
lantunan ayat ayat suci al quran berkumandang di kediaman keluarga reza andriawan. dengan khusyuk melody dan rayhan membacakan surat maryam dan surat yusuf bergantian. dengan harapan anak yang dikandung oleh melody dapat tumbuh menjadi muslim/muslimah yang taat kepada Allah SWT. nada begitu menghayati rayhan mengaji begitu indah dan merdu. segera ia mengucap istighfar agar syetan tidak terlalu jauh mengganggu hatinya. dalam hati nada berdoa agar diberikan jodoh yang baik seperti rayhan. laki laki yang dia idamkan menjadi imamnya kelak.
"nada udah lama nih ga main kerumah tante. sibuk banget yaaa kamu?" tante tia, sahabat bunda yang memang akrab dengan keluarga nada. "iya tante aku lagi lanjut studi di Kanada." jawab nada sopan. "waaaah kok tante ga tau sih kamu lagi kuliah disana. anak tante juga di Kanada loh, baru 3 bulan ini dapat tugas kesana dari kantornya." tante tia lantas menelpon ryan, anak laki lakinya yang sedang berada di Kanada untuk memberitahu kabar bahwa nada juga studi disana. tante tia berharapa nada dan ryan bisa akrab karena sama sama berada di negeri orang. cukup lama nada berbincang hangat dengan bunda dan tante tia. sesekali nada menceritakan kegiatan sehari harinya selama disana. tak terasa hari sudah mulai petang. senja sudah menyapa di balik awan putih yang mulai berganti dengan gelap.
"semoga lancar yaaa kuliahnya nada. sering sering hubungin ryan kalo butuh apa apa" nada mencium tangan tante tia takzim. tante tia meninggalkan rumah keluarga nada dan melambaikan tangan.
nada beranjak masuk ke kamarnya karena merasa lelah setelah seharian sibuk mengurusi acara 4 bulanan calon baby melody.
sayup sayup terdengar suara keributan di luar kamar nada. segera nada mengenakan jilbab untuk melihat sumber keributan itu.
"ya Allah" nada terpekik mendapati melody pingsan dengan darah mengalir dari balik gamisnya. dengan sigap nada mengambil kunci mobil dan membuka pintu mengarahkan agar rayhan membopong melody ke bangku tengah. nada, rayhan dan melody berada di 1 mobil yang sama sementara ayah dan bunda mengikuti dengn mobil yang lain. tak ada perdebataan saat nada mengambil alih kemudi untuk segera mengantar kakanya menuju rumah sakit terdekat. tak hentinya rayhan mencoba membangunkan istrinya itu agar tersadar. dengan wajah panik rayhan menggenggam tangan melody dengan erat. ada rasa cemas terpancar disana, sementara nada hanya bisa sesekali melihat kondisi kakanya dari kaca spion depan.
"terlalu lemah pak maaf. untuk saat ini janin masih ada di dalam rahim ibu melody, tapi saya tidak yakin akan berthan sampai kapan. karena memang kondisi kandungan ibu melody lemah. dari awal saya sudah mengingatkan agar ibu melody bed rest selama ramadhan kemarin karena memang terakhir datang kesini ibu melody sudah mengeluhkan kondisi perutnya yang sering keram." nada dan rayhan tertegun mendengar penjelasan dokter. rayhan merasa menjadi suami yang gagal karena tidak bisa menjaga istri dan calon anak yang sedang berada di rahim melody. rayhan meninggalkan nada yang masih duduk di ruangan dokter untuk menemui istrinya di ruang perawatan.
__ADS_1
"Allah maha baik nak. berprasangka baik sama Allah ya nak rayhan. kembalikan semua kepadanya. semoga melody bisa kembali pulih setelah kejadian ini." ayah menguatkan rayhan yang tanpa sadar menangis di sisi istrinya itu. "makasih yah. ayah sama bunda istirhat saja di rumah biar aku yang jaga melody. kalo ada kabar terbaru dari dokter segera rayhan kabarkan." rayhan mencium tangan ayah dan bundanya sementara nada menunggu di luar karena tak sanggup melihat kesedihan rayhan dan juga kakanya.
begitu cepat Allah membolak balikan keadaan umatnya. baru saja di siang hari keluarga nada manjatkan doa yang baik untuk janin yang dikandung melody, tapi belum ada 2 jam berselang melody sudah harus siap kehilangan buah cintanya dengan rayhan. nada tertegun di sisi ranjang membayangkn bagaimana melody merasa kecewa karena tahu bayi yang dikandungnya tidak bisa diselamatkan.
me: assalamualaikum mas rayhan. kabari aku kalo ka melody udh sadar. aku masih menunggu kabar kesehatan ka melody.
mas rayhan: waalaikumussalam. melody udh sadar dan udh kuberitahu tentang kondisi kandungannya. aku bersyukur melody masih kuat menerima kenyataan bahwa ini semua sudah takdir dari Allah. doakan kami yaaa
me: insyaa allah mas akan ku doakan selalu untuk kebahagiaan kalian.
dengan khusyuk nada memanjatkan doa untuk kebahagiaan keluarganya agar selalu dilindungi dari segala marabahaya.
tok tok tok
__ADS_1
suara pintu kamar nada diketuk dari luar. segera nada merapihkan mukena dan sajadah lalu membuka pintu kamar. "nak jam 7 yaa kita kerumah sakit. ka melody harus di kuret katanya" bunda meminta nada untuk mengantarnya ke rumah sakit karena ayah ada meeting pagi dengan klien. "iya bund nda siap siap dulu ya" dengan gemetar nada menuju kamar mandi. harapannya saat itu hanya ingin melihat kakanya pulih kembali.
lorong ruang tindakan di rumah sakit tempat melody dirawat nampak sunyi. hanya ada nada, bunda, rayhan dan juga orang tua rayhan. tak hentinya rayhan berdzikir dan memohon perlindungan untuk istrinya. janin yang dikandung melody sudah memiliki nyawa karena usianya sudah memasuki 18 minggu.
dokter meminta rayhan masuk ke ruang tindakan untuk melihat jasad janin yang sudah tidak bernyawa agar bisa segera dibersihkan dan dikafankan.
sementara nada, bunda dan orang tua rayhan menunggu di luar ruangan sambil saling menguatkan satu sama lain.
