
Pembunuhan adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh banyak orang, bukan hanya untuk korban. Tersangka Pembunuhan yang baru melakukan pembunuhan pasti memiliki rasa ketakutan berlebih, tidak sedikit yang mengalami gemetaran di sekujur tubuhnya. Namun hal ini tidak berlaku untuk Jarvis.
Saat ini Jarvis telah memenggal kepala beberapa wanita yang membully Charlotte. Ekspresi wajahnya biasa saja, seakan tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun. Ia lalu menengok ke arah Charlotte.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Iya"
Charlotte menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Beberapa kertas yang dilipat kini diberikan oleh Jarvis ke Charlotte. Di setiap kertas terdapat nama yang ditujukan ke Hanz, Kamui, dan Charlotte.
"Nanti kau baca suratnya, berikan ke mereka berdua nanti"
Jarvis lalu pergi meninggalkan Charlotte.
"Kamu mau pergi ke mana?"
"Menjemput mereka"
***
Di sebelah Piramida, ternyata telah dibangun sebuah arena gladiator. Ukurannya hampir sama dengan lapangan sepak bola. Orang menyebutnya Colosseum.
Di dalam Colosseum, terdapat orang yang bertarung. Mereka adalah Hanz dan Kamui. Di depan mereka berdiri lawan mereka dengan sosok tubuh manusia yang sangat kekar.
Pertarungan yang tidak seimbang. Hanz dan Kamui benar-benar dihajar habis-habisan. Orang yang menghajar mereka adalah orang yang sama yang mencelakai Jarvis.
Di salah satu sisi Colosseum, berdiri Anubis yang sedari tadi mengawasi jalannya pertarungan. Ia lalu menepuk tangannya sekali, suara dari tepukan tangan berhasil membuat semua telinga siapa saja berdenging.
"Pertarungan kali ini selesai. Sang penantang Kamui dan Hanz, tidak mampu untuk mengalahkan Lyonel Hugh, peringkat ketiga dari keseluruhan gladiator"
Lyonel Hugh kemudian menghentikan serangannya, lalu berbalik pergi. Sekujur tubuhnya tidak memiliki luka sama sekali. Sangat berbeda dengan Hanz dan Kamui yang penuh dengan luka di sekujur tubuh mereka, bahkan lebih banyak.
Saat Hanz dan Kamui merasa kesakitan, tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.
"Kukira cuma aku yang ceroboh"
Hanz dan Kamui hanya bisa termenung dengan ucapan tersebut. Pemuda yang menghampirinya adalah Jarvis.
"Apa kalian bisa berdiri"
Mereka berdua tak mampu menjawab pertanyaan Jarvis. Jarvis lalu menengok ke arah Lyonel Hugh, sambil mengacungkan jari tengah. Sontak hal ini membuat Lyonel Hugh marah.
Jarvis lalu melihat ke belakang yang ternyata sedari tadi diikuti oleh Charlotte.
"Jumlah mereka ada berapa banyak?"
"Tidak tahu, tapi rumor yang kudengar, jumlahnya hampir seratus"
"Bagaimana cara agar bisa menantang mereka?"
"Meminta izin kepada Anubis, lalu menggunakan nama kelompok mereka untuk membuat tantangan. Naman kelompoknya Saber"
Di mata Jarvis tak ada keraguan sama sekali. Walaupun lawannya adalah sekelompok petarung yang terdiri dari petarung peringkat 5 besar, dan memiliki bawahan hampir seratus.
"Apakah kalian mau mati bersamaku?"
Walaupun ucapan Jarvis sangat tak berdasar, tetapi yang mendengarnya malah optimis. Hanz dan Kamui langsung berdiri.
Anubis yang mendengarnya langsung membuat keputusan besar.
"Baiklah, kita lanjut ke pertarungan kedua. Kelompok Jarvis sebagai penantang dan yang ditantang kali ini adalah seluruh anggota dari grup Saber, tanpa terkecuali"
Ternyata kelompok yang menindas Jarvis dan yang lainnya bernama Saber. Jarvis yang mendengarnya lalu menggenggam erat sebilah Odachi di tangannya.
"Saber... pedang...hmmm cukup menarik. Kalau begitu mulai dari sekarang nama Odachi ini adalah Saber"
Tanpa diduga, walaupun dalam keadaan yang terdesak, Jarvis malah menyempatkan diri untuk menamai senjatanya.
Sesaat kemudian seluruh petarung dari Grup Saber berhasil berkumpul di arena. Termasuk 5 petarung terkuat.
__ADS_1
"Petarung dari sisi Jarvis sebanyak 4 orang melawan grup Saber yang berjumlah 158 orang akan segera dimulai"
Mendengar itu Jarvis lalu berbalik ke arah Charlotte dengan perasaan jengkel.
