
Cerita Sebelumnya:
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Rin memberanikan dirinya bertanya saat mereka sudah dalam perjalanan pulang. Dia merasa gadis di belakangnya memperkencang dekapan pada pinggangnya sehingga dia sedikit tidak nyaman. "Ayolah..." kata Rin berusaha membujuk sahabatnya itu.
Nana tetap pulang dan pergi dengan sepeda sederhana Rin walaupun orang tua dan kakaknya sudah kembali. Dia lebih nyaman seperti ini daripada harus menyewa supir. Lagipula tanpa Nana sadari dia mulai nyaman bergaul dengan para tokoh utama di dalam komik ini. Dan merasa kosong apabila tidak bertemu dengan mereka.
"Hanya masalah sepele" jawabku ambigu.
"Apa itu?"
"Pertunangan...."
SREK! Rin langsung menghentikan sepedanya tiba-tiba. Lalu dia menoleh ke belakang untuk melihat sahabatnya itu. "Kau bilang itu sepele? Bagaimana bisa kau bisa bertunangan seperti itu? Dengan siapa?"
Aku menunduk malu sambil menggaruk kepalaku. Tapi pada akhirnya aku menceritakan semuanya pada Rin. Aku menceritakan dari awal sampai akhir. Dari datang berkunjung untuk belajar dan tiba-tiba pulang membawa kabar pertunangan karena kesalahpahaman. Aku juga cerita bahwa aku belum menceritakan semua ini pada orang tuaku. Lalu Shin dan keluarganya akan datang hari ini untuk meminta pertunangan.
"kalau kau tidak menyukainya kau bisa menolaknya!" kata Rin tegas.
Aku menggeleng "Aku menyukainya" Siapa juga yang mau melepaskan kesempatan emas untuk mendapatkan pangeran. Aku tidak bodoh. "Tapi aku takut konsekuensinya...." Aku benar-benar takut menghadapi dampak yang terjadi.
"Dampak apa?"
Dasar mulut bodoh! Aku baru sadar, aku benar-benar sudah terlalu jauh kali ini. Tidak mungkin aku bilang dampak kemungkinan dia bersama Shin lebih tinggi bukan, sehingga aku akan ditelantarkan di masa depan.
"Em...ada banyak dampak yang mungkin terjadi. Aku tidak tahu. Tapi kau tahu Shin itu populer bukan? Aku takut jadi sasaran kebencian...."
"Cih! Kenapa pemuda tidak bermoral sepertinya bisa populer. Aku yakin otak para anak perempuan itu rusak!" ejek Rin. "Nana, kau juga tidak boleh seperti mereka oke? Jangan terpesona dengan pria seperti itu! Dia sama sekali tidak baik. Aku yakin kau akan diabaikan seumur hidup kalau dekat dengannya. Lihat saja sikap dinginnya itu"
DEG! Pernyataan Rin menyentuh ketakutan besar dalam diriku. Itu memang benar! Shin menerima pertunangan karena desakan ibunya. Kalau pun aku berhasil bertahan dari semua dampak yang terjadi dan menikah dengan Shin, walaupun ini hanya khayalan. Aku akan menjadi istri yang terabaikan! Dia selalu acuh tak acuh padaku!
Aku memang menyukai Shin. Tapi aku belum mempertimbangkan untuk bersama terus dengannya kalau sikapnya padaku belum berubah. Atau kalau dia sama sekali tidak menyukaiku.
__ADS_1
"Itu bukan berarti aku akan menikah dengan Shin. Pertunangan itu masih bisa dibatalkan." kataku pasrah.
Rin menghela napas. "Jangan menyiksa dirimu sendiri oke? Kalau kau tidak menyukainya, tolak saja!"
Aku mengangguk.
Setelah menceritakan semuanya pada Rin, entah kenapa aku merasa lebih lega. Jadi memang ini fungsinya sahabat haa~ Saat sampai di rumah nanti aku harus segera memberitahu ayah dan ibuku. Aku juga tidak tahu kapan keluarga Shin datang ke rumahku. Memikirkan itu membuat jantungku berdegup kencang karena gugup.
