Aku Bukanlah Pahlawan

Aku Bukanlah Pahlawan
Kengerian Pedang Excalibur


__ADS_3

Setelah pertarungan Hanz dan Diablo selesai, para petarung yang berada di podium tak bisa untuk merayakan kemenangannya.


Tibalah saatnya pertarungan antara Jarvis dan gurunya.


Ibaraki lalu memposisikan pedangnya di samping kirinya sedangkan Jarvis melakukan kuda-kuda teknik Iai.


Mereka lalu maju, hantaman keras dari dua pedang yang bertemu membuat dua aura hitam dan biru saling bertabrakan.


Hantaman pedang Ibaraki berhasil menyambar sebagian bahu Jarvis dan terus melaju hingga memotong Piramida yang ada disitu.


Jarvis kini merasa kesakitan, bahu kirinya mengeluarkan darah segar. Jarvis lalu mengambil jarak.


Tak cukup sampai disitu, Ibaraki tak membiarkannya untuk lari. Ia selalu mempersempit jarak.


Hantaman keras pedang Excalibur membelah tanah menjadi dua. Tanah yang terbelah itu kini menjadi jurang tak berdasar.


Jarvis lalu mengayunkan pedangnya.


"Pelepasan pertama, Tanpa Bilah"


Ibaraki berhasil menahannya dengan mudah.


"Semua teknik Perluasan Tebasan tak akan mempan"


Memang masuk akal jika semua teknik yang dimiliki Jarvis tidak akan mampu mengenai Ibaraki, sebab ia yang mengajarinya.


"Aku hanya mengetes"


Jarvis sebenarnya juga bisa menahan serangan manipulasi darah dari perluasan Tebasan.


Jarvis kini yakin jika pertarungan dengan teknik darah tak akan mampu menyakiti mereka.


Jarvis lalu melakukan sayatan terbang. Namun Ibaraki bisa menangkisnya dengan pedang Excalibur.


Pedang panjang itu kemudian diangkat tinggi. Hantaman yang sangat kuat menerjang tubuh Jarvis. Sebuah sayatan terbang juga muncul dari pedang itu. Ukurannya bahkan jauh dari ukuran sayatan terbang milik Jarvis.


Jarvis yang melihat serangan datang, berusaha untuk menghindar.


"Yakin jika kau ingin menghindar?"


Saat itu Jarvis melihat arah tebasan yang melewatinya. Sayatan terbang yang cukup kuat menuju ke arah para teman Jarvis yang berada di podium Colosseum.


Hanz yang melihat tebasan itu kemudian memunculkan Perisai raksasa dari batu meteor.


Tak tinggal diam, petarung generasi kedua yang memiliki kemampuan perisai terkuat di generasinya juga memunculkan Perisai transparan dengan ukuran yang cukup besar. Tak tanggung-tanggung, ia memunculkan 3 lapis perisai.


Sebuah sayatan terbang berhasil menerjang mereka, Hanz dan Chen Chao berusaha menahan serangan tersebut. Kekuatan yang terlampau jauh tak bisa ditoleransi.


Hanz menerima luka besar di dadanya. Lebih parahnya lagi Chen Chao yang berada di depan Hanz juga menerima luka yang lebih parah.


Kedua lengan Chen Chao akhirnya terpotong serta menerima luka yang cukup dalam di bahunya.


Tebasan itu terus melaju mengarah ke para petarung yang ada di situ. Semua paham jika tak ada yang mampu menahan serangan tersebut.


Tiba-tiba Jarvis keluar dari gerbang monster, ia lalu menahan serangan tersebut dengan pedangnya.


Dua kekuatan akhirnya bertemu yang menyebabkan beberapa orang terhempas.


"Sayatan Dimensi, Black Hole"


Seketika itu juga sebuah black hole muncul dari bilah pedang Jarvis. Serangan dari Ibaraki berhasil di serap kedalam lubang hitam yang dimunculkan oleh Jarvis.


Tak terima dengan itu, Ibaraki lalu menyerang dengan sayatan terbang. Tebasan itu melaju ke arah Jarvis. Jarvis berusaha untuk menahannya.


Belum selesai terhisap semua, Ibaraki lalu melancarkan tebasan berikutnya. Serangan itu berhasil membuat Jarvis kewelahan.


Ibaraki lalu melancarkan sayatan terbang yang keempat, akhirnya Jarvis terhempas ke dalam arena Colosseum. Namun ini yang diharapkan Jarvis.


Semua orang ternyata berhasil menghindari serangan tersebut sebab waktu dan kesempatan yang dibuat oleh Jarvis.


Jarvis langsung bangun, tapi Ibaraki sudah berada tepat di atas kepalanya. Sebuah hantaman pedang panjang mengarah ke Jarvis, namun Jarvis dapat menahannya.


Saat itu ternyata kekuatan Ibaraki mampu membelah Colosseum menjadi dua bagian. Tak sampai di situ, Ibaraki lalu berada di belakang Jarvis. Lagi-lagi tebasan pedang mengarah ke perut Jarvis, namun Jarvis menahan serangan tersebut dengan bilah bedang dan sarung pedang.


