Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Hukuman


__ADS_3

Tempat itu sangat gelap. Hanya ada lilin kecil dengan minyak yang digunakan sebagai penerangan. Di dalam tempat yang gelap itu duduk seseorang, dengan posisi diikat di atas kursi. Kalau Nana melihat nya, dia akan mengenalnya. Pria ini adalah pelaku yang sudah berniat membunuhnya.


Setelah kembali dari pulau, Shin membawanya ke ruang introgasi miliknya. Karena pria itu terus memberontak, dia membuat nya pingsan dan membawanya ke tempat ini.


Jujur saja introgasi yang dilakukan Shin akan cukup kejam. Dia bukanlah pria yang polos walaupun masih muda. Dia sudah terjun ke dunia bisnis sejak dia masih muda. Sehingga dia juga mempunyai banyak musuh. Dia selalu menghadapi situasi pembunuhan dan penculikan sejak kecil. Jadi dia cukup terbiasa dengan semua hal itu.


Ini adalah salah satu alasan Shin tidak ingin Nana mengetahui tindakan nya. Gadis itu mungkin akan syok dan bahkan ketakutan. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Lagipula ini bukan introgasi biasa. Ini adalah penyiksaan.


Pria itu melihat Shin dengan tubuh bergetar. Dia sudah sadar sejak beberapa jam yang lalu. Dia ingin berteriak, tapi Shin menyumpal mulutnya dengan kain. Dia juga tidak bisa bergerak karena Shin mengikatnya di atas kursi.


Shin membuka penyumpal mulutnya, dan pria itu berteriak ketakutan. "Apa yang kau lakukan? Kau ingin melakukan hal seperti ini padaku? Aku akan memanggil polisi dan memastikan kau di penjara karena penyiksaan!" dia berteriak. Ketakutannya pada Shin sudah lenyap sejak Shin mulai menjadikannya tahanan kemarin. Dia tidak peduli lagi.


Shin tidak peduli dengan ocehan pria itu. Dengan nada tajam dia bertanya "Kenapa kau melakukannya? Kau bisa dihukum mati karena percobaan pembunuhan" dia mengganti topiknya.


Pria itu melirik ke samping, menghindari tatapan Shin. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan? Aku tidak melakukan apapun! Kalau kau membahayakan nyawaku, aku akan melaporkan kan mu pada polisi!" dia berbalik mengancam Shin.


"Buang" Shin berkata. Dia memberikan instruksi kepada pengawal bertubuh besar di samping nya.


Pria itu tidak mengerti maksud dari perintah Shin, tapi dia mulai berteriak histeris saat pria besar itu mendekatinya. "Jangan melukaiku, Aku sama sekali tidak bersalah! Aku akan melaporkan mu pada polisi!"


Pengawal besar itu tidak peduli. Dia mengambil sebuah tang kecil dan berjongkok di bawah kakinya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya pria itu hampir menangis.

__ADS_1


"Buang satu" Shin memerintahkan lagi dengan wajah dingin.


Pengawal bertubuh besar itu tiba-tiba mencabut salah satu kuku kakinya tanpa aba-aba apapun. Membuat nya berteriak kesakitan. Suara teriakan pun bergema di ruangan yang sunyi itu.


"Jadi kenapa kau melakukan nya?" Shin tidak peduli dengan suara teriakan itu, seakan-akan dia sudah terbiasa.


Pria itu tidak menjawab. Dia masih berteriak kesakitan sambil berusaha melepaskan diri dari ikatan. Air matanya mulai keluar dan bahkan dia buang air di celananya. Untuk seorang anak kaya dan manja, kejadian seperti ini membuatnya benar-benar syok.


Kalau Nana melihat semua penyiksaan ini, dia akan pingsan di tempat. Nana tidak pernah tahu bahwa Shin memiliki sisi kejam seperti ini. Komik itu tidak mendeskripsikan nya sama sekali.


"Buang dua" Shin berkata lagi. Pengawal itu bersiap mencabut kuku lainnya, tapi pria itu langsung berteriak.


"Tunggu! Aku akan memberitahumu!" katanya sambil menangis. "Aku memang mendorong nya ke tebing. Aku benar-benar tidak berharap jalang itu kembali hidup-hidup. Apa dia hantu? Aku benar-benar melihat nya jatuh kebawah. Harusnya dia menjadi mayat!" pria itu berteriak dengan penuh kebencian.


"Kenapa kau melakukan nya? Kenapa kau membencinya?" Shin berusaha menenangkan dirinya untuk tidak memukul pria di depannya Dan bertanya dengan tenang.


"Karena dia begitu mengesalkan! Dia seperti parasit! Dia membuat Lista menjadi sakit. Kalau bukan karena gadis sialan itu, liburan ini tidak akan menjadi seperti ini!" jawabnya tak tahu malu. Awalnya dia membenci Lista karena sudah membuat nya menanggung semua ini. Tapi setelah Shin melakukan hal ini padanya, dia menjadi semakin membenci Nana.


Nana adalah sumber masalahnya. Kalau gadis itu tidak hidup, dia tidak harus menghadapi semua ini. Dia tidak harus berhadapan dengan monster di depannya dan harus merasakan rasa sakit yang hebat.


Mata Shin menyipit. Dia membenci orang di depannya. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Dia hanya memukul pria itu sekali untuk melampiaskan amarahnya. Pria itu tertawa seperti orang gila saat mendapat kan pukulan dari Shin.


"Ayo kembali" Shin menyuruh pengawalnya untuk kembali. Shin tidak akan main hakim sendiri. Dia akan menyerahkan rekaman pengakuan ini kepada polisi. Dia akan memastikan bahwa pria itu dihukum seumur hidup dan tidak akan pernah keluar dari penjara.

__ADS_1


***


Malam harinya, saat aku sibuk bermain game, Shin menghubungi ku.


"Aku sudah menangani nya" suara dingin dari balik telpon itu berkata.


"Eh? Dia benar-benar mengaku?" aku mengerjap tak percaya.


"Ya. Dia akan dipenjara"


Wajahku langsung berubah sangat bersemangat. "Terima kasih Shin. Apa kau tahu siapa yang menyuruhnya?"


Shin menjelaskan bahwa semua itu hanya dendam pribadi. Wajahku berubah kecewa saat mendengar penjelasannya. Bukannya aku tidak percaya, tapi apa benar Lista sama sekali tidak terlibat? Lagipula aku tidak mengenal si pelaku dan dia benar-benar membenciku seperti itu. Kedengarannya masih tidak masuk akal.


Tapi yah sudahlah. Bisa jadi Lista benar-benar tidak terlibat dan aku terlalu berprasangka buruk. Yang penting masalah nya benar-benar selesai sekarang. Dan aku sangat senang saat tahu pria itu akan dipenjara.


"Terima kasih banyak Shin! Kau memang pahlawanku!" aku memuji Shin dengan bahagia.


Tapi aku tidak mendapatkan respon apapun dari pujian itu. Apa dia tidak menyukainya?


Tut!


Shin malah tiba-tiba memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak. Aku melonggo kaget saat dia melakukannya. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tapi dia benar-benar bocah kurang ajar. Untung saja dia tampan, jadi aku akan memaafkannya ~

__ADS_1


__ADS_2