Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Gaun Pertunangan


__ADS_3

Setelah Nana kembali ke rumahnya. Dia langsung melemparkan dirinya ke kasur dan berguling-guling sesaat. Entah mengapa dia merasa sangat senang hari ini. Lalu dia mengambil mengecek buku-buku yang baru saja dibelinya. Dia ingin membacanya.


Tapi ponselnya berdering. Itu bukan panggilan. Dia bisa melihat sebuah notifikasi pesan yang masuk. Dia langsung membaca pesan itu. Itu dari Shin!


"Aku akan menjemputmu besok untuk membeli Gaun pertunangan"


Nana merasa gugup dan di tersenyum aneh saat dia membaca pesan itu.


"Oke" dia membalasnya dengan singkat. Setelah itu dia meletakkan ponselnya dan mulai bersorak seperti orang gila. Dia hanya tidak percaya bahwa dia benar-benar bertunangan dengan seorang pria tampan sekarang! Dia merasa bahwa dia memiliki mimpi yang sangat indah.


keesokan harinya, dia bersiap lebih awal. Dia tidak tahu Shin akan menjemput nya jam berapa. Dia sudah bertanya, tapi Shin tidak menajwab. Tatapannya hanya terpaku pada pesan miliknya yang telah dibaca Shin lima menit yang lalu.


Tak lama kemudian, dia bisa melihat "Shin sedang mengetik..." di layar ponselnya dan dia merasa sangat bersemangat.


"Aku sudah di depan" Shin mengirimnya pesannya.


Secepat kilat, Nana mengambil tas selempang kecilnya dan memasang sepatunya. Lalu dia turun ke lantai satu dan menemukan mobil yang sangat familiar di depan rumahnya.

__ADS_1


Dia dan Shin saling bertatapan lalu dia masuk dan duduk di samping Shin dengan sedikit gugup.


"Kau lebih cepat dari biasanya" kata Shin. Dia sebenarnya menyindir Nana. Dia sama sekali tidak mengerti mengapa para wanita memerlukan waktu lama untuk bersiap. Dan hal itu juga berlaku untuk ibunya.


"Um yah..." Nana menjawab dengan ekspresi cemberut, menggembungkan kedua pipinya.


Shin tersenyum kecil, menurutnya tingkah Nana sangat menggemaskan. Tapi hal itu hanya berlangsung sebentar sebelum dia bersikap tenang kembali.


Mereka berdua tidak berbicara lagi setelah itu. sebelumnya Nana sangat agresif dan selalu bertanya seperti burung beo. Tapi sekarang dia terdiam seperti patung. Semua ini karena Shin sudah menjadi tunangannya. Dan yang tidak pernah dia kira adalah Shin akan menerima status tunangan tanpa komplain apapun. Sehingga dia berpikir pria itu juga menyukainya dan membuat nya menjadi lebih malu.


Mereka akhirnya sampai ke tujuan. Itu adalah toko pakaian yang menjual berbagai jenis gaun untuk acara formal, seperti pesta dan pertunangan. Mereka juga menjual gaun pernikahan tapi di tempat kan di ruang terpisah.


Salah satu pelayan wanita yang cantik, mengawal mereka ke ruang khusus pelanggan VIP. Mereka berdua duduk di sofa panjang yang empuk. Dengan pemandangan ruang ganti dan cermin besar di depan mereka. Lalu tiba-tiba datang dua orang lainnya yang membawakan sebotol minuman dan kue.


Jujur saja, Nana belum pernah ke ruang VIP saat dia berbelanja. Pasal nya dia tidak mengerti bagaimana mendapatkan kartu VIP walaupun dia memiliki uang. Dan dia juga tidak tertarik dengan hal itu. Dia ingin tapi dia tidak ingin mengeluarkan terlalu banyak energi untuk melakukan hal itu.


Shin dengan elegan menuangkan minuman di gelas, lalu memberikan nya kepada Nana. Setelah itu dia menuangkan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Nana memutar bola matanya untuk melihat sekelilingnya. Dia bingung. Ruangan ini mewah. Tapi dimana bajunya? Dia tidak melihat baju apapun.


Setelah itu seorang wanita cantik berkata "Tuan Muda Silahkan" sambil memberikan sebuah buku katalog kepada Shin.


Shin menerimanya dan membuka lembar demi lembar. Sementara Nana sibuk mencuri untuk melihat ke arah katalog itu. Lalu dia melihat ada berbagai design pakaian di katalog itu.


Shin berpikir sebentar lalu dia bertanya pada Nana. "Kau ingin yang mana?" sambil memberikan katalog itu.


Nana melihat semua gaun yang ada di dalam katalog dengan mata berbinar. Mereka semua sangat cantik! Dia ingin semuanya! Tapi dia tidak mungkin mengatakan hal itu karena dia cukup tahu diri.


"Kau pilih yang mana?" Nana balik bertanya dan dia mulai membuka bagian katalog pakaian pria.


Shin menujuk satu tuxedo formal di halaman pertama.


"Oh?" Nana menaikkan alisnya. Tuxedo itu cukup keren dengan perpaduan warna hitam dan putih.


Nana mulai berpikir dia ingin memakai gaun putih. Tapi dia akan terlihat seperti pengantin kalau memakainya. Walaupun itu gaun normal untuk acara pertunangan. Sampai dia menemukan sebuah kaun dengan warna yang cocok untuk tuxedo Shin. Gaun berwarna pink muda dengan motif bangau berwarna putih transparan. Baju itu memiliki lengan pendek dengan kain transparan. Dan terlihat sangat cantik. Dia memilih gaun itu.

__ADS_1


Setelah dua orang itu selesai memilih, Shin mulai memberitahu wanita cantik itu tentang pakaian yang mereka pilih. Lalu wanita itu menyuruh mereka untuk menunggu sebentar sampai pakaian mereka diantarkan.


__ADS_2