
Membuka paper bag ada cake serta hadiah dari Zidan untuk mereka berdua.
Karena umma pemasaran isi dari hadiah yang di berikan untuk Zayn serta byla kalung gelang kapel sepasang cinta setelah di byla setelah di Zayn kalau di satukan kan utuh selamanya,gelang ini khusus di pesan Zidan beberapa waktu lalu saat pergi ke kota bersama teman-temannya.
Flashback on.
Setelah sampai di kota Malang melihat ada toko perhiasan mampir kesana sebentar bersama teman dekat awalnya engga mau menemani Zidan,tapi sekarang sudah ada di toko perhiasan melihat ada gelang yang indah membeli untuk seseorang.
"Mba ambil yang itu berapa harganya?".
"Ini khusus di buat dari cinta jadi harganya 3 juta saja mas kalau di tempat lain lebih mahal bukanya sedang promosi,memang ini terbuat dari bahan yang langka jadi maklum mas tetap mau ambil ya h ini?"menjelaskan kepada Zidan serta mengkonfirmasi mau di ambil ataupun engga di ambil oleh Zidan.
"Iya mba saya ambil yang itu kalau kalung kapel ada?kalau ada sekalian mba".
"Ada mas harganya lebih tinggi dari gelang 4,5 ratus mau di ambil mas?".
"Yups mba 7,5 ratus kan?pakai ini bisa? kan mba saya engga ada yang ces"mengeluarkan kartu kredit memberikan kepada mba pelayanan lalu membayarnya.
"Bisa mas tunggu sebentar"mengambil kartu kredit dari tangan Zidan tak lama kembali setelah selesai mengurus pembayaran.
Setelah selesai baru kembali ke penginapan bersama teman-temannya.
"Tunggu sebentar kau beli perhiasan ini untuk siapa menghasilkan uang untuk ini saja?".
"Engga masalah dong,buat siapa saja boleh buat nay atau pun umma Nadya aku engga pernah ngasih apa pun tanpa meminta kembali hadiah yang ku berikan".
"Nye terserah kau saja".
Setelah berdebat engga ada habisnya lalu mengalah lalu beberapa hari lagi akan pulang ke rumah.
Flashback off.
"Beneran untuk ku engga meminta kembali kan? jangan-jangan untuk orang lain tapi di berikan"meledek Zidan engga percaya kalau mendapatkan gelang seindah itu hargamya juga pasti mahal.
"Beneran lahasa bohong ada satu lagi untuk nay dan byla kalau mau nanti di rumah,engga ku bawa tadi cuma ada fotonya doang mau liat bentar aku cari dulu"membuka ponsel mencari foto yang pernah di ambil waktu pertama beli perhiasan tak lama akhirnya ketemu memperlihatkan kepada Nayla.
"Mau mas buat ku saja sama mba byla,boleh kan mas?mas Zidan beli di mana gelang serta kalungnya? kapan-kapan mau beli kapelan sama mba byla".
"Di luar kota tepatnya di malang, kapan-kapan kesana saja harga sama kualitas lumayan ramah di kantong kalau punya uang".
Gelang sudah Zayn pakai sangat cantik seperti byla,byla pun memakai gelang di dekat kan dengan tang Zayn ternyata menyatu membuat byla terharu.
"sekarang mulai dari awal, assalamu'alaikum kami datang sekeluarga kesini berniat untuk menjadikan bulan sebagai menantu kami,apakah byla mau menjadi menantu sekaligus anak perempuan kami?jawab lah nakaa yang engga sabar menunggu jawaban dari kamu"melihat kearah Zayn masih gelisah belum mendengar byla menjawab pertanyaan Abi Fatah barusan.
"Insyaallah mau bi,mas Zidan makasih hadiahnya maaf merepotkan mas Zidan".
"Tidak masalah kau akan menjadi adik ku juga nantinya,bi nanti pulangnya beli seblak di tempat yang sama boleh kan bi?".
"Tentu boleh sekarang nikmat saja makanan yang sudah di sajikan oleh habib Usman".
Sedang memakan masakan yang tadi di beli oleh beliau di tempat langganan ada telor balado kesukaan byla,setelah selesai makan duduk kembali di sofa keluarga berbincang bincang serta mengizinkan anak-anak untuk jalan sekitar rumah.
Rumah sederhana namun elegan ada kolam renang sedang bersantai di sana Zayn serta Zidan duduk di pinggir kolam bermain air.
Tak sengaja terjatuh di senggol Nayla memang sengaja,tadi ponsel serta dompet dan jam tangan sudah di lepas di taruh meja tadi sebelum duduk di dekat kolam.
