Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Shin (2)


__ADS_3

"Apa itu?" tanya Shin dengan nada lirih. Tapi dia menatapku dengan tatapan tajam dan penuh selidik.


Melihat tatapannya, aku menjadi ragu untuk bertanya.


'Tidak, tidak, tidak....


Aku tidak boleh ragu oke. Aku harus menguatkan tekadku' aku berpikir sambil menggelengkan kepalaku.


"Em...begini. Aku ingin bertanya....apa kau membenciku?" kataku lirih


Kening Shin langsung berkerut dan dia menyipit kan matanya. Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaanku.


"Maksudku...kau selalu menatapku dengan pandangan jijik. Aku kira kau sangat membenciku..." aku memperjelasnya lagi.


"Aku tidak membencimu" akhirnya Shin menjawab.


"Tapi kenapa kau marah saat itu. Apa alasanmu? Apa aku membuat kesalahan? Apa aku terlalu bodoh? Kalau memang aku terlalu bodoh. Kau tidak perlu mengajariku lagi. Ini tidak bagus untuk mentalmu. Aku bisa meminta bantuan Rin dan senior Ken."


Mata Shin membelalak. "Aku bilang aku tidak membencimu!" katanya emosi sambil menghentak meja.


Aku langsung kaget saat melihat respon Shin. "Kau benar-benar membenciku bukan...kau bahkan bersikap seperti itu...." kataku sedih sambil menundukkan kepalaku.


"Aku benar-benar tidak akan menganggumu lagi..." kataku lirih.


Haa~ Shin menghela napas. Lalu dia menatap Nana serius. "Aku tidak membencimu."


"Tapi aku menjijikkan di matamu bukan?" tanyaku lagi dengan mata berkaca-kaca.


Shin mengangguk perlahan. Aku semakin cemberut setelah mendengar responnya.


Tapi tiba-tiba Shin menggerakan kepalanya mendekati wajahku.


"Tapi aku tidak membencimu..." katanya lembut.


Aku mengangkat wajahku dan menatap matanya. Kami saling bertatapan. Dan tiba-tiba jantungku berdegup sangat kencang.


"Tapi...."


"Aku tidak membencimu. Aku tertarik padamu..." potong Shin sambil terus mendekatkan wajahnya.


DEG! DEG! DEG!


Apa-apaan ini? Jantungku tidak bisa berhenti berdegup. Bahkan tubuhku menjadi kaku.


Saat wajah kami berada pada jarak paling dekat dan bibir kami hampir bersentuhan, Shin menghentikan gerakannya.


"Aku benar-benar tidak tahu kenapa aku bisa tertarik dengan gadis sepertimu...." gumam Shin pelan sambil mengangkat tangannya dan mengelus kepala Nana perlahan.


Aku tersentak dan tubuhku semakin kaku. Saat ini wajahku sudah merah seperti udang rebus. Aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi, arghhh!! Mungkin aku akan mimisan karena membayangkan hal yang vulgar! Mungkin aku akan pingsan sekarang juga!!!


Ini hanya dugaan sekaligus imajinasiku, apa Shin akan menciumku?!


Arghhh!

__ADS_1


Aku sama sekali tidak tahu!


***


Shin merasa agak kaget karena dua orang teman sekelasnya tiba-tiba datang ke rumanya. Mereka adalah si bocah narsis dan si gadis bodoh. Sebenarnya semuanya akan baik-baik saja kalau merek tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Tapi kedatangan mereka membuat suasana lebih kacau. Semua ini karena imajinasi berlebihan ibunya.


Tapi setelah itu suasana kembali tenang. Shin mulai merasa lega. Dia memikirkan pendapat ibunya dan kakaknya sebagai sindiran dan tidak menganggapnya penting. Dan dia mulai menuntun si gadis bodoh untuk belajar.


Tiba-tiba suasana tenang yang dirasakan menjadi rusak lagi hanya dalam beberapa menit.


gadis bodoh itu tiba-tiba mengatakan hal yang mengejutkan untuknya.


"Aku membencinya? Itu tidak mungkin!" pekik Shin kesal di dalam hatinya.


Ditambah pernyataan bahwa gadis itu tidak akan datang lagi padanya untuk meminta bantuannya dalam belajar. Dan mencari orang lainnya. Dia semakin kesal saat mendengarnya! Apa dia tidak dibutuhkan lagi hanya karena dia kalah pintar dari dua orang sombong itu?!


"Sialan!" Hati Shin mengumpat lagi.


Tapi saat dia melihat gadis bodoh itu menundukkan kepalanya dan hampir menangis, hatinya perlahan melunak. Shin menenangkan dirinya.


Dia tidak membenci si gadis bodoh itu! Tapi dia tidak bisa mengetahui alasannya. Kenapa?


Gadis bodoh itu adalah tipe orang yang paling tidak disukainya. Cerewet, bodoh, ceroboh, narsis, dan banyak sifat lain yang tidak disukainnya dari diri gadis itu. Harusnya dia membenci nya dan menjauh darinya bukan? Dia sudah biasa melakukannya untuk tipe-tipe orang seperti ini.


