Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Keseharian Shin: Sepeda


__ADS_3

Awalnya sepeda hanyalah alat transportasi biasa untuknya. Tapi siapa yang tahu bahwa benda itu selalu membawa nasib buruk untuknya. Saat pertama kali masuk sekolah, dia hampir menabrak sepeda jelek yang melintas. Dan bahkan pemiliknya mulai memakinya karena itu. Lalu untuk kedua kalinya, dia hampir menabrak seorang gadis bodoh dengan sepeda, membuat mobil pribadinya kembali menerima beberapa goresan. Dia sangat murka saat ini, tapi belum sampai di level maksimum. Sampai akhirnya suatu hari, seseorang bersepeda mulai menabrak mobilnya yang terparkir di tepi jalan. Kali ini dia benar-benar murka. Tapi dia tidak melampiaskannya kepada pengemudi sepeda yang menabraknya. Dia melampiaskannya kepada semua sepeda yang dimilikinya dan dilihatnya.


"Kumpulkan semua sepeda yang ada di mansion dan musnahkan!" titah Shin sambil menggelengkan kepalanya frustasi.


"Ada apa denganmu? Apa yang salah dengan sepeda-sepeda itu?" tanya Kakak Shin, Ren sambil fokus membaca majalah dan sesekali menyesap kopinya.


"Benda itu selalu membawa keberuntungan buruk. Aku hanya ingin memusnahkannya" jawab Shin santai, lalu berbalik naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Akhirnya, dengan satu perintah, semua sepeda yang ada di mansion dimusnahkan. Sebenarnya kepala pelayan tidak tega menghancurkan sepeda para staf pelayan, jadi dia hanya menyuruh para pelayan itu membawa sepeda mereka pulang ke rumah masing-masing. Setelah itu dia melaporkannya pada Shin bahwa tugasnya sudah selesai. Shin tidak peduli dengan prosesnya, dia hanya ingin sepeda-sepeda itu hilang dari pandangan matanya.


Setelah dia menyingkirkan semua sepeda di lingkungannya, dia mulai merasa lega. Kejadian buruk karena sepeda itu tidak pernah terjadi lagi.


Tapi ada satu hal yang menganggu!


Dua orang gadis di kelasnya selalu memakai sepeda. Karena dia harus sering bertemu mereka untuk mengerjakan tugas, dia akan selalu melihat sepeda buntut itu di depan matanya. Itu membuatnya risih. Dia ingin melenyapkan sepeda itu tapi tidak mungkin. Jadi dia berusaha mengabaikannya.


Saat itu, tugas mereka dimulai. Mereka memakai konsep amal untuk para anak-anak yatim piatu. Mereka menyumbang dan mengadakan acara hiburan untuk anak-anak itu. Dalam prosesnya entah kenapa dia berakhir dengan mengajari kedua gadis itu untuk berlatih. Mengajari gadis galak itu mengaransemen lagu yang akan dibawanya. Dan membantu gadis bodoh menjadi badut yang baik.


Acara awalnya berjalan lancar, sampai terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Gadis badut itu terjatuh dari panggung. Untung saja dia berhasil menangkapnya. Entah kenapa di dasar hatinya yang terdalam dia khawatir kalau gadis itu terluka.


Setelah acara berakhir, dia langsung memarahi para helper itu agar kejadian ini tidak terjadi. Tapi kedua helper itu sudah buruk dimatanya. Kedepannya dia tidak akan menggunakan dua orang itu lagi. Karena Shin tipe orang yang tegas. Sekali para staf itu melakukan kesalahan, dia akan memaafkannya, tapi dia tidak akan membiarkan mereka bekerja untuknya lagi.


Saat pulang, dia melihat kedua orang gadis itu memakai sepeda buntut lagi untuk kemari.

__ADS_1


'Ini sudah malam dan mereka adalah perempuan. Bagaimana mereka bisa santai memakai benda buntut itu untuk berkeliaran di jalan?' hati Shin menggerutu saat melihat dua orang gadis di depannya.


Dia sebenarnya tidak mau melakukan ini, tapi karena khawatir dia memutuskan untuk mengikuti kedua gadis itu dari belakang. Dia memerintahkan sopirnya untuk mengemudi sepelan mungkin dan mengawal kedua gadis itu sampai di dekat rumah mereka.


'Anggap saja aku menebarkan kebaikan kepada orang asing. Lagipula ini tidak buruk' pikir Shin sambil duduk di mobilnya. Dan lagi dia bukan penguntit. Dia hanya ingin memastikan kedua gadis itu selamat sampai di rumah, sehingga tidak akan merepotkannya kalau terjadi apa-apa nantinya.


Dia mengamati kedua orang gadis itu dari mobil dan tanpa sadar dia terpesona. Dia tidak tahu bahwa mereka akan sebahagia itu.Dia merekan pemandangan itu dalam otaknya. Gadis itu tersenyum bahagia dengan rambut yang terbang ke belakang karena angin. Itu benar-benar indah, dan dia tanpa sadar terpikat. Lalu timbulah keinginan di hatinya, 'Kelihatannya gadis itu sangat menyukai sepeda, atau aku harus mencoba mengendarai sepeda?'


Dalam sekejap dia melupakan tentang 'kutukan sepeda' itu.


"Bawakan aku semua sepeda versi terbaru. Bawa sepeda dengan kursi belakang bukan sepeda tunggal. Usahakan cari yang nyaman digunakan" perintah Shin lagi yang membuat mulut kepala pelayan berkedut.


