
Setelah mendapatkan uang dari Zayn lalu pergi ke ruang keluarga meninggal mereka berdua, setelah kejadian tadi Husna merasa baru pertama kali ada orang yang menyuruh Fariz untuk menyiumnya berkali-kali serta mendapatkan uang dengan mudah.
"Maaf kalau kau engga suka dengan kejadian barusan,adek boleh marah lampiaskan saja lebih baik daripada diam saja katakan sesuatu dong"ucap Zayn penasaran.
"Engga marah ka, makasih sudah memberikan warna baru untuk kehidupan adek.Engga perlu juga melakukan seperti tadi dan menyuruh bocil-bocil melakukannya".
Jalan ke ruang keluarga Fariz dan Hana sudah menyeritaka kepada seluruh keluarga yang ada di sana setelah sampai Zayn di tatap tajam oleh kakaknya.
"Khem...Khem.....Sudah menikah malam ini?kalau belum nanti akan mas tambah kan?".
"Ayo lah mas,Zayn engga melakukan apapun yang akan membuat kalian menanggung semuanya.Aku tau Fariz dan Hana susah menceritakan semuanya kan?iya itu benar puas!"Zayn memecamkan sejenak matanya kemudian membukanya kembali.
Semua orang tertawa mendengar kejujuran yang Zayn katakan membuat pipi Husna memerah seperti tomat.
"Mas nay juga mau dong,kekerjaan mudah uang banyak boleh kan mas?"melihat kearah mba Una samping engga berkedip.
Una merasa tidak nyaman dengan sikap Nayla lalu melihat kearah mas Zayn.
"Mas engga menerima jasa seperti itu kalau di perlukan mas Zayn akan menghubungi langsung sudah kan?mas capek mau istirahat nay ikut mas nanti dapat uang mau kan?".
Jalan kekamar melepaskan bajunya lalu sudah menyiapkan sarung untuk menutupi setengah badannya dan di susul Nayla di belakang serta masuk kedalam kamar mas Zayn dan menutup pintunya.
"Pijat badan mas sekarang nanti dapat uang sebutkan nominalnya sebutan tiga digit".
"Kalau nay mau 350 ribu boleh?iya atau engga sama sekali!"Nayla mengajukan surat kepadanya lalu hendak pergi.
"Oke 350 pijat sampai mas Zayn puas baru mas kasih uangnya"membalikan tubuhnya kembali serta menunggu Nayla.
Sedang di pijat setelah dari pusar ke atas lama kelamaan tertidur sudah menggunakan selimutnya lalu Nayla membangun kan untuk makan malam.
"Arghhhhhhh,nay ngapain di bangun kan?masih mengantuk mas engga lapar"suara khas kalau sedang tertidur pulas.
Husna membawakan makanan kedalam kamarnya lalu meletakan di laci dekat tempat tidur serta membangunkan.
"Engga laper pergi saja"Zayn meninggikan suaranya masih tidur nyenyak.
"Ka ayo bangun ini Una kalau engga makan Abi akan kesini"mengancamnya untuk makan terlebih dahulu.
Memindahkan posisi tidur yang lebih nyaman serta memeluk bantal guling dan membetulkan selimutnya.
"Astaghfirullah halazim nay engga bilang kalau kakamu engga memakai baju"tegur Una memalingkan kearahain.
Zayn mendengar suara berisik tsi jadi bangun serta membulatkan matanya sempurna.
"Maaf aku lupa Makai baju lagi"sesal Zayn engga mengingat kalau masih ada Una.
"It's oke pakai sekarang!".
Zayn memakai baju setelan selesai duduk di tempat tidur supaya tidak pusing kalau bangun atau pun berjalan.
"Sudah selesai mengunakan baju,beneran aku engga lapar bawa saja makanannya kalau mau tauziah tidak akan aku dengar kan".
Menutup kedua telinganya dengan tangan lalu jalan ke kamar mandi tak lama sudah selesai lalu keluar.
"Emgga kasihan sama tubuhmu? setidaknya makan sedikit untuk perut Kaka,ayo lah makan mubasir kalau engga di makan nay siapin Kakamu"pinta Husna memberikan piring nasi kepadanya.
Sambil menahan rasa sakit di perut sambil menahan supaya tidak di berikan tauziah mendadak dari semua keluarga.
"Iya aku makan mana sini makan sendiri aja".
