
Masih berdasarkan sudut pandang Rin.
Hari-hari pun berlalu. Tidak terasa sudah mau dua bulan aku berada di sekolah ini. Lalu hal yang paling dinantikan pun tiba. Yeah! Akhirnya kita akan menghadapi ujian!
Aku melihat wajah Nana suntuk karena masa-masa ujian ini. Yah mau bagaimana lagi. Nana tetaplah Nana. Dia tidak menyukai belajar dan suka tidur.
Aku ingin membantu sahabatku. Tapi ternyata pria kaya bodoh itu mendahului ku! Aku benar-benar membencinya!
Walaupun aku tidak suka, aku tetap tidak bisa melakukan apa pun. Jadi akhirnya kami memutuskan untuk belajar bersama di perpustakaan.
Ini tidak buruk, setidaknya aku tidak akan membiarkan pria sialan itu lebih maju! Bagaimana bisa dia mendahului ku dengan sikap sok kerennya itu. Dan lebih parahnya lagi Nana benar-benar terpesona dengan pria seperti itu.
Saat aku tiba di perpustakaan, aku memutuskan untuk mencari beberapa buku yang berguna. Setidaknya aku bisa memberi beberapa tips atau menandai hal-hal penting untuk Nana.
Tapi tebak apa yang kutemukan di perpustakaan! Aku bertemu dengan pria tampan dan baik itu lagi ahhh~
Umm...aku belum cerita bukan?
saat-saat pertama kali aku bertemu dengan pria ini?
Aku akan menceritakan nya!
Aku bertemu dengan pria tampan ini saat hari pertamanya bersekolah.
Aku benar-benar tidak menyangka. Setelah hal-hal buruk yang kualami di hari pertama. Aku bertemu dengan kejadian yang menyenangkan dan manis.
Jadi waktu itu, aku harus pulang dengan berjalan kaki karena sepedaku rusak. Aku tidak menerima uang perbaikan dari bocah kaya sialan itu. Tidak akan pernah!
Tapi aku juga tidak punya uang...
Aku benar-benar sedih. Membayangkan sepeda kesayangan ku ini rusak. Ini adalah hadiah ulang tahun dari nenek. Aku tidak bisa membayangkan wajah nenek saat melihat sepeda ini rusak...
Tanpa sadar aku terisak lagi. Walaupun kali ini aku berusaha mencari sudut-sudut di taman kota yang lumayan sepi. dan menutup wajah ku rapat-rapat dengan tanganku. Tidak ada seorang pun disini, jadi aku akan menangis sebentar....
Tiba-tiba aku mendengar suara kayuhan sepeda. Aku cepat-cepat menghapus air mataku. Mengambil tasku dan membukanya, berpura-pura mengambil sesuatu dari dalam sambil menundukkan wajahku.
Walaupun aku tidak menangis lagi. Mataku masih merah. Aku hanya berharap orang ini lewat dengan cepat, jadi aku bisa membasuh wajahku.
Yah, aku kira dia akan lewat. Tapi aku mendengar bunyi sepeda, dan orang itu berhenti di depanku!
Apa yang akan dilakukan orang asing ini arghhh!
Apa dia tahu aku menangis?
__ADS_1
Huu... bagaimana ini? Aku benar-benar cemas dan malu!
"Apa sepedamu rusak?" sampai akhirnya orang itu bicara. Suaranya sangat tenang dan indah.
"Eh?"
"Maksudku sepeda mu rusak?"
Aku berusaha menoleh dan menatap wajah orang itu. Pria itu sangat tampan! Pupilku membesar saat melihatnya dan aku membeku sejenak. Pria itu memakai seragam yang sama denganku. Kita beras dari sekolah yang sama!
Lalu tak jauh, aku juga melihat sebuah sepeda keren berwarna hijau. Itu sepeda miliknya.
"aku akan membantumu" katanya lagi.
"Tidak. Tidak usah" aku langsung menolak dengan wajah sedih. Apa aku benar-benar terlihat menyedihkan sehingga orang-orang selalu ingin memberiku uang? aku bukan pengemis oke...
"Kau salah paham..."
"Eh?"
