarvis yang melihat itu kemudian mengambil jarak. Sebuah hantaman batu yang terbang ke arahnya juga mempersulit pergerakannya.


Para siswa yang masih mampu bertarung kemudian berlari ke arah Jarvis sambil mengeluarkan kekuatannya. Terlihat berbagai jenis kekuatan berbeda siap menghantam Jarvis. Jarvis kemudian berlari ke daerah yang terdapat celah. Ia berhasil menghindari kepungan.


Saat jaraknya semakin dekat dengan Alex, Jarvis lalu melemparkan pasir ke mata Alex. Hal ini membuat penglihatan Alex terganggu. Jarvis lalu menendang dengan keras tepat di *********** Alex. Alex yang terkena serangan tersebut langsung tersungkur tak berdaya.


Melihat kekuatan Alex yang mampu mengeluarkan tali, Jarvis lalu memanfaatkannya. Ia mengambil tali milik Alex kemudian berlari ke arah seseorang yang berbadan besar. Pria dengan badan besar Menyerang dengan menggunakan batu. Beberapa batu kini berhasil di lemparkan, namun tak satupun yang mampu mengenai Jarvis.


Jarvis yang mulai dekat langsung melompat ke kepala kemudian melilit kepala, melompat ke kaki lalu melilit kaki dengan tali. Tak tinggal diam, pria dengan badan besar kemudian meninju Jarvis, tapi Jarvis berhasil mengelak, tangan yang di pakai meninju juga berhasil di lilit. Kaki yang tidak terlilit berhasil tertekuk karena di tendang dari belakang. Jarvis lalu mengitari pria tersebut dan akhirnya terlilit penuh.

__ADS_1


Melihat kejadian di depan mereka, para siswa yang lain lari ketakutan.


Jarvis berhasil mengalahkan mereka seorang diri tanpa menggunakan kekuatan Tebasan.


__ADS_2