
Di suatu tempat nan jauh tak berpenghuni oleh manusia. Terlihat banyak sekali sosok raksasa yang berlalu lalang di tempat itu.
Salah satu raksasa yang mencolok di antara mereka adalah Athos. Ia duduk di singgasana tengkorak kepala naga.
"Aku tak menyangka kau akan datang"
Tiba-tiba muncul sesosok manusia dengan aura membunuh yang sangat kuat. Ia adalah Ibaraki Doji.
"Apakah lukamu telah sembuh?"
Yang dimaksud Ibaraki adalah luka Athos ketika melawan ketua organisasi Unicorn.
"Berkat pedangmu aku selamat"
"Aku tak suka basa-basi, jadi langsung saja"
Ibaraki lalu menarik pedangnya kemudian mengarahkannya ke arah Athos.
"Ha...ha...ha… apa kau yaki bisa mengalahkanku?"
"Ya"
"Ha...ha… ha… seorang petinggi pengganti mencoba untuk menahanku."
"Yang kalah akan menjadi budak dari yang menang, itu perjanjiannya"
Athos lalu mengayunkan tinju raksasanya. Ibaraki lalu merapatkan kedua tangannya.
"Teknik Perluasan Tebasan, Zero, Permulaan"
Teknik Perluasan Tebasan milik Ibaraki mulai memunculkan gerbang di belakangnya.
"Gerbang Rashomon"
Saat itu jumlah kutukan tak terbendung berasal dari dalam gerbang membuat tubuh Athos menggigil.
5 menit kemudian.
Seluruh daratan kini rata tak bersisa. Seluruh tanaman kini telah mati membusuk. Udara menjadi beracun. Lebih mirip sebuah daerah yang baru saja di bom nuklir.
Tubuh Athos mulai menyatu kembali, diikuti oleh seluruh tubuh bawahannya.
"Kemampuan gerbang Rashomon adalah meniadakan kematian. Bahkan jika seluruh tubuhmu hancur, kau akan tetap hidup"
Athos yang mulai beregenerasi, mulai duduk lemas di hadapan Ibaraki.
"Tak kusangka kemampuan cahaya dan petir akan semengerikan itu jika di gabung"
Ibaraki lalu melepaskan seluruh kekuatannya agar Athos sang raja raksasa dapat bernapas lega.
"Ada yang kuinginkan darimu sekarang"
"Padahal kita baru saja bertarung, kau mau langsung memerintah?"
"Bukan, hanya ingin informasi"
"Informasi apa?"
Ibaraki lalu memasang muka serius.
__ADS_1
"Mantan petinggi monster sebelum Anubis"
"Kalau itu aku sedikit tahu kisahnya"
Athos lalu menaruh seluruh senjatanya di tanah. Ia lalu mulai bercerita.
***
Dahulu kala ada sekelompok makhluk yang terisolasi dari manusia, mereka adalah elf. Makhluk dengan tubuh manusia dengan paras menawan serta rambut hijau.
Setiap dari mereka dapat menggunakan sihir, namun jika berburu mereka lebih sering menggunakan panah. Mereka sangat makmur.
Namun ada rumor yang beredar di antara mereka, jika seorang elf memiliki rambut berwarna hitam, maka itu adalah anak iblis atau anak terkutuk. Mereka menyebutnya "Kidul".
Tibalah masanya sang ratu elf melahirkan, muka sang raja dan ratu menjadi kecewa. Bukan karena yang lahir adalah perempuan sehingga tidak bisa meneruskan tahta, tetapi anak yang lahir memiliki rambut berwarna hitam.
Maka dibuatlah keputusan sepihak, anak itu diasingkan dari dunia luar. Dari kecil anak itu selalu dikurung agar tak ada yang mengetahui identitasnya.
Ketika anak itu telah memasuki remaja, ia berusaha membangkang. Tanpa sepengetahuan oleh raja dan ratu. Namun yang menunggunya di tempat itu adalah wajah yang penuh dengan ketakutan.
Semua ras elf merasa ketakutan, sebab elf yang dilihatnya adalah wanita berambut hitam. Tak lain adalah anak terkutuk. Semua orang histeris melihat "Kidul" benar-benar ada.
Saat itulah sang raja dan ratu datang. Wanita itu merasa bahagia karena orang tuanya datang ke hadapannya.
Namun apa yang diucapkan oleh orang tuanya membuat dia murka.
"Siapa kau?"
Tak terima dengan itu, wanita itu melarikan diri ke laut.
Sesampainya di laut, ia melihat naga laut yang cukup besar. Ia pun akhirnya membuat kontrak dengan naga itu. Selanjutnya menjadi Siluman penguasa seluruh lautan.
Karena ia selalu disebut Kidul, maka ia menamai dirinya Kidul. Namun bawahannya menamainya "Kanjeng Ratu Kidul" atau biasa juga disebut "Nyi Roro Kidul"
***
Athos telah selesai bercerita, namun ada yang masih janggal menurut Ibaraki.
