
Aku kembali ke rumahku dengan pikiran yang rumit. Gara-gara kejadian tidak terduga itu, aku memikirkan banyak hal. Apakah ini akan jadi hal yang baik atau hal yang buruk? Maksudku, di cerita yang sebenarnya aku bahkan tidak memiliki hubungan dengan tokoh utama pria. Ini mengejutkanku. Dan aku juga harus bersiap dengan kemugkinan terburuk. Hanya ada dua kemungkinan buruk, pertama adalah balas dendam Lista dan yang kedua adalah Shin membatalkan pertunangan karena tokoh utama wanita. Dua kemungkinan itu akan terjadi. Aku yakin itu.
Tapi tenang saja. Aku sudah memikirkannya dan aku akan mencari jalan keluar untuk itu. Sebenarnya mudah saja kalau Shin membatalkan pertunangan. Supaya hatiku benar-benar tidak hancur berantakan, aku tidak boleh cinta mati terhadap bocah itu! Benar-benar tidak boleh!
Tapi aku harus memikirkan cara supaya tetap aman dari tindakan dendam Lista. Yang satu ini cukup menyusahkan. Itu akan sangat bodoh kalau pada akhirnya Shin berjodoh dengan Rin. Aku digunakan sebagai perisai disini untuk melawan Lista. Hmmm...
Sebaiknya jangan terlalu banyak berpikir.
Aku sekarang bingung bagaimana cara menghadapi Shin di sekolah besok. Aku juga bingung bagaimana cara menghadapi orang tuaku.
"Arghhh!" Aku meletakkan wajahku di atas bantal dan berteriak.
Semoga saja aku tidak mendapat mimpi yang buruk...
Tapi aku bahkan tidak bisa bermimpi! Karena terlalu banyak hal yang dipikirkan, aku tidak mengantuk sama sekali. Aku tidak tidur untuk hari ini. Dan aku tidak bisa tidur sampai keesokan akhirnya. Akhirnya aku bangun dengan mata menghitam dan kepala pusing.
Aku melihat diriku sendiri di cermin. Benar-benar seperti zombie. Wajahku pucat dan bibirku pucat. Walaupun aku sudah menutup bibirku dengan kosmetik tapi tetap saja wajahku terlihat lelah. Kantung mataku juga menghitam, walaupun aku ingin menutupnya dengan kosmetik tetap saja terlihat. Kosmetik hanya membuat wajahku terlihat lebih baik dari aslinya.
***
Akhirnya aku tiba di kelas. Kali ini aku tiba lebih awal karena aku tidak tidur. Aku juga ingin mencuri waktu untuk tidur di kelas. Aku tiba tiga puluh menit lebih awal. Dan menyandarkan kepalaku di atas meja.
Tapi aku terlalu bodoh! Aku benar-benar tertidur. Aku bahkan tidak sadar bahwa murid lainnya sudah berdatangan. Untung saja Darwin membangunkanku.
"Kelinci kecil kenapa wajahmu seperti hantu?" kata Darwin dengan nada mengejek.
"...."
Melihat Nana tidak meladeninya, Darwin sedikit bingung.
__ADS_1
"Ada apa denganmu?" tanya Darwin.
"Tidak ada..." aku menjawab lemah. Kali ini aku tidak bisa meladeni lelucon Darwin. Aku terlalu lelah dan mengantuk sekarang. Mungkin sehabis sekolah aku akan langsung pulang untuk tidur.
Shin datang ke kelas sebagai orang terakhir. Mau tak mau dia menjadi pusat perhatian. Tanpa sadar Nana mengunci tatapannya pada Shin. Dia memperhatikan pemuda itu dari awal sampai akhir.
Shin sadar bahwa Nana menatapnya dan dia melihat balik. Akhirnya mereka saling mengunci tatapan. Tapi Shin hanya bersikap santai dan biasa. Seperti tidak ada sesuatu yang menakjubkan terjadi. Sikap Shin ini membuat Nana semakin canggung.
'Aku benar-benar bodoh...' aku bergumam sendiri dalam pikiranku. Shin saja tidak terlalu memikirkan pertunangan dadakan ini. Sepertinya dalam pikirannya ini hal yang tidak penitng. Ditambah lagi mungkin dia sudah muak dengan pemaksaan ibunya untuk bertunangan, karena itu dia menyerah.
