
Hari ini adalah interaksi pertamaku dengan si gadis aneh. Gadis aneh itu melihatku menangis saat sekolah ini memperlakukanku dengan tidak adil. Dia berkata dia akan membantuku memperoleh uang. Tapi dia tidak memberikan uang itu secara cuma-cuma. Aku perlu bekerja untuknya, menjadi supirnya. Tugasnya juga sangat sederhana untukku. Aku hanya harus menjemput dan mengantarnya pulang. Gaji yang kuterima juga sangat besar. Jadi aku sangat tertarik.
Gadis aneh itu bernama Nana. Kami saling bertukar nama. Aku mendapat info bahwa keluarga Fent cukup terkenal di dunia bisnis, walaupun itu tidak berlebihan. Bisa dibilang keluarga mereka adalah orang kaya baru. Orang kaya baru mempunyai derajat yang lebih rendah dari bangsawan atau pun kaya karena keturunan.
Keluarga Fent memmbuat perusahaan mereka sendiri, dan kebetulan perusahaan itu beroperasi dengan lancar. Mereka memulainya dari 0, bukan warisan. Karena itulah mereka disebut orang kaya baru.
Aku tidak pernah tahu informasi apa pun tentang hal ini sebelumnya. Sampai aku tiba di sekolah ini dan mendengar banyak murid bergosip. Mau tidak mau aku mengingat semuanya karena otakku sangat baik.
Lalu keesokan harinya, aku harus menjemputnya. Aku bangun pagi-pagi dan dia masih tertidur. Yah, sama seperti rumor, dia gadis yang malas.
Aku juga cukup canggung saat memasuki rumahnya. Villa itu sangat besar. Mungkin aku perlu mengumpulkan uang selama berpuluh-puluh tahun untuk membeli villa seperti ini. Dan ini pertama kalinya aku mengunjungi rumah temanku di SMA. Bisa dibilang Nana adalah teman pertamaku di SMA.
Aku cukup senang saat aku mendepatkan teman baru. Karena cukup sulit bergaul dengan anak-anak lainnya. Karena mereka cukup berbeda sehingga aku tidak mengerti sama sekali topik pembicaraan mereka.
Aku mengantar dan menjemput gadis itu selama beberapa hari. Tidak disangka dia gadis yang cukup lugas dan ceria. Sangat nyaman saat berbicara dengannya. Nana mengetahui beberapa hal mengejutkan seperti jajanan di kaki lima, baju grosir murah dan sebagainya. Ini cukup mengejutkan! Sangat jarang bagi gadis-gadis kaya itu untuk mengetahui hal ini. Apalagi aku juga kaget saat tahu dia orang yang hemat. Benar-benar hemat sampai dibilang dia cukup pelit hahaha
Aku benar-benar senang bisa mengenalnya. Aku bahagia menjadi temannya. Entah kenapa hubungan kami terasa cocok. Walaupun gadis itu cukup aneh, pemalas dan bodoh. Itu tidak masalah.
__ADS_1
Aku tidak tahu hobi Nana adalah melihat pria tampan. Dia pernah berkata akan mengumpulkan beberapa pria tampan dan membuat harem. Aku tahu ide itu cukup gila. Tapi aku yakin Nana bisa melakukannya. Lagipula dia cantik, dia bisa menemukan beberapa pria tampan di luar sana.
Tapi aku tidak terlalu suka saat Nana menatap Pria brengsek dan temannya itu dengan mata terpesona. Aku sangat tidak senang. Nana boleh mendekati pria lain, tapi tidak pria itu! Aku tidak setuju! Walaupun aku sama sekali tidak bisa mengungkapkan ketidaksetujuanku.
Tapi kenapa harus pria itu? Pria brengsek yang merendahkan harga diriku. Pria seperti itu tidak cocok untuk Nana. Apalagi aku memperhatikan pria brengsek itu selalu melihat Nana dengan tatapan jijik. AKu membencinya! Bagaimana kau bisa melihat gadis manis seperti Nana dengan ekspresi jijik seperti itu!
