Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Grup Chat


__ADS_3

"Nana tunggu aku" kata Rin. "Aku akan mengrus peminjaman buku dulu" katanya sambil bergegas menuju meja depan perpustakaan.


"Em" Aku melihat Shin dan Darwin yang menghentikan langkah mereka sambil menatapku. Aku tidak peduli dengan tatapan mereka dan berkata "Kalian pulang duluan. Aku harus menunggu supirku"


Shin hanya mengernyitkan kening dan melenggang pergi. Darwin bahkan tidak menoleh dan pergi lebih cepat. Sikap Darwin membuatku agak bingung. Biasanya dia selalu mengatakan salam selamat tinggal. Tapi dia hanya memberiku dengusan dengan wajahnya yang cemberut.


"Ah~ bocah itu pasti sedang marah padaku bukan? Terserahlah~" gumamku tidak peduli. Aku tidak mempersalahkannya. Siapa yang menyuruhnya untuk berkata sesuatu yang aneh pada Rin? Walaupun itu memang kebenaran sih....


Setelah Rin selesai mengurus peminjaman bukunya, kami segera pulang.


Saat sampai di mansionku.


"Selamat tinggal" Rin tersenyum sambil membalikkan sepedanya.


"Sampai jumpa. hati-hati di jalan."


Haa~ akhirnya aku sampai di rumah. Aku langsung menuju ke kamarku untuk mandi dan membersihkan diri. Kali ini aku harus merawat diriku. Aku tidak akan melakukan hal seperti ini lagi. Bahkan Darwin memanggilku zombie dan mengatakan rambutku bau. Aku tidak terima itu humph!


Setelah aku merasa diriku sudah bersih dan wangi. Aku langsung mengeluarkan semua video game ku dan bermain. Setidaknya cukup dua jam saja. Nanti malam aku akan belajar sebentar.


****


Malam harinya, aku sudah duduk diam di meja belajar. Aku menghidupan rekaman yang sudah kurekam, menghapalnya lalu mencatat ulang di buku catatan. Walaupun aku tidak menghapal sleuruh materi. Beberapa materi tersangkut dengan cukup baik di kepalaku. Dan aku merasa bangga. Aku hanya perlu mengulang rekamannya sampai aku mengingatnya dengan sempurna.


Tepat pukul 21.00 malam, TING! TING! TING! TING! Notifikasi di ponselku terus berbunyi secara berurutan. Akhirnya perhatianku terganggu dan aku mengambil ponselku untuk mengecek apa yang terjadi.


Dan tebak! Aku menemukan sebuah grup chat baru dengan nama "Kelompok Belajar"


Aku pun membuka grup chatnya.


"Darwin mengundang Anda dan Shin"


Darwin: Hei, kelinci kau belum tidur kan?


Darwin: P


Darwin: P


Shin: Berhentilah mengetik. Kau membuat keributan!


Darwin: Matikan saja notifikasimu bodoh :p


Shin: Tau diri dan diam


Darwin: Besok kita akan belajar lagi bukan? Aku bosan belajar di perpustakaan. Ayo tentukan tempat lain yang nyaman...


Shin: Tunggu pendapat yang lain dulu


Darwin: Kelinci kecil!!


Aku pun langsung mengetik dan membalas mereka.


Nana: Aku disini. Terserah kalian


Darwin: Ah~ Ketahuan kau sama sekali tidak belajar~ Shin, muridmu sangat nakal~ Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Main game? Nonton?


Nana: Aku sedang belajar saat ini, bodoh!


Darwin: Baiklah ~ Tapi kau pasti berbohong kan~ Jujur saja. Shin tidak akan memakanmu kok.


Aku malas meladeni pria brengsek ini dan mengalihkan topik pembicaraan. Tapi kenapa dia sudah mulai mengejekku lagi? Bukannya dia sedang marah ya?


Nana: Aku akan mengundang Rin


"Anda mengundang Rin"


Rin: Grup apa ini?

