Aku Bukanlah Pahlawan

Aku Bukanlah Pahlawan
Lima dalam Satu


__ADS_3

12 senjata terkutuk adalah senjata yang diyakini sebagai senjata keramat yang paling kuat. Umumnya jika seseorang memilikinya, maka tak akan ada nasib baik menimpanya. Baik itu kesialan, terluka, atau bahkan kematian akan menghampirinya.


Sebagai contoh, Buku Arwah milik Anubis yang kini telah berpindah tangan ke Jarvis. Pernah sekali Jarvis menggunakannya untuk membuat kontrak dengan Hera, namun Jarvis kini telah kehilangan setengah sisa hidupnya.


Contoh lainnya adalah pedang Primera, jika terkena bilahnya, tak akan ada siapapun yang mampu untuk menyembuhkan lukanya.


Jumlah senjata yang baru diketahui sekarang ada tiga.


Pertama, Buku Arwah, buku yang mampu menciptakan pasukan Arwah dari mayat monster.


Kedua, pedang Primera, pedang yang pernah meninggalkan bekas luka di leher Anubis.


Ketiga, tombak Trisula, tombak yang diyakini milik dewa lautan, Poseidon. Tombak yang mampu menciptakan bencana buatan dari air.


Setiap senjata terkutuk memiliki kemampuan yang sangat besar.


Sekarang ini telah terjadi pertarungan yang seimbang antara Ibaraki Doji melawan salah satu dari petinggi monster.


Tubuh Ibaraki tampak kelelahan melawan salah satu petinggi monster yang memiliki kemampuan domain spesial unik. Ia memiliki dan mampu menggunakan 5 senjata terkutuk.


Seharusnya hal ini mustahil dilakukan, namun sesosok raja Orc berhasil menguasainya. Inilah alasan mengapa ia terpilih sebagai salah satu petinggi monster. Tak ada seorangpun yang mampu menggunakan senjata terkutuk lebih banyak darinya.


***


Kembali ke waktu yang sama ketika Athos baru datang ke medan perang.


Di sisi lain terlihat Ibaraki Doji berjalan seorang diri di padang pasir yang luas.


Saat itu ia lalu mengeluarkan pedang Excalibur yang masih tersegel.


Karena angin gurun, kabut pasir menghalangi pandangan siapapun yang berada di sana. Namun tidak untuk Ibaraki Doji.


Dengan kemampuan yang tinggi, ia dapat melihat dengan baik orc yang akan dihadapi.


Musuh Ternyata telah berkumpul di hadapannya. Jumlahnya ada ribuan.


"Teknik Perluasan Tebasan, Pelepasan Ketiga, Ruang Operasi"


Dengan pedang Excalibur, Ibaraki lalu menebaskan udara kosong, tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi.


Semua orc terkena serangan manipulasi darah milik Ibaraki.


Tak tanggung-tanggung, semua orc terbelah dua, dari kepala hingga antara kedua pahanya. Mulai dari ukuran yang kecil hingga yang memiliki ukuran layaknya raksasa.


Semua orc mati mengenaskan kecuali satu orc, yang tak lain adalah sang raja.


"Pasti dia Petinggi Monster"


Ternyata Ibaraki tak mengenal sosok yang akan dihadapinya.


Orc itu tak terluka oleh teknik manipulasi darah. Ia lalu menunjuk ke arah Ibaraki.


"Siapa kau?"


Ibaraki tak menjawab apapun. Raja Orc lalu memperkenalkan namanya.


"Namaku Gheorg, raja dari Ras orc. Siapa namamu?"


Ibaraki merasa muak ditanya terus, jadi ia juga memperkenalkan namanya.


"Ibaraki Doji"


Seketika penglihatan Ibaraki langsung memerah. Dunia yang dilihatnya mulai terbalik.


Kepala Ibaraki ternyata terpotong tanpa ia sadari.


Namun seketika terjadi gumpalan darah kemudian membentuk kabut darah disekitar Ibaraki, ternyata Ibaraki telah mengaktifkan Gerbang Rashomon sebelum mereka bertemu.


Tubuh yang seharusnya mati terpenggal, sekarang pulih kembali. Dengan kemampuan 'Meniadakan Kematian' membuat Ibaraki tak bisa mati.


