Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
50.Terobsesi kepadanya.


__ADS_3

Setelah kegiatan acara tersebut sudah selesai dewan pesantren merencanakan untuk mempertahankan kegiatan membaca Al-Qur'an di halaman depan asrama santri dan sudah setiap hari sebelum berbuka puasa,Zayn menyetujui pendapat tersebut dan kegiatan ini akan di laksanakan nanti sebentar lagi sebelum buka puasa.


"Samar kau yang melanjutkan ini,ada urusan mendadak assalamualaikum"ucap Zayn pergi duluan naik motor.


Tak lama setelah itu sudah sampai di kediaman om Gibran langsung menuju ke lantai lima,setelah sampai bertemu dengan Fariz sedang main di koridor bersama Husna.


"Assalamualaikum baru datang?"Husna berjalan mendekat ke arahnya.


"Wangalaikumusalam iya nih engga sabar kan beberapa hari lagi tidak ada yang mengganggu ku, untuk sementara aku boleh tidur di sini sampai H-1 sebelum pernikahan? untuk menghindari putri atau kau mau kalau harus menjadi yang kedua?"Zayn meledek calon istrinya sebelum menikah.


"Maaf ka kalau itu bisa di bicarakan dengan Abi Gibran,Una engga mau kalau Kaka sudah menikah dengan orang lain sebelum menyelesaikan masalah tersebut sampai selesai"tegas Husna pergi ke kamarnya lalu Zayn mengikutinya dari belakang.


Membujuknya supaya tidak marah lagi dan tidak salam paham kepadanya.


"Maaf tadi cuma bercanda,Una marah?kalau mau marah silahkan tapi jangan diam seperti itu.Kalau engga mau melihat Kaka berada di sini lebih baik pergi saja dari sini,engga ada juga yang menginginkan ke hadiran ku maaf sudah mengganggu mu assalamualaikum".


Zayn hampir saja keluar dari kamar Husna,secepat mungkin Husna berlari tak sengaja memeluk mas Zayn dari belakang.


"Astaghfirullah halazim,Una! lepaskan tanganmu.Kaka engga mau kalau Una bersikap seperti ini,ingat kalau belum ada hubungan apa pun di antara kita"tegur Zayn menepis tangannya dari pinggang tersebut.


Husna melepaskan pegangannya,merasa bersalah kepada mas Zayn menyakiti perasaannya serta canggung di hadapannya.


"Maaf-maaf engga sengaja,entah tau dari mana merasa seperti ada yang membisikkan untuk mendekati Kaka"ucap Husna.


"Membisikkan apa?memeluk lawan jenis?lain kali Una harus menjadi kehormatan sebagai perempuan, kenapa Kaka bilang seperti itu? karena Kaka engga mau melihat seorang perempuan sampai kehilangan kehormatan nya.Nanti Kaka akan memberikan tips supaya tidak terjadi sesuatu kepada Una"titih zayn pergi kembali ke kamarnya.


Di perjalanan Zayn kepikiran dengan kejadian tadi bersama Husna di kamarnya.


Tak lama kemudian sudah sampai untuk mengambil beberapa baju,serta sudah di izinkan Abi Fatah dan umma Nadya.Tak lama Zayn baru saja selesai membereskan pakaian kedalam tas ransel,duduk di sofa ruang keluarga berbincang-bincang sebentar sebelum Zayn pergi.


"Mas sering-sering kesini kan?"tanya Nayla menatap tajam ke arahnya..


"Tentu saja nay,mas Zayn cuma pergi untuk beberapa saat kalau pagi menjelang siang mas akan pergi.Kalau Nayla butuh teman curhat telepon saja secepat mungkin akan datang kesini kalau engga ada kendala"Zayn hendak berpamitan kepada Avi dan umma.


"bawalah ini,aku masukkan kedalam tas cari sendiri kalau membutuhkan.Hati-hati mas Zidan tunggu sampai kau siap memakainya".


Zayn sedang mencerna yang baru kalanya katakan kepadanya,tak lama menyadari yang di katakan mas Zidan lalu setelah mencium tangan satu persatu.Jalan ke luar mendekat ke motor disana sudah ada putri sedang menatap tajam ke arahnya.