Tapi kenapa dia tidak bisa menjauhi gadis bodoh itu? Lebih tepatnya dia tidak ingin gadis bodoh itu pergi menjauh darinya dan meninggalkan nya. Dia tidak mau itu terjadi! Itu akan jadi mimpi buruk yang tidak akan pernah terjadi!


Apakah dia tertarik padanya karena gadis itu terlalu unik? Dia masih tidak tahu alasannya.


Tapi saat dia melihat wajah merahnya, dia semakin menyukainya. dia ingin menyentuhnya. Saat dia menyentuh kepalanya, rambutnya terasa sangat lembut. Lalu dia melihat matanya, tanpa sadar dia terpesona. Dia merasa mata itu sangat indah dan menarik nya lebih dalam sehingga dia tanpa sadar mendekat kan pandangan nya. Tangannya juga tanpa sadar mengelus kepala gadis itu dan dia merasa semakin ketagihan.


Dia memperhatikan wajah gadis itu lagi. Matanya, hidungnya dan bibirnya. Dia menyukai semuanya.


Lalu pandangannya terfokus pada bibir mungil gadis itu, tanpa sadar dia tertarik untuk lebih mendekat. dia ingin menjadikan semua itu miliknya. Sampai...


***


Jantungku semakin berdegup kencang saat Shin semakin mendekat.


'Arghhh! Aku yakin aku akan bermimpi indah malam ini' aku menjerit di dalam hati.


Shin semakin dekat dan semakin mendekat. Aku pun menutup mataku dengan jantung yang berdetak kencang.


Aku memberanikan membuka mataku sebentar dan melihat mata Shin. Dia menatapku dengan lembut. ini semua membuatku semakin gugup.


Oke,


Aku benar-benar yakin kami akan berciuman dan ini akan jadi ciuman pertamaku. aku sudah mempersiapkan mentalku.


Aku menutup mataku dan Shin juga menutup matanya.


Ini benar-benar momen Romantis kami sampai akhirnya....


"Apa yang sedang kalian lakukan?" sebuah suara bergema.

__ADS_1


Sontak mereka berdua langsung menoleh ke arah sumber suara dengan wajah kaget.


Ternyata Ren, kakak Shin sedang berdiri di depan pintu. Dia menatap kami dengan wajah penasaran.


"Ah!" Ken berseru sambil tersenyum nakal. "Maaf menganggu kalian!" katanya cepat sambil menutup pintu kamar.


Shin dan Nana masih belum bisa mencerna situasi yang terjadi. Mereka masih melihat ke arah pintu kamar dengan wajah bingung.


"ck!" Shin mendecakkan lidahnya.


Tanpa mengatakan apa pun dia langsung berlari cepat keluar kamar meninggalkan Nana sendirian


Aku masih terdiam dengan wajah bingung.


Apa yang terjadi?


Aku benar-benar mengalami ini dengan Shin? Apa ini event tersembunyi seperti yang ada di game?


Argh!!! hanya satu langkah lagi aku akan benar-benar terbang ke alam mimpi. Kenapa ada yang menganggu momenku dengan Shin sih?


Tapi tunggu sebentar....


Kalau begitu, bukankah berarti Shin mempunyai perasaan padaku?


Aku yakin dia benar-benar menyukai ku! Dan saat ini dia hanya malu untuk mengakuinya.


Saat aku sedang mengkhayal sehebat-hebatnya, tiba-tiba Shin muncul lagi dari balik pintu.


"Perbaiki rambutmu" kata Shin datar.


"Eh?" aku dengan bingung meraba rambut ku.


"Rambutmu menganggu" katanya cemberut.


Apaaa? Jadi dia bukan mengelus rambutku?


Dia memegang nya hanya karena rambutku berantakan?


"Dan bersihkan noda bolpoin di wajahmu" sambungnya lagi.


Brak!


Setelah mendengar pernyataan nya entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang retak di hatiku. Aku benar-benar salah paham argh!!


Ternyata dia mendekat kan wajahnya karena melihat noda bolpoin di wajahku.


"Lalu susul aku ke ruang tamu" Sambung Shin lagi sebelum dengan cepat bergerak keluar kamar.


Ah~ aku benar-benar kecewa. kali ini aku patah hati. Patah hati karena karakter dari komik....Ahhh~


Kelihatannya aku benar-benar harus memperbaiki logikaku hahaha


Aku terlalu banyak berkhayal dan kadang itu sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan.

__ADS_1


Aku benar-benar berpikir bodoh bahwa aku bisa menarik perhatian tokoh utama.


Tapi aku tidak akan menyerah oke? Aku masih tetap bersikukuh dengan prinsip awalku. Tidak apa-apa kalau aku tidak bisa mendapatkan tokoh utama. Tapi aku harus membuat harem pria tampan! itulah tujuanku ke dunia ini hmph!!


__ADS_2