Aku Bukanlah Pahlawan

Aku Bukanlah Pahlawan
Kemenangan Yang Memilukan


__ADS_3

Jarvis yang tak bisa bergerak berusaha untuk membantu Roy. Jarvis yang tahu batas kemampuannya tetap berusaha mengerahkan kekuatannya.


"Aku sudah tidak peduli lagi. Bantu aku"


Di suatu tempat, Ibaraki Doji tersenyum lebar sambil duduk di singgasana tengkorak milik Athos sambil bertopang dagu.


Kembali ke sisi Jarvis. Tubuh Jarvis akhirnya menjadi ringan.


"Aku tahu ini pasti teknik darahmu"


Jarvis lalu memakai kekuatan petir hitamnya kembali.


Ia lalu menyerang Anubis dan mencuri bukunya.


Sekarang Jarvis berada di punggung Roy sambil menancapkan tombak.


Tubuh Jarvis mulai mengeluarkan darah dari setiap lubang di tubuhnya. Mata, hidung, mulut, bahkan telinga mengeluarkan darah.


Tak sampai di situ, beberapa tulang Jarvis mulai retak. Tapi ia tak merasakan sakit sama sekali. Ini berkat kemampuan manipulasi darah gurunya.


Jarvis bersyukur bahwa kondisinya tak disadari oleh Roy. Ia lalu menyerang Anubis atas bantuan lemparan Roy.


Saat merasa menang, Jarvis akhirnya menerima serangan dari Anubis yang dikiranya telah kalah.


Tubuh Jarvis terpental jauh. Pedang dan tombaknya kini tercecer. Ia kini tak sadarkan diri.


Anubis lalu menghampiri Jarvis, dengan merapatkan kedua tangannya, sebuah serangan akan menghantam Jarvis yang pingsan.


Anubis lalu mengeraskan ototnya, tangannya diangkat tinggi, saat dia hendak meninju Jarvis, tangan serigala berhasil menembus dan mengeluarkan jantungnya dari belakang.


Tubuh Anubis akhirnya tumbang. Seakan melihat bangunan yang roboh, semua daerah tempat Anubis terjatuh langsung hancur berbekas akibat tubuhnya yang besar.


Di tangan Roy sekarang menggenggam jantung Anubis yang semakin lama semakin lambat berdetak. Roy lalu hendak memakannya.


Kemampuan Roy adalah pemakan. Ia akan memiliki semua kemampuan monster yang dimakannya.


Sesaat sebelum jantung itu masuk ke mulutnya, matanya melihat sosok tubuh tak bergerak yang tergeletak bersimbah darah. Ia adalah Jarvis.


Melihat Jarvis yang sekarat, Roy lalu membuang jantung itu dan langsung menyelamatkan Jarvis. Tubuhnya kini berubah menjadi normal.


Saat ia menyentuh tubuh Jarvis, ia lalu memegang denyut nadi di tangan, legerta serta memeriksa denyut jantung Jarvis dengan mendekatkan telinganya ke dada Jarvis.


"Masih hidup"


Roy lalu berubah menjadi serigala raksasa kembali. Diambilnya tubuh Jarvis dengan menggunakan mulutnya. Ia lalu membawa Jarvis berlari.


Karena Roy tak bisa membuat Gerbang Monster, ia terpaksa membawanya sambil berlari.


Bahkan untuk jarak puluhan kilometer tak lebih dari semenit ditempuhnya. Namun dengan kecepatan seperti itu masihlah kurang


'Aku harus membawanya ke kota secepatnya. Bisa gawat jika terlambat'


Batin Roy mulai panik. Ia terus berlari dengan kemampuan maksimal.


Sesaat setelah menempuh ratusan kilometer, seekor naga terbang beriringan di atasnya.


Roy lalu berhenti. Naga itu lalu menghampirinya.


Roy lalu melemparkan Jarvis dengan mulutnya ke udara. Ia lalu berubah menjadi manusia kembali. Di tangkapnya Jarvis dengan lembut di udara sehingga tak menimbulkan cedera tambahan.


Saat mereka jatuh hampir menyentuh tanah, naga itu lalu menolong mereka. Juga membiarkan mereka berada di punggungnya.


Naga itu adalah milik Eun Ha. Ternyata Eun Ha telah memberi perintah untuk menjaga mereka berdua.


***


Di sisi Eun Ha dan yang lainnya, mereka semua telah selamat. Namun raut muka Eun Ha langsung pucat.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Mereka menang"


Semua orang langsung bersorak gembira, tak habis pikir, salah satu petinggi monster berhasil dikalahkan.


"Tapi .."


Suara Eun Ha mulai berat.


"Tapi sekarang Jarvis sekarat. Ia menerima luka yang sangat parah"


Sontak semua orang menjadi kaget. Ketua mereka kini diambang kematian.


Eun Ha terus mondar-mandir tak karuan.


"Tenanglah, bukan cuma kamu yang khawatir. Dia pasti akan selamat"


Charlotte berusaha menghiburnya, walaupun ia A tahu bahwa itu akan sia-sia.


Tiba-tiba Paula menyela mereka.


