Aku Bukanlah Pahlawan

Aku Bukanlah Pahlawan
Harus Sekarang


__ADS_3

10 tahun telah berlalu sejak dikumpulkannya para petarung Colosseum. Sedangkan masa tahanan Jarvis kini telah genap 4 tahun. 


Walaupun disebut sebagai petinggi monster namun ternyata dapat gelisah juga. 


Hari ini adalah hari tak terencana perang antara Petinggi Monster dan Unicorn. Unicorn yang baru memulai Organisasi nekat untuk menyerang Petinggi Athos, raja raksasa.


Karena perselisihan yang tak diketahui, mereka akhirnya bertarung. Lokasi pertarungan mereka adalah tempat latihan para gladiator.


Para anggota Unicorn yang memiliki kekuatan yang kuat berhasil membunuh cukup banyak gladiator. Kini pertarungan semakin membabi-buta, tak lagi terhitung mayat yang telah mati.


Di dalam Colosseum terlihat monster dan seorang manusia yang akan bertarung.


"Jadi rumor itu benar, cuma ada 3 petinggi Asli di sini. Yang lain hanyalah kebohongan"


Orang itu memakai tudung, jadi tak bisa dilihat wajahnya. Tapi jelas bahwa ia adalah seorang pria. Ia memegang Kepala Behemoth, seekor monster kuat yang ternyata bukan salah satu petinggi asli. Ia lalu membuang kepala Behemoth ke arah Athos.


Athos naik pitam, ia lalu merubah ukurannya. Kini ia menjadi raksasa. Bahkan tinggi Piramida tak setinggi lututnya.


Tak tinggal diam, orang yang melawan Athos dapat merubah cuaca. Ia mengumpulkan awan yang berpusat tepat di atas Colosseum. Ia lalu melompat ke atas sampai menembus awan tersebut. 


Tak menunggu lama, belasan kepala naga akhirnya menyerang Athos tetapi Athos masih dapat menahannya.


'Ghidorah hanya memiliki 3 kepala, Orochi hanya 8 kepala, sedangkan Hidra hanya memiliki 9 kepala. Siapa sebenarnya dia'


Tak mampu menemukan jawaban, Athos hanya berusaha melawan. Walaupun dari sekilas saja mereka bertarung hanya menggunakan sebagian kekuatan mereka.


**"


Di dalam ruang bawah tanah yang gelap terdapat 3 petarung yang berhasil menyelamatkan diri. Mereka akhirnya membuat penerangan dari tangan salah satu dari mereka.


Mereka adalah Kamui, Hanz, dan Charlotte. Mereka berusaha menyusuri tangga yang sempit dan licin. Kini mereka telah sampai di tempat tujuan.


Dihadapan mereka terdapat sebuah jeruji besi yang menahan Jarvis. Kini Jarvis dalam kondisi yang memprihatinkan. Tubuhnya kini hanyalah kulit yang membungkus tulang. Ditambah lagi dengan rantai yang melilit tubuhnya.


"Bagaimana situasinya?"


Mendengar itu, teman jarvis Tampak kaget. Bagaimana ia tahu situasi diatas


"Bagaimana kau tahu?"


"Ohhh maaf, aku tidak bertanya ke kamu, Hanz"


Tiba-tiba seekor monster semut muncul di hadapan mereka. 


"Kini mereka sedang berperang. Juga sekarang kau telah bebas, karena Behemoth yang melakukan kontrak jantung terhadapmu telah mati"


"Apa buktinya?"


Monster semut itu lalu berubah menyerupai Behemoth.  Ini adalah perubahan yang agak berbeda dengan Behemoth. 


"Jadi kau telah memakannya juga yah"


"Seperti harapanmu"


Yang berbicara dengan Jarvis adalah Roy. Roy bertemu dengan Jarvis ketika ia menyelidiki keadaan para monster.


Hanz dan yang lainnya tampak kaget dengan perbuatan Jarvis, bagaimana ia bisa akrab dengan monster. Jarvis yang melihat bagaimana situasinya mulai meyakinkan yang lainnya.


"Tenang saja, ia bisa dipercaya"


Hanz yang mengerti langsung pergi ingin melepaskan Jarvis.


"Jangan dulu, kau memang mempercayaiku, tapi aku belum mempercayaimu. Ayo lakukan kontrak"

__ADS_1


Merasa tidak bisa percaya dengan Jarvis. Roy ingin melakukan kontrak jantung dengan Jarvis.


Tiba-tiba dada Jarvis mengeluarkan asap, itu adalah kekuatan Behemoth yang sekarang digunakan oleh Roy.


"Jika kau menghianatiku, jantungmu akan meledak. Ini kontrak sepihak, jadi kau hanya bisa menurutiku tapi tidak berlaku sebaliknya"


Tak terima dengan penuturan itu, teman Jarvis mulai emosi, tapi jika melihat kemampuan monster dihadapan mereka, tak akan memiliki kesempatan untuk menang.


