Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Berita Pertunangan


__ADS_3

Selanjutnya cerita akan kembali ke tokoh utama kita, Nana.


Setelah acara lamaran sederhana, Shin dan keluarganya kembali ke rumah mereka.


Para orang tua itu berdiskusi tentang pesta pertunangan. Dan mereka akan merencanakan pesta itu setelah masa-masa ujian berakhir. Dengan alasan anak-anak perlu fokus belajar untuk saat ini.


Hei, walaupun kalian menundanya karena ujian, bukankah ini masih terlalu cepat?


Aku bahkan menumpuk sedikit keberanian untuk berkata "Ma...bukankah ini terlalu cepat?"


Tapi ibuku langsung menatapku tajam dan dengan cepat menyangkal. "Anak-anak lainnya bahkan bertunangan saat mereka masih bayi. Beberapa bahkan sebelum mereka lahir dan masih dalam kandungan"


Lalu ayahku dan ibu Shin mengangguk.


"...."


Aku tidak bisa berkata-kata lagi.


Aku menatap Shin, berharap orang ini dapat merubah pendapat para orang tua. Tapi pria itu hanya mendengarkan dengan wajah acuhnya. Menyebalkan....


Lalu mereka lanjut berdiskusi tentang pesta pernikahan.


Hei! Aku bahkan tersedak berkali-kali. Bukankah ini terlalu cepat? Terlalu cepat!!!


bagaimana kalian bisa merencanakan pernikahannnnn...


Yah...mereka merencanakan pernikahan kami. Dan itu akan diadakan setelah kami lulus SMA.


Orang-orang ini benar-benar gila, omg! Bukankah mereka harus membiarkanku bernapas? Aku masih ingin main-main setelah lulus, berkuliah dan aku tidak bisa melupakan cita-citaku untuk membuat harem dari pria tampan. Kalau aku menikah secepat itu, mimpiku akan musnah. Benar-benar musnah....


"Aku tidak mau mereka bernasib sama seperti Ben kami..." ibuku mengutarakan alasannya.


"Ya...Ren kita juga mengenaskan...." Ibu Shin berkata kecewa sambil menatap Ren.


Aku melihat ke arah kakakku dan Ren. Wajah mereka berkedut.


Aku menatap Shin, berharap bahwa pria itu tidak setuju.


Tapi tindakannya malah membuatku terkejut!


Dengan percaya diri dia menganggukkan kepalanya saat mendengar pernyataan itu.


Aku tersedak lagi.


Hei! Sejak kapan Shin selalu ingin menikah dengan cepat!

__ADS_1


Ini bahkan tidak dijelaskan di dalam cerita! Ini bukan Shin, pasti bukan Shin. Apa dia jiwa lain yang berkelana dan mengambil tubuh Shin sama seperti kasusku? Karena terlalu banyak penyimpangan sikap dari Shin, aku bahkan mencurigai bahwa dia bukan Shin!


Menikah dengan Shin itu sebenarnya tidak buruk. Walaupun aku harus membiarkan harem impianku tidak terwujud, tapi aku bisa bersama dengan tokoh utama.


Tapi ini bukanlah jalan cerita yang sebenarnya. Pertunanganku dan Shin juga bukan karena cinta. Maksudku cinta...tapi cinta bertepuk sebelah tangan. Dan Shin juga masih muda dan dalam tekanan ibunya. Bisa saja suatu saat nanti dia tiba-tiba mengambil keputusan untuk membatalkan pertunangan. Kalau itu terjadi, pernikahan tidak akan pernah terjadi. Dan lagi pula semuanya masih jauh ke depan. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi setelah ini. Jadi aku sama sekali tidak memikirkan tentang rencana pernikahan itu...


Hari ini benar-benar hari yang mengejutkan sekaligus menyenangkan untukku.


Bahkan jantungku berdebar karena event ini. Aku akan bertunangan ah~


Dengan pria tampan ah~


aku tidak sabar menantikannya~


***


Akibat kejadian mengejutkan itu, aku sama sekali tidak bisa tidur karena berpikir banyak hal. Akibatnya, aku kembali ke sekolah dengan mata panda dan juga wajah yang lusuh.


Saat aku sudah dengan santai duduk di bangkuku, tiba-tiba Darwin datang dengan senyum lebar. Aku merasa tidak enak. Kalau orang ini datang, selalu ada kejadian yang tidak menyenangkan.