'Baru beberapa hari yang lalu tuan muda ini mengamuk dan menyuruhnya menyingkirkan semua sepeda. Lalu tiba-tiba hari ini dia ingin mencari sepeda baru! Apa-apaan ini!' Kepala pelayan tidak tahu mood tuan muda mereka seperti ini. Mudah berubah-ubah seperti seorang gadis yang sedang PMS.


Akhirnya Shin mencoba sepeda itu satu per satu dengan mengendarainya mengelilingi halaman mansionnya. Lalu dia memutuskan satu sepeda yang cocok dan enak digunakan. Lalu dia memutuskan untuk mengendarai sepeda di jalanan. Sebenarnya dia belum pernah bersepeda di jalan. Ini adalah pertama kalinya. Saat dia melakukannya, ternyata ini cukup menyenangkan. Ada perasaan segar dihatinya saat dia mengayuh pedal sepeda dan angin sepoi-sepot menerpanya.


'Pantas saja gadis itu menyukainya...' pikir Shin.


Shin akhirnya menemukan hobi dan olahraga baru. Setiap sore dia akan bersepeda berkeliling sambil menikmati suasana sore hari.


Lalu suatu hari Shin bertemu pertemuan yang tidak terduga. Saat itu dia memutuskan untuk singgah di toko swalayan saat selesai bersepeda. Dia tidak tahu bahwa kasir di toko itu adalah teman sekelasnya. Dan ternyata dia juga bertemu di gadis bodoh. Dan yang paling mengejutkan dia bertemu orang yang paling tidak ingin dilihatnya.


'Pria sialan itu! Kenapa dia harus bertemu dia dari banyak orang!'

__ADS_1


Dan dia juga menemukan kenyataan yang mengejutkan! Gadis bodoh itu ternyata menguntit pria brengsek itu sehingga pria brengsek itu mengejarnya sampai kemari. Saat mendengar gadis itu tertarik pada pria brengsek itu, entah kenapa hatinya memanas.


'Kenapa dia harus mengejar pria brengsek itu! Masih ada banyak pria, kenapa harus tertarik padanya!'


Shin merasa kemarahannya timbul dan dia yakin ini karena gadis itu mengejar musuh yang paling dibencinya. Dia tidak akan bereaksi berlebihan seperti ini kalau gadis itu mengejar pria lain. Asalka jangan pria brengsek itu!


Setelah berhasil mengusir pria brengsek itu, aku menyeret gadis bodoh itu! Dan membawanya ke suatu tempat. Sebenarnya pikiranku tidak merencanakan ini sebelumnya, jadi aku tidak tahu tempat mana yang harus kita tuju. Saat kami mendapatkan tempat untuk duduk, aku langsung menayai gadis bodoh itu! Bagaimana dia bisa dekat dengan pria brengsek itu? Dia benar-benar tidak suka itu!


Tapi gadis itu tiba-tiba bertanya balik, bahwa apakah dia cemburu. 'Cemburu? aku cemburu?' pikir Shin. Dia tidak bisa menggambarkan cemburu ini dengan benar. Tapi dia mungkin benar-benar cemburu. Dia tidak ingin orang yang dikenalnya dekat dengan pria brengsek itu. Walaupun alasan ini tidak masuk akal, kelihatannya gadis itu menerimanya. Dia juga menambahkan bahwa gadis itu boleh dekat dengan pria lainnya, tapi jangan dengan pria brengsek itu. Dia tidak tahu mengapa saat dia mengucapkan kalimat ini, dia merasa sedikit enggan dan sedih. Tapi dia langsung mengabaikan perasaan itu.


Tapi jawaban gadis itu sama sekali tidak pernah diduganya. Gadis bodoh itu mengatakan bahwa dia menyukainya? Bukankah sebelumnya dia menolaknya? Anehnya dia tidak merasa jijik saat gadis itu mengatakannya,  berbeda dengan gadis-gadis lain itu. Dia bahkan merasa tubuhnya memanas, jantungnya berdetak dan kepalanya linglung.


'Apa-apaan ini?' dia merasa bingung. Dia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Dia yakin wajahnya pasti terlihat memalukan, jadi dia berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.


Karena dia tidak mampu menahan detak jantung dan panas tubuhnya yang semakin meningkat, dia memutuskan untuk segera mengakhiri pertemuan mereka. Dia ingin mengakhiri ini. Dia takut terkena penyakit aneh karena tubuhnya yang tidak nyaman. Jadi dia ingin cepat-cepat pulang dan memeriksakan keadaannya dengan dokter pribadi.


Tapi siapa yang tahu bahwa gadis bodoh itu tiba-tiba memeluk pinggangnya? Dia bahka menyandarkan kepalanya?


DEG DEG DEG! Jantungnya semakin berdegup. Dan panasnya semakin naik, hingga wajahnya benar-benar memerah. Dia benar-benar takut dengan keadaannya saat ini. Dia sangat gugup dan detak jantungnya tidak mau diam. Dia benar-benar takut dengan keadaannya, dia takut bahwa dirinya terkena serangan jantung. 'Aku harus cepat-cepat memeriksanya' batinnya.


Tapi ternyata seiring waktu detak jantungnya mulai normal kembali. Dan dia mulai menikmati suasananya. Suasana bersepeda ini tidak buruk juga. Dia merasa nyaman dan ketagihan. Dia menyukainya. Dia suka bersepeda. Dia menyukai gadis itu duduk di belakangnya.


'Pikiran bodoh apa ini?' dia berusaha menyangkal perasaannya. Dia pasti benar-benar gila saat ini karena ketagihan akan keberadaan gadis itu. Dia benar-benar harus memeriksakan keadaannya ke dokter. 'Aku takut ini benar-benar penyakit baru...' pikirnya cemas.

__ADS_1


__ADS_2