Haah ~
Hanya aku saja yang merasa canggung, senang dan kaget. Benar-benar memalukan...
Baiklah, karena Shin juga bersikap biasa saja, maka aku tidak perlu untuk terlalu memikirkan event tiba-tiba ini.
"Lagipula ini hanya kisah dalam komik" gumamku sambil menyandarkan pipiku kembali ke atas meja.
***
Hari-hari di sekolah berlangsung seperti biasanya. Aku akan berusaha membuka kelopak mataku selama jam pelajaran. Lalu saat jam istirahat tiba, aku akan membenamkan kepalaku sambil bersandar di atas meja. Aku bahkan melewatkan makan siangku karena ingin tidur sebentar.
Darwin memperhatikan wajah Nana yang lemas dan dia menggeleng tak percaya. "Apa yang dilakukan kelinci kecil itu semalaman? Dia kelihatannya sangat lelah...." Darwin menatap Shin. "kenapa kau tidak membantunya? Dia akan menjadi tunanganmu sebentar lagi..."
"...." Shin tidak merespin. Dia hanya menatap sahabatnya itu dengan tatapan dingin dan tajam. Menandakan bahwa Darwin harus menutup mulut rusaknya.
"Oke, oke, aku tidak akan berbicara lagi" kata Darwin sambil menepuk bahu Shin. "Tapi...kondisi gadis kecil itu mengenaskan. Sebentar lagi ujian akan dilaksanakan, bagaimana bisa dia tidak menjaga tubuhnya sendiri?"
Shin mengarahkan tatapannya pada Nana yang sedang tertidur di kelas. Tatapannya sangat serius. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, kita bisa melihat sedikit kecemasan di matanya.
__ADS_1
Akhirnya jam istirahat terakhir sudah habis. Kelas kembali dimulai dan aku harus bangun dari mimpi indahku sebentar. Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya bel pulang berbunyi. Mataku langsung cerah dan berbinar saat mendengarnya. Akhirnya pulang juga. Aku merindukan kasurku. Aku ingin tidur.
Aku sudah bersiap-siap untuk pulang. Aku menghampiri Rin dan mengatakan bahwa aku tidak akan ikut belajar kelompok hari ini karena kondisiku sudah tidak baik. Aku membutuhkan istirahat sekarang.
Mendengar penjelasan sahabatnya. Rin hanya mengangguk.
Mereka berdua pun melangkah keluar kelas sampai akhirnya suara dingin Shin bergema. "Tunggu"
Mereka berhenti. Aku menatap Shin dengan ekspresi bingung. "Ada apa?"
"Aku dan keluargaku akan ketempatmu malam ini" kata Shin santai, lalu dia melewati kami dan melenggang keluar pintu.
Pria itu bahkan tidak membiarkanku mencerna situasinya! Aku tentu saja kaget dengan pernyataannya. Hei! Bukankah harusnya kau memberiku waktu? Aku bahkan belum memberitahu orang tuaku apa yang terjadi! Bagaimana Ini!
Arghhhh!
"kelihatannya hari ini aku tidak akan tidur lagi..." kataku sedih sambil menundukkan kepalaku lemas.
Rin hanya mengerutkan keningnya sambil melihat sahabtanya. Rin sedikit bingung. Ada apa dengan Nana akhir-akhir ini? Wajahnya kelihatan lelah dan dia sepertinya kurang istirahat juga. Dan juga kenapa wajah sahabatnya benar-benar kaget saat tuan muda sombong itu berkata ingin kerumahnya? Rin benar-benar bingung dan dia akan menanyakan alasannya nanti.
Saat Rin ingin membuka mulutnya dan bertanya, TING! Ponselnya berbunyi. Ada notifikasi pesan disana.
"Aku akan menunggumu di cafe Bunny jam 9 -Ken"
Rin tanpa sadar tersipu dan tersenyum. Dia mengetik "oke" dan mengirimkan balasannya.
Tanpa Nana ketahui, sang tokoh utama wanita mulai menjalin hubungan dengan tokoh utama pria lainnya karena dirinya....
__ADS_1