Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Pesta Barbeque 2


__ADS_3

Semua orang sudan berkumpul. Pemanggang mulai dinyalakan. Pesta barbeque pun di mulai!


Aku sangat antusias. Saat pemanggang mulai panas, aku langsung meletakkan daging yang sudah dilumuri dengan mentega.


SSSHHH...


Suara daging dipanggang benar-benar menyenangkan telingaku. Seakan-akan aku mendengar kan lagu yang sangat indah.


"Shin, tanganku terkena pemanggang~" aku mendengar suara sok manis itu dari sebelah. Aku langsung menoleh dan melihat Lista bersikap manja dengan mata berkaca-kaca.


Awalnya aku mengira Shin tidak akan meladeninya. Tapi dugaanku salah! Shin memasak daging untuk gadis itu.


Aku menyaksikan semua nya dengan wajah cemberut sambil mengunyah dagingku yang sudah masak.


Umu, aku tidak boleh lupa mencelupkan nya di saus barbeque juga. Aku hampir lupa sausnya gara-gara sibuk mengintip keintiman orang lain.


"Shin~ dagingnya terlalu besar~" kata Lista manja.


Shin dengan sigap memotong daging untuknya lalu meletakkan nya dengan rapi di atas piring.


Shin sebenarnya melakukan ini dengan sengaja. Dia awalnya memang ingin memanfaatkan Lista untuk membuat Nana cemburu. Dan ini adalah kesempatan yang baik.


Setelah melayani Lista, Shin akan curi-curi pandang untuk melihat Nana. Gadis itu memang memperhatikan mereka, tapi tangannya dengan sigap mengambil daging dan mengunyah. Seakan-akan dia sedang menonton drama sambil memakan beberapa cemilan.


Shin kesal. Nana sama sekali tidak menunjukkan rasa cemburu. Apa gadis itu benar-benar tidak menyukainya?


Lalu Shin pun memilih bersikap agresif.


"Buka mulutmu" katanya sambil berusaha menyuap sepotong daging untuk Lista.


Wajah Lista memerah melihat sikap Shin. Dia membuka mulutnya malu-malu. Kedua orang itu bertingkah seperti mereka adalah sepasang kekasih.


"Shin, kau benar-benar perhatian padanya. Kalian terlihat seperti sepasang kekasih" kata yang lainnya, berusaha menggoda kedua oramg itu. Dia bahkan tidak mempedulikan Nana yang merupakan tunangan Shin.


Aku melihat semuanya dengan wajah masam. Awalnya aku merasa biasa saja. Tapi aku semakin kesal saat melihat Shin meladeni Lista seperti itu. Bahkan anak-anak lain juga mulai menggoda mereka sekarang.


Shin brengsek!


Aku tunanganmu, berani-beraninya kau bersikap mesra dengan gadis lain!


Aku ingin mengacaukan mereka, tapi tiba-tiba Darwin memegang tanganku.

__ADS_1


"Aa..." katanya sambil mengarahkan daging dengan sumpit miliknya.


Aku mengerjap kaget. Dia ingin menyuap ku?? Apa karena sikap Shin?


Aku pun membuka mulutku dengan wajah polos dan meraup daging itu.


Wah~ aku memakai sumpit Darwin~


Ciuman tidak langsung? Hehehe...


Sejenak aku lupa dengan rasa cemburuku pada Shin dan mulai fokus melihat Darwin.


Wajah tampan Darwin tidak kalah dengan Shin. Dia juga pria tampan berkelas lainnya. Dia hanya punya satu kekurangan, yaitu suka mengejekku! Aku belum benar-benar jatuh cinta dengan Shin dan semoga saja tidak. Jadi diperlakukan seperti ini oleh Darwin sama sekali tidak buruk.


Darwin juga selalu memperhatikan Nana sejak awal. Walaupun gadis itu tidak pernah melihat nya. Tapi dia selalu mengawasinya.


Saat wajah gadis itu berubah masam dan sedih, Darwin merasakan sesuatu di hatinya. Melihat wajah sedih gadis itu membuat nya tidak nyaman. Dia langsung melirik sahabat nya, Shin, dan merasa sikap sahabatnya salah. Bagaimana dia bisa membuat orang yang dia sukai bersedih?


Jadi dia memulai aksinya untuk melakukan hal yang Shin lakukan pada Lista. Tapi Darwin tidak menduga bahwa Nana akan merespon nya dengan baik. Dia sedikit kaget.