"Ku kira jumlah mereka kurang dari seratus"
"Aku juga kaget, sejak kapan jumlah mereka sebanyak ini"
Jarvis hanya bisa menghembuskan napas. Sesaat kemudian 5 petarung terkuat berkumpul di depan Jarvis.
"Lyonel, apakah kau bisa mengalahkan mereka seorang diri?"
"Apa kau meremehkanku?"
"Kalau begitu kami pergi dulu"
Orang yang berbicara dengan Lyonel kemudian pergi diikuti oleh 3 petarung yang lain. Orang yang berbicara dengan Lyonel adalah petarung peringkat pertama.
Jarvis yang melihat Lyonel Hugh didepannya sangat marah. Seakan-akan itu adalah intimidasi bahwa Jarvis dan yang lainnya tak akan mampu menang.
Di sisi lain Anubis sangat geram, baru kali ini giginya bergemeretak. Ia lalu memberi perintah dengan suara yang sangat keras.
"HENTIKAN PERTARUNGANNYA"
Bukannya memulai pertarungan, Anubis malah menghentikan pertarungan.
Jarvis yang mendengarnya tak mengindahkan peringatan Anubis.
"Sudah terlambat"
Jarvis lalu mengangkat Odachi dengan dua tangan ke atas. Ia lalu mengayunkannya kebawah secara lembut namun bertenaga.
"Teknik Perluasan Tebasan, Pelepasan Ketiga, Ruang Operasi"
Tanpa diduga, bahkan teman Jarvis sekalipun tak mampu untuk berbicara. Tubuh semua anggota Saber langsung mati dengan badan terbelah. Tanpa terkecuali, bahkan untuk kelima petarung terkuat sekalipun.
Pertarungan yang mengerikan, hanya menggunakan satu teknik dapat membuat semua anggota Saber mati mengenaskan.
Tak terima dengan itu, Anubis langsung turun tangan. Ia lalu menghampiri Jarvis, tetapi Jarvis bersiap dengan Odachi di tangannya. Sebuah sayatan dan hantaman keras berbenturan.
"Jadi inilah alasannya mengapa ia disebut sebagai monster yang dapat mengontrol arwah"
Jarvis sangat kaget dengan apa yang dikeluarkan oleh Anubis, kelompok yang telah dibantai oleh Jarvis malah hidup kembali. Namun cara mereka hidup seperti boneka, tak memiliki emosi. Walaupun seluruh luka mereka berhasil pulih.
Peringkat ketiga, sebelum bertarung dengan Jarvis, ia tak sempat menunjukkan Kemampuannya. Tubuhnya kini sangat besar, hanya dengan sekali pukul, Jarvis berhasil dihempaskan.
Kamui dan yang lainnya yang melihat pertarungan Jarvis merasa khawatir. Ia lalu maju membantu namun dicegah oleh Jarvis yang penuh luka.
"Jangan, kalian pergi saja"
Walaupun tujuan Jarvis agar temannya tidak terluka namun itu seperti sebuah sindiran keras ke yang lainnya. Mereka tahu bahwa mereka akan menghambat Jarvis, tetapi tidak begini yang dikatakan Jarvis.
Sebelum bertarung Jarvis sempat mengajak mereka untuk mati bersama. Jika hanya ada satu orang yang mati, itu tak akan adil.
Hentakan tanah, gelombang air besar, dan salah satu batu besar menjatuhi Jarvis. Walaupun gempuran seperti itu Jarvis berhasil selamat. Sebuah hantaman besar menyapu bersih serangan tersebut.
Ternyata Jarvis telah menusukkan sebuah jari telunjuk ke dalam leher Lyonel Hugh. Anubis yang mengendalikannya terlebih dahulu dengan teknik arwah, berhasil diambil alih oleh Jarvis dengan teknik darah, Marionette.
Disaat Jarvis telah menemukan sebuah harapan, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Ia adalah peringkat satu, orang yang memimpin kelompok itu.
Tak terima dipermalukan, Jarvis lalu melancarkan serangannya.
"Tanpa Bilah"
Sebuah serangan teknik darah dilancarkan Jarvis ke arah lawannya.
Tak terjadi apa-apa.
Jarvis sangat kaget, bagaimana bisa kemampuan yang telah ia asah tak mampu untuk digunakan.
Orang yang menepuk pundak Jarvis dari belakang lalu mengangkat kedua tangan kanannya. Sebuah pedang tiba-tiba muncul di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya muncul tanduk.
__ADS_1
'Sebuah senjata dan tubuh monster. Jangan jangan…'
"Tanpa Bilah"
Yang menggunakan teknik darah kali ini adalah sang peringkat satu, tubuh Jarvis tiba-tiba terkoyak.j
Tepat dengan dugaan Jarvis, tekniknya dicuri.
