
Kini Jarvis dan Paula kelelahan akibat memaksakan diri menggunakan kekuatannya.
Ditambah lagi dengan Hanz dan Sebastian yang mengalami luka parah. Mau tak mau Charlotte harus menyembuhkan mereka.
Para petarung yang terbawa arus air oleh perbuatan Hera kini mengalami kelelahan juga serta tidak sedikit yang terluka.
Hanya beberapa orang saja yang siap bertarung.
Di hadapan mereka telah datang Anubis, walaupun ia mengalami luka di lehernya namun itu tidak menjadi pertimbangan mengingat ia adalah salah satu dari 10 petinggi monster.
Roy lalu berteriak.
"Kerahkan seluruh kemampuan kalian, bahkan jika itu membunuhmu"
Mereka lalu maju mengeroyok Anubis.
Anubis kemudian meninggikan bukunya. Seketika semua monster tersedot kedalam buku.
Tubuh Anubis lalu berubah menjadi raksasa. Semua orang langsung terhempas oleh gelombang perubahan Anubis.
Tak sampai di situ, Anubis terus bertambah besar. Yang awalnya hanya kepalanya yang tampak seperti anjing.
Kini ia berevolusi menjadi Siluman anjing sempurna dengan ukuran raksasa. Bahkan seukuran gedung.
Kamui lalu menyerangnya dengan kemampuan terkuaknya. Ekor ke empat dimunculkan.
"Tombak Api"
Seketika api yang menyelimuti tubuh Kamui berpusat di tangannya. Semakin lama semakin jelas wujud tombak api yang dibuat oleh Kamui.
Tombak itu lalu dilemparkan.
DUARR!
Ledakan yang sangat besar tepat mengenai kepala Anubis. Dampak ledakannya bahkan membuat yang lain harus melindungi mata mereka dari silaunya api yang menyala cukup besar.
Antara terbakar dan tidak, tubuh Anubis yang penuh nyala api Kamui tidak mengalami luka sedikitpun. Bahkan ia tak bergerak, seakan itu hanyalah sebuah kejutan dari seekor nyamuk.
Anubis lalu mulai bergerak. Kaki depannya ia angkat hingga lebih mirip anjing dengan dua kaki dan dua tangan. Kuku di tangannya mulai memanjang.
Dengan kecepatan yang luar biasa, Anubis sudah berada tepat di hadapan Kamui. Ia lalu mencakar Kamui.
Seekor naga lalu menghalau cakarannya. Akibat tubuh naga yang cukup besar, cakarannya berhasil ditahan. Ternyata Eun Ha yang menunggangi naga itu.
Tak terima dengan itu, ia lalu menangkap naga itu kemudian dilemparkan.
"Kenapa ada anak naga di sini? Mengganggu saja"
Ukuran dari naga yang dijinakkan oleh Eun Ha memang cukup besar. Namun jika dibandingkan dengan naga dewasa, memang terbilang cukup jauh.
Kamui yang tepat berada di situ kemudian menangkap Eun Ha. Walaupun Eun Ha berhasil di tangkap, tapi naga yang ditunggangi berhasil terhempas jauh.
Naga itu mengalami luka parah namun masih sanggup untuk bertarung. Ia lalu kembali menerjang Anubis. Anubis yang merasa jengkel lalu meninju rahang naga yang hendak menerkanya.
Akhirnya naga itu terkapar. Namun di saat kritis, ternyata Roy tepat berada di samping naga itu.Ia lalu mengangkat naga itu menjauh.
Memang tidak masuk akal jika ada manusia yang mampu mengangkat naga, namun pengecualian untuk Roy. Bahkan gedung yang akan rebah bisa ia tahan, hal ini terjadi jika ia menggunakan perubahan Behemoth.
__ADS_1
Dengan kemampuan Roy, ia akhirnya berhasil membawa kabur naga itu tepat di samping Jarvis.
"Mana Paula?"
"Aku disini"
Paula yang melihat Roy mencarinya mulai menghampirinya.
"Bisakah kau memindahkan semua orang ke tempat yang lebih jauh"
"Kenapa?"
"Jawab saja"
"Eh.. aaa… Iya bisa"
Paula gugup dengan perubahan emosi Roy.
"Apa kau akan menggunakan kekuatan itu?"
"Ya"
Jarvis seketika langsung mengambil pedang hitamnya. Dibukanya sarung pedang itu.
Dengan fisik yang telah lelah, Jarvis berusaha melakukan sesuatu. Ia tiba-tiba menikam udara, saat pedang itu berhasil tertanam di udara entah bagaimana.