Lama kelamaan perutnya makin sakit sebelum memakannya membuat Zayn tidak bisa menahannya lagi.
"Ambil kan obat di kotak p3k sekarang,ahhhhh cepat sedikit nyarinya obat magg tau kan?ih lama bisa mencari atau engga?"menggerutuk kepada Nayla jalan mendapat kearahnya.
Menerima obat darinya lalu cuma di masukan ke dalam mulut sampai habis.
"Nanti aku makan sampi habis,maaf nay tadi mas Zayn meninggikan suara kelada mu maaf jangan ngambek yah"ucap Zayn.
Nayla sengaja ngambek kepadanya nanti malam akan ada kejutan untuk mas Zayn.
Berbagai cara sudah di lakukan oleh Zayn untuk membuat adiknya tidak marah lagi tapi gagal tidak ada satu pun yang berhasil.
Akhirnya makan malam terlebih dahulu sudah 15 menit yang lalu obat magg sudab turun.
Tak lama makan malam pun sudah selesai Una masih di kamar Zayn.
"Bentar kalian tunggu sini mas mau menaruh piring ke dapur"sudah jalan keluar kamar.
Nayla membuka ponselnya engga ada password sama sekali banyak dokumen di dalam galeri hingga tidak satu pun foto dirinya di dalam ponsel.
"Mba Una suka dramkor?"tanya Nayla mau menyalakan televisi.
"Kebetulan suka panggil nama aja beda beberap bulan aja"titih Husna.
Sambil rebahan di tempat tidur kakanya sedangkan Husna duduk di tempat tidurnya.
Zayn mengambil beberapa cemilan yang agak pedas lalu di bawa ke kamar untuk stok makanan kakai nonton televisi.
Setekah masuk ke dalam menjadi pusat perhatian,Husna menatap tajam kearahnya.
"Iya maaf aku engga bisa terlepas dari makanan ini"Zayn menaruh makanan di laci.
"Baik banget deh"mengambil salah satu lalu memakannya dan melanjutkan nonton bersama di kamarnya.
Zayn juga memakan cemilan tersebut lalu di rampas oleh calon istri.
"Balikin cemilan sudah aku makan kalau mau ambil yang baru"Zayn hendak mengambilnya.
Di halang oleh Husna serta mengikuti gerakan Zayn dan membuatnya tak berdaya sama sekali serta mengambil ponselnya.
__ADS_1
"Ambil saja semua yang ada di sini aku masih banyak cemilan yang sama"memainkan ponsel sambil rebahan di sofa.
"Demi kebaikan Kaka kalau sakit lagi harus di rawat serta menginap di rumah sakit!engga mau kan coba kurangi makan cemilan seperti ini demi aku"pinta Husna masih berada di sampingnya.
"Belum bisa kalau mengurangi makan cemilan,akan aku coba serta jangan salahkan kalau di kamar ini ada cemilan yang sama".
"Kenapa gitu?mau beli lagi?"Husna mulai marah kepada Zayn.
"Bukan beli mba tapi ambil,mas Zayn punya bisnis cemilan salah satunya yang di pegang mba Una kalau engga ada stok cemilan tinggal ngambil"Nayla membuka pembicaraan yang tadinya diam susah berbicara kepada mereka berdua.
"Sudah lah terserah mau makan atau tidak kalau sakit jangan mengeluh"melemparkan cemilan ketubuh Zayn.
Jalan keluar dari kama r sebelum sampai pintu Zayn menghalangi sudapa tidak pergi salam kondisi marah dengannya.
"Maaf dek akan aku kurang makan cemilan ini"Zayn memperlihatkan cemilan lalu melempar ke sofa.
"Ka,Una mau lewat tolong Kaka jangan halangi jalan Una.Terserah Kaka saja!aku belum jadi istri tapi susah mengatur Kaka".
Sudah tidak bisa membendungnya lagi dan mulai turun membasahi pipinya.
Jeleb' sangat menyentuh hati Zayn lalu ikut menangis juga di tempat yang sama.
"Jangan bilang gitu,iya Kaka salah maaf kan Kaka sudah jangan menangis lagi.Una mau apa sekarang?kalau Una berhenti menangis".
"Sudah tidak perlu Kaka minggir saja dari hadapan Una sekarang!plis jangan ganggu dulu butuh istirahat"pinta Una kepadanya.