Tapi untunglah...
Walaupun Nana selalu menatapnya. Dia tidak pernah menempel dan mendekatinya. Aku cukup bersyukur.
Tapi dia hanya meresponnya dengan tawa, yang membuatku cukup cemberut.
Walaupun begitu, kami selalu bertemu dengannya. Ya, kami memang sekelas. Tapi Nana selalu bertemu pria brengsek itu. Entah itu kerja kelompok, saat ke kantin, dsb. Ada banyak sekali kejadian yang mempertemukan kami. Argh! Padahal aku sama sekali tidak ingin melihat wajah pria brengsek itu! Takdir benar-benar mengecewakanku.
Tidak hanya pria brengsek itu yang bermasalah. Teman laki-lakinya pun bermasalah. Aku berpikir saraf kedua orang itu cukup rusak.
Begitulah pikirku. Aku tidak menyukai pria bernama Shin dan temannya. Tapi kami selalu bertemu setiap saat, sehingga aku benar-benar terbiasa dengan keberadaan pria itu. Walaupun kami akan bertatapan dengan tajam saat mata kami bertemu. Aku dengan jelas memberinya peringatan "jauhi sahabat ku" dengan tatapan sinis. Tapi dia selalu membalasnya dengan seringai mengejek yang membuatku semakin membencinya.
__ADS_1
Lalu suatu hari aku menjumpai kejadian yang mengejutkan! Aku bertemu dengan seorang pria di tempat kerja. Pria itu selalu mengeluarkan aura membunuh, tapi entah kenapa saat bertatapan dengannya aku merasakan bahwa dia bukan pria yang menyeramkan.
Kami tiba-tiba berbicara satu sama lain. Hal itu terjadi secara spontan. Awal mula topik kami hanya makanan yang kujual. Tapi tiba-tiba pembicaraan kami melenceng jauh. Kami berbicara tentang hobi dan sebagainya. Kebetulan lagi kami mempunyai hobi yang sama! Terlalu banyak kebetulan saat kami bertemu. Padahal kami belum mengenal nama satu sama lain.
Tapi aku tidak menyangka, kejadian mengejutkan lainnya akan terjadi. Sahabatku, si gadis aneh itu menguntitku selama ini! Hanya dengan alasan aku sedang dekat dengan pria. Lalu pria itu juga mengenalinya. Dan mereka kelihatan nya bermusuhan, karena hubungan mereka tidak akur.
Lalu si pria brengsek juga muncul. Ya tuhan? Ternyata mereka bertiga saling mengenal! Sahabatku, pria brengsek dan pria misterius itu. Dan mereka semua saling bermusuhan! Apa dunia ini begitu kecil sampai kau bisa menemukan tiga orang yang kau kenal sekaligus dalam satu tempat?
Aku tidak tahu bagaimana bisa pria misterius itu bermusuhan dengan sahabatku dan pria brengsek. Aku tidak tahu sejarahnya dan aku juga tidak berani bertanya.
"Kau juga teman dua orang itu?" tanya si pria misterius. Dia bertanya padaku lewat chat. Sebelumnya kami sudan bertukar ID. Nama ID pria misterius itu adalah "Pinus". Aku tidak tahu kenapa dia menggunakan nama samaran seperti itu.
"Ya. Gadis yang sebelumnya adalah teman baikku" Aku membalas pesannya.
Lalu aku tidak menerima balasannya sama sekali. Sampai hari ini pria "Pinus" itu tidak menghubungi ku lagi. Apa karena aku mengakui bahwa aku berteman dengan Nana? Atau karena alasan lainnya?
Haa~ aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Lagipula kalau pun pria misterius itu tidak mau berteman denganku karena aku berteman baik dengan musuhnya. Hal itu tidak masalah. Lagipula yang pasti, kalau aku disuruh memilih, aku tetap akan memilih sahabat baikku, Nana.
__ADS_1