
Pertempuran antara para gladiator dan monster sebentar lagi akan tiba. Pertarungan lima gladiator vs lima petinggi monster. Namun ada masalah yang menyebabkan para gladiator merasa khawatir.
Petarung ke-lima ternyata bukan seorang gladiator. Kebanyakan orang akan menganggap hal ini pasti akan sulit diterima, termasuk Eun Ha. Ia merasa ini akan sia-sia.
"Apakah ini bisa dilakukan, karena ini merupakan suatu tindakan kecurangan mereka pasti tidak akan membiarkannya"
"Dalam perang tidak ada yang namanya kecurangan, yang ada itu strategi. Lagipula suatu kecurangan tidak akan disebut sebagai kecurangan jika tak ada seorangpun yang mengetahuinya"
Semua orang jadi tertegun oleh Jarvis. Di sisi lain, Eun Ha yang mendengar penjelasan dari Jarvis mulai terlihat aneh. Biasanya ia hanya mengabaikan pendapat Jarvis, namun sekarang agak berbeda. Ia mulai serius olehnya, bahkan sesekali Eun Ha tersenyum walaupun tidak ada seorangpun yang menyadarinya.
Berbeda dengan Eun Ha, Kamui sedang memikirkan hal lain. Ia ingin mengungkapkan tentang alasan kelompok yang mengikutinya.
'Mungkin inilah waktunya'
"Apakah sudah tidak ada lagi yang akan dibahas?"
Kamui mulai mencari peluang untuk mengutarakan maksudnya, walaupun Hanz agak salah paham maksud Kamui.
"Kenapa bertanya seperti itu? Apa kau dari tadi mau buang air?"
Mendengar ejekan Hanz, para gladiator yang berada di belakang Kamui mulai terpancing emosinya. Jarvis yang melihat ini merasa ada yang janggal dari tingkah mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian?" Jarvis mulai mencari tahu situasi yang terjadi sepeninggalnya.
"Tidak apa-apa kok, biasa saja, ya kan" kata Hanz yang meyakinkan Jarvis.
"Apa kalian bermusuhan?"
Sontak hal ini membuat semua orang tak bisa berbicara. Ternyata benar bahwa mereka sekarang sedang bermusuhan.
"Apa yang terjadi, jujur saja" Jarvis melembutkan suaranya.
Mereka masih tetap diam. Lalu Kamui melepaskan keheningan.
"Sebenarnya aku pernah menantang Hanz, sebab ia adalah yang terkuat. Tapi ada sebuah kecelakaan yang menyebabkan satu lengan kirinya patah" jelas Kamui.
Jarvis lalu melihat tangan kiri Hanz. Jika dilihat sepintas ia memiliki tangan kirinya tetapi jika diperhatikan itu bukanlah tangan asli. Sebuah batu yang terbungkus kain baju lengan panjang serta sarung tangan yang menyebabkan ia nampak seperti orang yang tidak cacat.
"Apakah kau baik-baik saja?"
"Lukanya sudah lama sembuh jadi tidak apa-apa"
"Bukan lukanya"
"Aku akan berbohong jika aku baik-baik saja"
Jarvis kini merasa kasihan dengan Hanz. Hanz kini melepaskan tangan palsunya. Tangannya benar-benar telah buntung.
"Kau hebat Hanz, kau bisa menahannya"
"Terima kasih"
Maksud Jarvis adalah Hanz mampu menahan nafsu membunuhnya. Kamui yang dulunya memotong lengan Hanz merasa sangat bersalah. Ia sangat ingin mengutarakan rasa penyesalannya namun di dahului oleh Jarvis.
"Tidak usah khawatir, jika kau masih hidup maka Hanz benar-benar tidak dendam padamu. Dia jauh lebih kuat dari yang kau ketahui."
__ADS_1
Seperti tekena sambaran petir, Kamui merasa kaget dengan ucapan Jarvis. Jika Jarvis berbicara seperti itu maka berarti kekuatan Hanz yang dilawannya dulu belum maksimal. Jarvis lalu ingin mengungkit sebab pertarungannya.
