
Setelah delapan hari tak pernah datang mengajar disekolah, akhirnya ia kembali mengajar seperti biasanya.
Saat itu ia baru tahu bahwa masalah akan datang menghampirinya.
Tepat di hari kedatangan Jarvis, tepat pula ketika dilakukan kegiatan supervisi. Kegiatan yang berorientasi pada kinerja guru dalam mengajar. Apakah akan tetap dikontrak atau tidak oleh pihak sekolah.
Ketika ia memasuki kelas, tak seperti biasanya, kelas kini dipenuhi oleh para murid yang siap menerima pelajaran.
Dengan santai Jarvis lalu mengajar tanpa basa-basi.
"Untuk hari ini kalian lari keliling lapangan sebanyak 100 putaran. Jika kalian lelah, kalian boleh kembali"
Jarvis menyuruh murid-muridnya untuk berlari, namun tak satupun dari mereka yang mau.
Hingga jam kedua, tak ada satupun dari para murid yang mau berlari. Bahkan dalam sehari, tak ada satupun yang ingin mendengar ocehan dari Jarvis.
Hari berikutnya kejadian yang sama terulang kembali.
Jarvis kembali menyuruh mereka berlari 100 putaran, namun tak ada yang mau mengikuti perintah Jarvis.
Tiba-tiba salah seorang murid wanita mengangkat tangannya guna meminta izin berbicara.
"Permisi, apakah ada keuntungan kami melakukan itu"
"Tak ada. Hanya iseng saja"
Semua murid yang mendengarnya langsung marah. Berbagai hinaan kini dilontarkan
"Guru tak becus"
"Tak berguna"
"Dasar guru kelas E"
Murid kini tak menghargai guru di depannya.
Jarvis langsung keluar dari kelas itu karena tak ingin berlama-lama di kelas yang membuatnya jengkel.
Saat pintu dibuka, terlihat lima murid yang berdiri di balik pintu.
"Kenapa kalian ada di sini?"
"Mau belajar"
"Dengan siapa?"
"Anda"
"Silahkan masuk"
Ternyata murid itu ingin berguru ke Jarvis, bahkan salah satunya adalah Greed yang beberapa waktu lalu pernah menantang Jarvis, namun kalah akibat pedangnya yang patah.
"Untuk hari ini kalian lari keliling lapangan sebanyak 100 putaran. Jika kalian lelah, kalian boleh kembali"
Para murid yang berada di kelas itu langsung tertawa. Bagaimana bisa seorang guru langsung memerintah muridnya untuk berlari tanpa menjelaskan apa fungsinya.
Namun berbeda dengan yang lain, kelima anak tersebut langsung mengikuti perintah Jarvis.
Mereka kemudian berlari menuju ke lapangan lalu mengitari lapangan tersebut. Anak yang terus berada di dalam kelas terus saja tertawa.
Jarvis hanya mengabaikan mereka. Ia lalu mengambil buku kemudian membacanya.
__ADS_1
Tak berselang lama, beberapa murid yang disuruh berlari akhirnya kembali satu persatu.
Jarvis lalu menggambar sesuatu di papan tulis.
Dari gambar Jarvis terlihat sebuah pentagram dengan beberapa simbol di setiap sisinya.
"Yang perlu kalian tahu terlebih dahulu adalah batas kemampuan seseorang. Setiap orang telah ditentukan batasannya. Sebagai contoh adalah berlari, seperti yang kalian lakukan"
Jarvis mulai menjelaskan, para murid yang disuruh berlari mulai memperhatikan pelajaran.
"Yang akan ku ajari kali ini adalah Teori Kemampuan, cara untuk melewati batasan tersebut"
***
Setiap orang memiliki Kategori Kemampuan yang telah mereka miliki sejak awal. Kemampuan terbagi menjadi 5 kategori, yaitu Penguat, Pengendali, Pewujud, Perubah, dan Pengguna.
Kategori pertama yaitu Penguat. Penguat adalah kategori kemampuan yang mengandalkan kemampuan fisik seseorang. Biasanya ini ditandai dengan bentuk fisik yang besar, pukulan yang keras, dan berbagai hal yang mengandalkan kekuatan fisik penggunanya.
Kategori kedua adalah pengendali. Pengendali adalah kemampuan dalam mengendalikan sesuatu. Baik itu berupa benda mati atau makhluk hidup.
Sebagai contoh adalah Hanz yang mempu mengendalikan meteor, sehingga ia mampu menjatuhkannya dimanapun dan kapanpun. Juga Ibaraki Doji yang mampu mengendalikan petir.
Contoh lain adalah Ludheer Bashil yang mampu mengendalikan benda agar lebih ringan. Terakhir adalah Eun Ha yang mampu mengendalikan api, namun pengendaliannya yang asli adalah mampu mengendalikan naga. Biasanya disebut penjinak naga.
Kategori ketiga adalah Pewujud. Pewujud adalah suatu kemampuan dalam menciptakan suatu hal dari ketiadaan. Biasanya kategori ini sulit dilacak karena mereka dapat meniadakan kemampuan mereka.
Sebagai contoh adalah Jarvis yang memiliki kemampuan tebasan. Bahkan tanpa pedang, ia juga dapat menebas. Selain itu, penciptaan gerbang monster, black hole, dan ruang penyimpanan adalah kategori kemampuan Pewujud.
Contoh lain adalah menciptakan ilusi, menciptakan senjata, dan berbagai hal yang langsung muncul dari ketiadaan bahkan tanpa proses.
