
Keesokan harinya, aku menjalani hari-hari datar seperti biasanya lagi. Tapi tenang saja, sebentar lagi akan ada event baru! Ujian harian akan tiba dan para murid akan sibuk belajar. Pada masa-masa ini, Ken dan Rin akan dipertemukan. Lalu kisah cinta bersemi mereka akan dimulai!
Aku benar-benar tidak sabar. Aku ingin melihatnya. Kalau tidak salah pertemuan pertama mereka terjadi di perpustakaan. Ini masih hal yang wajar. Karena di masa-masa ujian seperti ini, perpustakaan akan menjadi penuh karena banyak orang. Tapi Ken dan Rin punya benang merah yang mengikat mereka, sehingga mereka selalu bertemu saat di perpustakaan. Karena pertemuan yang terjadi berulang kali, Ken mulai merasa tertarik. Dia akan mengajak Rin untuk belajar bersama. Tentu saja Rin menyetujuinya dan akhirnya dia mengangumi Ken, karena Ken memberitahunya cara simpel untuk memecahkan soal. Ken juga kagun pada Rin karena dia cepat tanggap dan pintar. Akhirnya, kedua orang dengan otak monster itu menjadi akrab.
Setelah ujian selesai dan hasil ujian diumumkan, Ken bahkan lebih terkejut. Walaupun Rin adalah juniornya dari tingkat dasar, skor ujiannya bahkan melebihinya beberapa poin. Ini tidak mempengaruhi apa pun sebenarnya karena Rin masih kelas 1 dan Ken sudah kelas 2. Tapi entah kenapa rasa tersaingi Ken bangkit dalam dirinya. Tanpa sadar dia ingin mengetahui lebih dalam tentang Rin. Dia mulai sering-sering mendekatinya dan akhirnya dia jatuh cinta. Hanya saja nasib Ken ini cukup malang. Pernyataan cintanya ditolak oleh Rin. Ini semua bukan salah Rin. Ini semua karena sikap Ken yang terlalu pasif, sehingga Shin lebih dulu menyerang. Ada pepatah "yang maju duluan yang menang". Sehingga Rin lebih tertarik pada Shin.
Aku ingin menyaksikan event kedua orang ini dan bersenang-senang. Tapi....
"Arghhh..." aku berteriak frustasi sambil mengacak-acak tumpukan buku di atas mejaku. Aku benar-benar akan gila! Aku harusnya bersenang-senang di dunia ini bukan? Tapi kenapa aku harus belajar? Bahkan pelajarannya lebih sulit dari dunia asalku. Aku benar-benar akan gila!!
Aku sebenarnya ingin mengabaikan tumpukan buku ini dan tidak belajar. Tapi pandangan tajam wali kelas itu mengarah padaku "Nana, jangan mengecewakan ibu. Ibu tahu kau sangat kurang tapi berusahalah" kata guru itu dengan mata bersemangat. Bu Pin membaca buku berjudul "cara memotivasi siswa yang bodoh, dan rasakan kebanggannya saat kau berhasil", sehingga dia sangat bersemangat untuk memotivasi para anak-anak kaya yang bodoh ini. Dia bahkan menawarkan bantuan untuk mengajari mereka secara pribadi, menjadi guru privat. Ada beberapa anak yang tampak bodoh dalam pikirannya, tapi ada satu yang paling bodoh dan menonjol, dalam sekejap dia memilih Nana sebagai siswa terbodoh itu.
Belum sempat aku menenangkan diri karena perkataan penuh semangat si ibu guru, telponku berdering. Dan yah, itu panggilan dari kakak tersayangku yang sedang dalam perjalanan bisnis.
"Kau sedang dalam masa ujian bukan?"
"Iya"
"Belajarlah dengan benar."
"...."
"Kau harus lulus, atau aku tidak akan memberimu uang saku lagi"
"...?"
__ADS_1
"Oh iya, aku juga ingin menyampaikan pesan dari ibu. Kalau ada mata pelajaran yang tidak tuntas. Liburan keluargamu dibatalkan. Tentu saja kami bertiga tetap liburan, tapi kami tidak bisa mengajakmu. Karena kau harus serius dengan kelas remidi"
"Apaa???" aku berteriak kaget sambil berdiri dari kursiku. "Kakak..."
Tut, tut, tut. Telpon langsung dimatikan saat aku belum selesai berbicara.
Aku kembali mencari kontak kakakku dan menelpon ulang, tapi "nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi, tut!"
Aku hanya bisa duduk lemas dikursiku. Liburan dibatalkan? Kalau aku tidak lulus? AKu tidak mau itu!! Aku sudah sangat menantikan liburan itu!! "Tapi sejak kapan ada liburan ya? Aku benar-benar baru tahu. Mungkin liburannya direncanakan sebelum aku pindah ke tubuh ini" aku menggumam bingung. Tapi itu tidak penting. Liburan tetaplah liburan, itu tidak bisa dibatalkan! Aku juga ingin uang saku! Aku juga tidak ingin bu Pin datang ke rumahku sebagai guru privat!!
Hanya satu hal yang bisa mengatasi semuanya. Aku harus lulus! Tapi bagaimana? Aku bisa minta bantuan Rin karena dia teman terpintar yang kumiliki. Tapi aku takut menganggu eventnya dengan Ken kalau terus menempel dengannya. Jujur saja, aku tidak mau event di toko swalayan itu terulang lagi. Aku tidak ingin menganggu event para tokoh utama itu. Aku hanya ingin menonton mereka diam-diam dari kejauhan oke.