"Hhmm, sebenarnya aku punya smartphone sekarang. Aku selalu membawanya. Jika bisa … "


"Berikan padaku"


Eun Ha langsung mengambil smartphone itu. Ia lalu mengetik sesuatu kemudian menaruhnya di telinganya.


Ternyata Eun Ha menelpon seseorang.


***


Guild (Serikat) adalah tempat yang menaungi banyak pahlawan. Mereka menerima para pahlawan yang tangguh kemudian membimbing dan mensponsorinya. Tak sedikit pahlawan yang masuk dalam guild karena keuntungan yang diberikan, baik berupa harta, martabat, dan ketenaran.


Karena banyak keuntungan yang didapatkan dari guild, maka setiap kota memiliki beberapa guild di dalamnya.


Salah satu guild terkuat di kota U adalah Guild Squadron. Dikatakan jika ada rombongan monster yang muncul, mereka akan menghancurkannya dengan cepat.


Di dalam Guild Squadron, terlihat beberapa orang yang sedang rapat.


"Jadi itulah hasil rapat kita, kedepannya efektivitas pahlawan dapat lebih baik lagi jika kita menerapkannya"


Semua orang langsung bertepuk tangan, kecuali satu orang. Ia sedang duduk diposisi yang berbeda dari yang lainnya. Ia adalah ketua guild.


"Pak Seo Jun"


Tiba-tiba seseorang berbisik di sampingnya. Ia lalu bertepuk tangan, walaupun sudah terlambat.


Akhirnya mereka kemudian bubar.


'Sudah dua tahun sejak ia menghilang. Apakah ia sudah mati?"


Seo Jun langsung memegang kepalanya.


'Tidak mungkin anakku mati'


Dihadapannya terlihat foto gadis cantik berambut merah. Itu adalah foto Eun Ha.


Tiba-tiba suara smartphone miliknya berdering.


Namun Seo Jun tak mengangkatnya.


"Apakah saya perlu mengangkatnya pak"


Seorang pria paruh baya disampingnya menyarankannya.


"Tidak usah"


Smartphone itu akhirnya berhenti berdering. Namun tiba-tiba telepon pria itu yang berdering.


Karena miliknya, jadi ia mengangkatnya.

__ADS_1


[Apakah ini pak Mu Won, aku Eun Ha]


Pak Mu Won lalu memberikan telepon itu ke Seo Jun.


"Lagi-lagi orang yang mengaku sebagai Eun Ha"


"Dasar sial, apa mau mereka sebenarnya."


Seo Jun langsung mengambil telepon itu.


"Berhenti menelpon, berapa banyak uang yang kau butuhkan, akan ku transfer. Jadi jangan pakai nama …"


Seketika ucapannya dipotong oleh Eun Ha.


[Kumohon, tolong kami]


Dengan suara yang menangis dari balik telepon membuat Seo Jun langsung berdiri.


'Aku tahu, ini suara anakku'


"Di mana kau?"


[Hutan perbatasan kota U dan T, di puncak tebing. Kami membutuhkan bantuan pak Mu Won]


***


Kembali sisi Eun Ha, ia lalu menutup teleponnya.


"Ayahku dan beberapa anggota guild akan kesini. Termasuk Healer ranking A. Hanya ini harapan kita"


Charlotte lalu menunduk.


'Bahkan aku yang kisaran ranking B sudah memiliki kemampuan penyembuhan terkuat di sini. Sekuat apa dia?' batin Charlotte menerka kemampuan dari bala bantuan yang akan datang.


Sejam telah berlalu.


Tiba-tiba mobil hitam mewah datang.


Orang itu adalah Seo Jun.


"Di mana tebingnya?"


Seorang pemuda lalu menunjuk ke arah tebing.


Mereka lalu pergi ke atas tebing itu.


Betapa kagetnya mereka, jumlah pengguna kekuatan yang mencapai ratusan orang berada dalam keadaan kurang baik.


Banyak yang mengalami luka lecet namun tak membahayakan nyawa mereka.


Seo Jun yang rindu dengan anaknya terus mencari, hingga ia melihat sesosok tubuh wanita berambut merah dari belakang sedang membantu seseorang yang terluka. Ia sedang membalut perut pria dengan kain.


Seo Jun langsung menghampirinya.


Betapa kagetnya dia setelah melihat anaknya yang dulunya cantik jelita kini penuh dengan bekas luka di tubuhnya.


Mu Won langsung menghampiri pria yang terluka itu. Saat ia hendak mengeluarkan kekuatannya, malah dicegat oleh Eun Ha.


"Tolong simpan kekuatanmu, masih belum"


Mu Won merasa heran.


"Luka anak ini sangat parah"


"Apa kau tidak dengar, irit kekuatanmu"


Yang berbicara dengan mu Won adalah Hanz.


Tiba-tiba Kamui menghampiri Hanz kemudian menampar kepalanya. Jelas saja Hanz marah, tapi ia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Kamui lalu membungkuk ke Mu Won.


"Maaf atas perilaku tidak sopan teman kami. Namun kami mohon, simpan kekuatan anda sehingga pemimpin kami bisa selamat"


__ADS_2