Aku Bukanlah Pahlawan

Aku Bukanlah Pahlawan
Ludheer vs Orgasheel


__ADS_3

Di dekat taman, di bawah jembatan, terjadi pertempuran antara Orgasheel dan para pahlawan.


"Tidak mungkin"


"Ini mustahil"


"Apakah ada orang yang bisa sampai sejauh ini"


"Tetap tenang kalian"


Steven memberi arahan kepada yang lainnya agar tetap tenang dan tidak panik. Di depan mereka nampak seorang manusia bertubuh api, dengan aura berbentuk pilar.


"Kalian pikir bisa tenang?"


Orgasheel yang dalam keadaan primanya kemudian meledakkan seluruh daerah di sekitarnya. Api berbentuk sebuah sebuah pilar yang sangat tinggi keluar dari bawah jembatan. Jembatan pun ikut meledak. Pilar tinggi yang terbuat dari api kini bisa dilihat dari kejauhan bahkan sampai beberapa kilometer.


Semua pahlawan yang ada di sekitar ledakan, semuanya telah tiada. Hanya menyisakan Orgasheel seorang diri. Ia pun kemudian keluar dari ledakan pilar yang besar tanpa terluka.


Dari kejauhan nampak seorang pria yang memegang pedang besar di punggungnya. Ludheer Bashil kemudian melepaskan bajunya. Ia kemudian menelepon Professor Joseph.


"Prof. Sepertinya mereka gugur"


[Tenanglah, kau yang akan maju sekarang]


"Iya"


[Apakah kau baik-baik saja?]


"Iya"


[Kera sakti, sesuai dengan julukan yang berhasil dikonfirmasi. Ia mampu membuat ledakan seperti sebuah tongkat yang dapat membesar]


"Iya"


[Berhati-hatilah]


"Iya"


Ludheer kemudian menutup teleponnya. Tatapannya kosong seperti orang yang baru saja kehilangan. Di tangannya memegang pedang Marx 3 dan lengannya di selimuti sarung tangan dari besi dari Marx 6.


"Ayo Horta"


Iya terus melangkah ke arah ledakan. Langkah demi langkah seakan menjadi titik balik pertarungan. Tanpa di duga ia kini sangat dekat dengan musuhnya. Horta kemudian mengambil jalan lain, ia berlari ke arah gedung besar. Sesaat kemudian Ludheer kemudian berhenti berjalan.


Di depannya terlihat seorang pria tanpa pakaian yang keluar dari sebuah pilar ledakan. Ia adalah Orgasheel. Kini Ludheer dan Orgasheel saling berhadapan.


Tanpa banyak kata, Ludheer lalu memulai pertarungan dengan sebuah tebasan vertikal. Orgasheel kemudian melompat, namun Ludheer malah tersenyum. Ludheer kemudian melakukan serangan keduanya. Sesaat pedang akan mengenai target, tidak di sangka sang target kemudian meledakkan daerah di sekitarnya.


Ludheer yang terkena ledakan berhasil selamat. Ia mengalami luka bakar di tangan kirinya. Ia lalu menyerang balik, namun Orgasheel kemudian meledakkan daerah sekitar seperti sebelumnya. Karena Ludheer yang pernah terkena serangan tersebut berhasil untuk menghindarinya.


Orgasheel yang dalam keadaan diam, kemudian berlari maju ke arah Ludheer. Sesaat ia hampir dekat dengan Ludheer, sebuah panah terbang dari arah yang tidak bisa diketahui. Panah itu hampir mengenai leher Orgasheel. Ternyata yang menembak adalah Horta.

__ADS_1


Satu, dua, tiga, belasan, hingga puluhan panah kini mengincar Orgasheel, tapi Orgasheel masih dapat menghindarinya. Dari arah belakang Ludheer yang sedari tadi mengincar titik buta Orgasheel berhasil mendaratkan sebuah tebasan ke punggung Orgasheel. Orgasheel yang terluka kini berusaha menjaga jarak. Mulutnya kemudian mengatakan sesuatu.


"Hebat juga kau"


"Dengan luka seperti itu, kau masih bisa bicara. Sadari posisimu"


Orgasheel yang terluka tidak menghiraukan ucapan Ludheer. Orgasheel pun menambahkan.


"Kudengar kau pahlawan pengguna pedang terkuat. Tapi kau masihlah lebih lemah dibanding dengannya."


"Bicara apa kau?"