Kamui lalu melelehkan logam jeruji Jarvis.


"Tak apa-apa, biar aku saja"


Kamui awalnya bingung dengan maksud Jarvis yang penuh dengan rantai. Bagaimana bisa ia meloloskan diri jika rantainya tidak dilelehkan. Juga jeruji besi harus dilelehkan terlebih dahulu agar ia bisa kabur.


Jarvis hanya berdiri santai dengan tubuh kurusnya. Tubuh yang sangat kurus, tapi tapi seakan ia memiliki kharisma yang luar biasa. Ia menghirup udara kemudian menghembuskannya lalu tersenyum.


Seketika itu juga semua borgolnya terpotong dengan banyak bagian. Jarvis lalu memegang jeruji besi, jeruji besi kini terpotong berantakan.


Kini temannya telah yakin jika kemampuan Jarvis telah bangkit. Jarvis lalu membuka gerbang monster.


"Silahkan kalian kabur duluan, aku akan menyusul"


Teman-teman Jarvis seakan enggan untuk kabur.


"Tidak usah khawatir, monster yang mengawasi gerbang monster telah mati. Sekarang tidak ada lagi yang mengawasi kita jika kita kabur"


"Kau pergilah Jarvis, kami akan tetap tinggal disini"


"Kenapa?" 


"Mereka merencanakan untuk membuat gladiator generasi kedua. Kami tak ingin hal yang terjadi pada kita akan terjadi ke orang lain. Kami berencana membimbing mereka"


"Kalau begitu kalian bersembunyilah di sini, setelah perang barulah kalian keluar. Ngomong ngomong apa kemampuan kalian telah meningkat?"


"Sepertinya aku menanyakan sesuatu yang tidak perlu. Kalau begitu aku pergi. Tunggu aku kembali, aku pasti akan menjemput kalian bersama generasi apalah itu"


"Hati-hati"


"Kami menunggumu"


Kamui dan Hanz berucap hampir bersamaan, sedangkan Charlotte hanya melambaikan tangan. Jarvis lalu bergegas meninggalkan mereka yang diikuti oleh Roy dibelakangnya.


"Apakah informasi ini benar bahwa hanya ada 3 petinggi monster yang sebenarnya"


"Yah aku jamin itu. Sekarang giliranmu untuk membebaskanku dari belenggu Unicorn"


untuk beberapa alasan, ternyata para petinggi monster yang selama ini diketahui Jarvis hanyalah bohongan belaka.ereka bukannya Petinggi Monster tetapi hanya bawahan yang diperintahkan untuk menduduki jabatan petinggi monster.


Dengan perkataan itu, jelaslah bahwa Roy adalah anggota Unicorn yang ingin melakukan pemberontakan. Untuk memperlancar rencananya, Roy sudah menyiapkan katana yang kemudian diberikan ke Jarvis.


Dengan ini bertambah satu lagi senjata tajam yang sesuai dengan kemampuan tebasan Jarvis, selain dari Odachi miliknya.


Tak ada yang mengetahui identitas Roy di unicorn sebab Roy selalu menggunakan perubahannya jadi tidak ada yang tahu wujud manusia Roy yang sebenarnya.


Kini hari telah gelap. Sebab kepulan awan yang dibuat oleh salah seorang dari Unicorn berhasil membuat mendung cuaca.


Saat mereka sampai di permukaan, mereka lalu berlari secara terpisah.


Malam itu langit tampak berawan sehingga sulit untuk melihat walaupun sedang bulan purnama. Jarvis sedang berlari membawa dua pedang. Di lengan kirinya terdapat sebuah Odachi panjang sedangkan di tangan kanannya memegang sebuah katana. Ia mengenakan pakaian kimono Jepang hitam serta rambut sebahu yang diikat kebelakang. Di depannya berdiri puluhan orang dengan kemampuan yang berbeda-beda.


Tiba-tiba langkah Jarvis berhenti, di hadapannya sedang berbaris pasukan unicorn.


Ia lalu menerjang semua orang yang ada disitu, tapi salah satu orang yang berdiri paling belakang menembakkan sebuah ledakan api berbentuk pilar yang mengarah ke arahnya. Ia lalu menebas serangan tersebut dengan mudah. Pedang di lengan kirinya ditebaskannya secara horizontal ke arah semua lawannya, sebuah sayatan terbang yang cukup kuat berhasil memotong setiap tubuh lawan di hadapannya dalam satu serangan.

__ADS_1


Kecuali pria yang berdiri paling belakang, ia berhasil menahannya walaupun merasa ketakutan. Pria yang memegang pedang kemudian melemparkan salah satu pedang di tangan kirinya ke arah bahu lawannya, sebuah Odachi kini bersarang di pria yang memimpin kelompok itu.


