Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Menguping


__ADS_3

Tn dan Ny. Fent menatap bolak balik Shin dan Ren. Mereka berpikir siapa yang akan menjadi pasangan putrinya, tapi dalam pikiran mereka tidak masalah siapa pun itu. Mereka bahkan tidak meminta pendapat Nana akan pertunangan itu. Mereka langsung menyetujuinya hanya dalam beberapa detik.


Pasangan Fent benar-benar tidak memikirkan apapun. Mereka sangat senang. Mereka tidak peduli putri mereka menerima pertunangan atau tidak. Mereka akan memaksanya kalau putri bodoh itu tidak mau! Hal yang paling penting adalah membangun hubungan kerja sama dengan keluarga Miller. Mereka tidak akan melewatkan kesempatan ini!


"Semoga hubungan kita ke depannya akan terus membaik" Ny. Miller tersenyum.


"Tentu saja. Kami sangat menantikan ini" Pasangan Fent menjawab dengan antusias.


"Baiklah Shin, beri salam kepada calon mertua masa depanmu" Ny Miller memerintahkan.


Shin bergerak dengan acuh tak acuh.


Saat melihat Shin menghampiri mereka,pasangan Fent langsung tersenyum cerah. Ekspresi mereka benar-benar bahagia, seakan-akan mereka mendapatkan harta karun yang tidak terduga. Ternyata calon menantu mereka adalah sang adik kecil.


"Halo, salam paman, bibi" Shin dengan sopan memberi salam kepada pasangan Fent.


"Aiyo, anak tampan, Kemari" Ny. Fent dengan semangat menyuruh Shin duduk di sampingnya dan kebetulan ada Nana disitu. Jadi Shin akan duduk diantara Ny. Fent dan Nana.


Tanpa keraguan Shin langsung menuruti perintah Ny. Fent.


"Kau benar-benar tampan. Putriku sangat beruntung bisa memiliki tunangan sepertimu. Aku dengar kalian juga sekelas bukan? Ah~ Hubungan kalian pasti baik sekali" Ny Fent melirik Nana dengan tatapan tajam, mengisyaratkan Nana untuk memberi salam pada Shin.


Aku melihat ibuku menatapku tajam sambil menggerakkan bola matanya ke arah Shin. Uh...aku tahu maksudnya, tapi ini sangat susah dilakukan untukku!


"Halo.." akhirnya dengan canggung aku mengeluarkan suaraku dengan nada mencicit seperti tikus. Wajahku benar-benar memerah seperti udang rebus.


Shin tidak menjawabku. Dia hanya menganggukkan kepalanya.


Ny. Fent hanya tersenyum saat melihat interaksi malu-malu kedua anak itu.


"Baiklah, kalian bisa saling berbicara oke" Kata Ny. Fent. Lalu dia kembali mengikuti suaminya untuk berbicara dengan Ny. Miller.


Aku tidak mengerti apa yang para tetua itu bicarakan, tapi kelihatannya mereka sedang membicarakan bisnis, saham dan sebagainya, yang sama sekali tidak kumengerti.


"Bagaimana kemajuanmu?" tanya Shin tiba-tiba dengan nada dingin.


"Ah!" aku tersentak karena dia bicara dengan tiba-tiba. "Lumayan bagus.." kataku tidak yakin sambil memiringkan kepalaku.


Melihat wajah polos gadis bodoh di depannya, Shin merasa sedikit geram. Secara otomatis tangannya bergerak dan menyentil kening Nana. "Apanya yang lumayan? Aku yakin kau bermain-main dan tidak belajar"

__ADS_1


Aku merasa kaget saat Shin tiba-tiba menyentil keningku. "Aku benar-benar belajar!" aku langsung membantahnya dengan wajah cemberut sambil memegang keningku yang sedikit memerah. Pria ini benar-benar tidak tahu diri. Dia menyentil kening lembutku dengan tenaga badaknya! Dasar tidak punya hati!


Para orang tua yang melihat interaksi anak-anak mereka saling melihat satu sama lain dan tersenyum. Ny. Miller sudah menduga bahwa putranya yang dingin memiliki rasa tertarik pada gadis kecil itu.


Tapi pasangan Fent tidak pernah menduganya! Putri kecil mereka benar-benar bagus dalam memikat pria! Dan kali ini dia memikat ikan besar! Benar-benar bagus! Mereka berencana akan memberikan hadiah kecil untuk putri bodohnya itu.


'Setidaknya uang jajam tiga kali lipat cukup untuknya' pikir mereka.


