
Ibaraki yang tersudutkan berusaha untuk bangkit.
Tak terduga ternyata jumlah senjata kutukan yang dipegang oleh Gheorg sangat banyak.
'Jadi dia adalah senjata kutukan itu sendiri'
Ibaraki kini paham jika lawannya merupakan sebuah senjata.
"Padahal aku tak berniat menggunakannya"
Ibaraki lalu menyebarkan butiran cahaya dari pedangnya ke seluruh penjuru tempat. Ini adalah teknik yang digunakannya saat melawan Jarvis.
Seketika semua orc yang ditebasnya saat pertama kali datang langsung bangkit. Mereka kini memiliki kekuatan cahaya di tubuh mereka.
Salah satu monster orc yang dibangkitkan mendekati Gheorg. Seketika tubuh orc yang dibangkitkan oleh Ibaraki meledak.
Ledakannya sangat besar. Ledakan itu berhasil mengenai Gheorg.
Tak ingin terkena lagi, Gheorg berusaha untuk menjauh, namun puluhan mayat orc kini mengepungnya.
"Meledak!"
Perintah dari Ibaraki membuat monster orc langsung meledak di dekat Gheorg. Gheorg yang menerima dampak ledakan hanya menerima luka memar.
Kini ratusan dari mereka kembali mengepung Gheorg dengan cepat.
"Meledak!"
Tak seperti sebelumnya, ledakan yang timbul sangat besar hingga membuat Ibaraki harus menjauh.
Sekarang tangan Gheorg telah buntung satu, walaupun demikian ia masih bisa menyembuhkannya.
Ibaraki kembali menyuruh pasukan Orc untuk menyerang Gheorg. Kali ini ribuan Orc yang belum diledakkan Ibaraki langsung menyerang Gheorg.
"Sebenarnya ini teknik guruku, tapi tak ada salahnya jika menggunakannya. Sesuatu yang bahkan ras naga tak bisa mencapainya. Pemilik seluruh api di dunia, Shuten Doji"
Ibaraki lalu memposisikan tangannya seperti orang yang menunjuk lawannya dengan dua jari yang dirapatkan.
"Teknik Pembantai Naga, Kremasi Peti Naga"
Ibaraki mengeluarkan teknik yang belum pernah digunakannya.
Seketika semua monster meledak tapi apinya mengarah ke langit.
Disisi lain, Gheorg langsung terkurung dalam kubus merah transparan. Dari dalam ia langsung gemetaran.
"Seharusnya ini kekuatan dari mantan Petinggi Monster terkuat, bagaimana bisa kau menggunakannya?"
Ibaraki tak menjawab pertanyaan dari Gheorg yang ketakutan.
Gerhana matahari kini menyelimuti seluruh dunia. Bahkan seluruh pahlawan dan para pakar tak bisa memprediksi gerhana matahari ini. Padahal gerhana matahari adalah kejadian yang bisa di jelaskan secara ilmiah. Tapi mereka tak menyangka sekarang telah terjadi gerhana matahari bukan pada waktunya.
Orang-orang di seluruh dunia melihat fenomena ini. Bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen ini dalam sebuah gambar digital. Mereka berselfie ceria.
Seketika dari arah matahari muncul sebuah garis yang menyilaukan yang berwarna biru. Garis itu perlahan-lahan mulai mendekati bumi.
Di tempat Ibaraki, ia berusaha mengendalikan kekuatan yang sangat besar itu.
"Ternyata aku tak bisa menarik kekuatan matahari"
Karena Ibaraki tak mampu menggunakan kekuatan gurunya, ia hanya menggunakan teknik petirnya sebagai pengganti dari kekuatan matahari.
__ADS_1
'Yang mengerikan dari teknik ini adalah dapat mengurung ledakan, bahkan serangan terbesar sekalipun. Sehingga lawan akan mati dengan kekuatan yang dipadatkan dan efisien'
Petir dengan ukuran yang sangat besar tiba-tiba menerjang kubus yang mengurung Gheorg.
Gheorg yang terkena serangan petir langsung hancur tak berbekas. Kecuali senjata terkutuk yang masih utuh.
Kubus merah transparan serta gerhana matahari akhirnya menghilang, tapi di waktu yang bersamaan Gheorg kembali hidup dengan tubuh yang utuh.
"Haaa...haa...haa.."
Tawa Gheorg membahana di sekitar sana.
"Kau tak bisa membunuhku"
Sendiran Gheorg tak berefek ke Ibaraki
"Apa kau yakin"
Ibaraki menjawab pertanyaan Gheorg yang membuat Gheorg kegirangan.
"Kau menjawab pertanyaanku"
"Iya, lalu kenapa?"
Ternyata tak terjadi apa-apa dengan tubuh Ibaraki. Ibaraki lalu menunjuk mulutnya sendiri.
"Apa kau tak merasa kehilangan?"
Ternyata yang dimaksud Ibaraki adalah seruling transparan di mulut Gheorg.Jadi yang diincar oleh Ibaraki saat menggunakan serangan skala besar bukan tubuh Gheorg tapi Seruling Transparan.
Kini Ibaraki bisa berbicara bebas.