Sebagai contoh adalah kemampuan dari Roy. Ia bisa berubah menjadi monster dengan wujud yang telah ia makan.
Kemampuan es milik Eun Jie. Eun Jie tak bisa mengendalikan es namun hanya bisa mengurai sesuatu menjadi es. Misalnya udara dan air yang dapat ia bekukan.
Ada juga Sebastian, dengan teknik Penempa, ia bisa merubah benda menjadi sebuah senjata yang hebat.
Kategori terakhir adalah Pengguna. Orang yang berada di kategori ini akan cenderung untuk selalu menggunakan senjata. Bahkan ia tak bisa berbuat apa-apa tanpa senjata, kendati demikian biasanya pengguna senjata lebih cenderung mahir ketimbang kategori lain dalam menggunakan senjata. Baik itu pedang, tombak, tongkat, panah, belati, dan berbagai senjata lainnya.
Sebagai contoh adalah Paula yang mampu menggunakan senjata apapun jika memegangnya.
Terus ada Hera yang mampu memegang senjata terkuat ras elf.
***
Jarvis akhirnya selesai menjelaskan teori kemampuan.
Ternyata hampir semua murid mulai memperhatikan, bukan hanya kelima siswa
Jarvis lalu membuka jendela di ruangan itu, ia lalu memposisikan tangannya untuk menangkap sesuatu. Tiba-tiba ada sebuah tombak panjang berwarna hitam dengan bilah berwarna merah.
"Kemampuan menarik senjata seperti ini disebut sebagai Pengendali. Aku bisa mengendalukan tombakku sehingga bisa datang tanpa bantuan apapun"
Kini tombak itu berada di tangan Jarvis. Semua orang tampak kaget.
"Hal seperti ini bahkan tidak semua orang mampu melakukannya. Padahal aku hanya seorang guru dengan kemampuan kelas E"
Seketika ruangan kelas dipenuhi oleh suara tepuk tangan.
"Masih belum selesai. Penjelasannya intinya baru akan dimulai"
__ADS_1
Jarvis lalu memutar tombaknya dengan sangat cepat, tiba-tiba aura disekitar kelas mulai pekat.
"Ini adalah teknik untuk menakut-nakuti hewan buas, insting membunuh"
Jarvis lalu menghentikan pergerakan tombaknya.
"Kalian bersiaplah, aku akan mengarahkan teknik ini keseluruh murid di kelas ini"
Semua murid menciba bersiap, walaupun mereka tak tahu apa yang menimpa mereka. Tiba-tiba sebua tombak berhasil menusuk leher mereka, udara segar mulai bercucuran.
Ternyata itu hanyalah ilusi yang dibuat oleh Jarvis.
"Pewujud, kategori yang memungkinkan seseorang menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Bahkan hawa membunuh bisa semengerikan ini. Pasti kalian baru pertama kali merasakannya"
Tak ada yang mampu berbicara, semua berusaha memegang lehernya karena sensasi tertusuk oleh tombak masih terasa.
"Seseorang akan mampu menaiki beberapa level kelas miliknya. Aku yang kelas E seharusnya sudah setara dengan pahlawan kelas B, jadi jangan meremehkanku"
Semua murid langsung malu, alasan mereka tak ingin berguru ke Jarvis adalah karena kemampuannya masih kelas E.
"Itu dinamakan Pembangkit. Semua orang dapat melewati batasnya jika ia mampu menguasai lebih dari satu kategori kemampuan"
Semua murid begitu antusias dalam mengikuti pelajaran Jarvis. Jarvis pun juga terbawa suasana dalam mengajar.
Jarvis lalu menunjuk Greed, murid yang pernah menantang Jarvis.
"Kau majulah!"
Greed lalu maju. Jarvis lalu memegang tangannya.
"Jika ku perhatikan, kau berada dalam kategori Penguat. Aku akan menggores lenganmu, apa tak masalah?"
Greed sebenarnya merasa khawatir, namun ia tak menolaknya. Jarvis lalu melukai lengan Greed dengan kuku Jarvis. Beberapa detik kemudian menetes darah dari lengan Greed walaupun hanya sedikit karena cuma luka kecil.
"Tutup matamu"
Greed lalu menutup matanya. Jarvis terus memegang tangannya.
"Ini hanya luka kecil, jadi coba bayangkan jika luka ini membesar"
Greed lalu berusaha berkonsentrasi.
"Usahakan lukamu semakin besar. Jangan takut, lukamu ini hanyalah luka kecil, bahkan jika lukamu membesar, ini tak akan mencederaimu"
Greed kemudian semakin berkonsentrasi, namun sekarang konsentrasinya buyar oleh tepuk tangan semua orang.
"Teori kemampuan itu fleksibel. Jika seorang penguat berusaha untuk memusatkan kemampuannya di lukanya, maka lukanya akan sembuh"
Greed lalu melihat lukanya namun ternyata itu malah sembuh ketika ia berusaha untuk memperbesarnya.
"Aku akan membuat kalian semua terbangkit, kemampuan yangemungkinkan seseorang melewati batasannya dalam menggunakan kemampuannya"
Kata-kata Jarvis benar-benar membuat semua murid takjub. Suara tepuk tangan terus saja bergema di ruangan.
Jarvis langsung memukul meja, hingga suaranya menyadarkan semua orang.
"Aturan pertama, jangan ada lagi tepuk tangan, itu terlalu berisik"
Jarvis ternyata risih jika murid terus saja bertepuk tangan.
Kini Jarvis menerima penghormatan dari semua murid.
__ADS_1