Jarvis lalu berusaha berdiri dengan menjadikan pedang itu sebagai tumpuan untuk berdiri, ia lalu merapatkan dadanya di pedang itu. Dengan mengandalkan berat badannya, Jarvis berhasil merobek udara.
Ternyata Jarvis membuat gerbang monster yang arahnya tepat berada di hutan.
"Dalam gerbang ini ada hutan yang berada di kota U. Jika semua orang bisa dipindahkan di sana. Kalian semua bisa selamat"
"Ini adalah kekuatan terakhirku. Kalian harus mentraktirku nanti"
Paula lalu memindahkan semua orang ke dalam hutan di kota U dengan bantuan gerbang monster Jarvis.
Semua orang telah di pindahkan kecuali mereka bertiga dan seekor naga.
Untuk mengulur waktu, Roy lalu menyerang Anubis seorang diri. Dengan kemampuan Behemoth ia berhasil membuat perlawanan walaupun tak berdampak banyak.
Tak terima dengan itu Kamui lalu menghampiri Jarvis.
"Ada apa ini Jarvis?"
"Kalian kembalilah, aku dan Roy akan tetap di sini"
"Kami masih bisa bertarung"
Jarvis yang dalam keadaan kelelahan berusaha menjelaskan.
"Roy akan bertarung serius, jadi gunakan kesempatan ini untuk lari"
Kamui langsung marah, ia mulai berbicara dengan nada tinggi.
"Apa kau tidak bisa mendengarkanku, aku…"
Belum sempat selesai, malah dipotong oleh Jarvis yang mulai terbawa emosi. Walaupun dalam keadaan sedang duduk lemas, tapi dari sorot matanya, ia seakan tak akan kalah jika bertarung.
__ADS_1
"Kau yang harusnya mendengar. Aku ini ketua, bisakah kau menghormati keputusanku"
"Tapi.."
"Berlutut!"
Tiba-tiba tubuh Kamui langsung berlutut. Ini adalah teknik manipulasi darah yang membuat tubuh Kamui mematuhi perintah Jarvis.
Kamui lalu mengeluarkan kemampuannya. Tubuhnya mulai mengeluarkan api. Ia lalu berdiri kembali.
"Kubilang berlutut"
Tubuh Kamui kembali berlutut dengan dorongan yang lebih kuat. Bahkan hidungnya mulai berdarah.
"Roy sudah memutuskan untuk menggunakan kemampuannya, jika dia mati, maka aku akan menemaninya"
"..."
"Kasihan dia, tak ada yang menemaninya bercanda di neraka"
Jarvis mulai tersenyum ke kamui. Kamui mulai terisak, ia tak kuasa menahan air matanya.
"Selalu saja seperti ini. Kau menganggap nyawamu itu apa? Apa kau ingin mati?"
"Haruskah aku mati? Kita lihat saja"
Jarvis menunjuk Roy yang mulai terdesak melawan Anubis.
Eun Ha yang berada di sisi gerbang monster kemudian kembali ke sisi tempat Jarvis.
Jarvis yang melihat tubuh tidak menegurnya.
Eun Ha terus berjalan mendekati naganya. Ia lalu membisikkan sesuatu. Naga itu lalu terbang dengan keadaan terluka.
Eun Ha lalu kembali ke sisi sebelah, saat ia melewati Jarvis, mulutnya tak kuasa menahan gejolak batinnya.
"Hati-hati"
"Siap"
Eun Ha lalu menarik Kamui. Paula juga ikut di belakang mereka. Sesaat kemudian mereka akan masuk ke sisi sebelah gerbang monster, Jarvis menghentikan mereka.
"Tunggu sebentar, kalian akan menyesal jika tak melihat perubahan sejatinya"
Merek semu melirik ke arah Roy. Roy yang kewelahan mulai mengeluarkan aura coklat kehijauan.
"Jika dengan perubahan biasa, bahkan Behemoth, mungkin aku bisa menang. Namun dari dulu aku tak bisa mengalahkannya karena alasan ini" kata Jarvis.
Baju Roy tiba-tiba sobek yang memperlihatkan gambar serigala serta simbol salib terbalik.
"Jarang jarang melihat Ras nenek moyang serigala akan bertarung"
Jarvis mulai tersenyum.
"Salah satu dari petarung kelas S organisasi Unicorn, kode nama: Serigala Nemea"
Tiba-tiba sebuah ledakan terjadi yang menyebabkan asap mengepul. Dari kejauhan terdengar suara lolongan serigala yang bisa menyebabkan gendang telinga pecah.
__ADS_1
Dari kepulan asap muncul seekor serigala yang tubuhnya sudah menyatu dengan tanah. Bahkan beberapa bagian tubuhnya kini di tumbuhi pohon.
Serigala itu adalah Roy yang telah berevolusi.