"Jadi itu senjatamu, Seruling Transparan. Siapapun yang menjawab pertanyaan darimu pasti langsung mati"


Ibaraki lalu mengangkat pedangnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja bahunya mengalami luka yang cukup parah. Ternyata Gheorg telah menendang bahunya.


'Cepat sekali'


Ibaraki yang merupakan pengguna petir, pasti memiliki kecepatan yang luar biasa. Namun ternyata ada kecepatan yang mampu menandingi kecepatan miliknya.


Saat itulah Ibaraki melihat pakaian yang digunakan oleh Gheorg.


'Baju Zirah Lord Khronos. Sang penguasa waktu'


Bukannya cepat, namun ternyata Gheorg hanya menghentikan waktu. Lalu menggunakan kesempatan itu untuk merobek bahu Ibaraki.


"Ternyata tubuhmu kuat juga"


Ibaraki yang disapa oleh Gheorg berusaha untuk tidak mengatakan apapun. Iya yakin jika menjawab perkataannya, ia akan mengalah hal yang serupa.


"Dengan tak berbicara, kau kira bisa mengalahkanku"


Gheorg lalu mengeluarkan senjata ketiganya. Di tangannya kini terdapat dua buah kapak kembar dengan ukuran yang besar. Ukuran satu kapak lebih besar dari tubuhnya.


"Kapak Pembantai Naga, Timayos"


Ibaraki langsung terkejut.


'Kenapa ia bisa memiliki tiga senjata kutukan. Itu terlalu banyak bahkan untuk seorang petinggi monster sekalipun'


Ibaraki tampak bingung dengan apa yang ada di hadapannya. Kekuatan lawannya terbilang aneh.


Ibaraki lalu mendekati Gheorg, dengan pedang Excalibur ia menebaskan pedangnya. Sebuah sayatan terbang menuju ke arah Gheorg, namun Gheorg tak beranjak dari tempatnya.


Sayatan terbang berhasil mengenai tubuh Gheorg. Tapi tak terjadi apa-apa.


'Jadi baju zirah itu tak hanya digunakan untuk menghentikan waktu, tetapi juga digunakan untuk melindungi diri'


Batin Ibaraki mulai paham.


Seketika pedang Excalibur mulai retak. Mulai dari bilah hingga gagangnya. Ini adalah fase ketika Excalibur menunjukkan bentuk sejatinya.


Sebuah cahaya berwarna putih kekuningan berhasil dipegang Ibaraki dalam bentuk pedang cahaya.


Ibaraki lalu mengumpulkan kekuatan di pedang Excalibur. Gheorg juga melakukan hal yang sama dengan kapak Timayos.


Dua serangan berhasil berbenturan.


DUARRR!!


Gheorg dan Ibaraki terlempar dengan arah yang berlawanan.


Gheorg lalu melemparkan kapaknya ke Ibaraki, ia berhasil mengelak. Namun tiba-tiba tubuh Ibaraki terpotong.


'Lagi?' batin Ibaraki.


Ternyata Gheorg kembali menghentikan waktu lalu menyerang Ibaraki.


Walaupun tubuh Ibaraki terpotong, itu bukan masalah. Sebab dengan kemampuannya, ia tak bisa mati. Seketika tubuhnya utuh kembali.


Gheorg lalu menebaskan kapaknya yang satu ditangan, Ibaraki berhasil mengelak. Namun tiba-tiba kapak yang awalnya dilemparkan oleh Gheorg berusaha menerjang leher Ibaraki yang mengelak dari kapak yang satunya.


Ibaraki lalu menahannya dengan pedangnya, Gheorg yang melihat kesempatan langsung menjebol dada Ibaraki dengan tangan kosong.


Tak tinggal diam, Ibaraki lalu memotong tangan raja Orc itu, kemudian memperluas jarak. Tangan yang masih tersangkut di dada berusaha ia tarik keluar, kemudian membuangnya.


Dada Ibaraki yang berlubang langsung kembali utuh. Juga tangan Gheorg yang terpotong, kini tumbuh dan utuh kembali.


Gheorg dengan dua kapaknya langsung mengambil kuda-kuda aneh.


Kedua kapaknya di angkat menggunakan satu bahu, satu kakinya di majukan.


Seorang pendekar pedang pasti tahu bahwa itu adalah kuda-kuda untuk menebaskan pedang besar, bukan kapak.


