Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Liburan Rin


__ADS_3

Rin tidak bisa menghabiskan waktu liburan nya seperti siswa lainnya. Sebenarnya dia ingin menghabiskan waktu liburannya dengan Nana. Tapi dia tidak bisa melakukannya karena dia perlu bertahan hidup.


Penyakit neneknya semakin parah sekarang. Setiap hari dia perlu bolak-balik rumah sakit untuk perawatan neneknya, sehingga dia menghabiskan uang lebih banyak untuk itu.


Jadi Rin berniat untuk memanfaatkan waktu liburan ini dengan bekerja. Biasanya dia hanya bekerja setengah hari karena paginya dia harus bersekolah. Sekarang dia memutuskan untuk bekerja seharian dengan mengambil dua jenis pekerjaan yang berbeda. Mungkin hal ini akan membuat nya merasa lelah. Tapi dia menikmatinya. Lagipula kepentingan neneknya adalah yang utama. Dia bisa menyingkirkan keinginan nya dan lebih memprioritaskan kepentingan neneknya.


Sebelum liburan dimulai, Rin sudah mencari beberapa lowongan pekerjaan sementara. Dan dia menemukan nya. Itu adalah lowongan sebagai pelayan di sebuah restauran. Bayarannya juga lumayan dan waktu kerjanya tidak bentrok dengan pekerjaan keduanya. Jadi Rin memutuskan untuk melamar dan dia diterima.


Hari ini adalah hari pertamanya untuk bekerja. Restauran ini ternyata cukup mewah. Saat itu dia langsung diterima saat mengirim kan berkas lewat email. Mereka bahkan tidak melakukan interview padanya. Sehingga dia tidak pernah datang secara langsung ke tempat kerjanya. Jadi saat dia datang, dia sedikit kagum dengan kemewahannya.


Dia memulai pekerjaannya dengan baik di hari pertama. Dia sangat senang. Semua rekan kerjanya juga baik padanya, jadi dia merasa nyaman bekerja disini. Rin sedikit menyayangkan bahwa dia hanya bekerja di tempat ini selama liburan. Dia akan berhenti bekerja setelah liburan berakhir karena dia harus sekolah.


Setelah pekerjaannya selesai, dia bertemu kejadian yang tidak terduga saat dia meninggalkan ruang ganti.


"Senior?" Rin tiba-tiba melihat Ken disana. Saat itu Ken sedang berjalan berdampingan dengan manager restauran.


Ken menyadari bahwa Rin memanggil nya. Dia berkedip polos "Halo"


Rin mendesah lega setelah mendengar jawaban Ken. Dia mengira Ken sedang sibuk karena dia sedang bersama manager restauran sekarang.


"Sedang apa senior disini?" Rin bertanya dengan sopan.


"Aku ingin melamar pekerjaan" Ken menjawab.


Manager di sebelahnya langsung tersentak saat mendengar jawaban Ken. Karena hal itu adalah murni kebohongan! Ken adalah pemilik restauran ini. Dia datang ke sini karena kunjungan rutin. Karena itulah sang manager harus menemani nya mengelilingi seluruh restauran. Tapi tiba-tiba tuannya berkata bahwa dia ingin melamar pekerjaan. Tentu saja dia kaget!


Rin juga tersentak kaget. Dia tidak menyangka bahwa pria itu akan melamar pekerjaan di tempat seperti ini. Jujur saja Rin meragukan identitas Ken. Bagi Rin tidak mungkin pria seperti Ken akan bekerja di tempat seperti ini.


Rin mengernyitkan keningnya tidak yakin. "Sungguh?"


"Tentu saja" jawab Ken langsung. "Aku akan mulai bekerja besok. Mohon kerjasamanya senior" kata Ken dengan nada menggoda, membuat Rin merasa malu.

__ADS_1


Rin baru saja bekerja hari ini. Dipanggil dengan gelar "senior" itu benar-benar membuatnya malu.


Rin berbicara sebentar dengan Ken, sebelum akhirnya pamit untuk pulang. Sementara Ken masih di restauran dan berbicara dengan sang manager.


"Tuan, apa maksudmu..." kata Manager itu sambil melihat Ken dengan tatapan bingung.


"Aku akan mulai bekerja besok" kata Ken dengan senyum percaya diri.


Wajah manager itu berkedut saat mendengar jawabannya. Dia bisa menyimpulkan bahwa tuan mudanya ingin bermain-main karena mengejar seorang wanita.


"Tapi tetap saja, menjadi seorang pelayan seperti itu..."


"Cukup!" Ken memotong omongan sang manager. "Aku akan pergi. Jangan lupa siapkan seragam untuk ku besok" Dia langsung meninggalkan restauran itu sambil tersenyum kecil.