__ADS_1


Nana: Grup untuk kelompok belajar kita.


Rin: Ah, begitu~


Darwin: Jadi bagaimana? Mau belajar di tempat lain? Aku bosan dengan perpustakaan ah~


Shin: Kau ingin belajar di tempat seperti apa?


Darwin: Bagaimana kalau cafe atau tempat yang mirip? Kita bisa cari tempat yang menyediakan beberapa game juga. Agar kita tidak bosan saat belajar nanti.


Shin: yang lain?


Nana: Terserah


Rin: Kalian ingin belajar di tempat lain? Kelihatannya aku tidak bisa. Aku hanya bisa belajar di perpustakaan karena harus bekerja. Waktu kosongku cuma hari sabtu dan minggu T.T


Shin: Kami bertiga saja sudah cukup


Rin: Nana T.T


Nana: Bagaimana kalau kita belajar di tempat itu hari sabtu dan minggu saja? Agar semua anggotanya lengkap. Hitung-hitung sebagai liburan juga. Untuk hari biasa kita bisa belajar di perpustakaan.


Darwin: Aku tidak masalah~


Shin: Terserah...


Nana: Rin, kau punya nomor senior Ken. Aku ingin mengundangnya di dalam grup ini juga.


Rin: Tidak punya. Aku juga baru mengenalnya. Kita bisa memintanya besok.


Nana: Ah~ kau benar juga.


Rin: Bye, bye semuanya. Aku harus belajar


Nana: Aku juga.


Waktu terus berlalu dan tidak menyangka bahwa sekarang sudah jam 23.00 malam. Aku sudah mulai mengantuk dan bersiap-siap untuk tidur.


Tapi...TING!TING! notifikasi ponselku berbunyi lagi.


Aku membukanya, dan ternyata chat dari Shin?


Shin: Kau sudah tidur?


Shin: P


Nana: belum. Ada apa? Apa kau rindu padaku?~


Shin: Bagaimana belajarmu? Apa kau memahami semuanya?


Nana: Hm, aku paham. Ada beberapa. Tapi kemajuanku cukup pesat.


Shin: Aku akan mengujinya besok


Nana: Jangan terlalu ketat guru Shin T.T


Shin: Aku takut perkataan Darwin benar. Kau sama sekali tidak belajar.


Nana: Aku belajar. Jangan dengar perkataan orang bodoh itu!


Shin: Baiklah, selamat tidur...


Ah~ Saat Shin mengucapkan "selamat tidur" entah kenapa jantungku sedikit berdetak. Tidak pernah ada pria tampan yang mengatakan hal ini kepadaku. Shin adalah orang pertama. Kalau dipikir-pikir aku bergaul cukup baik dengan tokoh utama ini. Ini benar-benar seperti mimpi.


Aku pun membalasnya.


Nana: Selamat tidur juga

__ADS_1


Shin: Semoga bermimpi indah


Deg! Jantungku berdegup lagi. Shin ah~ kau ingin menggodaku ya? Aku benar-benar senang kalau dia bersikap baik seperti ini. Berarti aku punya kesempatan bukan untuk menarik tokoh utama ke sisiku? Menjadi salah satu harem pria tampan milikku? Membayangkannya saja membuatku berliur. Tapi untuk menwujudkan itu, aku harus bekerja keras. Aku harus terus menggoda pria ini agar rencanaku berhasil.


Nana: Semoga bermimpi indah juga (love)(cium)


Hahaha! Aku merespon dengan baik bukan hehehe. Tapi aku yakin Shin tidak akan membalasnya. Orang itu tahu sifatku. Dia tidak akan meladeniku. Tapi tiba-tiba...


