
Dari kepulan asap muncul seekor serigala yang tubuhnya sudah menyatu dengan tanah. Bahkan beberapa bagian tubuhnya kini di tumbuhi pohon.
Serigala itu adalah Roy yang telah berevolusi.
Di sisi Jarvis, ia lalu menenangkan temannya.
"Aku yakin Roy akan menang, jadi kalian boleh pergi"
Paula yang melihat tangan Jarvis merasa jengkel.
'Tangan yang gemetaran dari tadi, apa ini akhirnya?' batin Paula.
Paula lalu meminta pamit.
"Kami pergi duluan"
"Nanti kami menyusul" kata Jarvis dengan senyum yang dipaksakan.
Tak ingin berlama-lama, semua petarung Colosseum serta atas bantuan Paula dan Jarvis, mereka berhasil dipindahkan, kemudian Paula mengikuti mereka.
Jarvis lalu menutup gerbang tersebut. Sekarang hanya tinggal Jarvis dan Roy yang harus berhadapan dengan Anubis.
Posisi Roy tepat berada di hadapan Anubis. Walaupun ukurannya tidak sebesar tubuh Anubis, namun jika dilihat dari ukuran monster pada umumnya, wujud Roy sangat besar.
Roy lalu mengeluarkan cahaya bulat di mulutnya. Anubis juga melakukan hal yang sama. Dua ledakan saling berbenturan.
Karena kekuatan Anubis yang sangat besar, Roy terpaksa menghindar dari ledakan tersebut.
Roy lalu maju mendekati Anubis, ia lalu menggigit Anubis, tapi Anubis langsung memukuli kepala Roy.
Roy lalu mencakar kaki Anubis. Walaupun tak dalam, tapi kakinya berhasil terluka.
Saat itu, buku Anubis lalu bercahaya ungu, ternyata Anubis berhasil meregenerasi kakinya yang terluka.
Walaupun bisa beregenerasi, namun tidak bisa dipungkiri kalau leher Anubis tak bisa pulih.
Berkat kutukan pedang dari taring Hidra, semua luka tak dapat disembuhkan. Bahkan bagi petinggi monster sekalipun.
Karena luka ini pulalah, Roy dapat membuat perlawanan. Roy terus menyerang.
Walaupun ukuran mereka sangat besar, namun pertarungan mereka tak ubahnya seperti pertarungan binatang pada umumnya.
Wujud serigala dan anjing saling menerkam satu sama lain. Cakaran demi cakaran. Gigitan yang bersarang di tubuh mereka.
Seharusnya ini jadi pertarungan ketahanan, namun karena Anubis dapat memulihkan diri, tinggal menunggu waktu hingga Roy kalah.
"Dengan wujud seperti itu, kau sangat kuat. Bahkan aku sangat sulit merobek tubuhmu. Padahal jika monster seukuran kau dapat kubelah hanya dengan satu serangan"
Anubis lalu menghentikan serangannya. Melihat lawannya berhenti Roy juga berhenti, jika ceroboh bisa jadi nyawanya melayang.
Anubis lalu tersenyum.
'Jadi begitu. Itu adalah wujud Serigala Nemea. Serigala purba dengan kulit terkeras. Bahkan setara dengan kerasnya kulit Singa Nemea. Kukira aku tidak akan pernah melihatnya, mengingat sifat serigala Nemea yang selalu berhibernasi hingga bertahun-tahun hingga tumbuh tanaman di tubuhnya' batin Anubis.
Anubis lalu mengulurkan tangannya.
"Jika kau ingin menjadi bawahanku, aku akan membiarkan semuanya hidup. Kau, Jarvis, serta seluruh petarung yang melakukan bemberontakan"
__ADS_1
Walaupun diberi pilihan terbaik, Roy tak menggubris.
"Ada apa denganmu. Mengapa kau membela mereka padahal kau tak ada hubungannya dengan ini. Bahkan ku bukan petarung dari Colosseum ini"
Roy merasa jengkel dengan perkataan Anubis.
"Apakah perlu alasan untuk menyelamatkan seorang saudara?"
Walaupun tak memiliki hubungan darah, namun Jarvis dan Roy sudah terikat sebagai saudara angkat. Mereka sudah sangat mengenal satu sama lain hingga rasa saling memberi jaminan tumbuh dalam diri mereka.
Karena ukuran mereka sangat besar, itu menyebabkan ucapan mereka membahana ke segala arah, bahkan sampai ke tempat Jarvis.
"Sial, sepertinya aku harus maju"
Jarvis lalu berdiri, hatinya tergerak oleh Roy. Ia akan bertarung sekali lagi.
Di sisi lain, Anubis yang kecewa karena bujukannya ditolak, ia langsung menyerang Roy. Roy lalu membalas juga dengan sebuah terkaman.
Lagi-lagi tubuh mereka saling berbenturan, saling mencederai, hingga darah telah berceceran dimana-mana.
Sekali lagi buku Anubis yang berada di atas kepala Anubis kembali bersinar yang menyebabkan ia pulih.
Belum juga sembuh seluruh tubuhnya, tiba-tiba seberkas kilatan hitam menyerempet mereka berdua.
Mula-mula kilatan itu naik ke tubuh Roy lalu bergerak ke tubuh Anubis karena jarak keduanya sangat dekat. Kilatan itu terus naik ke kepala Anubis.