"Oke kau tetap di sini biar aku aja yang pindah ke asrama biar kau tenang di rumah"Zayn mengambil ponselnya lalu pergi.
Una duduk di sofa menenangkan diri sendiri lalu di hampir Nayla.
"Mba kalau gini kita tidak bisa melanjutkan acaranya dong,kejutana nanti sekarang sudah jam setengah sepuluh asrama santri bentar lagi akan di tutup kalau mau di buka minta aja keabi pasti boleh"Nayla memberikan solusi kepadanya yang masih sedih.
Jalan ke ruang tengah menemui om Fatah ternyata masih ada di sana bersama yang lain serta tuduk bersamanya.
"Om Fatah minta tolong bisa?nanti Zayn suruh kesini"pinta Husna.
"Tadi Zayn terlihat sangat sedih sugang berteman kan dengan Una?"Zidan mengintrogasi calon adik iparnya.
"Benar mas itu salah Una,Una melarang supaya tidak memakan cemilan pedas-pedas lalu Nayla menjelaskan kalau mas Zayn punya bisnis kalau habis tinggal mengambilnya lagi"ucap Husna apa adanya.
"Biar aku aja nanti jam setengah dua belas kan aku juga sudah jadi dewan pesantren yang mempunyai hak untuk membuka asrama cuma untuk adik ipar"Zidan meledek nya sampai pipinya mererah seperti tomat baru di petik dari pohonnya.
"Makasih mas cakenya?"Nayla mengkhawatirkan tentang cake yang belum sempat di ambil di cafe.
"Tenang mba safy sudah menyimpan di kulkas ada 7 cake yang berbeda".
"Kalian istirahat saja pasang alarm jam setengah dua belas"pinta mba safy.
Kakan masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat sebelum jam dua belas tepat.
Jam terus berputar hampir jam setengah dua belas Zidan segera ke asrama membangun Zayn yang tidur di kamar khusus untuk ustadz,lalu Zidan jalan ke tempat yang tadi sudah di sebutkan oleh penjaga asrama santri setelah sampai membangunkannya.
Tak lama setelah mendengar suara dari kakanya langsung bangun duduk sejenak.
"Nay kenapa?katakan apa yang terjadi".
"Ikut saja dia ada di kamar mu sekarang!"jalan duluan keluar asrama.
Zayn masih megang tangan kakanya lalu jalan langsung ke kamarnya,semua orang sudah berkumpul di dalam tinggal mereka berdua yang belum sampai.
Sengaja lampu di dalam kamar di matikan minim cahaya tak sengaja menginjak kaki seseorang setelah lampu di nyalakan baru kelihatan semuanya.
"Maaf na engga sengaja tadi engga kelihatan"Zayn mengambil salep untuk lupa lebabnya serta memberikan kepadanya.
Masyaallah malam ini sangat cantik apa lagi kali ini sudah engga sendirian lagi'batin Zayn.
Setelah rangkaian acara selesai tinggal menjahili sampai jam setengah dua pagi.
Masih jam setengah satu Zayn menerima semua cake di seluruh muka yang di berikan dari orang tercintanya.
"Sudah?atau masih ada lagi?"tanya Zayn hendak mencuci mukanya.
"Tunggu ka"Una menghentikan langkah kaki sebelah masuk ke kamar mandi.
"Kenapa?jangan bilang mau ambil foto engga ada untuk sekarang,muka ku sudah penuh dengan cake nanti saja oh iya mas represi pernikahan gimana?".
"Oke lah"ucap Una sambil tersenyum kearah Zayn dan menahan ketawanya.
...----------------...
Semu sudah berkumpul di hotel yang sudah di siapkan oleh Zidan sedang di rias baik pengantin ataupun pendamping pengantin.
Sebagian sudah selesai sedangkan Zayn masih di rias,Husna dan bocil-bocil sedang jalan ke ruanga Zayn lalu langsung masuk kedalam sedangkan Zayn sedang ganti baju.
"Mba,mas Zayn sedang ganti baju?engga kelihatan dari tadi?"tanya Husna penasaran.
"Sedang ganti baju mba bentar lagi juga keluar"mba wedding organizer menunggunya.
Tak lama kemudian keluar melihat Husna susah ada di ruangan yang sama.
"Mba ini sudah selesai kan?".
"Sudah tinggal merapikan sedikit,maaf mas kalau merasa kurang nyaman sebentar dulu".