"Bagaimana bisa kau menghancurkannya. Senjata terkutuk seharusnya tak bisa hancur"
Pedang yang dimaksud Ibaraki adalah pedang Primera yang sekarang dimiliki oleh Jarvis.
"Kau membuat kesalahan fatal"
"Tidak juga. Lebih sulit tak berbicara daripada mengalahkanmu"
Merasa diremehkan, Gheorg langsung menerjang Ibaraki. Tapi Ibaraki sudah siap bertarung, pedangnya di tebaskan ke arah Gheorg. Namun sebelum pedang itu sampai, tubuh Ibaraki langsung terpotong.
Lagi-lagi Gheorg menggunakan kemampuan penghentian waktu untuk memotong tubuh Ibaraki.
"Aku harus menyegelnya sebelum ia bangkit kembali"
Gheorg berusaha untuk menghampiri Ibaraki. Tapi ada seseorang yang berada di belakangnya tanpa ia sadari, hingga akhirnya orang itu berbicara.
"Jadi cara mengalahkan manusia abadi adalah dengan menyegelnya"
Gheorg langsung berbalik, ternyata ada Ibaraki didekatnya bahkan mereka hampir berciuman karena wajah Ibaraki yang terlalu dekat.
Gheorg langsung menebas Ibaraki hingga tubuhnya terbelah dua.
Ternyata itu adalah teknik ilusi milik Ibaraki yang mengandalkan manipulasi darah.
Tak ingin berlama-lama, Ibaraki lalu menyerang, disusul oleh Gheorg di hadapannya.
***
Di dekat pertarungan mereka, ternyata pasukan dari ras Elf telah tiba. Kini mereka menyaksikan pertarungan Ibaraki melawan Gheorg.
__ADS_1
Tiba-tiba ada kilatan petir menghampiri ras Elf tersebut. Ia adalah Jarvis yang menggunakan mode petir hitam agar bisa sampai ke tempat gurunya.
Ras Elf langsung siaga atas kedatangan Jarvis.
"Tak usah takut, kita sekubu"
Mendengar Jarvis, salah satu dari mereka tersinggung, sebab mereka dianggap ketakutan.
Elf yang berada di depan langsung mengeluarkan pedangnya kemudian mengarahkannya ke Jarvis.
"Siapa yang kau bilang takut?"
Merasa akan ribet kalau berurusan dengan mereka, Jarvis mengalah. Ia mengangkat kedua tangannya.
"Maaf, bukan maksudku begitu. Hanya saja kalian tak perlu menarik pedang kalian, aku ini lemah, sekali tebas pasti mati. Juga kita ini satu tujuan, untuk menjaga makam Naga"
Mendengar itu semua ras Elf kini tak lagi mewaspadai Jarvis. Jarvis yang merasa aman kemudian menonton pertarungan gurunya dari tempat kerumunan ras Elf.
Padang pasir, tebing tandus, serta bukit jika dilihat dari jarak jauh mirip sebuah ombak di lautan akibat pertarungan Ibaraki dan Gheorg.
Gunung kini beterbangan setelah dipotong oleh Ibaraki dan Gheorg akibat serangan mereka yang meleset.
Sekarang Ibaraki telah menunjukan kekuatan sejatinya.
Tebasan dari Gheorg mengarah ke Ibaraki tapi Ibaraki berhasil menahannya dengan pedang Excalibur. Ia juga lalu menebas.
Seketika suara Guntur terdengar nyaring di telinga siapapun. Awan hitam menyelimuti angkasa.
Ribuan tombak petir dengan ukuran yang sangat besar muncul dari balik awan.
"Semuanya bersiap menahan serangan"
Salah satu elf berusaha memberitahu yang lain agar bisa bertahan dari dampak ledakan.
Ribuan tombak petir mengarah ke Gheorg, Gheorg menggunakan sayap malaikat, dengan kecepatan cahaya, ia berusaha menghindari semua tombak itu.
Untuk menghindari puluhan tombak itu bisa saja dilakukan, tapi tombak yang digunakan oleh Ibaraki berjumlah ribuan.
Tubuh Gheorg akhirnya mati.
Sedangkan untuk ras Elf berusaha mati-matian bertahan agar tak terhempas oleh kekuatan petir yang terlalu besar.
Ibaraki lalu bersiap melancarkan serangannya kembali. Ditariknya pedang Excalibur ke samping kirinya
Sebuah cahaya putih berhasil menyilaukan mata bagi siapapun yang melihatnya.
Cahaya Excalibur membentang di langit, Ibaraki siap menebas.
"Excalibur"
Sebuah serangan berhasil mengenai batu Reinkarnasi, kini Gheorg tak bisa bereinkarnasi.
Namun tubuhnya utuh kembali. Ibaraki Ternyata mengaktifkan kekuatannya.
Kekuatan Rashomon membuat tubuhnya tak bisa mati.
"Siapa yang menyuruhmu?"
Gheorg tak mau menjawab.
Tanpa belas kasih, Ibaraki lalu menghilangkan kemampuannya. Seketika Gheorg langsung hancur.
__ADS_1
Karena Ibaraki menghancurkan tiga senjata terkutuk, dari serpihan debu mayat Gheorg hanya menyisakan kapak kembar Timayos dan baju zirah Lord Khronos.
Ibaraki lalu mengambil keduanya.