Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Voli Pantai


__ADS_3

Darwin melirik Nana. "Apa kau sangat tertarik dengan mereka? Padahal penampilan mereka berada di tingkat rata-rata" kata Darwin. Dia sadar apa yang dilakukan Nana saat dia melihat sikap Shin. Lagipula dia mengenali kebiasaan aneh Nana.


Aku langsung menoleh "Tidak masalah kalau wajah hanya rata-rata. Mereka masih tetap tampan. Apalagi tubuh mereka sangat bagus. Itu adalah karya seni. Terlebih lagi sekarang mereka sedang berolahraga. Kau tidak bisa membayangkannya. Aku mengambil foto-foto bagus saat mereka melompat, memegang bola dan berlari. Itu semua sangat keren. Semuanya adalah karya seni. Kau tidak tahu apa-apa tentang itu!" aku menjelaskan semua nya dengan antusias sambil melihat pemandangan di depanku dengan mata berbinar.


"Itu hanya sampah!" bentak Shin sambil menggertakan giginya.


"Apa kau suka melihat pria yang sedang bermain voli?" tanya Darwin dengan mengangkat alis nya. Dia mengabaikan semua ocehan sampah Nana.


Aku mengangguk antusias "Tentu saja"


"Oh? Kalau begitu aku akan bermain" Darwin melepas kemeja pantainya dengan keren.


Aku bahkan tidak bisa memalingkan mataku. Ini adalah pertama kalinya aku melihat Darwin bertelanjang dada. Nilainya sempurna. Ada sedikit keinginan menggelitik untuk menyentuh sedikit dada bidang itu. Tapi tentu saja aku tidak berani melakukan nya.


"Aku juga akan bermain" aku tiba-tiba mendengar suara dingin Shin.


Aku mengerjap kaget sambil menatap Shin. Jujur saja aku tidak tahu dia akan tertarik untuk bermain voli pantai secepat ini. Apa semuanya karena Darwin? Karena sahabatnya bermain, dia ingin ikut juga?


Hm... persahabatan yang sangat dalam. Bahkan saat mereka berkonflik karena memperebutkan Rin, pada akhirnya persahabatan mereka juga tidak hancur. Kalau saja tidak ada Rin sebagai tokoh utama wanita di komik itu, genre nya mungkin akan berubah menjadi "boys love". Tentu saja itu tidak buruk sama sekali. Bahkan lebih baik!


Shin juga membuka kemejanya dengan elegan. Penampilannya membuatku hampir mimisan, tapi aku berhasil menahannya.

__ADS_1


Benar-benar penampilan yang sempurna! Walaupun Darwin juga sempurna, entah kenapa penampilan Shin terlihat lebih unggul. Aura Shin yang dingin dan elegan membuatnya menjadi pusat perhatian. Sementara Darwin mempunyai aura ceria yang lebih menyatu dengan lingkungan. Bukan berarti Darwin lebih buruk dari Shin. Tidak ada pengaturan seperti itu.


GULP!


Aku hanya bisa menelan liurku saat melihat semuanya dari dekat. Kalau aku masih memegang kamera mungkin aku akan berhasil mengambil beberapa harta karun! Mengambil foto dari jarak dekat seperti ini akan menghasilkan resolusi yang sangat jernih. Tapi aku tidak bisa melakukan nya. Jadi aku hanya bisa meratapi nasibku yang menyedihkan...


"Aku sangat baik dalam berolahraga" kata Darwin sambil tersenyum bangga. "Aku akan menunjukkan pertunjukan yang bagus untukmu kelunci kecil"


"Omong besar. Kau sama sekali tidak pernah menang sekali pun saat melawanku di pertandingan olahraga" jawab Shin masam.


Darwin mengernyit kan keningnya tidak senang. "aku hanya bermain-main saat itu dan tidak serius sama sekali. Aku akan serius sekarang"


Akhirnya kedua orang itu saling melemparkan tatapan tajam.


Saat mereka berdua menghampiri kelompok lainnya, mereka langsung menjadi pusat perhatian.


Aku bisa melihat bahwa mata para perempuan itu bersinar cerah seperti orang yang jatuh cinta. Sementara mata para pria bersinar kagum.


Akhirnya dua kelompok pun terbentuk. Masing-masing ketuanya adalah Shin dan Darwin. Aku hanya melihat apa yang terjadi di pesisir pantai dari kursi santaiku. Bahkan aku masih tetap berbaring sambil sesekali meminum jus jeruk yang ada di atas meja. Aku ingin menikmati Pertandingan mereka. Kapan lagi aku bisa mendapatkan pemandangan langka seperti ini?


Pertandingan voli itu cukup intens. Aku bisa melihat bahwa skor mereka terus mengejar satu sama lain. Walaupun Tim Shin selalu unggul satu poin. Tim Darwin akan mengejar ketinggalan. Terus menerus seperti itu sampai di akhir pertandingan.

__ADS_1


Aku cukup menikmati pertandingan nya. Tidak ada pemandangan indah seperti ini yang kukenang di dalam enam belas tahun hidupku. Sangat menyegarkan mata melihat para pria tampan itu berlarian dengan keringat di tubuh mereka. Intinya ada aura tertentu yang dikeluarkan oleh para pria saat mereka berolahraga. Sangat memanjakan mata. Aku benar-benar beruntung~


"Nona, apa kau ingin menambah jusnya?" aku bahkan tidak tahu kapan pelayan itu kembali. Dalam sekejap dia muncul di samping ku sambil membawa gelas minuman lainnya. Dia benar-benar seperti hantu. Selalu menghilang dan muncul tiba-tiba.


"Aku ingin satu" kataku.


Pelayan itu memberikan ku gelas baru yang penuh dengan minuman. Lalu dia mengambil gelas kosongku dan menghilang dalam sekejap.


Aku tidak terlalu mempedulikan sikap pelayan yang aneh itu dan kembali menonton pertandingan di depanku. Sekarang sudah mencapai pertandingan ketiga.


Babak pertama dimenangkan oleh Shin dan babak kedua dimenangkan oleh Darwin. Jadi babak ketiga ini adalah penentuan setelah mereka berganti posisi.


Poin mereka 25/24. Tim Shin unggul satu poin. Tapi beberapa menit kemudian, Tim Darwin menyusul. Menjadikan poin di papan skor menjadi 25/25. Sehingga penentuannya berada di pukulan terakhir ini.


Darwin melayangkan pukulan smash miliknya. Bola itu terbang ke daerah lawan. Salah satu pria dari tim Shin mencoba menerima pukulan Darwin. Tapi tiba-tiba bola itu terbang ke arah samping lapangan dengan kecepatan yang luar biasa, bukan ke depan.


"Eh?"


Aku bahkan tidak bisa bereaksi saat bola itu tiba-tiba dengan cepat terbang ke arahku.


BAK!

__ADS_1


Bola itu menghantam kepalaku dengan keras. Aku bahkan tidak melihat prosesnya karena kecepatan bola yang sangat cepat. Rasanya sakit, tapi hanya sesaat sebelum aku dengan perlahan kehilangan kesadaranku.


__ADS_2