Saat awan kian menghilang yang menyebabkan bulan purnama menerangi seluruh tempat itu, ternyata yang tertusuk adalah Orgasheel. Di hadapannya berdiri seorang pria yang memegang pedang, Jarvis.


Orgasheel tampak ketakutan, karena nyawanya bisa diambil kapan saja. Jarvis kala itu melihatnya dengan ekspresi wajah yang terlihat kecewa. Jarvis melihat Orgasheel dari samping sambil memegang katana di tangan kanannya, serta pakaian yang penuh bercak darah.


"Membosankan, apa cuma segini kemampuanmu?"


Jarvis terlihat meremehkan Orgasheel, lantas hal ini membuat Orgasheel naik pitam. Ia lalu menyerang Jarvis, namun Jarvis lebih dulu menyambar mata kiri Orgasheel dengan katana, hal itu membuat Orgasheel bertambah ketakutan. Namun Jarvis tidak membunuhnya.


"Siapa namamu?"


"Orgasheel"


"Kau hebat, belum pernah ada orang yang selamat jika aku menggunakan Saber. Kau yang pertama"


Jarvis memuji Orgasheel sambil menunjuk pedang Odachi hitam di bahu Orgasheel. Jarvis lalu pergi meninggalkan Orgasheel.


"Temui aku jika kau telah layak dibunuh"


Mendengar itu, Orgasheel hanya bisa mengepalkan tangannya.


Tiba-tiba sebuah serangan berhasil mengenai Jarvis. Tubuh Jarvis mengeluarkan darah segar.


Orang yang dihadapinya adalah Roy. Memang hanyalah sebuah sandiwara, namun perlu keseriusan dan pertumpahan darah agar orang lain percaya.


Jarvis melakukan serangan balik, sebuah sayatan terbang menerjang tubuh Roy, Roy lalu merubah tubuhnya ke bentuk  Behemoth. Sebuah Tebasan terbang tak mampu menembusnya.


Jarvis dan Roy mengambil ancang-ancang, serangan mereka kemudian berbenturan. Kepulan debu menyelimuti mereka berdua.


Saat debu itu mulai menghilang, terlihat darah bercucuran di mana-mana. Pedang Odachi Jarvis patah karena berusaha menahan serangan, sedangkan Roy mengalami luka tebasan di lehernya.


Roy akhirnya tersungkur dengan darah mengalir deras dari lehernya. Sedangkan Jarvis lalu berlari menjauh, berusaha untuk kabur. Melihat itu, Orgasheel Tek memberi kesempatan, ia lalu berusaha mengejar Jarvis.


Sesaat ketika Orgasheel telah meninggalkan mereka, 2 orang tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Apakah ini cukup?"


"Lebih dari cukup"


Ternyata mereka adalah Jarvis dan Roy. Tak ada sama sekali mayat Roy yang tergeletak. Malahan Roy dalam keadaan baik-baik saja.


Ini berkat kemampuan ilusi Jarvis. Jarvis dapat membuat ilusi dari manipulasi darah. Tujuannya agar Roy yang merupakan anggota dari Unicorn dianggap telah mati.


"Sekarang mari kita pergi, Roy"


"Tunggu dulu, apakah kau tidak ingin mengetahui kemampuan mereka. Juga yang bertarung dengan petinggi monster adalah pemimpin di organisasi Unicorn"


Maksud dari Roy adalah bagaimana nantinya jika mereka akan dihadapkan pada situasi yang mengharuskan mereka melawan salah satu dari monster yang bertarung itu. Athos si raja raksasa melawan pemimpin Unicorn.


Tampak jelas pertarungan mereka. Walaupun jarak mereka sangat jauh hingga berkilo-kilo meter. Namun dengan ukuran raksasa serta lawannya yang memiliki wujud kepala naga yang sangat besar dan jumlah yang banyak. Ini merupakan tontonan yang mengerikan.


Tak berselang lama, tubuh Athos akhirnya terlilit oleh 5 kepala naga sekaligus. 


"Jadi itu kemampuanmu, monster naga dengan seratus kepala"


Kini Jarvis dan Roy telah tahu bahwa siapa yang kini mereka hadapi. Roy lalu memberikan perintah untuk lari.


"Ayo pergi dari sini, tak kusangka kemampuan pemimpin adalah itu. Jika begitu, kita bisa mati jika ia melihat kita"


Dengan argumen tersebut, Jarvis lalu membuka gerbang monster untuk melarikan diri.


Tiba-tiba suara gemuruh petir terdengar keras. Jarvis tahu siapa itu. Walaupun niatnya ingin kabur namun Jarvis menghentikan niatnya. Sejalan dengan perkataan Roy, jika ingin mengetahui seberapa kuat gurunya maka sekaranglah saatnya.

__ADS_1


__ADS_2