"Jadi alasan apa kalian berkelahi"
Kamui lalu menceritakan semuanya. Kamui membentuk sebuah kelompok yang berisikan para gladiator yang kuat. Ia juga memperkenalkan semua anggota yang berada dalam kelompoknya. Ia juga mengatakan bahwa Hanz terus-terusan menegur Kamui agar membubarkan kelompoknya. Tak terima dengan perlakuan yang selau seperti itu, Kamui lalu menantang Hanz bertarung hingga salah satu tangan Hanz patah. Saat itulah mereka sudah tidak akur lagi. Jarvis kini mulai paham sebabnya.
"Jadi para gladiator ini ingin mengikutiku, tapi Hanz merasa bahwa aku tidak menginginkannya"
Jarvis lalu berpikir sejenak, ia lalu membuat keputusan yang akan berdampak pada masa depan nanti.
"Baiklah sebenarnya benar kata Hanz aku tidak menginginkan suatu kelompok dulunya, tapi sekarang agak berbeda. Baiklah kita buat organisasi rahasia. Kalian akan memilih akan mengikutiku atau tidak, tapi tujuan awal dibentuknya organisasi ini adalah untuk menjadi eksekutor langsung, bagi siapapun yang sudah melenceng dari jalur pengguna kekuatan. Eksekutor di balik layar. Kita bukanlah pahlawan tetapi yang dibutuhkan seorang pahlawan adalah kita."
Dengan kata-kata Jarvis, walaupun dengan suara yang tidak keras para gladiator merasa bersemangat, berbagai sorakan kini terdengar jelas. Hal ini membuktikan bahwa mereka semua akan mengikuti keinginan Jarvis.
"Aku akan memberi nama organisasi kita dengan nama Rashomon. Walaupun namanya jelek, tetapi ini sebagai pengingat untukku bahwa aku ingin membunuh iblis penjaga Gerbang Rashomon. Guruku sendiri"
Tidak ada yang berkomentar dengan usulan Jarvis. Jarvis lalu melompat ke atas batu yang besar setinggi 3 meter.
"Karena Rashomon serta ketuanya telah ada, tinggal tugas lainnya. Aku akan menunjuk Hanz sebagai wakilku, karena kemampuannya yang paling kuat diantara kalian"
Mendengar usulan tersebut, Hanz lalu melompat tepat berdiri di samping Jarvis.
"Kapten divisi satu, Kamui Murakashi, maju ke depan"
Kamui juga melompat berdampingan dengan Jarvis. Kini jarvi diapit oleh Kamui dan Hanz.
"Selanjutnya kapten divisi dua,"
Belum selesai Jarvis berbicara, sebuah ledakan bekas orang mendarat sangat keras di depan mereka. Ia kemudian memperbaiki posisi kacamatanya.
Hal itu seperti deklarasi bahwa ia adalah seorang ketua divisi kedua.
"Selanjutnya aku serahkan kepada Kamui untuk memilih kapten divisi ketiga dan keempat"
Keputusan Jarvis memang bukan tanpa alasan, sebab yang paling tahu siapa yang terkuat di generasi kedua adalah Kamui. Mendengar itu para gladiator merasa sedikit degdegan, mereka saling berharap jika namanya yang disebut. Kamui lalu maju ke depan.
"Aku menunjuk Park Eun Ha sebagai kapten divisi ketiga"
Mendengar itu Park Eun Ha lalu maju dengan sedikit gugup dan malu-malu. Melihat itu Jarvis kemudian menegurnya.
"Angkat kepalamu, kini posisimu sama dengan Kamui, berwibawalah!"
Atas teguran Jarvis, Park Eun Ha merubah sikapnya. Kini ia tampil ke depan sebagai sosok yang berkarisma.
"Yang menjabat sebagai kapten divisi keempat adalah Chen Chao"
Mendengar namanya disebut, Chen Chao langsung menginterupsi.
"Maaf ketua dan kapten para divisi. Aku menolak. Yang lebih layak menjadi Kapten adalah Nagi, walaupun ia tidak bisa berbicara, namun di sampingnya selalu ada Eduardo yang mampu mengartikan bahasa isyaratnya. Mereka selalu bersama sama. Aku yakin ini adalah kombinasi yang paling kuat, lagipula Ketua telah memilihnya menjadi murid. Aku yakin ia memiliki potensi yang besar menjadi kapten divisi." Ungkap Chen Chao.
"Sekarang naiklah, tunjukkan pada mereka siapa kaptennya" kata Eduardo di belakang Nagi sambil mendorong Nagi.