Sesampainya di rumah pikiranku tidak bisa tenang. Jantungku terus berdegup karena gugup. Aku benar-benar berharap keluargaku tidak ada di rumah dan pergi untuk urusan bisnis. Tapi itu tidak terjadi. Aku melihat ayah dan ibuku bersantai di ruang tamu. Hanya kakakku yang tidak terlihat, mungkin dia sedang lembur karena pria gila kerja.
Aku langsung menuju kamarku untuk bersembunyi. Aku sama sekali tidak berani menceritakan semuanya kepada orang tuaku. Siapa sangka saat aku menuju kamar dan menyentuh tempat tidur, aku langsung tertidur pulas. Aku cukup kelelahan dan ini bukan keinginanku, kau tahu?
***
TOK! TOK! TOK!
tiba-tiba aku mendengar seseorang mengetuk pintu kamarku dengan keras.
"Ah!" aku langsung bangkit dengan wajah ketakutan. Aku langsung membuka pintu dengan cepat.
Saat pintunya kubuka, aku melihat ibuku berdiri dengan wajah serius di depan kamar. "kenapa kamarmu kau kunci? Dan apa-apaan ini!" katanya marah sambil menunjuk seragamku. "kau sama sekali belum ganti baju dan membersihkan diri?"
Ah! Aku lupa! Aku benar-benar kelelahan dan langsung tertidur pulas tanpa sempat membersihkan diri.
"Aku tadi kelelahan..."
"Cepat mandi, pakai baju yang rapi dan segera turun ke bawah. Kuberi waktu lima belas menit." tuntut Ny. Fent. Ny fent langsung turun ke lantai dasar meninggalkan Nana yang membisu.
Jangan-jangan Shin dan keluarganya sudah datang?
OMG! Apa yang harus kulakukan?
__ADS_1
Ayolah, mungkin aku hanya harus duduk diam dan bersikap manis.
Aku yakin itu akan berhasil. Aku yakin itu!
Setelah bersiap-siap, aku pun menuju lantai bawah dengan gugup. Dan benar sekali dugaanku! Shin dan keluarganya ada disini! Aku bisa melihat ibu Shin bercengkrama ria dengan ibu dan ayahku. Sementara Shin dan Kakaknya, Ren, hanya duduk diam disamping.
"Kau sudah datang, kemari" Ny Fent menyadari putrinya sedang menuruni tangga.
Semua mata langsung menatap Nana saat Ny. Fent berbicara. Nana menjadi semakin gugup. Dia mengepalkan tangannya yang pucat dan berkeringat.
Aku dengan patuh duduk di tempat yang sudah di tunjuk.
"Karena nona Fent sudah ada disini, saya akan mengungkapkan maksud kedatangan saya ke sini" ibu Shin menjelaskan.
Wajah Ny. dan Tn. Fent menjadi lebih serius. Sebenarnya mereka agak terkejut dengan kedatangan keluarga ini ke sini. Lagipula keluarga Miller adalah keluarga dari kalangan atas! Mereka juga belum menjalin hubungan bisnis dengan mereka!
Ny. dan Tn. Fent menjadi lebih gugup saat tahu keluarga Miller datang karena kepentingan putrinya. Mereka hanya punya dua hal dipikiran mereka. Pertama, putrinya membuat masalah dan membuat keluarga Miller menjadi tidak senang. Kedua, Keluarga Miller tertarik dengan putri mereka. Tapi mereka sudah menepis jauh-jauh kemungkinan kedua. Dan yakin dengan kemungkinan pertama. Mereka sedang mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini kalau putri mereka memang membuat masalah. Mereka sudah bersiap untuk kejadian yang terburuk walaupun mereka belum yakin.
"Saya datang kesini karena ingin mempererat hubungan keluarga dengan pertunangan anak-anak kita"
"..."
Ny. dan Tn. Fent membeku saat mendengar perkataan Ny. Miller.
Otak mereka berhenti berfungsi sebentar. mereka tidak pernah menduga ini!
"Bagaimana?" tanya ibu Shin lagi saat melihat pasangan paruh baya di depannya sama sekali tidak merespon.
"...."
Ny dan Tn Fent melihat satu sama lain. Lalu melihat putri mereka. Lalu melihat wanita karir di depan mereka. Dan mereka mengangguk patuh seperti robot.
__ADS_1
"Tentu saja kami setuju!!" kemudian mereka merespon dengan sangat antusias.