Zayn menghiraukan keberadaan putri dan teman-temannya, setelah itu mereka masih menatap tajam kearahnya putri masih ada perasaan untuk Zayn.


...----------------...


Sekarang hari yang di tunggu-tunggu sedang berlangsung di masjid Al-Hikmah,masjid termewah di sekitar situ ijab kabul berjalan lancar dan Zayn sudah menjadi suami dari Husna Algibran.Dan kembali ke Rumah sakit sejahtera bersantai di sana sedangkan pasangan pengantin tadi berada di kamarnya.


Sedang mengganti pakaian bergantian setelah selesai bisa rebahan di tempat tidur bersama,Husna sengaja memakai mukena pakaian santai bawahannya rok plisket serta menjahilinya di berkali-kali.


"Dek kau mau ngapain?engga usah macam-macam masih ada tamu,dek plis engga usah gitu dong Kaka masih melanjutkan pasa"ucap Zayn.


"Iya maaf,Una mau tidur ngantuk"Husna langsung tidur nyenyak.


Mencium kening sang istri lalu samar tak sengaja melihat Zayn sedang mencium keningnya,lalu menutup pintu kamar kembali menunggu di luar kamarnya.


Zayn keluar menemui samar dan membawanya ke ruangan sebelah serta duduk di sofa kamar atau ruangan tersebut.


"Maaf ka tadi engga sengaja"sesal samar.


"Oke tidak masalah,maaf juga kau harus lihat tadi saat mencium keningnya.Program yang akan di selenggarakan gimana masih belum berjalan?kita kesana sekarang melanjutkan program sampai selesai,bentar Kaka izin pergi dulu sama Una tunggu di depan saja bawa motor kesininya?"tanya Zayn.


"Engga tadi berangkat ke sini bersama mas Zidan nebeng dong".


Zayn sedang berpamitan dengan istrinya dan meninggalkan surat untuknya di atas bukan.


Lalu pergi ke pesantren bersama samar setelah sampai langsung menuju ke ruang dewan pesantren melanjutkan membahas program tersebut, setelah selesai dan mengumumkan kepada santri dan santriwati kembali ke asrama santri.


Istirahat di sana sambil ketiduran bersama samar, bangun-bangun Sudan jam 5 sore lalu kembali menemui istrinya tak lama sampai juga.Menemui sang istri sudah membawa perlengkapan mandi lalu jalan dalam kamarnya, setelah selesai mandi dan memakai pakaian lalu keluar menemui istrinya yang merajut dari tadi.


"Assalamualaikum maaf sebelumnya pulang lebih awal,tapi tadi ketiduran di kamar bersama samar Una marah? kenapa cerita dong tumben mekai mukan ada apa?".


Husna membuka mukena lalu kepala zayn masuk melihat pakaiannya sedikit terbuka serta memakai jelana trending biasa.


"Wangalaikumusalam gimana suka kan?nanti buka di kamar saja sudah una siapkan,dan harus minum susu langsung dari ini"Husna memegang buah kenyalnya.


"Maaf engga bisa sudah buka nih,jangan sekarang dek Kaka engga bisa melakukannya jangan memaksa yah"pinta Zayn.


Setelag memakan makanan yang sudah di siapkan lalu istirahat sejenak sebelum Husna bertingkah jahil kepadanya.


15 menit kemudian Husna membuka branya dan memasukan buah kenyalnya kedalam mulut sang suami di bantu supaya seperti bayi kecil dari Husna.

__ADS_1


Di sela-sela menikmati kenikmatan yang sedang terjadi"dek sudah yah,Kaka banyak yang harus di selesaikan sekarang boleh kan?"Zayn menunggu jawaban darinya.


"Yah koh sudahan baru sebentar"Husna merasa kecewa karena tidak sesuai ekspektasi yang di harapkan.


"Kaka harus gimana?jangan ngambek lagi,setengah hak yang kau miliki Kaka akan memintanya dari kepala hingga pusar saja selain itu Kaka engga bisa walaupun adek memaksanya"titih Zayn menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.