Nagi kemudian berdiri berdampingan dengan para kapten divisi. Hanz cukup terkejut melihat situasi yang dialami oleh Nagi.
"Kombinasi yang menarik, kulit putih dan kulit hitam" kata Hanz.
__ADS_1
Kini semua orang telah berkumpul, mereka kini sudah menjadi sebuah organisasi. Jarvis lalu mulai menjelaskan rencanakannya.
"Baiklah misi pertama kita adalah membebaskan semua gladiator yang ada di sini. Untuk keempat petarung sudah ada di sini, tersisa satu. Aku akan mengirim Kamui dan Eun Ha ke lokasi orang ke lima. Apakah kalian siap"
Kamui dan Eun Ha menganggukan kepala ke Jarvis, tanda mereka menyetujui perintah Jarvis. Jarvis sengaja agar bukan ia yang berangkat karena petinggi monster bisa saja menyerang anggota Jarvis jika ia yang pergi.
"Karena sudah sore, aku akan mengirim kalian ke rumahku besok pagi. Kalian tinggal mencari pemuda berotot dengan nama Roy Mustang"
Keesokan paginya Jarvis lalu membuat Gerbang Monster, Kamui dan Eun Ha masuk ke gerbang. Sesaat sebelum masuk ke dalam, Kamui memberi tahu Eun Ha kemampuan Jarvis.
"Semua orang yang dari generasi pertama bisa membuat Gerbang Monster namun hanya Jarvis yang bisa membuat Gerbang Monster dengan jarak terjauh, bahkan ada yang mengatakan bahwa gerbang yang dibuatnya mampu untuk melintasi benua"
Mendengar itu Eun Ha tampak kaget, orang yang menjadi ketua terlalu hebat baginya.
***
Di dalam Kafe milik Jarvis, tampak Paula sedang melayani pelanggan. Sedangkan Roy hanya iseng duduk saja sambil sesekali mengganti channel TV. Karena merasa bosan ia kemudian pergi ke atas lantai dua untuk beristirahat.
Sesampainya di sana, betapa terkejutnya ia ketika melihat ada dua orang asing. Walaupun begitu ia tetap tidak langsung main hakim sendiri. Orang tersebut adalah Kamui dan Eun Ha yang dikirim oleh Jarvis.
"Selamat datang para pencuri sekalian, bisa tolong katakan barang apa yang akan anda curi?"
Roy yang melihat orang asing berperilaku seperti seorang penjual yang akan menjual barang dagangannya, namun bahasa yang dikeluarkan tidak kontras dengan ekspresi lemah lembutnya. Kamui dan Eun Ha masih memandang Roy dengan tatapan bingung. Roy yang memakai baju lengan panjang menggulung lengan bajunya, ekspresinya masih tetap ramah.
"Ada banyak sekali barang di sini tapi aku ingin menyarankan agar kalian memilih Batu nisan, itu yang bisa ku tawarin"
Mereka berdua kemudian langsung paham jika mereka sedang diancam. Kamui kemudian langsung mencairkan suasana.
"Atas perintah ketua, kami sedang mencari orang yang bernama Roy Mustang"
Roy yang awalnya menganggap enteng orang di hadapannya kini mulai serius. Kedua tangannya langsung berubah menjadi tangan monster, dengan kedua tangannya yang telah berubah tersebut, ia langsung mencekik leher mereka sekaligus.
"Jangan bergerak, leher kalian telah tertusuk ribuan jarum mikroskopis. Sekali bergerak semua jarumnya akan patah hingga mengeluarkan racun yang dapat membunuh ikan paus dalam hitungan detik"
Mereka yang tercekik menjadi panik namun berusaha untuk tetap tenang karena nyawa jadi taruhannya.
"Siapa ketua kalian?"
"Jarvis" kata Kamui.
Mendengar itu, Roy langsung melepaskan cekikannya.
"Aduh sial. Sejak kapan ia jadi ketua, kayak bukan dirinya saja"
Roy lalu memandangi mereka berdua.
"Namaku Roy, ada apa ia mencariku?"
"Ketua telah memberi perintah untuk mengajakmu dalam pertarungan gladiator, lawannya adalah monster. Jumlah yang berpartisipasi adalah 5 orang, anda adalah orang terakhir"
"Sepertinya rencananya lebih cepat dari yang kubayangkan. Aku akan ikut"
"Terima kasih"
"Bukan masalah"
__ADS_1