Manager itu hanya bisa mematung sambil menghela napas pasrah. Dari lubuk hatinya dia berharap, Tuan Mudanya tidak akan mengacaukan restaurannya. Lagipula apa yang diharapkan dari seorang bocah kaya yang tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah? Lalu menjadi pelayan? Dia takut bocah kaya itu merusak beberapa barang di restauran nya secara tidak sengaja.


Keesokan harinya, saat Rin tiba di tempat kerjanya, dia bisa melihat Ken tersenyum padanya.


"Halo, senior" Ken melambaikan tangannya sambil tersenyum kecil. Dia bahkan sudah berseragam rapi. Rin cukup kaget dengan semangat besar Ken. Apa dia begitu antusias menjadi seorang pelayan?


Ken tertawa. "Aku minta maaf. Aku hanya ingin menggodamu" katanya jujur. "Reaksimu sangat lucu, aku ketagihan melihat nya"


Deg!


Wajah Rin memerah. Apa Ken benar-benar sedang menggodanya saat ini? Apa-apaan!


Rin mengabaikan Ken sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah. Dia langsung menuju ke ruang ganti dengan cepat dan meninggalkan Ken di belakang.


Rin tidak mengerti. Dia memang dekat dengan Ken akhir-akhir ini. Mereka bahkan bertukar pesan setiap hari. Tapi apa mereka memang sedekat itu? Tapi dadanya berdebar saat dia melihat wajahnya. Bahkan wajahnya memerah malu.


Rin tidak mau mengakui perasaannya sendiri bahwa dia tertarik dengan Ken. Dia terlalu memandang rendah dirinya. Bagaimana bisa gadis seperti nya berharap terlalu jauh terhadap orang seperti Ken? Lagipula mereka hidup di dunia yang berbeda. Walaupun Rin tidak yakin dengan identitas Ken sekarang.

__ADS_1


Setelah mengganti pakaiannya menjadi seragam, Rin segera memulai pekerjaannya m Walaupun dia selalu bertemu pandang dengan Ken, Rin berusaha mengacuhkan nya. Dia tidak tahu kenapa dia melakukan hal seperti itu.


Tapi Ken mengabaikan sikap acuhnya. Dia selalu mendekati Rin dan membantunya. Rin tidak bisa menolaknya karena mereka sedang bekerja sekarang. Lagipula dengan bantuan Ken, semua pekerjaannya menjadi lebih ringan. Tanpa dia sadari, dia mulai nyaman dengan keberadaan Ken.


Pekerjaan mereka pun selesai. Rin mendesah lega.


"Akhirnya selesai juga" kata Ken sambil mengusap keningnya yang berkeringat.


Rin sedikit terpesona tapi dia langsung mengalihkan pandangannya.


"Bisakah kita pulang bersama?" ajak Ken tiba-tiba dengan senyum polosnya.


Rin merasa canggung. "Itu akan merepotkan..." katanya lirih.


"Tidak sama sekali" Ken menjawab dengan tegas. Dia menatap Rin sungguh-sungguh. "Lagipula tidak aman bagi wanita untuk pulang sendirian di malam hari"


Perkataan Ken menyadarkan Rin. Akhirnya dia mengangguk setuju dengan wajah tidak nyaman.


Sang Manager melihat interaksi keduanya dari kegelapan. Dia menghela napas lega saat tahu bahwa Tuan Mudanya bekerja dengan baik. Tidak ada barang yang rusak. Dia tidak akan meremehkan tuan mudanya lagi. pria itu memang berbakat. Selain pintar dan jenius, dia bahkan punya bakat bersih-bersih.


Ken mengantarkan Rin pulang. Selama perjalanan pulang Ken berusaha membuat gadis itu nyaman. Dan itu berhasil. Mereka berbicara tentang beberapa pengetahuan umum. Mereka berdua sangat menyukai ilmu pengetahuan sehingga pembicaraan keduanya sangat cocok.


"Terima kash senior" kata Rin sungguh-sungguh. Hari ini Ken sudah bnayak membantunya.


"Sama-sama" Ken berbalik masuk ke mobilnya sebelum akhirnya pergi menjauh.


Rin merasa sangat senang. Dia menyukai interaksi mereka. Senior Ken sama sekali bukan pria yang buruk. Dan terlebih lagi dia tidak punya aura 'aku adalah orang kaya' yang membuat orang-orang biasa seperti nya menjauhinya.


Bahkan sebelum tidur, Ken mengirim pesan padanya.


"Selamat tidur. Sampai jumpa besok"

__ADS_1


Refleks, Rin tersenyum indah saat dia menerima pesan itu. Dia langsung membalasnya. "Selamat tidur."


Rin berpikir liburannya juga tidak buruk. Walaupun dia harus bekerja sepanjang Liburan, dia menyukainya.


__ADS_2