Setelah mereka berbincang-bincang selama beberapa menit, akhirnya Ben, kakak Nana kembali ke rumah.


Ben awalnya agak kaget saat dia melihat keluarga Miller berkunjung ke rumahnya. Dia lebih kaget lagi saat tahu bahwa ini adalah perjodohan antara kedua keluarga! Lalu Ren melihat adik bodohnya dengan mata aneh. Lalu dia melihat bocah dingin disamping adiknya. Bocah ini adalah tunangan adiknya.


Tiba-tiba dia melihat sosok lainnya. Sosok yang seumuran dengan dirinya. Mata mereka bertemu dan wajah Ben tiba-tiba menjadi dingin.


Aku merasa perubahan tiba-tiba pada kakakku. Awalnya ekspresi wajahnya baik-baik saja. Tapi saat dia menatap Ren, kakak Shin, raut wajahnya berubah menjadi dingin. Sebenarnya apa yang terjadi? Aku juga memperhatikan wajah Ren. Ren tersenyum mengejek dengan tatapan dingin juga.


Sejak kapan kakakku dan kakak Shin menjadi bermusuhan seperti ini? Aku tidak pernah mendengar ini di dalam cerita?


"Ayah, ibu, aku akan membuatkan teh untuk kalian dan para tamu" kata Ben tiba-tiba.


"Eh? Tidak usah Ben. Kita bisa meminta pelayan" Ny. Fent langsung menolak.


Dengan cepat, Ben sudah menghilang dari ruang tamu dan menuju ke arah dapur.


Aku mengira kakakku agak aneh hari ini. Apa suasana hatinya sedang buruk ya?


Tapi tak lama kemudian Ren membuka mulutnya. "Paman, aku ingin bertanya dimana toiletnya?"


"Ah, toilet ada di belakang di dekat dapur. Itu adalah toilet terdekat dibandingkan toilet lainnya"


"Terima kasih paman" Ren pun menghilang ke arah dapur.


Aku merasakan situasi ini sangat aneh. Aku percaya dengan instingku. Sesuatu pasti terjadi. Jadi tanpa basa-basi aku memberitahu ibuku bahwa aku ingin membantu kakak, dan segera melesat ke arah dapur secepat kilat.


Dan tebak apa yang aku temukan!


Aku melihat kedua pria itu sedang bertatapan dengan pandangan dingin! Refleks, aku langsung menyembunyikan diriku dan mengintip dari balik tembok.


"Ternyata kau dari keluarga Miller, pria brengsek" kata Ben sambil menarik kerah baju Ren.

__ADS_1


Ren tersenyum mengejek. "Aku sudah memberitahumu bukan? Aku bisa menyingkirkanmu dan perusahaanmu dengan sekali sapu" kata Ren sombong.


"Kau!" Ben semakin geram, dia ingin memukul Ren, tapi dia segera menghentikannya.


Setelah menenangkan dirinya. "Jauhi Gina" katanya dengan nada dingin dan tegas.


"Kau tidak pantas melarangku" jawab Ren.


Gina? Sepertinya aku pernah mendegar nama ini...


AH! Ini adalah gadis lugu yang kukenalkan pada kakak saat pesta itu bukan!


Apa-apaan!


Aku terlalu kaget dan tanpa sengaja kakiku tersandung ke belakang. Tapi tubuhku tidak jatuh dan mendarat di sesuatu yang keras. Tempat pendaratanku sangat harum, aku menyukai baunya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Shin saat melihat gadis bodoh itu mengendus-endus dadanya.


"Ah!" aku ingin berteriak, tapi aku dengan cepat menutup mulutku.


Ini Shin! Apa yang dilakukan pria ini disini? Dengan cepat aku menjauhkan kepalaku dari dadanya.


"Apa yang kau lakukan? Bukannya kau ingin membuat teh?" tanya Shin lagi.


"Sssshhh, ssshhhh!" aku menyuruhnya diam. Refleks aku menutup mulutnya dengan tanganku. Dan kepalaku kembali terbenam di dadanya. Omg! Aku menyukai baunya. Bau Shin sangat lembut, aku menyukainya. Aku menggunakan kesempatan ini untuk memendamkan kepalaku sepuasnya di dada Shin. Aku benar-benar beruntung mendapatkan kesempatan langka seperti ini! Kapan lagi kau mencium bau pria tampan!


Deg! Deg! Deg! Aku mendengar bunyi jantung berdetak kuat tak karuan. Eh? Ini berasal dari Shin! Apa dia merasa deg-degan saat dekat denganku?!


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2