Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Di dalam Mobil


__ADS_3

Kali ini aku pulang bersama Darwin, karena Rin ada urusan mendadak, jadi dia pulang duluan. Ini pertama kalinya aku duduk di mobil Darwin. Dan mobil ini mempunyai aroma yang berbeda dari mobil Shin. Mobil Shin mempunyai aroma mint yang dingin dan mobil Darwin mempunyai aroma manis buah-buahan. Aku menyukai keduanya.


Saat pulang bersama bocah itu, Darwin tidak berhenti mengoceh. Pertama dia mulai mengejekku dengan Shin. Karena aku tidak merespon, dia mulai mengatai otakku bodoh dan iq milikku rendah. Aku tetap tidak merespon dan dia mengatakan aku mata keranjang. Aku tetap tidak meresponnya sampai dia berganti banyak topik.


Aku menatap Darwin. Ada apa dengan orang ini? Kenapa dia selalu mencari topik jelek untuk mengejekku? Apa dia sudah kecanduan untuk mengejekku ya? Hmph! Tapi aku tidak akan meladeninya. Biar saja mulutnya kering karena bicara omong kosong terus. Aku tidak peduli.


Akhirnya kami sampai di mansionku


"Terima kasih" kataku datar sambil keluar dari mobil.


Darwin menatapku cemberut tapi dia tetap mengingatkanku "Jangan lupa nanti malam. Kau sudah harus siap saat aku menjemputmu"


Aku mengangguk sigap.


Akhirnya mobil itu pergi.


***


Akhirnya pukul 7 malam pun tiba. Aku sudah bersiap-siap dan menunggu Darwin di ruang tamu. Sebenarnya aku cemas, apa tidak apa-apa aku pergi ke rumahnya tanpa pemberitahuan apa pun. Aku takut dia semakin membenciku.


Tapi Shin bukan orang seperti itu. Aku yakin dia tidak akan marah hanya karena aku datang berkunjung.


Hari ini aku berpenampilan biasa dan tidak berlebihan agar Shin tidak salah paham dengan maksud kedatangan ku. Aku memKai kaos dan jeans biasa. Lalu aku membawa ransel untuk menempatkan buku dan alat tulis. Kali ini aku benar-benar belajar oke. Datang ke tempat Shin untuk melihat pria tampan hanya tujuan keduaku saja.


Akhirnya setelah beberapa menit, aku mendengar suara mobil. Darwin sudah datang menjemput ku. Aku pun segera berpamitan dengan para pelayan dan pergi ke halaman depan.


Saat aku membuka pintu mobil, Darwin sedang duduk sambil tersenyum.

__ADS_1


Sial! Sangat tampan! Aku benar-benar terpesona melihat sosok Darwin menggunakan pakaian rumah ah~ ikemen, ikemen. Coba saja otaknya tidak miring ha~ Dia pasti jadi ikemen yang sempurna.


"Oh?" Darwin mengangkat alisnya. "Aku tidak mengira kau benar-benar pergi belajar. Aku kira kau akan berusaha dengan keras untuk menggoda Shin"


"Tentu saja tidak bodoh. Walaupun aku suka pria tampan. Harga diriku tidak serendah itu. Aku tidak akan menggoda mereka dari dekat dengan pakaian seksi atau pun make up cantik. Melihat dari jauh saja sudah cukup" jawabku tenang.


"...."


Darwin tidak menjawab. Dan mobil pun mulai bergerak.


Yah, aku tidak akan melakukannya. Walaupun aku memang mata keranjang. Aku tidak akan terang-terangan mengejar pria. Lagipula aku tidak segenit itu dan aku masih ada sedikit otak untuk berpikir. Mengoleksi banyak pria tampan adalah impianku. Dan melihat mereka hanya hobi ku. Semuanya tidak lebih dari itu. Walaupun aku suka mengawasi dan melihat mereka, bukan berarti aku cinta mati pada mereka.


Lagipula cinta ya...Selama ini aku selalu hidup sendiri. Maksudku aku seorang yatim piatu di kehidupan lamaku. Paman dan bibi mengadopsi ku dan mengasuhku sampai SMA. Jadi aku belum pernah merasakan yang namanya cinta ah~


Aku juga cukup introvert dan pendiam. Aku tipe-tipe orang yang bermuka dua dan tidak bisa mengungkap kan perasaan ku. Aku memang selalu tampil ceria di depan orang lain, tapi aku juga tidak berani untuk lebih dekat dengan mereka. Aku membentuk tembok tidak terlihat tanpa aku sadari. Dan gara-gara itu masa remajaku cukup suram..