Membetulkan pakaiannya tak lama selesai serta keluar dari ruangannya.
"Maaf dek kalau tadi ada yang menyentuh pakaian Kaka"ucap Zayn merasa bersalah.
"Iya ka engga masalah,aku paham kalau acara seperti ini engga ada yang laki-laki ayo keluar sudah di tunggu"menggendong Fariz dengan gaun pesta muslimah.
__ADS_1
Jalan keluar menjadi pusat perhatian mereka mengira Zayn dan Husna yang akan menikah.
"Masyaallah bib menantu perempuan sangat cantik"ucap salah satu istri dari temannya.
"Maaf bu bukan mereka tapi Kaka dari laki-laki ini,mereka sudah datang Zidan yang menikah dan sebelumnya istrinya".
Jalan mendekat mekearah mereka serta menyambut tamu satu persatu.
Setelah acara selesai tinggal melanjutkan acara selanjutnya jalan ke ruangan sebelah tinggal bersantai serta memakai baju yang sama seperti tadi.
"Om di sini ada es krim?mau beli es krim".
"Fariz nanti saja beli sama ayah aja biarkan om Zayn istirahat"tegur ayah Tama.
"Nanti saja om masih cape pulangnya"ucao Zayn membujuknya.
Lalu melupakan membeli es krim setelah bermain bersamanya tingal ganti baju di kamar masing-masing.
Fariz serta Hana ganti baju di kamar Zayn setelah membantunya mengganti baju giliran Zayn ganti baju tiba-tiba Husna datang bersama Nayla langsung masuk.
"Mas Zayn mau ganti baju?"tanya Nayla menghalangi jalannya.
"Nay baju ini sangat panas untuk di kenakan nanti sore bajunya mau di ambil mau amu ganti sebentar saja"Zayn pasrah kalau sudah ada Nayla di dalam kamarnya.
Menunggu sampai Nayla benar-benar lupa serta bercanda bersama yang lain.
Lama kelamaan nayak lupa kalau mas Zayn sudah pergi dari sampingnya,sedang ganti baju tak lama akhirnya keluar jalan meletakkan baju di sofa.
Lalu menarik tangan mas Zayn untuk bergabung dan menjepit tubuh dengan kakinya serta tidak bisa bergerak sama sekali.
"Nay apa yang mau kau lakukan!engga usah mulai deh,kalau mau bercanda lain waktu saja mas Zayn cape butuh istirahat sekali jangan sekali.Sehari saja tidak menggangu mas Zayn kalau bersama orang lain selain nay sudah cukup nay"ucap mas Zayn.
"Sayangnya engga bisa sudah terbiasa mas agak sulit untuk Nayla tinggal satu bulan dua minggu kan apa susahnya menerima yang nay lakukan?"tanya Nayla masih menahan mas Zayn sampai puas.
"Nayla Alfatah engga semua orang bisa sabar menghadapi ujian ini apa lagi seperti orang yang sedang ta'aruf,kau tau mereka saling beradaptasi dengan keluarga kedua dari orang tersebut.Jadi kalau Nayla tetap melanjutkan hal yang sama akan di pastikan engga mendapatkan uang bulanan dari mas Zayn iya kan?"melihat kearah Zayn.
Kedua mata Husna meisyaratkan kepada Zayn lalu menganggukkan sedikit kepalanya.
"Benar yang di katakan Una kebetulan uang yang akan di berikan untuk nay bisa menambah kekurangan membeli kebutuhan yang lain,nay sebenarnya mas Zayn engga mau melakukan seperti itu kepadamu apa lagi kau orang ketiga yang paling mas sayangi setelah umma dan calon istri"titih Zayn.
Nayla merasa senang kalau mendengar semua yang di katakan mas Zayn lalu hampir menyentuh tangan husan dan menghindar supaya tidak menyentuhnya.
Husna baru menyadari kalau tanganya hampir menyentuh tanga Zayn"astaghfirullah halazim apa yang kau lakukan?sudah dikatakan kalau kita belum bisa bersentuhan apalagi satu ruangan tanpa ada orang bisa menimbulkan fitnah kalau tidak ada yang mendampingi seperti Nayla"menjelaskan kepadanya.
Lagi-lagi dapat ceramah mendadak dari mereka berdua engga bosen menceramahi aku setiap saat'bati Nayla.
