
matahari malu malu menyapa hari itu. hari tidak begitu terik saat nada memutuskan untuk berkunjung ke makam ryan dan melody.
"hai sayang aku datang. aku baik baik aja kok. setiap malem aku sama chiara doain kamu. kamu baik baik ya disana. setiap aku kangen kamu aku selalu baca alfatihah untuk kamu. aku akan bertahan untuk tetap tegar tanpa kamu. love you" nada menaburkan bunga diatas pusara lelakinya itu. dilanjutkan dengan menabur bunga di makam melody yang hanya berjarak beberapa blok dari makam ryan.
"terimakasih" sebuah suara mengagetkan nada. nada tersenyum mengetahui sang pemilik suara. "aku duluan mas" nada pamit saat rayhan meletakkan satu tangkai mawar di atas pusara istrinya. "kamu naik apa?" tanya rayhan. "aku naik taksi online." balas nada sambil mengambil ponsel dalam tasnya "aku anter yaaaa. tunggu sebentar" rayhan berjongkok disisi makam istrinya dan memanjatkan doa. sementara nada menyaksikan rayhan yang sedang khusyuk. entah kenapa nada mengikuti perintah rayhan untuk menunggunya.
__ADS_1
"kamu terlihat kurus nada. aku mau kamu makan yang banyak" rayhan memesan 2 porsi ayam bakar. dia tahu benar mkanan favorit adik iparnya itu. "kamu masih suka ayam bakar kan" nada mengangguk tersenyum. "besok chiara ngajak jalan jalan. kamu mau ikut?" rayhan menatap mata nada. "kalian aja mas. aku masih ingin di rumah" tampak raut kecewa di wajah rayhan. "aku tau ini sulit. tapi akupun merasakan hal yang sama waktu melody pergi. nada, ryan akan sedih kalo kamu terus menutup diri. kamu berhak bahagia." mata nada terasa hangat. ada bulir yang seolah ingin keluar. "mas maaf" nada menyeka air matanya. rayhan mencoba mengerti suasana hati nada. ingin rasanya ia memeluk wanita itu. ada rasa rindu yang membuncah dalam diri rayhan. segitu besar nada mencintai ryan, sampai wanita itu merasa menderita kehilangan belahan jiwanya.
"aunty chiara sudah selesai iqro 1." chiara menghambur dalam pelukan nada saat melihat tantenya datang. "anak solehah. chiara mau hadiah apa???" chiara diam sambil memegang jidadnya seolah sedang berfikir. "aunty besok ikut aku yaaa jalan jalan sama abi." nada terkejut dengan permintaan chiara. "chiara ga mau hadiah lain??" chiara menggeleng. dia merajuk dipangkuan nada. dia ingin sekali jalan jalan bersama abi dan tantenya. "okeee. tapi ada syaratnya. chiara harus jadi anak baik yaaa besok. harus nurut abi, aunty eyang kakung dan eyang putri. setuju??" nada mengacungkan jari kelingking pada chiara. dengan riang chiara menyambut dan menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking nada. nada begitu menyayangi chiara. disaat chiara merindukan sosok ibu dengan senang hati nada akan memanjakannya.
"aunty chiara cantik ya pake hijab" chiara mematut dirinya di cermin. sementara nada masih sibuk memasukkan buku buku ke dalam tas keponakannya itu. "cantik dong. seorang muslimah akan selalu terlihat cantik dengan memakai hijab. nanti chiara sudah besar wajib memakai hijab juga" nada menggandeng tangan chiara menuntunnya ke meja makan.
__ADS_1
"ayah nada anterin chiara dulu ya baru ke kantor." ayah nada mengangguk. nada mengoleskan selai coklat ke roti untuk sarapan chiara. dengan lahap chiara menghabiskan roti buatan nada. "nanti siang eyang kakung yang jemput chiara ya." ayah nada mengusap sayang kepala cucunya. "iya eyang. aunty sibuk lagi yaaa kerjanya??" tanya chiara sambil terus mengunyah rotinya. "iya nih aunty lagi banyak kerjaan. nanti kalo aunty udah ga sibuk kita jalan jalan yaaa" nada memasukkan roti kemulutnya. "ini udah eyang buatin bekelnya. nanti dihabiskan yaa nak" bunda nada memasukkan kotak bekal ke dalam tas chiara. chiara mengangguk sambil menghabiskan susu.
"assalamualaikum" rayhan baru saja tiba dan langsung duduk di samping putri kecilnya. ayah bunda dan nada kompak menjawab salam. "anak abi cantik banget nih. abi anter ke sekolah ya" rayhan menciumi pipi chiara gemas. "yeeeeyyyy hari ini chiara dianter abi sama aunty" nada dan rayhan saling bertatapan salah tingkah. "sarapan dulu han" bunda mengoleskan roti dengan selai dan diletakkan di piring rayhan. pagi itu chiara bahagia di hari pertamanya sekolah ia diantar oleh dua orang kesayangannya.
"oooh ini yaaaaa papanya chiara. selama ini ketemunya selalu sama mamahnya aja. chiara seneng yaaa dianter sama mamah papahnya" seorang guru menyapa nada dan rayhan. nada salah tingkah ketika gurunya menyebut dia mamahnya chiara. "maaf bu ini tante nya chiara. mamahnya chiara sudah meninggal 1 tahun lalu." kata rayhan menjelaskan. guru chiara meminta maaf merasa tak enak hati karena sudah mengira nada adalah mamahnya chiara. wajar saja seperti itu karena memang dari awal mendaftar hanya dia yang datang dan sibuk mengurus keperluan sekolah chiara. nada tersenyum dan meninggalkan chiara yang sudah masuk ke dalam kelasnya rayhan menyusul nada dan membukakan pintu mobil untuk wanita itu.
__ADS_1