
Aku merubah ekspresiku menjadi serius. "Kenapa kau kemari?" tanyaku sambil menatap Shin.
Shin menatap kami sambil merenggut. "Ayo berkumpul di depan sebentar. Kita akan briefing dulu"
"Oke"
Aku langsung menarik tangan Rin dan membawanya keluar dari belakang panggung.
Shin masih berdiri di tempatnya. Dia menatap punggung kedua gadis itu, lalu dia mengalihkan tatapannya pada kostum boneka di sampingnya. "Lucu" gumamnya sambil tersenyum kecil. Dia mengelus kepala boneka itu. "Dia benar-benar imut..."
Setelah itu dia ikut menyusul mereka pergi ke aula depan.
***
Aku membawa Rin ke aula depan. Disana sudah ada Darwin dan Lista dengan naskah di tangannya. Ah! Aku lupa kalau nenek sihir itu yang membuat susunan acaranya. Setelah itu, aku melihat Shin menyusul kami dari balik panggung.
Hee~ aku kira dia ada di belakangku. Tapi ternyata dia berdiam diri di belakang panggung. Apa yang dilakukannya ya?
"Baiklah, ayo kita mulai" sahut Lista memimpin acaranya.
"Darwin jangan lupa tugasmu untuk menyambut tamu. Rin, jangan lupa persiapkan lagumu dengan baik. Dan kau, Nana, jangan mengacau. Jangan mengacau di tengah-tengah acaranya."
Aku mengangguk patuh. Padahal hatiku terbakar!
Argghhh! Aku ingin memukul nenek sihir ini dan menjahit mulutnya, agar ejekan itu tidak tercecer lagi.
Haa~ aku menghela napas.
Tenang...tenang Nana. Kau harus tenang! Kau harus membalas mereka! Mereka pasti berharap aku mengacaukan acaranya. Tapi lihat saja! Aku akan membuat acara ini sukses! Aku juga akan memberikan penampilan terbaiku! Biar mereka tahu rasa!
'Kita lihat, siapa yang akan tertawa di akhir, humph!'
"Aku akan memantau acaranya" kata Lista percaya diri. "Dan Shin, kau akan membantuku"
Shin mengernyitkan keningnya. "Aku membantumu? Bukankah artinya aku tidak ada tugas?" katanya tidak setuju.
Dia tidak mengerjakan apa pun, hanya berdiri di samping Lista, mengawasinya? Tugas bodoh apa itu!
"Itu sama saja aku tidak melakukan apa pun" katanya dingin
Lista menunduk malu. "Ah....aku tidak bermaksud..." katanya dengan terbata-bata. Dia agak takut melihat tatapan tajam Shin.
"Maksudku Shin bisa melakukan apa saja. Karena tugasmu tidak tetap."
"Baiklah, kalau begitu aku akan membantu di belakang panggung. Tim balik panggung agak kesulitan karena kau kurang merekrut orang" kata Shin. "Apa kau ingin mengacaukan acaranya? Untung saja aku melihatnya tadi saat aku mengecek situasinya" kata Shin sambil melipat lengannya.
CK! Lista mengigit lidahnya. Dia yang mengatur itu! Dia ingin membuat Nana kesulitan, jadi dia hanya merekrut beberapa orang.
'Aku tidak bermaksud mengacaukan acaranya. Aku hanya ingin melihat perempuan ****** itu dipermalukan!'
Tapi, siapa yang tahu bahwa Shin akan mengetahuinya.
'Aku benar-benar sial!' Lista mengeluh dalam hatinya.
"Baiklah..." katanya lirih. "Kau bisa melakukan apa pun"
Ah! Aku mendengar pembicaraan mereka. Tim belakang panggung kekurangan orang? Aku benar-benar tidak sadar ini. Yah, itu wajar kalau aku tidak sadar, karena aku asing dengan hal seperti ini.
PS: Nana mengelak untuk mengakui dirinya bodoh.
Padahal, dari tadi Rin menyadari kejanggalan ini. Tapi , karena dia sangat polos, dia tidak meributkannya. Pikirannya hanya dipenuhi semangat "Ayo bekerja keras!". Dan dia berpikir itu tidak masalah untuk kekurangan anggota. Asal mereka bekerja keras, mereka bisa mengatasinya.
__ADS_1
Hanya Nana saja yang tidak menyadarinya, karena dia bodoh. Tidak mungkin acara sebesar ini dan di gedung mewah, hanya mempunyai dua orang di belakang panggung. Terlebih lagi mereka perempuan! Tidak ada laki-laki yang bertugas untuk membantu mengangkat barang....
Ya, Nana yang bodoh dan ceroboh dari lahir tidak akan memperhatikan hal sedetail itu.
"Baiklah, kalian bersiaplah" kata Lista sambil melototi kami.
Kesabarannya saat ini sudah diambang batas. Dia tidak pernah dipermalukan di depan banyak orang seperti ini. Tapi karena ini Shin, dia membiarkannya.
'Tapi Shin tidak akan seperti ini kalau tidak ada yang mengadu padanya!' pikir Lista sambil menatap Nana penuh kebencian.
'Lihat saja! Setelah ini, kau pasti tidak akan pernah muncul di depanku lagi! Aku akan membuatmu mempermalukan dirimu sendiri!'