"Kaka remas saja seperti mainan balon plis ka lakukan yang Una minta"Husna menarik tangannya membantu untuk meremas benda kenyal itu lama kelamaan menikmati kenikmatan tersebut.


Karena baru pertama kali melakukan dan di lakukan sama suaminya Husna menahan mendesis,menutup mulutnya dengan tangan supaya tidak terdengar oleh sang suami yang semakin meningkat permainannya.


"Ka sudah malam Una mengantuk lepaskan benda kenyalnya"pinta Husna.


Tidak di dengar Zayn sama sekali dan meremas kencang membuat Husna tidak bisa menahannya lagi.


"Aghhhhh"satu desisan lolos dari mulut Husna,dan suaminya mendengar suaranya.


"Terus mendesis dek,eh tapi engga jadi maaf karena tadi Kaka kekencangan meremasnya".


"Ih masa sudahan si,karena Kaka nih harus tanggung jawab lanjut permainan sampai Una tidur nyenyak"titih Una menikmati kenikmatan yang di berikan suaminya.


"Kaka makasih sudah mau menuruti kemauan Una,ka boleh engga kalau sarung yang di kenakan di buka sekarang?aku buka yah".


Una sudah membuka sarung yang di kenakan suaminya dan menyisakan celana pendek.Lama kelamaan tertidur nyenyak sambil berpelukan sedangkan Zayn masih melakukan yang Una minta.


...----------------...


Una bangun duluan lalu memakai branya kembali dan sengaja membuka selimut yang menutupi tubuhnya, celana pendek yang di pakai sang suami di atas lutut lalu terbangun dari tidur memeluk istrinya.


"Kenapa? mimpi buruk?"tanya Husna kepadanya penasaran.


"Engga papa,dek nanti ikut ke pesantren yah program yang sudah di rencanakan akan segera berjalan lusa.Tapi nanti cuma memantau saja semua santri dan santriwati ada salah satu santriwati pindah yang kemarin bertemu dengan Una,dia masih mengejar-ngejar Kaka tapi masih bisa menghindar dan samar yang membantu Kaka"ucap Zayn mencium tangan berkali-kali.


"Masyaallah suamiku,masih bisa menghindar dari perempuan lain makasih ka.Una engga akan marah kalau masih tau batas-batas yang harus di jaga,sahur dulu nanti adek ikut bersama Kaka kalau perlu mau tidur di asrama yang sama"Husna menghibur sedikit supaya tidak sedih lagi.


"Makasih tapi engga perlu, cukup ikut saja tidur di kamar kaja saja bawa baju sejuknya masukan kedalam tas Kaka.Baju yang kemarin belum sempet Kaka cuci lupa kau saja yah adek ku, cinta ku ayo sahur".


Setelah cuci muka lalu makan makanan serta beberapa buah-buahan dan minum air putih secukupnya, setelah selesai baru bersiap-siap menunggu waktu imsak tiba Fariz datang ke kamarnya langsung masuk.


Baru pertama kali melihat om Zayn cuma memakai celana pendek lalu menjahitnya dengan cara mengetikkinya.


"Fariz geli sudah-sudah, gimana pusa kemarin fuul atau engga? kalau iya nanti ikut ke pesantren bersama tante dan buka bersama diluar"tanya zayn kepadanya.


"Bawa pakaian dan di masuk kan kedalam tas berikan kepada tante Una,om mau mandi kalian bersiap-siap untuk pergi ke pesantren tapi naik motor saja yah"ucap Zayn sebelum pergi kekamar mandi.


"Iya ma engga masalah memang muat?motor Kaka kan Kawasaki pasti agak sulit ka".


"Bisa saja, untuk Fariz nanti duduk di depan kalau Una di belakang engga masalah kan? perjalanan engga lama juga"Zayn pergi ke kamarnya, setelah selesai bersiap-siap serta sudah membawa barang-barang yang di perlukan di dalam tas ranselnya.


Mereka naik motor kesana tak lama sudah sampai turun satu persatu,Samar nyamperin kesana sebelum Zayn pergi bersamanya.


"Assalamualaikum baru nyampe?"sapa samar nyamperin kesana sebelum pergi.


