
Nana tidak tahu bahwa dia mulai terlena dengan kehangatan tangan Shin. Tanpa sadar dia mulai terlelap sambil membawa tangan itu dalam pelukannya.
Shin mulai melihat bahwa Nana mulai tertidur. Jadi secara perlahan dia menarik tangannya dan memutuskan untuk pergi. Dia merasa cukup mengantuk juga.
Tapi tiba-tiba Nana mencengkeram bajunya saat dia berdiri. Shin mengerjap kaget, mengira bahwa gadis itu terbangun.
Tapi itu tidak sesuai dengan perkiraan nya. Mata Nana masih terpejam, tapi mulutnya terbuka untuk berbicara.
"Jangan tinggalkan aku..." Nana mulai mengingau. Jujur saja saat ini Nana mulai berada dalam mimpi buruk. Mimpi buruk dimana dia tinggal di dunia lamanya.
Saat itu, dia masih tiga belas tahun dan duduk di bangku sekolah menengah. Ada beberapa orang yang tidak menyukainya karena sikap agresif nya. Dan orang-orang itu mulai menjebak nya di kamar mandi dan menyiramnya.
"Tolong...jangan tinggalkan aku...dingin..." Nana mulai bergumam dengan suara gemetar.
Shin tidak tahu apa yang salah dengan tubuhnya. Tapi dia merasakan bahwa dadanya sedikit sakit saat melihat suara sedih gadis bodoh di depannya. seakan itu menyayatnya. Membuat nya sangat tidak nyaman.
Shin menatap Nana melankolis.
"Apa kau kedinginan..." gumam Shin.
Shin tidak tahu apa yang merasukinya. Tapi tubuhnya bergerak sendiri tanpa berpikir apapun. Dia mulai naik ke atas tempat tidur dan meletakkan dirinya di samping gadis itu. Membiarkan gadis itu memonopoli tangan kanannya.
Saat Shin sadar bahwa dia melakukan sesuatu yang berani dan salah, Nana menahannya. Gadis itu semakin maju, seakan tidak cukup dengan kehangatan tangan, dia terus maju lalu memeluk tubuh Shin dengan nyamannya.
"Hangat..." Nana bergumam sambil membenamkan kepalanya lebih dalam ke dada Shin dan dengan erat memeluknya.
Shin tersadar. Wajahnya memerah seperti udang rebus. Dia ingin menarik tangan Nana, tapi gadis itu mempererat pelukannya dan membuat nya terjebak.
Sebenarnya Shin tidak menyalahkan Nana, ini semua salahnya karena tiba-tiba berbaring di samping gadis itu.
"Jangan pergi..." gumam Nana lagi.
Wajah Shin semakin memerah. Dia dapat mencium aroma gadis itu. Mencium bau shampoo di rambutnya yang masih berbekas.
Mata Shin terpaku pada wajah Nana. Dia terdiam sejenak saat melihat wajah tenang gadis yang memeluknya. Dalam sekejap wajah memerahnya menghilang dan dia menenangkan perasaan nya.
"Ini tidak buruk. Aku mengalah karena kau menahanku..." gumam Shin tenang sambil tersenyum kecil. Lalu tanpa sadar dia juga memejamkan matanya, tertidur.
Akhirnya, ruangan itu menjadi sunyi. Hanya terdengar napas tertidur dua orang yang saling bersautan.
__ADS_1
Nana benar-benar tidak sadar dan tertidur saat ini. Dia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi malam ini. Kalau dia mengetahuinya, dia akan menggila. Tapi sayangnya dia tidak akan pernah tahu bahwa dia mendapat kan sebuah jackpot yang menakjubkan.
Sementara di sisi lainnya, Darwin dengan bersemangat menuju ke kamarnya setelah lelah bermain.
"Halo kawan! Aku membawakan wine untukmu. Ayo kita main kartu!" teriak Darwin sambil membuka pintu kamarnya.
"..."
Tapi tidak ada siapapun di dalam. Dia hanya mendengar suara hembusan angin AC yang menyambut nya.
"Kemana dia? Bukankah kita sekamar?" gumam Darwin bingung sambil melihat jam tangannya.
Sudah pukul 1 a.m. Darwin yakin Shin sudah di kamarnya karena dia tahu kebiasaan sahabatnya. Tapi sekarang dia tidak ada di kamar. Jujur saja, Darwin tidak terlalu memperhatikan saat Shin pergi meninggalkan kelompok setelah makan malam selesai. Dia hanya terus lanjut bermain dengan yang lainnya setelah selesai makan malam.
"Dia tidak bilang apa pun. Kemana bocah itu" Darwin kesal sambil meletakkan wine di atas meja.
"Tidak mungkin dia pergi ke kamar kelinci kecil bukan..." Tapi Darwin langsung menghempaskan pikiran bodohnya. Tidak mungkin sahabatnya itu menginap di kamar wanita kecuali dunia sudah kiamat. Jadi dia hanya bisa menyimpulkan satu kepastian.