Aku cukup beruntung saat pindah ke tempat ini. Kau punya orang tua lengkap dan saudara laki-laki. Aku juga tidak takut mengungkap semua pikiran ku di dunia ini. Aku tidak tahu mengapa. Mungkin saja aku menjadi lebih terbuka disini karena aku tahu dunia ini tidak nyata. Ini hanyalah dunia cerita buatan yang ada dalam komik.


"Eh? Maksudnya?"


"Maksudku berdandan lah yang cantik." Darwib menatap ku serius. "Aku juga akan berpenampilan baik untuk dirimu" dia berkata sambil menunduk kan kepalanya.


Aku menatap nya dan mengerjap kaget. Apa ini? Aku tidak salah lihat kan? Wajah orang ini memerah! Orang yang selalu menjahiliku ini? Omg!


"Kau tertarik padaku?" tanyaku blak-blakan


Darwin langsung menatapku dan mengangguk seperti anak ayam patuh.

__ADS_1


"Astaga!" aku memekik kaget. Bahkan supir di depan juga mengernyitkan keningnya. "Darwin, kau masih normal bukan? Otakmu masih berfungsi? Bagaimana bisa kau tertarik padaku? Apa otakmu rusak?" Aku bertanya tidam percaya.


Tentu saja aku tidak percaya. Maksudku salah satu tokoh utama ini benar-benar tertarik padaku. Bahkan mengajakku kencan. Aku mulai percaya diri dengan tubuh ini. Nana memang sangat cantik kau tahu. Tidak sia-sia aku masuk ke dalam tubuh seorang ojou chan.


"Berisik..." kata Darwin kemudian. "Aku hanya bercanda kenapa kau serius sekali"


Ooo


Aku langsung cemberut saat mendengar perkataannya.


"Kau mempermainkan perasaanku hmph!" kataku tidak senang.


Walaupun kelihatannya aku baik-baik saja. Ini cukup menyakitkan kau tahu. Aku kira dia benar-benar tertarik padaku. Tapi ternyata tidak.


Aku tidak akan percaya lagi kalau dia berbicara seperti itu. Tanpa sadar ini semakin meningkat kan dinding batas dalam hatiku. Seperti "Tidak mungkin ada tokoh utama yang menyukaiku. Kau harus sadar diri. Jangan sampai kelakuanmu diluar batas" Aku selalu mengingatnya di dalam hati. Mengejar dan memuji pria tampan itu boleh. Tapi aku tidak boleh tergila-gila dan cinta mati padanya. Karena aku tahu aku hanya tokoh sampingan. Dan setiap tokoh utama di cerita ini memiliki pasangan mereka masing-masing. Walaupun akhirnya mereka tidak bersama dengan tokoh Utama Rin.


Setiap tokoh utama pria mempunyai tokoh wanita sampingan utama yang selalu mengejar-ngejar mereka. contoh saja Si Shin. Lista adalah tokoh wanita sampingan milik Shin. Lista kelihatannya mencolok dan ditambahkan sebagai antagonis utama karena Shin adalah tokoh utama. Tapi tidak dengan tokoh wanita sampingan lainnya. Mereka tidak mencolok dan jahat seperti Lista. Bahkan mereka mempunyai sikap yang beragam. Ada yang lincah, bersemangat dan polos. Tapi aku tidak mengingat nama mereka. Tapi di ending cerita, Feno, Darwin dan Ken berakhir bahagia dengan para tokoh wanita sampingan utama ini. Karena mereka tidak berhasil bersama dengan Rin.


Yah namanya juga cerita. Semuanya sudah diatur. Lagipula sejak awal aku bukan tokoh penting di dunia ini. Aku hanya ingin kelihatan lebih berguna dan lebih terlihat agar aku tidak hilang ditelan oleh dunia.


'Pada akhirnya aku tetap harus mencari pria tampan sebagai pasangaku ah~' pikirku. Maksudku seorang pria normal yang bisa kujadikan kekasih yang sebenarnya. aku tidak bisa terus menerus bergaul dengan para tokoh utama pria. Walaupun itu boleh-boleh saja. Dan aku cukup beruntung bisa akrab dengan mereka, note kecuali Feno. Tapi jodohku akan tertutup karena aura mereka hiks...


"Kita sudah sampai tuan" supir di depan mulai berbicara.


Dan aku mengangga saat melihat mansion besar di depanku. Mansion ini tiga kali lebih besar dari milikku! Cerita komik sialan! Semua yang ada di sini benar-benar diluar nalar. Untung saja mentalku kuat. Kalau tidak, aku pasti akan menjadi orang gila yang menderita sindrom chuunibyou "putri".


"Ayo turun" kata Darwin.

__ADS_1


Kami pun keluar dari mobil.


jangan lupa Like 😟


__ADS_2