"Siapa nama perempuan itu?"
"Kanjeng ratu Kidul"
Ibaraki masih penasaran dengan jawaban Athos.
"Bukan itu, yang kumaksud nama aslinya"
"Ratu terakhir darah murni ras elf, Hera Vergenalice Mors De Albido"
"Jadi begitu yah"
"Apa kita memikirkan hal yang sama?"
"Mungkin, apa kau bisa mengalahkannya"
Athos lalu mengambil galah besinya.
"Tentu saja"
***
__ADS_1
Di waktu yang sama.
Sebuah ledakan besar berhasil mengenai Hanz, tubuh kerasnya akhirnya terluka.
"Jika aku tak membunuhmu dengan cepat, mungkin kau yang akan menang"
Hanz yang berbicara mulai memuntahkan cairan darah segar.
Dengan kemampuan Diablo ditambah monster Chimera yang membantunya, ini membuat Hanz kewalahan. Lain lagi jika mengingat bahwa Anubis dapat membangkitkan mereka berdua.
Di sisi Anubis, ia terus bertahan oleh serangan Jarvis dan Roy. Karena kemampuan pembaca pikiran tak berfungsi lagi, sangat sulit untuk menahan kombinasi serangan mereka berdua.
Jarvis dengan petirnya melakukan sayatan terbang, sayatan petir hitam kemudian mengarah ke Anubis. Anubis masih dapat menahannya dengan buku, ia lalu mengembalikannya ke arah Jarvis. Jarvis dapat dengan mudah menahannya.
Melihat adanya kesempatan, Roy lalu maju ke depan Anubis, sebuah tinjuan api diarahkan ke kepala Anubis, tapi serangan itu masih dapat dihalau.
Anubis terlihat mulai kesal, entah kenapa ia seakan menjadi lebih kuat.
"Maju kalian!"
Tinjuan keras dari Roy mengarah ke perut Anubis tapi ia tak bergeming, seakan serangan tersebut tidak ada pengaruhnya.
Tak tinggal diam, Jarvis lalu meluncur ke arah belakang Anubis, ditebasnya leher Anubis. Darah mengujur deras jatuh ketanah.
"Tidak mungkin"
Jarvis seakan tak percaya apa yang dialaminya. Bukannya kepala Anubis yang terpotong, malah tangan Jarvis yang mengalami luka.
Jarvis dan Roy lalu menjauhi Anubis, sebab Anubis terlalu kuat. Tak memberi peluang, Anubis lalu menangkap mereka.
Tubuh Jarvis kemudian ditendang, dalam waktu yang singkat itu, Jarvis sempat memblokirnya dengan pedang. Namun dengan kekuatan Anubis Jarvis terlempar sangat jauh hingga keluar menembus Colosseum.
Karena Jarvis sudah tidak ada, Anubis lalu menghantam tubuh Roy ke tanah. Ia lalu meninjunya secara bertubi-tubi.
Menerima pukulan yang cukup banyak membuat Roy harus merubah tubuhnya. Dari awalnya tubuh Salamander kini menjadi wujud Behemoth.
Hal ini membuat tubuh Roy bertambah keras. Namun karena diserang secara sepihak dan hanya bisa menangkis tanpa dapat memberi perlawanan, tubuh Roy kemudian penuh luka dan berlumuran darah.
Tiba-tiba Kamui datang dari samping dengan kecepatan yang luar biasa. Ia lalu membawa Roy menjauh.
Di atas Anubis seketika muncul sosok Diablo yang hendak menyemburkan serangan ledakan api petirnya. Diablo ternyata berhasil dilempar oleh Hanz ke sisi Anubis, sebuah ledakan besar berhasil mengenai Anubis.
Walaupun kena tapi tak bisa menjamin jika ledakan itu memberikan luka yang cukup ke Anubis.
Anubis lalu membuka bukunya kembali.
"Muncullah Hera Vergenalice Mors De Albido"
Tiba-tiba udara panas menjadi sejuk. Semua api seketika langsung padam. Tanah kering menjadi lembab.
Di atas langit terlihat sosok gadis anggun dengan telinga yang sedikit panjang, serta rambut hitam, pakaian hitam, serta kulit putih yang terlalu bersih.
Ia adalah makhluk yang dipanggil oleh Anubis, satu satunya makhluk yang masih mempertahankan eksistensinya sebagai makhluk penguasa lautan.
Ketika gadis itu melihat ke bawah, semua orang merasa bahwa dirinya baru saja ditikam. Hawa membunuh yang sangat kuat.
Kamui yang merupakan orang Asia paham apa yang telah ia lihat.
"Ternyata legenda itu benar, Nyi Roro Kidul benar-benar ada"
__ADS_1