"Aku punya bengkel sepeda tidak jauh dari sini" Dia tiba-tiba menyodorkan sebuah kertas berwarna hijau. "Hari ini kami mengadakan promo untuk lima pelanggan pertama. Tapi sampai sekarang aku mendapat laporan bahwa bengkel kami benar-benar sepi. Padahal aku membutuhkan foto-foto konsumen yang menerima voucher. dan juga foto before after sepeda yang diperbaiki. Maukah kau membantu ku? Aku membutuhkan fotomu dan foto sepeda itu. Tapi biaya servismu gratis"
Aku benar-benar beruntung!
Tanpa ragu aku mengangguk setuju.
"Ikut aku. Bengkelnya dekat dari sini"
Dia mulai mendorong sepedanya.
Aku pun mengikutinya dengan rapi di belakang.
"Kemari" kata pria itu sambil menunjuk sisi di sampingnya. "Jangan berjalan di belakang. Kita mengobrol oke? Aku sangat bosan"
Kami pun akhirnya mengobrol. Eh ternyata dia kakak kelas.
Karena dia bersekolah di sekolah elit ini, aku berpikir dia anak-anak kaya lainnya.
Tapi aku merubah pikiranku saat dia menceritakan sebagian tentang dirinya. Bagaimana dia meninggalkan orang tua nya dan hidup mandiri. Lalu meminjam uang temannya untuk membuka usaha kecil-kecilan. Dia membuka bengkel sepeda ini dari uang itu. Walaupun dia memperoleh beberapa keuntungan yang cukup, tetap saja dia perlu mengingat perjuangan di masa lalunya.
Pantas saja dia tidak naik mobil mewah seperti anak-anak lainnya. Ternyata seperti ini.
Saat mendengar ceritanya, aku merasa sangat kagum. Bahkan aku juga sedikit termotivasi. Mungkin aku bisa membuka bisnis kecil kalau aku menyimpan gajiku. Aku akan melakukannya nanti.
__ADS_1
Akhirnya kami tiba di bengkel sepeda itu. Bengkel sepeda itu kecil tapi rapi. Hanya ada satu orang mekanik yang datang menyambut saat kami datang.
"Apa kau tinggal disini?" tanyaku.
Dia mengangguk.
Ahh... aku melihat bentuk dalam bengkel seperti rumah. Jadi aku mengira kalau mereka tinggal di dalam. Dan ternyata itu benar.
Tiga puluh menit kemudian, akhirnya perbaikan selesai. Aku benar-benar kaget saat melihat sepedaku. Ya ampun...
Mereka bahkan mengecatnya kembali... Sepedaku benar-benar terlihat sangat baru...
"Aku sangat menyukainya. Terima kasih" kataku tulus.
"Aku sudah mengambil foto sepeda, tingg fotomu"
Aku mengangguk. Dia menunjukkan posisi yang bagus untuk difoto. Dia mengatur posisiku sambil memegang bahuku.
Karena aku juga sedang memegang sepeda. Saat aku berpindah, kakiku tersandung ban sepeda. dan sontak tubuhku jatuh ke belakang dan tanpa sadar kepalaku mendarat di dadanya.
Arghhh
aku ingin berteriak!
Bahkan aku bisa mencium aromanya karena hidungku menempel di bajunya.
Dan jantungku juga berdetak tak menentu.
Jangan-jangan aku menyukainya.
Tidak, tidak boleh. Aku menggeleng kan kepalaku.
Aku harus fokus pada studiku dulu. Tidak ada waktu untuk mencari pacar dan sebagainya!
Setelah tersenyum dan mengambil foto, aku langsung mengendarai sepedaku. Aku kira kita tidak akan bertemu lagi setelah ini. Aku yakin. semua ini hanyalah kebetulan saja.
***
Ken melihat gadis kecil yang melenggang pergi dengan sepedanya.
"Menarik" dia menatap foto gadis itu yang berada si layar ponselnya.
Dia tahu bahwa sepeda gadis itu rusak karena dia melihat semua kejadian di gerbang sekolah. Tapi dia tidak menyangka akan bertemu gadis itu di taman. Apalagi gadis itu menangis dalam diam. Dia pun mengarang sesuatu tentang promo dan sebagainya. Dia tahu harga diri gadis itu sangat besar. Untung saja salah satu usaha kecil miliknya ada disekitar sini.
__ADS_1
"Tuan, mobilnya sudah saya parkir kan di halaman belakang. Apa tuan mau kembali ke apartemen?" tanya si mekanik.
"Kukira aku akan menginap disini hahaha. Aku juga akan mengambil foto diriku. Lalu menunjuk kannya pada gadis itu bahwa aku tinggal di bengkel."