"Apa kau tahu alasan kenapa senjata ini terkutuk?" Kata Gheorg.


Tubuh Gheorg langsung mengeras, urat dan ototnya seperti dipaksa untuk muncul.

__ADS_1


"Alasannya adalah karena untuk menggunakan satu tebasan terkuat harus menumbalkan nyawa penggunanya"


Gheorg menjelaskan kemampuannya.


Seketika Ibaraki yang awalnya tak terlalu serius langsung mengambil posisi bertahan yang sangat kuat.


Tubuh Ibaraki langsung mengeluarkan petir yang sangat kuat, bahkan mengganggu cuaca di sekitarnya. Petir menyambar di mana-mana.


Tubuh petir serta senjata cahaya siap memblokade serangan kapak Gheorg.


Gheorg kini menebaskan kapaknya.


"Telan nyawaku, Timayos"


Gheorg berteriak seakan ia telah siap mati.


Ibaraki langsung tahu, jika kapak dari Gheorg adalah musuh alami dari pedang Excalibur miliknya.


Kekuatan kegelapan telah menerjang tubuh Ibaraki. Ibaraki berusa menahannya dengan pedangnya serta kemampuan petirnya.


Cahaya dan petir milik Ibaraki langsung redup.


Cahaya di siang hari kini berubah menjadi hitam pekat dengan jangkauan yang cukup luas.


Bahkan Jarvis dan Hera dapat melihat serangan tersebut dari tempat mereka, walaupun tak terkena dampaknya. Padahal jaraknya puluhan kilometer.


Di tempat Athos, ia lalu mengambil gada berduri. Ia bersiap membantu Ibaraki.


Kini kegelapan yang sangat besar telah hilang. Dari tempat Ibaraki dan Gheorg, muncul sebuah jurang raksasa dari kikisan tebasan kapak milik Gheorg yang membentang jauh ke arah pantai. Air pantaipun masuk dalam jurang tersebut


Tubuh Gheorg yang memegang kapak kembar dengan ukuran yang sangat besar telah terkulai tak bernyawa.


Sedangkan tubuh Ibaraki telah hancur berserakan. Karena kemampuan miliknya, ia akhirnya bisa mewujudkan tubuhnya seperti semula.


Terlihat ia sangat ngos-ngosan.


"Tak kusangka hanya untuk mendesakku, kau mengorbankan nyawamu"


Ibaraki hanya bisa melihat tubuh Gheorg yang telah mati.


Ia lalu berdiri hendak meninggalkan mayat Gheorg.


Namun hal tak terduga terjadi. Tubuh Gheorg kembali hidup. Jarvis berusaha berbalik tapi terlambat.


Sebuah kapak berhasil merobek punggungnya.


Ternyata Gheorg berhasil hidup kembali.


"Domain spesial milikku, apa kau ingin melihatnya"


Tiba-tiba sayap dengan bulu putih bersih dan halus muncul dari tubuh orc yang dekil dan kotor, seakan itu tak kontras.


"Aku adalah satu-satunya senjata terkutuk berupa makhluk hidup. Gheorg, sang sayap malaikat"


Ibaraki berusaha menyembuhkan lukanya. Karena tubuhnya benar-benar kelelahan, ia menyembuhkan punggungnya agak lambat.


"Karena aku adalah senjata terkutuk. Aku bisa menggunakan senjata terkutuk apapun. Bahkan Batu Reinkarnasi"


Ternyata dalam dada miliknya tertanam batu berwarna merah berbentuk Limas.


Iya lalu menunjuk Ibaraki menggunakan kapaknya.


"Bukan cuma kau yang tak bisa mati"


Gheorg yakin jika ia bisa mengalahkan Ibaraki menggunakan 5 senjata terkutuk.


Senjata pertama, Seruling Transparan. Siapapun yang menjawab pertanyaan dari pemiliknya pasti langsung mati


Senjata kedua, Baju Zirah Lord Khronos. Sang penguasa waktu.


Senjata ketiga, Kapak Pembantai Naga, Timayos. Kapak yang menguasai kegelapan.


Senjata keempat, Gheorg, sang sayap malaikat yang ternyata adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


Senjata kelima, Batu Reinkarnasi yang membuat siapapun abadi.


Sekarang Ibaraki mengalami kelelahan berlebih.


__ADS_2