Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Pulau Kirin


__ADS_3

Shin menatap Darwin dengan tatapan tajam, penuh kebencian.


"Aku tidak akan memaafkan mu." kata Shin pelan dan membuat Darwin bergidik ngeri.


Awalnya Darwin hanya ingin bercanda karena ingin menganggu Shin. Tapi dia tidak pernah tahu kalau Shin akan benar-benar tersinggung. Membuat marah singa akan membuat hari-hari nya hancur. tentu saja dia tidak berani melakukan hal itu.


"Hahaha" Darwin tertawa canggung. "Ayo lah kawan. Aku hanya bercanda. Jangan terlalu serius seperti itu" Darwin berkata sambil menepuk bahu Shin.


Shin tidak menjawab apa pun. Tapi aura membunuhnya perlahan mereda.


Darwin menghela napas lega. Lalu dia berbalik bertanya pada Nana.


"Shin merawat mu? Apa yang terjadi?"


"Ah, hanya mabuk laut biasa" jawabku canggung.


"Kau mabuk laut ya? Tapi sepertinya kau baik-baik saja sekarang" selidik Darwin dengan nada sedikit curiga.


"aku sudah minum obat. Jadi sekarang baik-baik saja" kataku yakin. Tapi sebenarnya aku cukup gugup. Darwin ini cukup pintar. Aku takut dia berbohong lalu mulai menceritakan nya pada Shin. Kalau itu terjadi, jiwaku akan lepas.


Untuk menghindari pertanyaan menjebak milik Darwin, aku segera undur diri untuk ke kamarku.


Sebentar lagi kami tiba di tempat liburan, aku perlu bersiap-siap untuk itu.


Satu jam berlalu, aku hanya menghabiskan waktuku dengan berbaring dan bermain game ponsel. Akhirnya, kapal itu berhenti dan kami tiba di pulau tujuan.


Ini pertama kalinya aku liburan di pulau. Biasanya aku hanya melihat hal seperti ini di televisi.


Ternyata semuanya menakjubkan saat kau melihat nya dengan matamu sendiri.


Pulau ini tidak terlalu besar. Pesisir pantainya sangat indah dan terawat. Saat kami masuk lebih dalam, kami akan melihat sebuah vila megah yang dikelilingi pagar besi. Lalu di halaman belakang villa ada taman yang sangat besar, kolam renang, dan kebun binatang. Konsep tamannya tidak seperti biasa, taman itu seperti hutan mini, namun terlihat sangat estetik.


Saat kami memasuki villa, dua orang pelayan tua menyambut kami. Suasana di villa ini sangat tenang dan sejuk. Kau benar-benar menyukainya.


Tapi ada satu kekurangan untuk tempat ini.

__ADS_1


Saat aku melihat ponselku, aku tidak menemukan satu pun sinyal!


Bagaimana bisa aku hidup tanpa internet. Ini sama sekali tidak pernah terbayangkan untukku!


Tinggal beberapa hari tanpa internet, aku harap aku masih bisa hidup.


Shin pun menunjukkan kamar kami. Satu orang mendapatkan satu kamar.


Karena hari ini masih awal, bahkan belum tengah hari, Shin mengizinkan semua orang untuk menikmati waktu mereka. Sebagian besar memilih untuk bermain di pesisir pantai.


Aku sedikit tertarik. Tapi Shin tiba-tiba berkata "Aku ada urusan lain". Seketika aku langsung kehilangan minat. Aku ingin melihat Shin dengan baju renang, cih!


Aku jadi ingin tidur...


"Kelinci kecil, kau mau kemana?" tanya Darwin tiba-tiba.


"Tidur" jawabku lemas. Tadi aku bangun terlalu awal di kapal, dan sekarang aku masih merasa ngantuk. Ditambah aku kehilangan semangat ku sekarang.


Wajah Darwin langsung cemberut. "Hei, kita ada di sini untuk liburan. Bukan untuk tidur. Kalau kau ingin tidur setidaknya kembali ke rumahmu"


"He...aku hanya lelah sekarang" jawabku.


"Eh"


Seketika mataku langsung berbinar. Semua rasa lelah dan kantuk langsung hilang.


"Kami? Apa yang akan kalian lakukan?"


Aku sudah mengerti maksud Darwin. Dia dan Shin akan melakukan sesuatu dan itu adalah memantau pulau. Karena itulah Shin menolak ajakan yang lainnya untuk bermain di pantai. Ini terdengar menyenangkan.


