
Dengan kecepatan cahaya berita pertunanganku tersebar cepat ke seluruh kelas. Dan semua murid mulai menatap ke arahku. Aku tidak bisa membalas tatapan mereka dan menundukkan kepalaku dalam diam.
Walaupun aku mematung, otakku saat ini bekerja keras. Bagaimana aku harus menghadapi semua ini? Maksudku menghadapi semua kekacauan yang akan ditimbulkan oleh tokoh antagonis.
Sebenarnya aku tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Dan harusnya aku siap menerima risikonya. Tapi setelah mengingat kembali komik yang kubaca. Bagaimana Lista merencakan semua rencana jahat pada Rin. Tapi Rin selalu dilindungi oleh ke empat pangeran miliknya. Memikirkan aku akan mengalami semuanya sendiri sedikit membuatku merinding.
Aku sama sekali tidak memiliki pangeran di tempat ini.
Jangan berharap pada tokoh utama.
Shin bertunangan denganku karena desakan ibunya. Darwin yang selalu mengejek dan mencari gara-gara. Mungkin bocah nakal itu akan tertawa senang saat melihatku tertimpa musibah. Aku juga sudah bermusuhan dengan Feno. Aku tidak terlalu akrab dengan senior Ken. Lebih parahnya lagi, aku sama sekali tidak akrab dengan pria manapun di dunia ini. Karena selalu dihantui para tokoh utama, aku tidak sempat bergaul dengan orang lain. Aku juga tidak bisa berharap pada kakakku yang dingin seperti es. Aku hanya punya Rin yang baik seperti malaikat hiks...
Aku juga bisa merasakan hawa membunuh yang sangat kuat. Aku sudah tahu asalnya. Aku menoleh dan melihat sumber hawa membunuh itu. Lista menatapku dengan tatapan menyeramkan. Aku tahu dia sangat membenciku sekarang.
Ehm, tapi kalau dipikirkan lagi, aku sama sekali tidak bersalah disini oke. Shin sama sekali tidak menjadi pasangannya alias single. Jadi aku tidak merebut siapa pun.
Lista ini hanya terlalu buta dengan rasa sukanya. Tapi aku tidak bisa menyalahkannya. Dia sudah menyukai Shin sejak mereka masih kecil. Hanya saja Shin benar-benar tidak memiliki perasaan apa pun padanya dan hanya menganggapnya sahabat sama seperti Darwin.
Intinya, aku hanya harus berhati-hati. Aku tidak bisa menebak apa yang Lista rencanakan sekarang karena cerita utama sudah berubah. Aku hanya ingat bahwa Lista akan merundung Rin di chapter awal. Tapi saat itu Rin bahkan belum mengkonfirmasi hubungannya dengan Shin karena dia dekat dengan banyak sekali pria tampan. Lista akan merencakan hal berbahaya saat dia tahu Shin benar-benar menyukai Rin.
Jadi aku menduga, berita pertunangan ini terlalu besar untuk Lista. Dia mungkin akan merencanakan hal berbahaya dari pada merundungku.
Kelas menjadi sunyi selama beberapa menit.
Sampai akhirnya Lista membuka mulutnya. "Ini tidak mungkin! Bagaimana ini bisa terjadi? Bahkan bibi sama sekali tidak dekat dengan keluarganya!" Lista tetap memberikan penolakan.
"Kau tidak percaya padaku? He..bibi menyukai kelinci kecil pada pandangan pertama dan memutuskan dia untuk menjadi tunagan Shin. Bahkan keluarga mereka sudah bertemu" kata Darwin percaya diri.
Omong kosong dari mana itu! Sejak kapan ibu Shin menyukaiku? Itu terjadi karena salah paham. Tapi aku bahkan tidak mengerti alasan sebenarnya kenapa kami bertunangan. Walaupun Shin didesak oleh ibunya, kenapa dia tidak menolak? Kenapa ibunya langsung mencalonkanku sebagai tunangan Shin? Padahal aku hanya mengunjungi rumah Shin sekali saja! Ini masih membingungkan untukku.
Apakah Shin menyukaiku? Karena itulah dia tidak menolak pertunangan.
__ADS_1
Apakah Ibu Shin juga menyukaiku?
Tapi aku langsung menggelengkan kepalaku untuk membuyarkan imajinasi itu. Jangan berpikir berlebihan dan menganggap dirimu terlalu penting. Karena saat kau tahu kebenarannya tidak seindah yang kau pikirkan, kau akan jatuh dengan menyakitkan. Lagipula dunia ini tidak nyata. Aku hanya harus bersenang-senang di dunia ini. Itu tujuan utamaku.
"Benarkan Shin?" sambung Darwin sambil menatap Shin.