"Wangalaikumusalam iya nih,duluan aja nanti kesana ada urusan dengan samar dan program yang akan di laksanakan nantinya".


"Iya, assalamualaikum duluan ayo ris".


Setelah masuk kekamar Zayn, sedangkan di sini lain Zayn sedang menyusun rencana untuk berpartisipasi program itu.


Jalan melilingi seluruh asrama santri setelah itu ke kawasan santriwati bersama samar berdua doang, setelah selesai baru keluar dan bertemu dengan putri lalu menghiraukan keberadaannya.


Begitu pula dengan putri sudah tidak menggangunya lagi tetepi menyusu rencana untuk nanti malam.


...----------------...


Setelah selesai semuanya Zayn masuk kedalam kamar untuk istirahat sejenak sambil rebahan di tempat tidur.


Husna keluar dari kamar mandi Beru saja mengganti pakaian,sudah mengunci pintu kamar zayn mendengar kalau pintu kamar terkunci dari dalam.


Istrinya berbuat nakal cuma memakai pakaian kekurangan bahan serta memakai baju handuk,mendekat ke arah suaminya mengganggu istirahat serta membuka mata sempurna melihatnya.


"Dek pakaian mu dimana?kalau gitu Kaka keluar saja yah, sebelum adek memakai pakaian lagi engga usah macam-macam apa lagi ujian yang aku hadapi sekarang ya Allah".


Zayn sering meminta kesabaran untuk menghadapi istrinya.


"Adek masih pakai baju mau liat?"Husna menarik tali baju handuknya.


Zayn melihat jelas dan merasa tidak nyaman berada di ruangan tersebut, pakaian Husna sangat kekurangan bahan sampai-sampai Zayn memasang tapi tersebut.

__ADS_1


"Dek masih agak lama lebarannya,selama ini Kaka belum pernah bolong puasa saat pertama puasa pada usia 4 tahun sampai sekarang.Plis jangan sampai puasa kali ini batal karena kejahilan adek,ayo lah pakai pakaian sedikit sopan jangan seperti ini".


"Pakaian sopan seperti apa? gamis itu sudah biasa ka untuk Una,kalau pakai ini boleh kan di tutup dengan mukena saja kalau bersama Kaka yah"hysna mengeluarkan jurus andalan.


Sampai-sampai Zayn tidak bisa menolaknya"tapi jangan keseringan malai baju seperti itu,Kaka atu pakaian itu memang nyaman kan?tapi Kaka kurang nyaman kalau ada makai tiap hari"Zayn mencium keningnya.


"Oke makasih"Husna memeluknya dengan erat sampai tertidur di bahunya.


Nayla datang dia juga tidur di bahunya sampai jam 4 sore baru bangun,tangan mas Zayn merasa kram tidak bergerak sama sekali dan untuk bantal mereka juga.


"Kenapa kram?besok beli di online shop bantal untuk tidur di bahu pasti ada, supaya Kaka engga kram lagi aku mandi dulu nanti giliran Kaka"Husna membawa pakaian kedalam kamar mandi.


"Mas kapan ada tangisan bayi di rumah?".


"Nunggu keponakan nay dari mas Zidan saja,mas Zayn bekum bisa karena ada alasan tersebut nay mau jalan-jalan buka bersama?nay puasa atau engga?"melihat kearah Nayla.


"Sedamg engga"jawab singkat Nayla.


"Mas Zayn mau boking tempat dulu kalau ada yang nyariin mas Zayn pergi sebentar nanti pulang"titih Zayn bersiap-siap pergi keluar.


Setelah itu menemukan tempat untuk buka puasa bersama,dekat dengan taman yang ada permainan tiap tahunnya beberapa saat kembali menemui sang istri.


Serta mandi lupa membawa pakaian ganti kedalam kamar mandi tadi,serta tidur mengunci pintu kamar mandi setelah selesai Una masuk kedalam untuk menjahilinya.


Zayn baru saja memakai handuk belum keluar Husna sudah membuka tirainya,dan terkejut melihat sang istri sudah berada di dalam situ sesekali menggelitiknya.