Shin: Bye (love)


APAAA?? Mataku membelalak kaget saat melihat chat Shin. Aku tidak salah lihat bukan? Apa ini? Shin mengirim emot love untukku? Apa otak orang itu mulai rusak? Tapi bukankah berarti dia juga menyukaiku? Aku yakin, aku akan bermimpi indah malam ini, Kyaaa~


***


Kejadian sebenarnya. Saat itu di ruang tamu, Shin sedang sibuk membalas chat Nana. Dia tidak tahu bahwa kakaknya sedang memperhatikannya. Walaupun sang kakak sibuk membaca koran, dia sesekali melirik Shin.


Sang kakak merasa aneh. Adiknya benar-benar aneh. Tidak pernah dia melihat adiknya senyum-senyum sendiri sambil membalas chat. Dia sudah berlangganan dengan wajah datar adiknya. Jadi melihatnya tersenyum seperti itu, membuatnya sedikit bergidik. Siapa yang sedang dihubunginya?


Setelah Shin mengetik "Semoga bermimpi indah", dia langsung meletakkan ponselnya di atas meja. Dan pergi ke dapur untuk minum. Dia melakukan ini karena tidak menyangka kalau Nana akan membalas chat penutupnya itu.


Saat Shin pergi, sang kakak langsung bergegas mengambil ponselnya. Dan kebetulan TING! Sebuah notif masuk. Sang kakak langsung membukanya dan terkejut.


'Siapa Nana ini? Seorang wanita? Mereka sekelas? Dia bahkan tersenyum saat membalas chat gadis ini. Apa ini? Adikku sudah dewasa. Dan dia sedang mengejar seorang gadiss! Ah~ tapi responnya sangat datar. Gadis itu pasti menyukainya juga. Aku bisa tahu dari emot love dan cium yang dikirimnya. Aku tahu tidak ada yang bisa menolak pesona Shin. Tapi sikapnya terlalu datar. Aku akan membantunya. Setidaknya aku bisa membuatnya lebih dekat dengan gadis itu. Bukankah aku kakak yang baik hehehe~"


"Bye (love)"


"kirim"


Saat Shin berbalik ke ruang tamu dengan secangkir air, dia terkejut.


"Apa yang kau lakukan dengan ponselku?"


"Aku membantumu~"


"Apa maksudmu?" kta Shin panik. Dia laangsung meletakkan cangkirnya dan merebut ponsel miliknya dari tangan kakaknya.


Lalu dia menganga kaget melihat ulah kakaknya.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Shin geram.


"Aku hanya membantumu agar lebih dekat dengan gadis itu"


"Sial!" Shin mengumpat. Dia ingin menghapus chatnya tapi Nana sudah membacanya. Jadi dia hanya membalasnya


Shin: Maaf, ini ulah kakakku...


Lalu dia menutup ponselnya.


"Jangan lakukan ini lagi!" kata Shin tidak senang.


"Ayolah~ Jangan marah-marah begitu. Aku hanya berusaha membantumu. Aku bahkan melihatm tersenyum saat membalas chat gadis itu. Apa kau menyukainya?"


"Sama sekali tidak!"


"Jangan bohong ah~ Kau harus memberitahu kakakmu. Aku punya banyak pengalaman. Aku akan membantu agar hubungan kalian lancar. Btw, dia gadis dari keluarga mana? Siapa tahu aku mengunjungi keluarganya saat perjalanan bisnis nanti"


Mata Shin melotot tajam "Bukan urusanmu!"


"Ah~ Aku akan memberitahu ibu~"


"Brengsek! Jangan katakan hal omong kosong!" teriak Shin sambil melempar kakaknya dengan bantal. Setelah itu dia membalikan tubuhnya dan menuju kamarnya.


BAM! Suara kamar tertutup berbunyi keras yang menandakan bahwa si pemilik kamar benar-benar marah.


Sang kakak hanya menatap kamar Shin sambil cemberut. "Aku hanya membantunya dan dia marah? Dasar tidak tahu terima kasih, huh"


"Awas saja kalau kau meminta bantuanku nanti saat sudah terlambat. Aku akan mentertawaimu!"

__ADS_1


__ADS_2