Nayla sengaja melepas kannya serta bisa pergi untuk mengambil dompet di atas meja serta menggunakan jam tangan.
"Nanti sore beli jajan semuanya untuk mengganti traktiran yang belum sempat karena waktu terbatas,kalau kurang nanti bisa makan di restoran yang kalian inginkan satu tempat saja.Mas Zayn engga akan melupakan kalau kemarin belum mentraktir kalian dan tinggalkan mas sendirian sekarang".
"Om mau kemana?"tanya Fariz jalan mendekat kearahnya.
"Om engga kemana-mana mau istirahat atau tempatnya tidur siang kenapa? kebetulan susah azan nay kaku belum selesai datang bulannya?"hendak mengajaknya untuk sholat berjamaah bersama.
"Belum mas mungkin tiga hari lagi kan belum satu minggu ngapai di tanya?mas Zayn ga jelas ajak tuh calon istri untuk sholat berjamaah"meledek mas Zayn.
"Aku sholat di kamar saja"jalan duluan kembali ke kamar bertemu dengan mas Zidan berhenti sejenak sebelum pergi ke kamarnya.
"Una sekarang sholat atau engga? kalau iya datang kekamar Zayn sekarang".
"Memang mba safy engga sholat berjamaah bersama mas Zidan?"tanya husna.
"Engga tadi saat sudah mengambil air wudhu saat itu juga sedang datang bulan,agak malas sholat sendirian aku tunggu di kamar Zayn"ucap mas Zidan jalan kekamar adiknya.
Setelah sudah siap melaksanakan sholat berjamaah tak lama akhirnya selesai berzikir dan berdoa serta mencium tangan mas Zidan sedangkan ke Husna menempel kan kedua tangan di dada.
"Kau bisa istirahat nanti ingat janji mu".
"Iya mas nanti sore,mas Zayn mau pergi sama mba safy kan?engga mungkin kalau mau bergabung bersama kami"ledek Zayn.
"Ayo lah engga tiap hari,ini kan satu tahun sekali dan tiap tahunnya engga akan berubah setelah menikah ataupun sebelum menikah".
"Iya deh pakai mobil Abi aja nanti tukaran kalau mobil umma engga akan muat kapan-kapan aku akan beli mobil,oh iya kan bisnis sedang naik atur saja mas beli mobil yang sama seperti punya Abi gimana?".
Husna melihat mereka lalu tersenyum serta istighfar sudah memandang wajahnya sama saja seperti zina mata.
"Oke nanti mas akan atur kau tenang saja untuk sekarang pinjam dulu, setelah semuanya beres mas akan mengatakan aku dulu untuk sementara boleh kan?".
"Tentu mas,kau kan sudah punya SIM jadi engga masalah kalau mobil itu mengatas-
namakan mas Zayn"ucap Zayn.
"Ka beneran?mau beli mobil harganya engga sedikit loh memang punya uang?"Husna penasaran dengan obrolan mereka.
"Ayo lah engga usah memikirkan itu,bahkan Zayn bisa membeli rumah atau apartemen kakau dia mau tapi engga akan melakukannya karena masih suka tinggal bersama abi dan Umma di pesantren"titih Zidan.
"Mas aku belum butuh rumah nanti saja membahas tentang itu kalau sudah mempunyai keluarga sendiri, sekarang fokus pada sekolah dan bisnis saja oh iya kalau tiap Jumat biasa kan?engag pernah kelewatan!".
"Tentu saja engga usah khawatir gitu,besok kita akan pulang kebetulan ada acara lusa saja di toko cemilan satu tahun bisnis ini berjalan kau harus datang"Zidan memberikan waktu satu hari untuk istirahat.
"Oke atur saja dek kau juga ikut semua keluarga juga ikut,sudah kan engga ada lagi kalian engga memberikan aku istirahat?ucap Zayn jalan ketempat tidurnya.
"Terserah kasihan istri ku sendirian di kamar assalamualaikum"jaman keluar kamar Zayn.
"Selamat istirahat siang Ka".
"Ada yang kurang tapi sayangnya bocil-bocil engga ada di sini susah lah lupakan saja"merasa lesu tidak bersemangat lagi.
"Ka ngapain nyari mereka ada perlu apa katakan ke Una"titih Una.
__ADS_1
"Engga jadi kalau keluar tutup pintunya makasih selamat siang juga".