Kini Colosseum terpotong dua. Di waktu yang singkat itu, Ibaraki lalu memegang leher Jarvis. Jarvis lalu menebas lengan Ibaraki, namun di tahan dengan pedang yang dipegang oleh Ibaraki.


Jarvis kini tersungkur ketanah. Tusukan pedang mengarah ke leher Jarvis, melihat itu Jarvis menahan serangan tersebut dengan cara menendang bisep lengan Ibaraki.


Jarvis lalu mengayunkan pedangnya, tapi Ibaraki langsung melompat mundur.

__ADS_1


Tiba-tiba aura petir milik Ibaraki berpusat di tangannya.


"Akhirnya kau mengeluarkan petirmu"


Jarvis berbicara seperti itu dengan mulut yang penuh darah.


Sebuah serangan petir, melesat di samping Jarvis. Jarvis seakan tak bisa bergerak.


Serangan petir itu berhasil membuat dunia menjadi gelap sementara. Matahari akhirnya ikut terpotong.


"Lain kali tidak akan meleset"


Ibaraki memang sengaja membuat serangan itu meleset.


Dalam keadaan yang tidak menguntungkan, Jarvis lalu melukai kepalanya sendiri.


Kini dunia kembali seperti semula.


Teknik yang digunakan oleh Ibaraki adalah Marionette. Teknik ilusi tingkat tinggi, yang serangannya tersebut dapat mengacaukan indra lawan.


Walaupun Jarvis telah berhasil bebas, namun tak seorangpun yang berhasil lolos dari ilusi tersebut kecuali Jarvis.


Ibaraki lalu melakukan tebasan yang diarahkan ke Jarvis, Jarvis langsung menghindar.


Jarvis lalu maju ke arah Ibaraki, ia lalu mengayunkan pedangnya.


Ibaraki yang memiliki kemampuan petir dapat dengan mudah menghindari serangan tersebut, ia lalu melancarkan serangan balik yang cukup kuat ke leher Jarvis.


Saat leher Jarvis tertebas, tubuhnya kemudian hancur. Tubuh Jarvis langsung berubah menjadi taburan kelopak bunga sakura yang bertebaran di sekitar Ibaraki.


Ibaraki benar-benar tak mampu untuk menebak posisi Jarvis.


Sebuah luka tiba-tiba muncul di dada Ibaraki. Walaupun kecil, tapi luka itu tak bisa disembuhkan.


Ibaraki lalu berbalik ternyata Jarvis sudah ada di belakangnya.


"Jadi kau berhasil menguasainya, Marionette tingkat lanjut"


Jarvis tidak merespon, ia hanya diam menatap gurunya itu.


Ia lalu menyarungkan pedangnya. Sebuah langkah cepat melesat ke Ibaraki namun Ibaraki masih dapat menghindarinya. Sebuah laju pedang berhasil menusuk leher Jarvis.


Ibaraki lalu memegang lukanya.


'Jangan-jangan dia baru saja memasuki fase pembangkit Manipulasi Darah untuk teknik Perluasan Tebasan. Pertarungan ini membuatnya berkembang'


Batin Ibaraki menerka bahwa Jarvis telah mengembangkan kemampuan manipulasi darahnya.


Jarvis lalu mengacungkan pedangnya.


"Gunakan petir dan darahmu!"


"Tidak perlu, hanya dengan ini aku bisa mengalahkanmu"


Ibaraki lalu mengangkat pedangnya juga.


"Apakah matamu tak apa-apa?"


"Lumayan, hanya kemasukan darah, jadi sedikit kabur"


Ibaraki lalu mengambil langkah mundur kemudian berlari.


'Matanya tidak kemasukan darah. Itu adalah efek samping jika ia akan mampu menggunakan Mata Merah. Mata yang dimiliki setiap makhluk dengan kemampuan Manipulasi Darah'


Batin Ibaraki memperjelas apa yang terjadi pada Jarvis. Setelah jarak mereka sedang jauh, ia lalu berhenti.


Ia lalu menarik seluruh darah dari bangkai Chimera dan Diablo sebab tubuh mereka sangat besar.


Berjuta liter berhasil berkumpul di atas Ibaraki. Darah itu lalu ia padatkan menjadi sangat kecil membentuk anak panah sepanjang 1 meter.


Ia lalu menancapkan pedang di sampingnya. Tangan Ibaraki lalu menciptakan busur petir.


Di sisi lain Jarvis memegang erat pedangnya.


"Pernah dengar orang yang tidak memiliki kemampuan petir dapat membuat petir?"


Mata Ibaraki langsung melotot.


Jarvis menciptakan tebasan dan kemampuan darah dalam satu teknik.

__ADS_1


'Teknik ini sudah lama kulatih, namun tidak pernah berhasil. Entah mengapa aku merasa bisa menggunakannya sekarang'


Jarvis sebenarnya tak paham jika ia telah memulai fase pembangkit dari Mata Merah. Di sisi lain Ibaraki paham apa yang terjadi.