"Bagaimana kemarin? Menyenangkan?" tanya Darwin sambil memposisikan dirinya untuk duduk menghadapku.


"..."


Darwin terus menatap Nana dengan mata tajam. Sebenarnya dia agak tersinggung karena gadis ini mengacuhkannya.


Tapi tiba-tiba Darwin tersenyum dan mengalihkan pandangannya di pintu masuk kelas. Disana ada Shin yang sedang melenggang masuk ke kelas dengan sikap santainya.


"Hei Shin!" Darwin berteriak sambil melambaikan tangannya. "Selamat atas pertunanganmu!"


Uhuk!


Aku langsung terbatuk saat mendengar teriakan itu.


Shin juga langsung menghentikan langkahnya dan mengernyitkan keningnya.


Perkataan Darwin juga membuat seluruh kelas menjadi diam dan hening. Awalnya para murid itu saling bicara. Tapi mereka terdiam karena satu kalimat dari Darwin. Dan mereka mulai mengarahkan perhatian mereka ke Shin dan Darwin.


"Hahahaha! Tenang saja bro. Aku akan datang dan memberikanmu hadiah yang bagus nanti" Darwin berkata dengan percaya diri.


Mulutku berkedut.


"..."


Shin masih terdiam sambil menatap sahabatnya yang memiliki mulut ember ini.

__ADS_1


TAK! Tiba-tiba terdengar bunyi pukulan meja.


Suara itu kembali mengalihkan perhatian seisi kelas.


Ternyata bersumber dari Lista yang langsung berdiri dari kursinya sambil memukul meja.


"Aku tahu kau suka bercanda, tapi kali ini sudah berlebihan!" katanya geram sambil menatap Darwin.


"eh?" Darwin membuat wajah bingung seperti orang bodoh. "Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak berbohong" dia menjawab santai sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin Shin bertunangan!" Lista menyangkalnya. Kali ini tangannya mengepal dan tubuhnya gemetar karena menahan amarahnya.


"Aku sama sekali tidak berbohong" Darwin mengalihkan tatapannya pada Shin. "Itu benar bukan?"


"..."


Shin tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Tapi dia mengangguk pelan.


Respon Shin langsung membuat seluruh kelas menjadi gempar.


Bahkan beberapa gadis pengagum rahasia benar-benar terdiam seperti patung karena tidak percaya.


"Itu tidak mungkin!" kali ini Lista menatap Shin. "Itu tidak benar bukan? Maksudku bibi....bibi tidak memberitahu apa pun padaku....dan dia sudah berjanji..."


"Darwin tidak berbohong..." Shin menjawab dengan suara datar dan dingin. Dia memotong pembicaraan Lista.


Lalu secara perlahan dia berjalan menuju kursinya dan duduk dengan gaya yang elegan. "Ibuku mungkin belum memberitahu semuanya karena kami belum mempersiapkan pestanya. Harusnya kami memberitahu keluargamu, lagipula kita sudah dekat dari kecil" kata Shin.


Deg!


Lista merasa sesuatu yang tajam menusuk perasaannya. Tubuhnya langsung mematung. Tapi tubuhnya tetap gemetaran. Dia menundukkan wajahnya. Matanya berkedip, menahan air matanya yang ingin keluar. Sepertinya dia ingin menangis, tapi dia berusaha menahan rasa syok yang diterimanya.


"Siapa..." tanya Lista dengan suara yang bergetar. "Siapa yang bertunangan denganmu? Siapa..."


"kau akan tahu saat waktunya tiba" jawab Shin tidak peduli.


"Eh? Siapa? Tentu saja kelinci kecil!" kali ini mulut Darwin bocor lagi. Dengan semangat dia menunjuk Nana.


Aku benar-benar kaget dengan semua situasi ini. AKu benar-benar tidak memikirkan dampak yang akan aku terima saat bertunangan dengan Shin! Aku hanya memikirkan saat indahnya saja! Aku benar-benar melupakan Lista dan semua gadis lainnya!


Oh! Aku kira aku sudah tamat sekarang!


Aku bahkan belum menyusun strategi untuk menghadapi semua event penyiksaan yang datang dari Lista.


Uhuuuu....aku ingin menangis. Tapi air mata ku tidak keluar....

__ADS_1


__ADS_2