"Kami akan terbang di atas pulau sambil memantau beberapa daerah. Kau tidak akan rugi kelinci kecil, aku yakin kau akan melihat pemandangan yang menakjubkan" jelas Darwin dengan ekspresi meyakinkan.


"Aku ikut" aku merespon langsung tanpa memikirkan apa pun.


Kelihatannya Shin tidak keberatan dengan kehadiran ku juga. Bagus lah.

__ADS_1


Kami bertiga pun menuju ke halaman belakang villa. Siapa yang menduga bahwa ada lapangan yang sangat luas di belakang villa itu. Mengingatkan ku pada landasan yang ada si bandara karena aku melihat tiga buah helikopter mini terparkir di sana.


Aku mengikuti dua orang itu untuk masuk ke dalam salah satu helikopter. Aku juga agak kaget saat melihat Shin duduk di kursi kemudi. Astaga! Dia bisa mengemudikan kanopi pesawat. Bukankah tokoh utama ini terlalu sempurna?


Saat aku sudah bersiap ingin duduk di kursi belakang, Shin tiba-tiba menghentikan ku.


"Berbahaya membiarkan orang ceroboh seperti mu duduk di kursi belakang sendiri" kata Shin dengan ekspresi datar khasnya. "Aku tidak ingin terjadi masalah apa pun" Dia menatap tajam Darwin yang duduk di sebelahnya.


Seakan-akan mereka menggunakan telepati, Darwin mengerti maksudnya.


"Kelinci kecil duduk di sini. Aku akan ke belakang" katanya dengan nada tidak bersemangat.


Aku pun menuruti mereka dan pindah ke kanopi depan, duduk di samping Shin. Duduk di depan lebih menakjubkan karena aku bisa melihat pemandangan dengan lebih jelas.


Ini pertama kalinya aku naik helikopter mini. Walaupun sebelumnya aku pernah naik pesawat. Kurasa suasana yang dirasakan akan berbeda walaupun kedua benda ini sama-sama terbang di udara.


Shin mulai menyalakan mesinnya dan benda itu mulai naik secara perlahan ke atas. Suara baling-baling berbunyi dengan sangat keras membuat jantungku berdegup keras.


Akhirnya helikopter itu secara perlahan terbang di atas pulau. Aku dengan antusias melihat ke arah jendela. Melihat pemandangan di bawah pulau.


Aku membuka mulutku kagum dengan pemandangan di bawah. Ini sensasi yang berbeda saat aku melihat pemandangan daratan menggunakan pesawat. Pemandangan daratan di bawah terlihat lebih jelas karena kami tidak terbang terlalu tinggi.


Kau bisa melihat laut berwarna biru yang sangat kontras. Laut di dekat pesisir pantai berwarna biru muda karena masih dangkal sementara laut lainnya berwarna biru tua. Aku juga melihat bentuk pulau yang sangat indah dan mempunyai beragam warna karena pepohonan dan bunga-bunga.


Em? Tapi kenapa bentuk pulau ini terlihat seperti binatang ya?


Aku juga bisa melihat tanduk di kepala binatang itu dan keempat kakinya. Seakan pulau itu terlihat seperti binatang bertanduk yang sedang melompat.


"Itu berbentuk seperti kirin" sahut Shin tiba-tiba. "Pulau ini memiliki legenda sebelum keluarga kami merombaknya. Dahulu sekali ini adalah pulau kecil dengan hutan yang sangat liar. Beberapa nelayan katanya melihat sebuah binatang mistis seperti rusa dengan tubuh bercahaya. Dari sanalah mitos kirin itu muncul" jelasnya sambil fokus memegang kemudi.


"Apa kau pernah melihat kirin itu sebelumnya?" aku bertanya.


"Tidak" Shin menggeleng pelan. "Tapi ada gosip yang tersebar di antara para pekerja konstruksi. Bahwa salah seorang karyawan melihat seekor rusa terbang di langit"


Aku mengangguk. Sebenarnya aku tidak percaya cerita tentang hewan mistis seperti itu. Tapi, sekarang ini aku juga mengalami kejadian mistis dengan berpindah ke dunia lain. Jadi mau tidak mau aku harus mempercayai nya.

__ADS_1


Jujur saja, tidak memecah kemungkinan bahwa hewan itu benar adanya karena ini dunia komik.


Kalau itu benar, aku ingin melihat nya sekali. Semoga...


__ADS_2