'Ia berusaha menciptakan darah disekitarnya, kemudian menebas setiap tetes darah itu. Benturan darah dan kemampuan tebasan menciptakan jutaan percikan, percikan untuk menciptakan petir. Dengan Mata Merah, itu menjadi mungkin'


Jarvis kini memiliki aura petir hitam di sekitarnya.


"Perluasan Tebasan, Pelepasan Keempat, Gerhana Petir"


Ibaraki lalu tersenyum.


'Gerhana Petir? Gerhana bulan akan menghilangkan fungsi bulan, gerhana matahari akan menghilangkan fungsi matahari. Gerhana petir, kau bermaksud menghilangkan kemampuanku ya. Menarik'


Ibaraki yakin jika Jarvis dapat menghindari panahnya. Maka ia merubah bentuk darah dari anak panah menjadi tombak. Ia lalu menyelimuti tombak itu dengan petir.


Pedang Excalibur ditarik dari tanah, serangan dengan kecepatan petir berhasil menuju ke Jarvis. Jarvis dapat menghindarinya dengan kecepatan yang sama


Dua teknik petir mulai bertemu. Gelombang petir hitam dan biru saling berbenturan. Dengan kecepatan yang sangat tinggi, mereka terus-menerus saling menyerang.


Di podium, Roy yang melihat Jarvis mulai khawatir. Namun untuk beberapa alasan, ia juga merasa khawatir dengan kondisi orang lain di sekitarnya.


Terlebih lagi Chen Chao dan Hanz yang menerima luka yang cukup parah. Ia lalu menghampiri Charlotte yang berusaha menyembuhkan mereka.


"Apakah mereka baik-baik saja?"


"Hanz menerima luka yang parah tapi ia masih sadarkan diri. Namun Chen Chao kehilangan banyak darah, ia dalam keadaan koma sekarang. Bahkan akupun tak akan sempat untuk menyembuhkannya"


Walaupun berbicara tak sempat, Charlotte tetap berusaha untuk menyembuhkan Chen Chao.


Para petarung yang mendengarnya tak bisa berkata apa-apa. Orang yang paling hebat dalam medis bahkan angkat tangan, tak mampu berpacu dengan waktu. Darah Chen Chao banyak keluar dari bekas lukanya.


***


Pertarungan Jarvis dan Ibaraki terus berlanjut. Mereka saling menyerang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Jarvis yang mulai kewelahan dengan kemampuan barunya, mengambil inisiatif untuk melancarkan serangan terakhir.


Jarvis mengambil langkah mundur. Ia lalu mengangkat tangannya.


"Kilat Hitam"


Saat itu juga sebuah sayatan terbang berwarna hitam menuju ke Ibaraki dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ibaraki bahkan tak bisa menghindar. Ia lalu mengangkat pedangnya untuk menahan serangan Jarvis.


Sebuah tebasan berhasil menciptakan ledakan petir hitam yang menyelimuti Ibaraki. Ibaraki tak menerima luka sedikitpun.


Walaupun tak menerima luka ia merasa marah. Bilah pedang Excalibur retak.


"Hei Jarvis, kau kira apa yang kau lakukan"


"Lain kali aku akan mematahkan pedangmu"


"Bukan itu yang kumaksud. Kau merusak sarung pedang Excalibur"


Apa yang dikatakan oleh Ibaraki membuat Jarvis melongo. Jadi selama ini, pedang itu belum ditarik dari sarungnya.


"Apa kau tahu alasan kenapa pedang Excalibur tidak pernah diketahui bentuknya. Itu karena jika sarung pedang ini dilepas, pedang ini akan berubah menjadi cahaya"


Benar saja, Ibaraki lalu melepas sarung pedangnya. Pedang itu lalu melebur menjadi serpihan cahaya. Cahaya itu lalu bertebaran dimana-mana. Pedang itu kini tak bersisa apapun.


"Aku tadi berjanji menyelamatkan mereka" kata Ibaraki sambil menunjuk kerumunan yang berada di podium"


"Kemampuan pertama Excalibur, regenerasi instan"


Sambil mengacungkan satu jari, beberapa serpihan mengarah ke kerumunan. Mereka tak bisa menghindar karena cahaya itu hanya dilihat oleh penggunanya.


Saat cahaya itu mengenai yang terluka, semua luka mereka langsung sembuh, termasuk Hanz, Nagi, bahkan Chen Chao yang hampir mati.


"Kemampuan kedua, prajurit kematian"


Beberapa serpihan cahaya masuk kedalam tanah, ada juga yang menuju ke mayat Diablo dan monster Chimera.


Sesaat kemudian, puluhan monster raksasa bangkit dari kematian, termasuk Diablo dan monster Chimera yang dilawan Kamui.


"Kemampuan ketiga, memaksimalkan seluruh potensi penggunanya tanpa efek samping"


Tiba-tiba seluruh langit menjadi gelap, badai petir menyelimuti di mana-mana.


Puluhan pedang raksasa berhasil dibuat oleh Ibaraki. Padahal waktu pertarungan baru dimulai, Ibaraki hanya menciptakan satu pedang petir raksasa.

__ADS_1


__ADS_2