"Ahh tidak, levelmu masihlah lebih rendah dengan orang yang melukai mataku"


Setelah Orgasheel berkata seperti itu, Ludheer kemudian kepikiran sesuatu. Ia mengingat kejadian saat bertarung dengan 2 orang buronan yang memiliki kemampuan yang merepotkan.


"Mungkinkah yang kau maksud sang penebas"


"Penebas?"


"Sepertinya kita kepikiran oleh orang yang sama"


Mendengar hal itu, Orgasheel kemudian tertawa terbahak-bahak. Setelah tertawa ia langsung menyerang. Walaupun lukanya cukup besar, namun itu bukan menjadi jaminan kalau ia akanelemah. Justru sebaliknya, kemampuannya malahan semakin menggila. Ia lalu melakukan serangan ledakan beruntun.


Semua daerah di sekitarnya ikut meledak. Orgasheel lalu berlari menuju ke arah Ludheer. Namun Ludheer berhasil menjaga jarak. Ludheer yang melihat mobil di sampingnya kemudian menghampiri lalu menendang mobil tersebut.


Mobil yang terlempar kemudian mengarah ke arah Orgasheel. Ia kemudian meledakkan mobil tersebut dengan menggunakan kemampuannya. Melihat adanya peluang Horta kemudian menarik busurnya dan mengarahkannya ke arah Orgasheel.


Orgasheel yang terdesak kemudian memunculkan ledakan pilar api. Sebuah tebasan berhasil di tahan. Orgasheel kemudian membuat ledakan berikutnya. Ledakan dengan bentuk pilar mengarah ke arah Ludheer. Ludheer kemudian terlempar jauh oleh ledakan.


Sesaat kemudian Orgasheel melesatkan ledakan berputar menyerupai sebuah tongkat panjang. Ledakan itu mengarah ke arah sebuah gedung tempat Horta. Gedung kemudian meledak.


Tiang bangunan mulai runtuh satu persatu. Horta berusaha untuk melarikan diri. Setiap reruntuhan jatuh tepat dibelakang Horta. Ia lalu berlari ke kaca jendela, ia lalu menambrakkan dirinya. Horta pun terjatuh di ketinggian 12 lantai.


Nasib baik menimpa Horta, walaupun ia jatuh dari ketinggian, ia masih bisa selamat karena ia adalah seorang manusia evolusi. Walaupun tulang kaki kanannya patah. Ia kemudian berusaha bangkit.


Di depannya terlihat busur dan anak panahnya yang tergeletak di tanah. Ia berusaha bangkit dengan satu kaki lalu mengambil anak panahnya. Saat ia kemudian mengambil busurnya, tiba-tiba seseorang muncul menginjak busurnya.


Nampak jelas di depan Horta berdiri Orgasheel dengan penuh percaya diri. Ia lalu menusukkan anak panahnya ke arah kaki Orgasheel. walaupun tertusuk panah, Orgasheel hanya diam tanpa ekspresi.


Horta kemudian menjadi panik, ia berusaha untuk melarikan diri. Namun di belakangnya Orgasheel mengikuti. Darah mulai bercucuran di jalan karena luka yang di terima oleh Horta.


Orgasheel lalu menjambak rambut Horta kemudian menariknya. Horta kemudian dibanting dengan punggung yang mendarat terlebih dahulu ke tanah. Horta langsung memuntahkan darah. Juga karena rambut yang dipegang dengan sangat keras, beberapa rambutnya Horta banyak yang pindah. Bahkan kepalanya mengeluarkan darah dari rambutnya yang tercabut.


Orgasheel lalu menduduki dada Horta. Ia lalu meninjunya. Darah mulai bercucuran keluar dari mulut, hidung, pelipis, dan berbagai daerah yang terkena tinju. Horta berusaha untuk melawan dengan melindungi mukanya, namun tangannya kemudian disingkirkan.


Tinju bertubi tubi bersarang di kepala Horta. Horta hanya bisa diam menerima tinju dari Orgasheel. Sesaat setelah Orgasheel puas meninju, tampak muka Horta penuh dengan luka dan darah.


Horta kemudian ditarik ke sudut tiang listrik. Kedua tangannya diangkat oleh Orgasheel ke atas, dan kedua telapak tangannya dirapatkan ke tiang listrik. Orgasheel lalu mengambil anak panah kemudian menusukkannya ke 2 telapak tangan milik Horta. Yang membuatnya tergantung di tiang listrik


Horta yang terluka dan kelelahan tidak mampu lagi untuk melawan, bahkan berteriak kesakitanpun ia enggan. Orgasheel lalu mengambil panah dan busur milik Horta.

