
Mereka semua bermain di pantai sampai tengah hari. Walaupun kegiatan surfing sudah selesai, beberapa dari mereka tetap bermain pasir atau air di sekitar pesisir pantai, serta ada juga yang bersantai sambil menikmati pemandangan.
Aku memilih untuk menikmati pandangan sambil menikmati jus buah dingin. Sebelum nya aku gagal karena bola voli bodoh itu memukul kepalaku. Jadi hari ini aku ingin menikmatinya.
Aku bahkan tidak menyangka, bahwa aku berhasil mengajak Shin untuk duduk di sampingku. Dan aku juga tidak menyangka bahwa Darwin akan datang dan bergabung dengan kami.
Dikelilingi pria tampan di sisk kiri dan kanan membuatku merasa sangat bahagia. aku benar-benar beruntung.
"Nana, minumanmu~" kata Darwin sambil mengisi ulang jus buahku. Aku tidak tahu mengapa dia mengambil inisiatif untum melakukan itu.
Aku sempat curiga bahwa dia menaruh sesuatu yang aneh di dalam minuman ku. Hanya untuk mengerjaiku.
Seakan-akan mengerti pikiran Nana, Wajah Darwin berubah sedih. "Kau tidak percaya padaku? Aku tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan mu..." dia berkata lirih.
Aku langsung menarik gelas kaca itu dari tangannya. Dan meminum nya. "Aku tidak bilang apapun. Kenapa kau over thinking seperti itu" aku mengeluh dengan wajah canggung. Jujur saja aku merasa bersalah karena berpikiran buruk tentang sikapnya. Tapi ini bukan salahku. Siapa yang menyuruh pria itu untuk terus mengerjaiku. Sehingga rasa percayaku padanya secara perlahan menghilang.
Mata Shin menyipit saat dia melihat sikap Darwin. Tapi dia tidak melakukan apapun dan hanya menatap interaksi dua orang itu dengan acuh.
Nana juga tidak memperhatikan perubahan ekspresi Shin, jadi dia tidak terlalu peduli. Dia menikmati meminum jus buahnya sambil bersantai di bawah sinar matahari.
"Akhirnya aku bisa menikmati bagaimana rasanya liburan~" gumamku bahagia.
"Apa kau tidak pernah pergi liburan ke pantai?" Darwin mengernyitkan kening.
Aku merespon dengan menggeleng cepat. "Tidak."
"Tapi aku mendengar dari ibumu bahwa kalian sekeluarga pernah liburan ke pantai" sambung Shin bingung.
"Eh?"
Aku langsung membeku. Aku lupa bahwa aku berada di tubuh orang lain saat ini. Bukan diriku yang sebenarnya. Dan aku pindah ke tempat ini, saat Nana sudah sebesar ini, aku tidak tahu apa yang dilakukan nya waktu itu.
"Aku mungkin melupakannya hahaa
__ADS_1
ha..." kataku canggung sambil menggaruk kepala ku.
"Aku akan masuk lebih dulu" kataku cepat. Aku tidak tahu apa yang salah denganku. Tapi aku merasa tidak nyaman dan jantungku berdebar ketakutan. Seakan-akan aku mencuri sesuatu diam-diam dan hal itu ketahuan oleh orang lain.
"Jangan ketiduran. Akan ada BBQ juga nanti malam" kata Darwin sambil melambaikan tangannya. Sementara Shin hanya melihatnya dengan ekspresi datar dan membuat Nana kembali merasa tidak nyaman.
Perkataan Shin membuat ku sadar bahwa aku bukanlah Nana yang sebenarnya. Aku masih tidak mengerti kenapa aku bisa ada disini. Lalu kemana jiwa Nana yang asli? Apakah menghilang? Atau bisa saja kembali suatu saat nanti. Saat Nana yang asli kembali, aku akan kembali ke dunia asliku bukan? Bisa jadi juga semua yang aku alami ini hanya mimpi. Mimpi yang sangat panjang.
"Aku benar-benar tidak tahu" aku melihat langit sambil mengernyitkan keningku. Aku bahkan mulai ragu yang kualami ini adalah hal nyata.