Shin menipunya bahwa mereka sekamar dan pria itu sekarang dengan tenang tidur di kamar lainnya. Menikmati kesendirian. Memikirkan semua ini membuat wajah Darwin semakin masam. Dan keinginan nya untuk menganggu dan mengacau Shin semakin kuat.
***
Aku membuka mataku dan menguap sangat lebar sambil merenggangkan tubuhku. Aku tidak menyangka akan tidur senyenyak ini di atas kapal. Walaupun ini adalah pertama kalinya aku naik kapal hehehe
Aku jadi menyesal karena tertidur terlalu cepat. Harusnya aku menikmati saat-saat memegang tangan pria tampan itu. Tapi aku tidak bisa mengontrol kelelahan pikiran ku. Cih!
Aku pun memutuskan untuk pergi sarapan. Perutku sudah menggerutu karena aku hanya makan sedikit tadi malam.
Sebenarnya mereka tidak menyediakan sarapan di kapal ini. Tapi mereka menyiapkan sereal, susu, roti dan selai di dapur. Jadi kita hanya harus menyeduhnya sedikit. Aku ingin makan sereal ah~
Aku pun menuju dapur dengan suasana hati yang bahagia. Walaupun sebelumnya aku mendapat kenangan buruk di dapur ini karena kelakuan Lista. Tapi aku tidak memikirkannya sekarang
Kita harus realistis. Ini hanya dunia komik. Dan Lista itu memang tokoh antagonis, jadi sudah sewajarnya dia bersikap seperti itu. Walaupun aku sedikit takut dan waspada dengan beberapa rencana licik. Tapi aku juga tidak terlalu memikirkannya.
Saat aku sampai di dapur, aku menemukan seseorang yang tidak terduga di meja makan.
"Eh? Halo Shin~" aku melambaikan tangan pada Shin sambil tersenyum bahagia.
Uhuk!
__ADS_1
Shin yang sedang menikmati kopinya sambil melihat ponselnya tiba-tiba tersedak. Saat dia menoleh, ternyata itu si gadis bodoh.
Tidak. Shin tidak akan menjulukinya gadis bodoh lagi setelah kejadian semalam. Kejadian yang menjadi pengalaman terburuk dalam hidupnya.
Awalnya, Shin mengira bahwa dia bisa tidur dengan tenang saat gadis itu memeluknya. Tapi dugaannya salah!
Hanya dalam beberapa jam gadis itu bergerak dan mengganti gaya tidurnya. Sesekali menampar pipinya dengan telapak tangan, menendangnya dengan kaki, menyikut perutnya. Memikirkan ini membuat Shin merinding ngeri. Tubuhnya bahkan meninggal kan beberapa lebam kecil saat gadis itu terus menendang nya.
Gaya tidurnya benar-benar berantakan. Tidak seperti orang sakit. Shin menyesal karena tindakan gegabahnya. Gadis itu ternyata bukan hanya bodoh! Tapi juga brutal!
Intinya, dia sama sekali tidak tidur nyenyak kemarin. Bahkan di bawah matanya ada lingkaran hitam karena kurang tidur.
Nana dengan semangat membawa sereal susunya dan duduk di depan Shin.
"Apa kau tidur dengan nyenyak semalam?"
Uhuk!
Sekali lagi Shin tersedak.
"Terima kasih telah merawatku" kataku tulus. Walaupun aku sama sekali tidak sakit. Aku senang dengan perhatian nya malam itu, ah~
Tiba-tiba Darwin juga datang ke dapur dan langsung duduk di samping Shin. "Kau kemana saja semalam? Aku tidak melihatmu di kamar" kata Darwin sambil menepuk bahu Shin.
"Apa Shin tidak kembali ke kamarmu setelah itu?" aku bertanya tanpa pikir panjang.
Darwin mengernyit "Apa maksudmu setelah itu? Apa kalian bersama semalam?" tanyanya kaget.
"Iya, dia merawatku"
Darwin langsung menganga. Dugaannya yang paling konyol terjadi. Shin bermalam dengan tunangannya!
Darwin melihat kembali kondisi sahabatnya. Sangat lelah, lesu dan kurang tidur. Lingkaran hitam itu sama sekali tidak bisa disembunyikan.
kemudian Darwin melihat Nana. Gadis itu tampak enerjik seperti biasanya. Pikirannya mulai mengembara. Tidak mungkin Shin kalah kuat dengan wanita bukan? Dia menemukan sesuatu yang menakjubkan. Haruskah dia menceritakan semua kejadian ini pada bibi dan membuat mereka menikah lebih cepat?
"Bro~ aku tidak tahu staminamu akan habis hanya untuk satu orang gadis. Ternyata kau tidak sekuat itu." Darwin menggeleng prihatin. "Aku memberikanmu beberapa saran. Minumlah suplemen sebelum bermain"
"?"
__ADS_1
Nana mengamati semua perkataan Darwin dengan wajah bingung. Dia tidak mengerti konteks nya karena dia tidak berpikiran terlalu jauh.
Sementara Shin mulai mengeluarkan aura membunuh. Dia menatap Darwin dengan tatapan mematikan.