
Tak lama setelah Feno dan Nana ribut, Lista tiba-tiba muncul dari sisi lain dan menghalangi Feno untuk pergi. Lista sebenarnya mengikuti Nana sejak gadis itu keluar dari rumahnya. Dia memata-matainya dan ingin mencelakainya. Tapi niat itu pupus saat dia melihat Rin juga pergi bersama dengan Nana. Lalu dia melihat konflik antara Feno dan Nana. Dan sebuah ide terlintas di benaknya. Dia tahu bahwa Feno membenci Nana dan Shin. Dia ingin memanfaatkan kebencian itu.
"Ada apa?" tanya Feno dingin. Dia tidak suka orang lain menghalangi jalannya.
"Kau kenal gadis itu? Kau membencinya?" Lista menunjuk ke arah Nana yang masih berada di konter kasir untuk membayar buku-buku yang dibelinya.
"Apa urusannya denganmu?" tanya Feno cepat. Dia bahkan tidak berbalik untuk memastikan bahwa yang ditunjuk Lista adalah Nana.
"Aku juga membencinya" Lista menggertakan giginya.
"Oh?" Feno menaikkan alisnya, sedikit tertarik. "Apa yang dia lakukan terhadapmu?"
"Dia adalah wanita yang sangat jahat. Dia bahkan hampir membunuhku dan dia benar-benar licik" kata Lista benci. "Aku tidak ingin Shin mendapat tunangan yang seperti iblis" lanjutnya dingin.
Feno melipat tangannya di dadanya. "Lalu apa yang kau inginkan?"
Lista menatap Feno serius. "Aku ingin menghancurkannya dan aku butuh bantuanmu. Kita bisa membuatnya hancur kalau kita bekerja sama"
"Bagaimana caranya?"
__ADS_1
Lista tersenyum. "Hancurkan reputasinya. Kita bisa menjebaknya lalu menyebarkan beberapa foto memalukan ke internet. Aku yakin pertunangannya akan dibatalkan. Bahkan semua orang juga akan membenci dan mengejeknya. Dia akan hancur berkeping-keping bahkan mungkin dikeluarkan dari sekolah. Tapi untuk menjalankan rencana ini. Aku butuh bantuanmu"
"Puft" Feno tersenyum. Dia menepuk bahu Lista. "Gadis itu bukan iblis. Kau yang lebih mirip seperti iblis" dia berbisik di telinga Lista. "Sebaiknya urungkan niat jahatmu nenek sihir" Feno memberikan peringatan terakhirnya sebelum meninggalkan Lista sendirian.
Lista membeku. Setelah tersadar, dia menggertakan giginya benci. Dia mengepalkan tangannya erat-erat dan menghempaskan kakinya ke lantai untuk melampiaskan amarah dan rasa kesalnya.
Sementara Nana tidak tahu bahwa ada yang memiliki rencana jahat kepadanya. Dia sibuk memaksa Rin untuk menerima uangnya lagi. Rin kelihatan tertarik dengan beberapa buku, tapi dia ragu untuk membelinya. Nana yang melihat hal itu mulai berkata "aku akan membelikannya untukmu".
Dan tentu saja Rin menolaknya dengan cepat. Tapi Nana terus memaksanya dan berkata "Kalau begitu aku akan membayar kembali makanan yang kau berikan padaku"
Rin melihat Nana dengan mata menyerah. "Kau..."
"Maafkan aku Rin" katanya sambil mengelus kepala Rin. "Kita sahabat bukan? Jadi jangan merasa bersalah saat aku membelikanmu sesuatu sebagai hadiah. Kau juga bisa membelikanku sesuatu nanti dan aku akan menerimanya dengan bahagia" kata Nana.
Rin menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan mengangguk.
***
Lista tidak menyerah. Dia bermaksud menyewa beberapa orang untuk mencelakai Nana. Tapi dia tahu bahwa rencana terang-terangan itu akan sangat berbahaya untuknya. Kalau Shin mengetahui bahwa dia pelakunya, Shin mungkin akan benar-benar membencinya. Lalu dia ingat bahwa kelakuannya terakhir kali membuat Shin kecewa padanya. Jadi dia ingin memilih rencana yang lebih aman. Tapi rencana aman itu sangat sulit untuk di lakukan.
__ADS_1
Lista menemui Ibu Shin. Dia berharap dia akan berhasil kali ini.
Ibu Shin menyambutnya dengan ramah. Menyediakan minuman dingin dan beberapa cemilan untuknya. Dia sudah menganggap Lista sebagai anak perempuannya sendiri karena dia tidak mempunyai anak perempuan. Dihimpit oleh dua anak laki-laki yang dingin dan keras kepala, tentu saja dia merasa Lista seperti gadis kecil imut dan lucu yang bisa memperbaiki mood-nya.
"Bibi, aku ingin mengatakan sesuatu..."
"Ada apa sayang?" Ibu Shin bahkan memanggilnya dengan intim dan membuat sikap Lista menjadi lebih manja.
"Aku tidak setuju dengan pertunangan ini"
Ibu Shin terdiam sesaat sebelum akhirnya tersenyum canggung. "Maafkan bibi sayang. Bibi tidak bisa melakukan apapun tentang hal itu"
Lista tidak menyerah. Dia berkata bahwa Nana bukan gadis yang baik. Dia bercerita bagaimana Nana sangat bodoh, tidak bisa belajar, mencontek saat ujian, kasar dengan orang lain, dll. Yang bisa membuat ibu Shin membencinya. Lista juga berkata bahwa dia pernah melihat Nana dengan pria lainnya dan gadis itu mempunyai banyak pria.
Ibu Shin terdiam. Lalu dia menatap Lista serius. "Bibi yakin itu tidak benar. Bibi sudah menyelidiki latar belakangnya dan dia sangat bersih. Lalu tentang kasus yang disekolah itu hanya kesalahpahaman. Dia tidak bersalah. Nana juga gadis yang pekerja keras sama sepertimu. Walaupun dia tidak pintar, dia berusaha untuk belajar dan berhasil lulus ujian dengan adil" Ibu Shin menjelaskan semuanya dengan sangat rasional.
"Jangan percaya dengan rumor yang orang lain beritahukan padamu oke?" ibu Shin menatapnya serius. "Aku ingin kalian semua berteman baik. Lagipula Shin sudah menganggapmu sebagai adik perempuan. Dan bibi sudah menganggapmu sebagai anak perempuan bibi sendiri"
Mendengar perkataan ibu Shin, Lista hanya bisa menyembunyikan rasa pahit di hatinya sambil mengigit bibirnya dan berusaha tersenyum.
__ADS_1