__ADS_1


"Cih, membosankan. Biar ku ajari kau cara menembakkan panah"


Orgasheel lalu menembakkan panah ke segalah arah secara membabi buta. Namun yang membuat hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Horta adalah ketika anak panah mengenai sesuatu, panah itu akan meledak.


Ledakan demi ledakan terjadi di mana-mana. Mobil, rumah, jalanan, bahkan orang yang berlarian pun ikut meledak. Kini daerah sekitar pertarungan berubah menjadi lautan api.


"He...kan"


Kata Horta tapi tidak di pedulikan oleh Orgasheel.


BOOMM!


BOOMM!


"Hen...ti….kan"


Horta masih tetap berusaha menghentikan lawannya tapi sekali lagi ucapnya tidak di gubris.


"Kumo...hon hen...ti...kan"


"Oh begitu, baik akan ku hentikan. Aku tidak akan menyerang secara membabi buta lagi"


Mendengar itu Horta menjadi tenang. Namun kemudian Orgasheel membuat keputusan yang menjadikan Horta semakin putus asa kembali.


"Aku tidak akan menyerang secara membabi buta lagi. Tapi akan menargetkan secara pasti setiap orang. Haaa.....haaa…...hhaaaa"


"Tidak"


Orgasheel lalu menembakkan panah ke seorang pria dan anaknya yang berlarian. Ketika anak panah hampir mengenai mereka, sebuah tebasan pedang besar berhasil menyelamatkan mereka.


Di depannya terlihat Ludheer yang sempoyongan berusaha untuk berdiri dengan luka penuh di tubuhnya. Orgasheel yang melihat itu kembali tertawa. Ia lalu menembakkan panah ke arah anak itu kemudian di tangkis lagi oleh Ludheer.


Setiap panah berhasil di tembakan namun ada Ludheer yang juga berhasil menahannya. Kini pertarungan menjadi adu stamina. Orgasheel harus berusaha menjatuhkan Ludheer sebelum panahnya habis. Sedangkan Ludheer berusaha untuk terus menahan semua panah sampai panah lawan habis barulah bisa menyerang balik.


Jumlah panah yang di miliki Horta memang tidak masuk akal, ia mampu membawa 100 anak panah. Kini Ludheer berusaha untuk menahan seluruh tembakan panah dari lawan. Bisa saja Ludheer menghindar namun itu bukanlah keputusan yang tepat jika melihat seorang ayah dan anaknya berada tepat di belakangnya.


Seluruh tubuh Ludheer sudah mengeluarkan darah, pakaiannya juga telah sobek. Kini ia bertarung dengan sempoyongan berusaha untuk tetap berdiri dengan gagahnya. Seharusnya panah bisa di halau dengan mudah olehnya tapi ini adalah panah yang disertai dengan ledakan.


Ketika panah yang terakhir dilesatkan, Ludheer berhasil menangkisnya kemudian berlari menuju Orgasheel. Ia hendak melakukan tebasan. Tapi ia tertahan sebab tindakan tak terduga Orgasheel.


Orgasheel meletakkan tangan kanannya di muka Horta. Hal itu jelas membuat Ludheer panik jikalau ia tidak menghentikan serangannya mungkin kepala Horta mungkin telah meledak akibat kemampuan Orgasheel.


Orgasheel yang melihat adanya peluang kemenangan lalu melepaskan anak panah yang melekat di telapak tangan Horta. Ia lalu membuang tubuh Horta ke arah Ludheer. Ludheer langsung menangkap tubuh anaknya itu.


Ternyata itu dilakukan Orgasheel untuk mengalihkan fokus Ludheer sesaat guna menembakkan anak panah terakhir. Ludheer yang melihat Orgasheel siap menembak berusaha menyelamatkan anaknya. Ia melempar tubuh Horta cukup jauh agar ledakan tidak mengenainya.


Ludheer berhasil menghindari panah sesaat setelah ia melemparkan tubuh Horta. Namun ketika melihat arah belakangnya nampak anak panah melesat menuju ke lokasi ayah dan anak yang dilindunginya tadi.


Tanpa berpikir panjang ia berusa menuju ke orang di belakangnya, berusaha melesat lebih cepat. Panah yang ditembakkan kini meledak. Terlihat seorang ayah dan anaknya masih selamat tetapi mereka terlihat histeris.


Didepan mereka terlihat Ludheer yang hampir kehilangan kesadarannya sambil berdiri. Lengan kanan Ludheer kini telah hancur akibat ledakan.

__ADS_1


__ADS_2