"aku percaya kamu kuat ka. Allah memilih kamu karena kamu hebat. kamu udah punya tabungan untuk di akhirat yang akan menunggu kamu di syurga nanti. insyaa allah akn segera ada penggantinya dengan cepat yaaa" nada memeluk melody memberi semangat sesampainya melody di rumah. bunda dan ayah bersikap seolah semua baik baik saja. tak ada yang perlu ditangisi karena semua sudah menjadi takdir Allah. dengan lembut rayhan menuntun melody menuju kamar.
1 minggu setelah melody pulang kerumah, semua nampak baik baik saja. melody sudah kembali ceria walau masih terlihat sedih sesekali.
"barang barang kamu udah di packing de?" tanya bunda di sela makan malam keluarga. nada mengangguk sambil mengunyah sisa makanan di mulutnya. "jam berapa pesawatnya?" tanya ayah. "insyaa allah jam 11 siang yah. semoga ga delay ya" jawab nada sambil memasukan 1 potong buah melon ke mulutnya. "kamu dianter mas rayhan aja de. biar mas rayhan bisa bantu kamu angkatin koper juga sebelum pesawtnya berangkat" tawar melody sambil melirik ke arah rayhan. "aku kan harus nemenin kamu sampe pulih." rayhan menolak halus permintaan istrinya itu. seketika nada merasa ada yang janggal akan sikap rayhan padanya. semenjak melody keguguran rayhan seolah menjuhinya dan membatasi komunikasi diantara mereka. ada yang hilang dari sosok rayhan dimata nada. mungkinkah nada melakukan kesalahan yang tak disengaja sampai rayhan marah padanya. "aku gapapa mas. kasian nada harus bawa bawa koper banyak." melody mengusap.lembut punggung tangan rayhan meyakinkan suaminya itu. "gapapa ka aku naik taksi aja. bener kata mas rayhan kaka masih harus ditemenin kalo kalo ada butuh sesuatu nanti." ucap nada senyum. "jangan ditawr ya ini perintah aku. pokoknya mas rayhan anter nada sampe bandara trus temenin nad sampe dia naik pesawat" ayah dan bunda hanya diam menyaksikan perdebatan antara kedua putrinya itu. dalam diam nada berusah menyembunyikan kegalauan hatinya akan sikap dingin rayhan terhadapnya. nada merasa kehilangan perhatian dari kaka iparnya itu.
__ADS_1
"makasih mas udah anterin aku. nanti sampe bndara langsung pulang aja ga usah nungguin aku naik pesawat. maaf kalo aku ada salah sama kamu." nada membuka suara saat mereka sedang berada di mobil. sepertinya nada harus memulai pembicaraan agar keadaan antara mereka jelas. "kamu ga salah nada. aku yang merasa berslah pada melody." rayhan memarkirkan mobilnya di bahu jalan dan menatap lekat wajah nada. "maaf kalo aku harus jujur. aku sayang kamu jauh sebelum aku menikah dengn melody. aku merasa ini hukuman Allah untuk ku karena mencintai wanita selain istriku. rasanya ga adil kalo melody harus mennggung dosa ku yang mencintai adiknya melebihi perasaanku sama dia. melody harus kehilangan calon anak yang sudah ia impikan kehadirannya. aku merasa berslah karena tidak seharusnya aku menyayangi kamu sebagai laki laki dewasa bukan sebagai kaka kepada adiknya. maaf" nada terkejut mendengar pernyataan yang terlontar dari.mulut rayhan. tak pernh terfikirka. olehny kalau ternyata rayhan memang mencintainya. "mas rayhan" nada mencoba menata hatinya setelah kalimat rayhan menyentak jantungnya. "kamu membohongi perasaanmu mas. kamu membohongi aku, ka melody dan ayah. kenapa kamu ga bilang kalo kamu ga mencintai ka melody dari awal? kenapa setelah klian menikah aku baru tahu perasaan kamu ke aku?" nada terisak. dengan ragu rayhan mengambil tangan nada dan mengusapnya lembut. "maaf nada. ayah meminta aku menikahi putrinya, wktu itu aku pikir kamu yang akan aku khitbah maka aku iyakan tawaran ayah tapi ternyata biodata yang aku terima adalah milik melody bukan kamu. aku ga bisa tiba tiba menolak permintaan ayah karena aku merasa hutang budi pada keluarga kalian. sekali lagi aku minta maaf. aku merasa bersalah sekali saat kemarin melody keguguran. aku berniat untuk menghindari kamu sekarang dan membuang bayang bayang kamu dalam hidupku. aku ingin membahagiakan melody saat ini. maaf" nada menarik tangannya dan mengusap air mata yng mengalir di pipinya. nada diam tak membalas perkataan rayhan padanya. saat itu ia hanya ingin segera pergi meninggalkan kehidupannya di Indonesia terutama rayhan. rayhan mengemudi mobilnya dengan kencang sekencang suasana hatinya saat itu.
biarlah nada menyimpan perih luka itu sendiri tanpa harus merusak kebhagiaan kaka satu stunya yang ia miliki.