"Jadi inilah alasannya kau peringkat pertama. Kemampuan Mencuri Kemampuan Orang Lain"
Orang yang ditanya tak menjawab. Jelas saja sebab ia adalah orang yang mati yang mana tubuhnya berhasil dikendalikan oleh Anubis dengan kemampuan arwahnya.
Kini Jarvis tak memiliki kemampuan lagi. Ia kini benar benar hampa.
Jarvis kini dikeroyok oleh para petarung yang telah dibunuhnya tadi. Tak terima dengan itu, Hanz lalu pergi menolong Jarvis.
Melihat itu, Kamui malah menghadang pergerakan Hanz dengan kemampuannya. Kini mereka yang siap bertarung.
"Apa-apaan ini Kamui. Sebenarnya kau berada di pihak yang mana?"
"Ini bukanlah keinginan Jarvis, kita harus hidup"
"Kita harus hidup, begitu maksudmu? Hidup dari bangkai temanmu sendiri"
Tak terima dengan itu, Hanz lalu menyerang Kamui agar bisa menerobos untuk menyelamatkan Jarvis. Kamui yang tak terima malah bersiap menahan serangan Hanz.
Sesaat ketika mereka hampir berbenturan, sebuah tubuh penuh luka terlempar ke antara mereka. Karena kaget mereka langsung berhenti. Orang itu adalah Jarvis.
Charlotte yang melihat situasi membahayakan ini lalu mengambil keputusan untuk segera mengobati Jarvis. Ternyata dengan serangan sebesar itu, nyawa Jarvis masih bisa diselamatkan dengan kemampuan penyembuhan Charlotte.
Kamui dan Hanz yang akan bertarung kemudian mengurungkan niatnya. Mereka tak kuasa bertarung, padahal Charlotte berusaha sekuat tenaga menyembuhkan Jarvis.
Saat Charlotte menyembuhkan, Anubis lalu menutup bukunya. Hal ini membuat semua tubuh yang dikendalikannya tak bergerak lagi. Seperti boneka yang dijatuhkan secara bersamaan.
Anubis lalu menghampiri Jarvis, walaupun Jarvis tak mampu untuk merespon karena ia tengah pingsan.
"Mulai sekarang, kau akan dipenjara seumur hidup. Ini pelajaran buat yang lain jika ada yang berani menentangku"
Charlotte dan lainnya tampak kaget, walaupun mereka yakin kalau Jarvis akan mati di tangan Anubis, namun ternyata Anubis memberikan kesempatan kepada Jarvis untuk tetap hidup.
Salah satu monster kemudian datang atas perintah Anubis. Kaki Jarvis di pegang dan ia lalu menarik tubuh Jarvis. Bahkan sebuah mayat diperlakukan lebih baik dari ini.
Saat mereka menjauh, Charlotte memberikan sebuah kertas dari Jarvis ke mereka berdua.
"Dari Jarvis, ia memberikanku tadi. Bahkan suratku belum ku baca"
Isi surat Charlotte.
[ Teruntuk Charlotte,
Kau memiliki kemampuan medis yang hebat namun tidak memiliki kemampuan bertarung. Cobalah mendatangi guruku. Minta padanya agar kau tidak di ikut sertakan dalam pertarungan. Sebagai imbalannya kau akan menjadi ahli medis untuk semua orang yang terluka. Lakukan, bagaimanapun caranya]
Isi surat Kamui
[ Teruntuk Kamui,
Jangan hanya fokus ke apinya, namun cobalah untuk menguasai seluruh jumlah ekor dan perubahan kemampuanmu. Aku tak ingin teman pertamaku lemah]
Isi surat Hanz
[ Teruntuk Hanz,
Kemampuanmu bukan batu membara tapi Meteor. Jangan kau ungkapkan kepada siapapun kemampuanmu itu. Menjadi penyendiri lebih baik jika ingin menguasai kemampuan meteor lebih cepat tanpa diketahui siapapun]
Mereka akhirnya selesai membaca surat dari Jarvis. Karena penasaran, Hanz lalu menanyakan kepada Charlotte sesuatu.
"Apakah hanya ini yang ingin disampaikan oleh Jarvis?"
"Masih ada. Ketika ia pergi menyelamatkan kalian, aku diberi tahu untuk menyampaikan ini. TUNGGU AKU. Begitu katanya."
Mata Kamui dan Hanz saling bertemu. Mereka seakan mengetahui tujuan Jarvis.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Jarvis adalah yang terpintar di antara kami. Jika dia menyuruh menunggu, kita akan menunggu. Kapanpun itu"