"Brengsek kau Jarvis"
Ternyata kilatan itu adalah Jarvis yang menggunakan teknik Petir Hitam. Dengan sangat cepat Jarvis terus berlari, bahkan Anubis tak mampu untuk menangkapnya.
'Jadi tidak mungkin memegang buku ini selain pemiliknya'
Jarvis lalu membuat Black Hole di ujung pedangnya. Buku itu akhirnya tersedot ke dalam.
Seketika luka Anubis berhenti pulih. Tak menyia-nyiakan waktu Roy lalu menggigit leher Anubis tepat di tempat Jarvis menebasnya.
Karena terdesak Anubis lalu melompat mundur yang menyebabkan ia terhindar dari luka parah. Ia lalu melarikan diri.
Karena hentakan tubuh Anubis yang berlari cukup cepat, tubuh Jarvis langsung terlempar. Melihat itu, Roy langsung menangkapnya dan menaruhnya di atas badannya.
Karena tubuh Roy yang sulit untuk mencari pegangan yang bagus ditambah lari Roy yang sangat cepat, Jarvis hendak menusuk tubuh Roy dengan pedang, tapi ia mengurungkan niatnya.
'Hampir saja aku menikamnya dengan pedang ini. Lukanya pasti tak akan sembuh jika menggunakan pedang ini' batin Jarvis.
Jarvis lalu membuka ruang penyimpanan, ditariknya tombak hitam dengan bilah tombak berwarna merah.
'Padahal aku tidak ingin memakainya'
Jarvis lalu menusuk punggung Roy untuk membuat pegangan sehingga ia tak terjatuh.
"Apa yang kau tikamkan ke punggungku?"
"Kotoran Busuk"
"Aku serius"
"Aku juga serius, nama tombak ini adalah Kotoran Busuk"
__ADS_1
Pernah sekali guru Jarvis membuatkan Jarvis tombak dengan gagang terkeras dari batu meteor, serta bilah yang sangat tajam dari paruh Elang Penembak. Namun gurunya mengerjainya dengan memberikan nama terlebih dahulu, yaitu Kotoran Busuk.
Namun karena Jarvis membenci namanya, ia tak pernah memakainya.
Kini di tangan kiri Jarvis terdapat tombak tertajam yang menancap di punggung Roy sedangkan di tangan kanannya memegang pedang terkutuk, Primera.
Roy yang melihat tombak Jarvis merasa heran.
'Padahal ia memiliki tombak setajam itu, bahkan aku sangat yakin jika kedua pedang Jarvis yang didapatkan saat melawan Orgasheel tidak mampu untuk menggoresku. Namun tombak itu dapat menancap dengan mudah'
Batin Roy seakan heran melihat Jarvis. Ia lalu menghembuskan nafas keluh.
'Jika ia menggunakan tombak itu melawan Orgasheel, dia pasti dapat menang dengan mudah. Dasar bodoh'
Roy hanya bisa menyerah atas tingkah aneh dari Jarvis. Ia terus memburu Anubis dengan kecepatan penuh.
"Roy berhenti!"
"Ada apa?"
Roy lalu berhenti berlari.
"Lempar aku ke tubuh Anubis"
Tanpa menunggu persetujuan dari Roy, Jarvis langsung melompat dengan dua senjata di genggamannya.
Roy lalu mengambil ancang-ancang meninju, ditinjunya tubuh Jarvis. Jarvis lalu memposisikan kakinya tepat mengenai tinju Roy.
Tinjuan serigala raksasa menyebabkan gelombang dorongan yang kuat. Jarvis lalu memanfaatkan itu.
Ditambah dengan kemampuan petir hitam, Jarvis tepat melewati Anubis.
"Perluasan Tebasan, Pelepasan Pertama, Tanpa Bilah"
Seketika kedua mata Anubis tertebas. Ini adalah teknik darah yang melancarkan tebasan yang hanya bisa dilihat oleh penggunanya. Kini mata Anubis telah buta.
Jarvis yang terus terdorong akhirnya bisa mendarat, ia lalu menyerang anubis. saat ia sudah dekat dengan Anubis, ia melancarkan serangannya.
"Perluasan Tebasan, Pelepasan Ketiga, Ruang Operasi"
Seluruh tubuh Anubis kini penuh luka, walaupun lukanya tidak dalam, sebab tubuhnya yang cukup besar dan keras.
Jarvis sekali lagi membuat kejutan, ia sekarang berada di atas kepala Anubis.
"Perluasan Tebasan, Pelepasan Keempat, Gerhana Petir"
Seketika petir hitam menyambar kepala Anubis dengan sangat kuat. Kepala Anubis kini terbelah sampai ke dada.
"Brengsek kalian"
Anubis ternyata masih hidup, bahkan jika kepalanya terbelah. Ia lalu meninju Jarvis.
Tubuh Jarvis terpental jauh. Pedang dan tombaknya kini tercecer. Ia kini tak sadarkan diri.
Anubis lalu menghampiri Jarvis, dengan merapatkan kedua tangannya, sebuah serangan akan menghantam Jarvis yang pingsan.
Anubis lalu mengeraskan ototnya, tangannya diangkat tinggi, saat dia hendak meninju Jarvis, tangan serigala berhasil menembus dan mengeluarkan jantungnya dari belakang.
__ADS_1