
Karena insiden ciuman yang tidak disengaja itu, suasana di ruang makan menjadi sangat canggung. Nana datang terakhir dan dia melihat semua orang menatapnya, kecuali Shin yang menundukkan kepalanya menatap piring.
"Kenapa lama sekali?" Ny. Fent menggerutu. Nana dengan cepat duduk di kursi kosong di samping Shin.
Saat para pelayan meletakan semua makan malam di atas meja, semua ornag mulai makan. Tn. Fent yang memulai pertama kali lalu yang lainnya mengikuti.
Suasana benar-benar sangat sunyi. Biasanya beberapa orang akan berbicara kecil sambil makan tapi sekarang yang terdengar hanyalah suara bentrokan sendok, garpu dengan piring.
Saat semua orang mulai menghabiskan makanan utama, Ny. Fent membuka mulutnya pertama kali. "Shin, tentang acara pertunangan...Bukankah harusnya beberapa hari lagi?"
__ADS_1
Shin merinding. Dia menatap Ny. Fent hati-hati. Sebenarnya dia tidak tahu kapan pertunangan itu diadakan. Ibunya yang mengurus semuanya. Dan dia tidak masalah kapan dan dimana pun pertunangan itu diadakan. Dia sebenarnya ingin menjawab bahwa ibunya yang merencanakan semuanya.
Tapi tunggu dulu. Shin merasa tidak nyaman kalau dia menjawab seperti itu. Bukankah dia akan di cap sebagai menantu tidak berguna kalau dia tidak tahu apa-apa.
"Ya, akan diadakan sebelum semester baru dimulai" jawan Shin datar.
Nana terus menerus menatap ke bawah. Wajahnya memerah malu dan dia tidak berani menoleh ke arah Shin dan ibunya. Dia terus memainkan sendok di atas piringnya walaupun piringnya sudah kosong.
Setelah makan malam selesai, Shin kembali ke kamarnya. Nana juga. Dia langsung merebahkan diri di atas kasurnya. Dia tidak bisa tidur dan hanya menatap langit-langit kamarnya tanpa memikirkan apapun. Sebenarnya dia tidak mengerti bagaimana dia bisa berakhir seperti ini.
__ADS_1
Awalnya dia hanya masuk ke lingkaran sihir aneh dan masuk ke dunia fantasi yang pernah dia baca di buku. Lalu dia menjadi salah satu karakter pendukung jahat yang tidak penting. Dia hanya ingin menjadi penonton dan melihat semua adegan utama dalam cerita. Tapi dia akhirnya terlibat dengan para tokoh utama itu. Dan bahkan bertunangan dengan tokoh utama! Nana terus memikirkan hal itu dan tanpa sadar dia tertidur.
Keesokan harinya, Shin kembali pagi-pagi sekali. Saat Nana bangun, dia tidak melihat Shin lagi di rumahnya. Sebenarnya dia sedikit sedih. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal padanya. Tapi orang itu sudah pergi.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering. Rin memanggilnya. Nana langsung dengan cepat mengangkatnya. Rin berkata bahwa dia mendapatkan libur besok dari tempat kerjanya dan dia ingin menghabiskan waktunya bersama Nana. Dan tentu saja Nana menyetujuinya dengan senang hati.
Setelah itu Nana menceritakan pengalamannya saat liburan. Dia menceritakan semuanya dengan sangat antusias. Terutama saat dia menceritakan dirinya akan mati dan sesuatu yang aneh menolongnya. Dia juga menceritakan hal buruk yang Lista lakukan padanya. Rin naik pitam saat mendengarnya dan dia mulai mengomel serta berkata bahwa Lista adalah nenek sihir. Nana menceritakan semua yang terjadi. Tapi dia tidak menceritakan beberapa kejadian yang membuatnya malu, seperti Shin menciumnya dan sebagainya.
Malam harinya, Shin dan ibunya kembali mengunjungi kediaman Nana. Dan mereka mulai membicarakan perihal pertunangan dengan sangat serius. Nana berada di sana, menyaksikan semua orang saling berpendapat dengan keringat dingin. Dia tidak menyangka bahwa mendiskusikan acara pertunangan akan menjadi intens seperti ini. Dia tidak mengerti sama sekali. Saat mereka membicarakan tentang vendor, dekorasi, brand dan sebagainya. Nana merasa otaknya membeku di tempat.
__ADS_1