Shin menyipitkan matanya. "Aku tidak tahu tentang omong kosong lainnya. Tapi memang benar gadis itu tunanganku"
Persetujuan Shin membuat Lista membeku dan tidak bisa membuka mulutnya.
Shin menatap Darwin "Jangan bicara omong kosong lagi" Lalu dia menatap seluruh kelas. "Aku akan mengumumkannya pada kalian semua saat pestanya sudah siap" Lalu dia duduk dengan elegan sambil menompang dagu dengan tangannya.
kelas menjadi sunyi. Bahkan kami bisa mendengar suara desahan angin yang keluar dari mesin AC di samping dinding.
BRAK! Sampai akhirnya pintu kelas terbuka dan guru mulai masuk.
Sang guru masuk ke dalam kelas dengan wajah bingung. Dia mengira dia perlu menenangkan anak-anak nakal ini seperti biasa. Karena kelas ini umumnya sangat ribut. Tapi saat dia masuk, tidak ada satu suara pun. Semua murid itu terdiam. Ini benar-benar kejadian yang langka.
"Bagus" gumam sang guru sambil menganggukkan kepalanya. Kelihatannya para anak-anak nakal ini sudah merenungkan kesalahan mereka dan bersikap baik.
Dan kelas pun dimulai.
****
Setelah beberapa jam, kelas pun berakhir dan jam istirahat pun tiba.
Semua murid bertingkat seperti biasanya, bahkan Lista. Dia dan teman-temannya langsung melangkah keluar kelas menuju kantin.
Padahal aku sudah mempersiapkan diriku untuk dirundung dengan tetap berada di dekat Rin. Agar Rin bisa menjadi saksi mata dan mencari pertolongan. Tapi hal itu terjadi.
Haa~ aku menghela napas lega. Sepertinya semua akan baik-baik saja untuk saat ini.
__ADS_1
Semua murid meninggalkan kelas untuk beristirahat, termasuk Darwin dan Shin. Hanya aku dan Rin yang masih tersisa di kelas.
"Kenapa wajahmu pucat? Aku juga bisa melihat kantung mata. Kau pasti begadang lagi Nana" kata Rin mengomentari.
"Ya..." jawabku lemas sambil membaringkan kepalaku di meja.
"Jangan memaksakan dirimu. Kalau sakit bisa gawat. Apalagi minggu depan kita ujian" kata Rin.
Aku hanya mengangguk pelan.
Aku melihat Rin. Gadis itu sibuk memainkan ponselnya saat dia berbicara padaku. Sepertinya dia sedang chatting dengan orang lain.
"Siapa itu?" tanyaku penasaran sambil menjulurkan kepalaku untuk mengintip.
Rin langsung menarik ponselnya dan menyembunyikan. "Bukan siapa-siapa" dia langsung menyangkal dengan gugup dan wajahnya memerah. Ciri-ciri ini seperti gadis yang sedang jatuh cinta.
Eh? Rin tidak pandai berbohong. Jadi aku tahu dia sedang berbohong saat ini. "Kenapa wajahmu memerah? Apa itu seorang pria? Pacarmu?" tanyaku langsung.
"Bu...Bukan!" dia langsung menyangkal sambil berteriak. Membuatku sedikit kaget.
Melihat Nana kaget sambil menutup telingannya, Rin langsung merasa bersalah. "Maafkan aku....Tapi...itu bukan seperti yang kau duga..." katanya gagap.
"Baiklah..." aku menyerah. Aku tidak akan memaksanya. Tapi sepertinya Rin menyukai seseorang? Siapa? Dan yang pasti itu bukan Shin atau Darwin. Tapi aku tidak ingat Rin dekat tokoh utama lainnya. Tapi bisa jadi itu Ken atau Feno bukan?
Baiklah, aku tidak akan terlalu memikirkannya. Bisa jadi dugaanku salah dan Rin tidak sedang jatuh cinta.
Jam istirahat ini kuhabiskan untuk tidur siang. Bahkan aku meminta Rin untuk membangunkanku saat bel masuk.
Kegiatanku di sekolah berlangsung seperti biasanya. Aku sepertinya berlebihan. Tidak ada event buruk yang terjadi. Bahkan aku melihat Lista juga bersikap biasa. Aku tidak merasakan hawa membunuh darinya lagi.
Yah...memang berlangsung seperti biasanya. Sampai akhirnya bel pulang berbunyi. Dan sampai akhirnya aku tahu bahwa semua orang di sekelilingku menatapku dengan tatapan aneh. Sampai aku tahu bahwa berita pertunanganku dengan Shin sudah tersebar di seluruh sekolah bahkan para guru....
__ADS_1