Jadi aku membuat keputusan paling terberat dalam hidupku. Aku memutuskan untuk berusaha belajar. Aku bahkan sudah menyakinkan bu Pin bahwa aku akan belajar sehingga dia tidak perlu menjadi guru privatku. Aku mulai mengumpulkan buku-buku kurikulum yang hanya pernah kusentuh saat dikelas, tapi kuhempas saat di rumah. Aku mulai mempelajari buku itu satu per satu di sekolah dan di rumah. Aku cukup yakin aku bisa kalau belajar. Lagipula aku tidak bodoh-bodoh amat. Tapi ternyata ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Semakin lama melihat tumpukan buku itu, kepalaku semakin sakit. Kepalaku mulai pusing dan perutku mulai mual. Aku merasa ingin muntah dan berteriak gila. Aku tidak mengerti sama sekali apa yang tertulis di buku-buku itu!
"Aku menyerah...aku akui aku memang bodoh..." kataku sedih sambil menyandarkan kepalaku di tumpukan buku yang sudah kuacak-acak tadi. Tampilanku saat ini benar-benar mirip zombie. Biasanya aku sangat memperhatikan penampilan dan selalu berdandan kalau pergi ke sekolah. Tapi kali ini aku tidak sempat melakukannya. Kelihatan sekali kalau penampilanku berantakan. Rambut yang dikuncir satu asal-asalan karena tidak disisir. Aku bisa merasakan rambutku menonjol seperti jarum karena ikatan yang tidak rapi. Mata panda yang menghitam dan tidak bernyawa karena harus bergadang untuk belajar. Aku berusaha menutupi mata jelek ini dengan kacamata. Lalu bibir pucat berkerut yang seperti nenek-nenek. Biasanya aku menutupi ini dengan lipbalm, tapi aku tidak sempat melakukannya. Hiks, aku benar-benar ingin menangis....
Saat mendengar suara Darwin, aku langsung menoleh. Dan sontak Darwin langsung melompat mundur.
"Siapa kau?" kata Darwin berpura-pura bingung dengan nada takut.
Urat-urat kekesalan muncul di kepalaku. Bocah ini benar-benar mengejek wajahku?
"Diam kau!" aku menyahutnya dengan nada kesal dan membalikkan wajahku ke sisi lainnya.
"Oke, oke, aku hanya bercanda" kata Darwin sambil tertawa. "Tapi bagaimana bisa kau menjadi seperti itu? Kau sakit?"
__ADS_1
"Mungkin..." jawabku lemah. Aku benar-benar tidak merasa bersemangat saat ini.
"Kau harusnya ke rumah sakit" suara dingin itu tiba-tiba bergema. Shin entah muncul dari mana dan dengan gerakan cepat meletakkan telapak tangannya di kening Nana. "Kau benar-benar sakit?"
Aku saat ini tidak aempat untuk menikmati keindahan di depanku, jadi aku hanya merespon Shin dengan nada datar. "Badanku tidak sakit...Tapi otakku yang sakit, hiks. Kepalaku benar-benar akan pecah" aku berkata dengan nada sedih.
Setelah mendengar perkataan Nana, raut wajah Shin langsung berubah. "Ini hanya alasanmu bukan untuk menghindar dari ujian"
"Aku tidak menghindar. Aku sudah berusaha kau tahu" balasku sambil menatap Shin lekat-lekat.
"Aku khawatir kau sakit kelinci kecil. Wajahmu benar-benar sudah seperti zombie" sambung Darwin dengan nada cemas.
"Tenang saja. Aku akan menjaga kesehatanku baik-baik" kataku sambil mengemaskan buku-buku yang berantakan itu dalam tasku.
"Butuh bantuan? Aku akan mengajarimu kalau mau?" Kata Shin tiba-tiba.
Saat aku mendengar perkataannya, aku merasa Shin memancarkan sinar-sinar ilahi yang membuatku terpana. Malaikat tampan muncul entah dari mana dan menawarkan bantuan padaku. Aku benar-benar beruntung. Yeah~
"Tentu saja aku mau!" kataku antusias sambil mengangguk kan kepalaku berulang kali.
Walaupun Shin tidak sepintar Rin, dia cukup pintar. Dia berada di ranking 3 saat pengumuman. Dia cukup pintar. Jadi benar-benar beruntung bisa diajar olehnya. Apalagi setiap mengajar aku disuguhi wajah tampan itu, semangatku pasti terisi ulang terus!
"Selamat bergabung kelinci kecil" jawab Darwin sambil tiba-tiba mengelus kepalaku. Tapi itu hanya sebentar, dengan cepat dia menariknya kembali dan mengendus-endus tangannya. "Kelinci kecil...kau ternyata tidak mandi juga ya...."
BAK! Aku langsung melempar Darwin dengan buku yang ada ditanganku. Aku memang tidak mandi. Tapi tidak seharusnya dia mengatakan hal memalukan itu di depan umum!
__ADS_1
Tapi lemparan Nana gagal, karena Darwin berhasil menghindar dengan langkah cepat. "Uwahh~ kau benar-benar ganas~"
"Humph!"