Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
8


__ADS_3

ryan dan nada menjalani hari hari yang menyenangkan di negeri orang. banyak waktu mereka habiskan bersama. sementara ryan sibuk bekerja nada menghabiskan waktu di apartemen mereka dan sesekali mengikuti kursus memasak untuk sekedar mengisi waktu luang. nada bergabung dalam komunitas WNI yang menetap di Kanada. bahkan beberapa kali nada ditawari mengisi seminar untuk mahasiswa Indonesia yang sedang mengejar pendidikan disana. tak jarang nada dan ryan menghubungi keluarga di Jakarta. rasa rindu menyeruak dalam batin mereka untuk pulang ke tanah air.


tak terasa sudah 2 tahun mereka tak kembali ke Indonesia. terakhir 2 bulan lalu bunda dan ayah yang mengunjungi mereka ke Kanada, juga sesekali orang tua ryan datang untuk melepas rindu pada anak dan menantunya.

__ADS_1


"okeeee yuuu" nada menggeret koper kecil dan memasukkan ke dalam bagasi taksi. ryan yang sudah menunggu di lobby segera membukakan pintu taksi untuk nada. "koper besar udah kamu masukin kan?" ryan mengangguk senyum. "ga sabar mau ketemu ayah bunda dan ka melody" sahut nada antusias. ryan hanya tertawa kecil melihat kelakuan istrinya yang memang sudah rindu sekali pada keluarganya.


"welcome home nadaaaaaa" teriak melody dari dalam rumah dan berlari kecil menghampiri adiknya yang baru tiba di teras rumah. nada membalas erat pelukan melody. "mana chiara ponakanku" tanya nada celingukan sambil berjalan ke dalam rumah. "sehat yan?" ayah merangkul bahu ryan. "alhamdulillah sehat yah. ayah bunda sehat kan semua?" ryan menarik koper besar mengikuti langkah ayah memasuki rumah.

__ADS_1


"chiara tantenya pipisin aja nih biar cepet cepet kasih adik buat chiara" kata ryan menggoda nada yang masih menggendong chiara. "hahaha emang ngaruh gitu ngaco ahh. anak kan rezeki dari Allah. Allah akan memberi di waktu yang tepat" balas nada tertawa.


hari itu terlewatkan dengan sangat bahagia. tawa suka cita menggema di kediaman ayah dan bunda nada. semenjak chiara lahir melody dan rayhan tinggal di rumah pak Reza karena melody harus tetap mengajar di salah satu SD Negeri dan tidak bisa ditinggalkan.

__ADS_1


"kamu apa kabar?" nada menjengit mendapati rayhan sudah berdiri di sisinya saat dia sedang mencuci piring di dapur. "sehat alhamdulillah." balas nada tanpa menoleh. nada menghindari pertemuan dengan rayhan selama ini dan hampir tidak pernah bertegur sapa ketika bertemu setelah kejadian tempo hari dimana nada merasa hatinya telah dipatahkan oleh rayhan. nada menoleh kanan dan kiri memastikan tidak ada seorangpun disana yang menyaksikan mereka. "betah disana?" tanya rayhan lagi. tatapan tajam rayhan seolah ingin menguliti nada. "alhamdulillah. maaf mas aku mau ke kamar." selesainya mencuci piring nada segera meninggalkan rayhan yang masih diam tak bergerak. nada berlari kecil menuju kamar berharap tak ada seorangpun yang menangkap basah percakapannya dengan rayhan barusan. nada merutuki diri sendiri kenapa dia harus bertemu dengan laki laki itu. laki laki yang dengan mudahnya mengucapkan kata cinta padanya disaat mereka tahu bahwa apa yang mereka rasakan adalah suatu kesalahan. butuh waktu yang cukup lama untuk nada bisa menghapus bayangan rayhan dalam hatinya. dia sadar melody lebih pantas mendapat cinta yang tulus dari rayhan. dia merasa egois karena telah lancang mencintai laki laki yang ternyata adalah kaka iparnya sendiri. sampai akhirnya ryan datang dalam hidupnya membawa sebongkah pelangi setelah kabut hitam menelusuk di hati nada. nada bahagia karena ternyata ryan mampu membuatnya merasa menjadi wanita paling beruntung ketika ryan hadir dengan segala perhatian dan keromantisannya. mereka tak pernah berpacaran hanya sekedar berteman yang akhirnya menumbuhkan benih benih cinta diantara mereka seiring berjalannya waktu.


__ADS_2