***
Waktu berlalu dengan cepat. Aku tidak bisa tidur siang dan menghabiskan waktuku untuk berpikir hal-hal yang tidak penting. Aku bahkan tidak sadar bahwa waktu berlalu dengan sangat cepat.
Tapi aku sadar bahwa ada daging BBQ malam ini. Jadi akj harus bersiap-siap untuk ke bawah dan makan malam.
Aku pun cepat-cepat mandi. Saat aku selesai berpakaian, langit sudah gelap dan sudah pukil setengah tujuh malam. Waktu benar-benar berlalu begitu cepat.
"Kelinci kecil, sini" Darwin melambai ke arahku. Dan aku melihat kursi kosong di sampingnya. Lalu aku juga melihat Shin dan Lista di posisi samping. Ini adalah posisi duduk yang sama seperti sebelumnya dan sama sekali tidak berubah.
Aku duduk dengan santai dan mengambil daging bagianku untuk dimasak.
"Aku akan membantumu" kata Darwin sambil meletakkan potongan-potongan daging itu di atas pemanggang. Aku tidak menolak.
Aku mengira dia akan menyuapiku lagi. Tapi dia hanya membantuku memasak daging, lalu meletakkannya kembali satu per satu ke piringku.
Darwin sadar bahwa Nana menatapnya dengan intens. "Ada apa?" dia mengerjap polos.
Aku langsung tersadar. "Tidak apa-apa" aku menggeleng cepat.
"Dia hanya ingin kau menyuapi nya" Aku tidak tahu darimana suara ini berasal, tapi ini menyebalkan. Aku bahkan hampir tersedak karena pernyataan itu. Lalu aku melihat sumbernya, dan itu adalah teman wanita Lista -yang bahkan namanya tidak kuingat.
Gara-gara perkataannya, semua orang menghentikan kegiatan makan mereka dan menatap ke arahku. Aku menunduk malu karena menjadi pusat perhatian perkataan yang memalukan itu.
__ADS_1
Shin menatap kejadian di depannya tanpa mengedip kan matanya sedikit pun.
"Oh? Apa kau ingin aku menyuapimu?" Darwin bertanya dengan nada mengejek sambil memainkan alisnya.
"Tidak perlu" aku melotot sambil memasukan daging panggang itu ke dalam mulutku.
Darwin hanya tersenyum, sebelum dia kembali fokus pada makanannya.
Aku melanjutkan makan ku dengan wajah cemberut. Walaupun dagingnya enak, suasana hatiku sedang tidak enak.
Tapi semuanya hanya terjadi beberapa detik, sebelum Nana kembali menikmati daging panggang di atas piring nya.
Melihat aura berbunga-bunga Nana saat makan, mata Shin hanya menyipit. Kemudian, dia berdiri dari kursinya. Nana tidak memperhatikan apa yang dilakukan oleh pria itu. Sampai akhirnya Shin kembali sambil menyodorkan segelas minuman padanya.
"Ini"
"em?" aku menatap gelas minuman itu dengan linglung. Kenapa orang ini tiba-tiba berinisiatif mengambilkanku minum? Apa alasannya?
"Kau tidak mau?"
Aku dengan cepat mengambil gelas itu dan meminumnya. "Puah! Terima kasih"
"..."
Shin tidak mengatakan apapun dan kembali fokus memakan makanannya.
Satu jam berlalu, makan malam pun selesai. Seharusnya semua orang akan kembali untuk berisitirahat di kamar mereka masing-masing. Tapi Darwin tiba-tiba mengatakan sesuatu yang mengejutkan, dan membuat semua orang membeku di tempat.
"Bukankah membosankan kalau kita menghabiskan malam seperti ini? Ayo kita lakukan uji keberanian di tempat ini!" kata Darwin bersemangat.
Uhuk!
Aku hampir memuntahkan daging dalam perutku. Lalu aku menatap Darwin dengan wajah pucat. Dari semua hal yang tidak kuinginkan adalah melakukan uji keberanian tengah malam! Hantu adalah sesuatu yang paling tidak ingin kutemui dari mahluk gaib lainnya!
__ADS_1