Tapi Darwin merasa sikap Nana agak misterius. Dia sama sekali tidak pernah merasakan ketertarikan berlebihan Nana terhadap Shin. Padahal ada banyak gadis yang selalu mengejar Shin dan dia mengetahui itu sejak kecil. Terlebih lagi gadis itu menatap Shin sama seperti dia menatap pria lainnya, termasuk dirinya. Inilah salah satu alasan kenapa Darwin sangat penasaran dengan Nana. Gadis itu cukup aneh untuknya.


"Aku akan membantumu" Darwin mengambil daging milik Nana dan memotong nya kecil-kecil.


Dia menyentuh pipi Nana dengan kedua tangannya. "Mulutmu penuh daging. Kau sama sekali tidak mengunyahnya. Sekarang kau benar-benar terlihat seperti kelinci. Aku akan memotong bagianmu mulai sekarang" katanya. Dia mengambil potongan lainnya dan mengarahkannya pada Nana.


HAP!


Nana dengan cepat menyambarnya. Pikiran gadis itu sangat sederhana. Kalau ada pria tampan yang bersikap baik padanya, dia akan sangat senang. Dia malah menikmati nya dengan senang hati.


Sekali lagi, pasangan romantis kedua terbentuk.


Shin yang mengetahui itu langsung mematung.


"Shin~ aku ingin lagi" kata Lista dengan nada manja.


Tapi Shin tidak menggubrisnya sama sekali. Matanya fokus menatap Nana dan Darwin yang berada di sampingnya.


Emosinya sangat melonjak saat ini. Dia melakukan semua ini agar gadis itu cemburu padanya. Tapi gadis itu tidak peduli dan bermesraan dengan orang lain. Dia benar-benar marah saat ini.


"Apa kau segitu inginnya orang lain menyuapimu?" suara dingin Shin tiba-tiba terdengar.

__ADS_1


"Eh?" aku menoleh dengan wajah bingung. Lalu aku kaget saat melihat Shin mengarahkan sepotong daging lainnya padaku.


HAP!


Aku melahapnya dengan polos.


"Aku sangat menyukai ini. Aku belum pernah disuapi seumur hidupku" kataku jujur.


"Kelinci kecil, aaa..." Darwin di sisi lainnya.


"ini" kata Shin.


"Kelinci kecil”


"Potongan lainnya"


Akhirnya kedua orang itu menyuapi Nana berturut-turut, membuat seluruh mulutnya penuh dengan daging.


Nana sangat menikmatinya. Dia akan memakan daging yang diarahkan pada nya dengan bahagia.


Semua orang di tempat itu terdiam, hanya bisa mendengar suara Shin dan Darwin yang menyahut satu sama lain. Nana bahkan tidak berbicara karena sibuk makan.


Lista juga terdiam. Dia menundukkan kepalanya dan meremas pakaiannya erat-erat.


Dia hanya berpikir kenapa Shin selalu berpaling darinya? Kenapa rencananya selalu gagal? Apa kekurangannya? Sejak kecil dia adalah gadis sempurna tanpa satu pun kekurangan. Dia kaya, cantik dan pintar. Bahkan Shin juga memujinya bahwa dia berbeda dari gadis lainnya. Tapi kenapa Shin masih tidak bisa menerimanya?


Walaupun Shin tidak memiliki rasa apa pun padanya. Dia yakin bahwa itu akan terbentuk seiring berjalannya waktu.


Lista melihat Nana, yang saat ini makan dengan wajah bahagia, dengan tatapan benci. Kenapa gadis seperti nya di sukai banyak orang? Gadis itu bodoh dan genit! Dia tidak punya otak dan selalu menggoda pria. Mengingat dirinya kalah dengan gadis seperti itu benar-benar membuat nya ingin muntah darah.


Sementara Nana, Karena bantuan Darwin dan Shin, Nana mengisi perut nya lebih cepat. Dia kenyang lebih awal dari pada yang lainnya.


"Ah, cukup!" Aku mengangkat tanganku, menghentikan aliran daging yang diarahkan padaku. "Terima kasih atas makanannya, aku kenyang" kataku sambil menyandarkan diri si kursi dan meluruskan kakiku.


Saat perutku penuh aku benar-benar ingin tidur ~


"Aku mengantuk" gumam ku pelan sambil menguap.


"..."


Shin dan Darwin terdiam dengan sumpit dan daging di depan mereka. Jujur saja, mereka hanya makan sedikit karena terus menyuapi gadis di samping mereka. bahkan mereka tidak sadar akan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2