Lista sudah paham watak gadis-gadis sok kaya seperti Nana. Gadis-gadis itu hanya golongan menengah, tapi menganggap diri mereka golongan atas! Ada banyak gadis yang seperti itu di kelas. Gadis-gadis seperti itu sangat mementingkan pergaulan di kalangan atas. Di lihat dari sikap orang tuanya saat di pesta itu, dia semakin yakin! Kejadian ini pasti akan membuatnya malu!
'Dan aku juga sudah menambahkan beberapa kejutan untuknya....hehehe'
Hee~ dia melampiaskan amarahnya pada kami? Karena dimarahi Shin? Aku benar-benar ingin tertawa.
"Ayo" aku langsung mengajak Rin ke belakang panggung.
AKu ingin mendengarnya bernayanyi Ah~
Aku yakin dia punya suara yang bagus.
Tapi kenapa orang bodoh ini ikut????
Aku mengernyit kesal saat melihat Darwin mengikuti kami.
"Kau harus menyambut dan memeriksa daftar tamu kan?" tanyaku tidak senang.
Aku takut latihanku tidak fokus kalau ada orang ini. Dia pasti berusaha mengejekku! Intinya orang ini benar-benar menganggu!
'Apa aku dibenci?' pikirnya ragu.
Belum pernah ada yang membencinya selama ini. Karena dia mempunyai kepribadian yang supel dan mudah bergaul, banyak orang berteman dengannya dan bersikap ramah padanya. Perasaan dibenci ini benar-benar asing baginya. Dan entah kenapa dia tidak suka itu!
Dia tidak suka gadis itu mengacuhkannya! Karena itu dia terus menganggunya.
Dia juga tidak suka gadis itu membencinya!
'Apa yang harus kulakukan?' dia berpikir.
Jadi Darwin menatap Nana dengan yakin. "Kau tenang saja, aku sudah menyuruh pelayanku untuk mengurus tamu" dia menjawab dengan percaya diri.
Dia ingin Nana memujinya karena perkataannya.
'Lihatlah gadis kecil. Aku sudah mengorbanku tugasku untuk membantumu' dia membusungkan dadanya.
Tapi itu berefek sebaliknya. Nana memberinya seringai jijik dan dahi berkedut.
'Pantas saja dia dijuluki pangeran narsis di dalam komik itu ckckck' Nana berpikir sambil menggelengkan kepalanya.
"...."
Karena reaksi Nana, Darwin terdiam di tempat.
Apa yang salah? Bukankah itu ucapan keren? Bukankah gadis akan jatuh hati saat pria tampan berniat membantunya? Tapi kenapa tanggapannya seperti itu?
"Hmph, dasar gadis tidak tahu terima kasih" Darwin merenggut kesal, tapi kakinya tetap melangkah ke belakang panggung.
Aku menoleh ke belakang. Setelah Darwin, ternyata muncul penganggu lainnya!
__ADS_1
Kenapa Shin juga mengikuti kami?
Melihat tatapan tidak nyaman Nana, Shin hanya menjawab santai "Aku akan membantu di belakang panggung. Kita perlu menyiapkan propertinya. Sebentar lagi acaranya dimulai"
Aku hanya mengangguk.
'Setidaknya yang ini normal' pikir Nana senang.
Saat mereka sampai di belakang panggung. Mereka bertemu dengan dua orang helper yang sudah disewa oleh Lista.
"Namaku Lulu"
"Namaku Ita"
kedua helper itu memperkenalkan diri mereka sambil membungkuk.
"Dimana properti untuk panggungnya?" tanya Shin penuh selidik.
Helper bernama Lulu menjawab dengan terbata-bata "Propertinya masih ada di belakang....Kami...kami masih menunggu orang untuk membawanya ke sini"
"Tidak perlu menunggu orang lain, kami akan membantumu menganggkutnya" kata Shin.
Darwin mengernyitkan kening "Kami?" dia menunjuk dirinya ragu. "Aku?"
"Siapa lagi? Apa kita punya laki-laki lainnya di sini? Atau kau bukan laki-laki?" kata Shin kesal.
"Hahahaa..." mendengar perkataan Shin aku langsung tertawa tanpa berpikir.
Aku melihat Darwin tersinggung sambil menatapku.
"Ah...maaf, maaf," kataku sambil meredam tawaku.
Sementara disisi lainnya, Rin mengernyitkan kening bingung. "Apa ada sesuatu yang lucu?" tanyanya sambil menatapku dengan mata berbinar dan polos.
"...." Aku tidak bisa berkata-kata.
Tidak ada pikiran kotor di pikiran anak ini. Aku sama sekali tidak bisa membuat lelucon untuknya.
Haa~ aku menghela napas.
"Tidak ada" kataku santai.
"Apa yang kau tunggu, ayo!" desak Shin.
Darwin masih berdiam diri di tempat, wajahnya penuh dengan keraguan. "Shin, kau tahu aku belum pernah mengangkat barang kan?"
"Aku juga belum pernah"
"...."
Karena tidak bisa menjawab, Darwin melangkahkan kakinya dengan berat, mengikuti Shin.
****
__ADS_1