"Dek sudah hentikan Kaka bajuan dulu,ayo keluar engga usah jahil dong ke Kaka uang yang kemarin masih ada?kalau kurang bilang saja.Nanti kita berangkat kesana bentar lagi supaya bisa bermain disana juga".


"Tapi sayangnya engga mau,yang Una mau ada di hadapan suami yang sangat baik dan perhatian hal-hal kecil.Ka teman-teman ku selalu membicarakan hal-hal tentang hubungan suami-istri lalu sangat nikmat itu benar?"tanya Husna penasaran.


"Maaf dek,Kaka kurang tau tentang itu tapi jangan katakan hal itu lagi yah.Dek teman adek selalu ceria tentang perempuan yang mencoba memakai pakaian kurang bahagia kan?makanya Kaka sudah memperingatkan adek supaya tidak sering-sering memakainya"Zayn mencoba membuatnya mengerti tentang cara membuatnya senang.


"Una mengerti,kaka kan selalu bersikap biasa-biasa saja Una lupa, kalau Kaka sudah baligh maaf ka engga ulangi lagi tentang itu semua tapi engga janji juga".Husna mendorong suaminya terjatuh di tempat tidur.


Serta menayan handuknya supaya tidak terlepas dari kejahilannya.


"Dek sudah jam lima mau ikut atau engga,kasihan sudah boking serta memesan makanan dan sudah membayarkan kalau engga mau engga masalah nanti di bungkus aja makanannya".


"Tapi kenapa Kaka,mas Zidan saja yang menggantikan Kaka untuk buka bersama dengan mba safy"hendak mengambil ponselnya di halangi olehnya.


"Tunggu Kaka sudah janji pada Fariz, lepas kan Kaka nanti bisa seperti kemarin semalaman gimana?"Zayn mengajukan syarat kepadanya supaya melepaskan.


"Oke Una lepas kan".


Setelah terbebas Zayn bergegas untuk segera pergi bersama Fariz berdua saja.Setelah sampai tepat jam buka puasa dan berbuka puasa terlebih dahulu sebelum bermain.


Setelah selesai buka puasa serta melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid sekitar,baru bergi naik wahana apapun yang Fariz inginkan dan membeli beberapa makanan di bawa pulang.


Tak lama kemudian sudah sampai dan seperti ada yang memantau dari jauh.Samar melihat orang tersebut serta di urus olehnya sampai tidak mengganggu lagi.


Fariz meletakkan makanan yang tadi sempat di beli semua kebagian walaupun yang di pilih Fariz sangat enak.


"Ka besok kesana lagi yuh"Nayla mengajak kalanya untuk pergi lagi kesana.


"Iya kalau engga ada urusan mendadak, habis kan saja Una dimana nay?"ucap Zayn hendak pergi ke kamarnya.


"Ada di kamar makanya jangan pergi-pergi mulu bawa mba Una sekalian"ledek Nayla.


Zayn pergi ke kamarnya melaksanakan sholat berjamaah bersamanya, setelah selesai baru Husna nisa nakal lagi seperti kemarin.


"Dek engga sholat tarawih?"melihat kearahnya sambil melihat saat Una melepaskan branya.


"Engga sekali saja yah"husna baru saja selesai mau melanjutkan aksinya.


Zayn sedang menikmati sensasi yang terus saja menyengat kulit seperti aliran listrik,lalu Nayla datang mengganggu kenyamanan mereka berdua.


Menepuk kakinya sangat keras lalu membuka mukena sang istri melihat kearahnya.


"Sedang melakukan apa yah?"goda Nayla.


"Tidak ada ke apa?"Titih Zayn lupa mengelap bagian bibirnya.


Nayla baru sadar kalau bibir mas Zayn basah seperti habis minum sesuatu.


"Bibir mas Zayn basah".


Zayn mengusap bibirnya lalu menunggu sampai Nayla pergi dari kamarnya.

__ADS_1


Setelah pergi Zayn mengunci pintu kamarnya dan melanjutkan yang tadi,Zayn yang awalnya menolak sekarang keenakan serta kenikmatannya yang di rasakan sekarang.


Walaupun tidak mengeluarkan air Zayn tetap seperti memainkannya buah kenyal milih Husna berkali-kali.


__ADS_2