"Nay!mas Zayn engga bawa baju ganti loh kan basah semua"celetuk ku marah-marah kepada Nayla semua salahnya sampai kecebur kekolam.
"Bentar aku ambil handuk dulu sebentar".
Jalan meninggalkan mereka mengambil handuk di kamarnya lalu kembali kesana memberikan kepada Nayla,nanti dia yang memberikan kepada Zayn sudah naik keatas kepinggiran kolam renang.
Setelah menerima handuk dari byla menaruh di bahu"Dimana tempat untuk Menganti pakaian di mana?nay tanggung jawab basah semua baju ku"memarah-marah lagi kepada Nayla melampiaskan kepadanya.
"Iya lain kali engga deh,aku bilang dulu ke abi siapa tau punya solusiba byla temenin aku dari pada sendiri di sini".
Jalan kearah abi Fatah menceritakan semuanya lalu minta solusi kepada beliau.
"Bi tuh mas Zayn marah-marah mulu cuma kejebur kekolam renang tadi,Abi ada baju buat dia supaya engga marah-marah lagi".
"Bi pinjam baju boleh?buat Zayn kasihan kalau engga ganti baju nanti sakit"meminta izin kepada Abi Usman serta menunggu jawaban di izinkan oleh beliau.
"Boleh dong bentar Abi ambilkan sebentar".
Jalan kekamar mengambil pakaian, untuk Zayn tak lama keluar memberikan kepada byla lalu jalan kearah Zayn serta Zidan di sana memberikan kepadanya langsung.
"Mau mandi atau cuma ganti baju doang"goda Zidan kepada adiknya sambil memberikan kode kepada Zayn serta melihat kearah byla.
"Aku sudah mandi tadi engga usah banyak tanya deh,byl wc ada di mana?dingin nih lama-lama di sini,baju juga belum di ganti".
"Ikut aku di dekat dapur ada WC ganti di sana saja tau kan dapur di mana?".
"Iya tau nay bajunya!engga usah ngeledek cepat"dengan meninggikan suara kepada Nayla sambil menerima baju darinya.
...----------------...
Setelah hampir jam 8 malam Zayn sudah mengganti pakaian hendak pulang kerumah Abi Fatah tapi engga boleh pulang oleh pemilik rumah,di halangi pergi dari sini terpaksa menginap di sini sudah di persiapkan kamar juga.
"Zayn,Zidan serta Nayla tidur di atas disana ada kamar 3 masih kosong yang lain tidur di bawah ada kamar lagi yang lain tidur di sana".
Setelah mengatur kamar masing-masing Zayn pergi mengambil baju yang tadi basah lalu di keringkan di mesin cuci,tak lama akhirnya selesai di jemur tempat khusus yang terletak tak jauh dari sana.
Setelah selesai semuanya batu masuk kekamar istirahat Zayn sangat lelah hari ini jadi sudah tertidur nyenyak,Nayla sengaja masuk mengambil beberapa foto saat Zayn tertidur nyenyak mendengar sesuatu dari Zayn memangil-manggil nama byla.
"Wahai wanita mau kemana kau pergi? tunggulah aku sebentar"tirih Zayn masih daakm mimpi yang indah bersama byla kesempatan pas buat nayal.
__ADS_1
"Iya aku tungguin"sudah di pirip miripin dengan suara byla,Zayn mendengar ada yang berbicara tadi seperti suara Nayla lalu membuka matanya.
"Ngapain di sini hapus dong videonya jagan di sebar luaskan Samah pergi kekamar sudah malam"mengusir Nayla dari kamar serta suruh tidur di kamarnya sendiri,Nayla pergi kekamar menabrak mba byla yang baru saja mengambil air minum di dapur.
Berdiri setelah menabrak serta membantu mba byla membantu untuk berdiri.
"Maaf mba engga sengaja tuh Zayn mengusir ku dari kamarnya eh nabrak mba byla deh".
Zayn mendengar berbicara antara adik serta temannya nyamperin keluar kamar.
"Khem......tadi aku dengar mengusir mu?mau menyalahkan aku? jelas-jelas kau yang salah tetap ngelak"tegur Zayn kepada Nayla,Nayla menunjukkan ponsel kearah Zayn lalu mengerti yang Nyla tunjukan serta tidak bisa berkata-kata lagi kepadanya.
Byla keluar kamar memakai atasan mukena serta nikhobnya sambil membawa tempat minum di tangannya.
"Ada apa engga jadi?sudah malam nay mau tidur bersama ku?".
"Boleh sangat boleh ato mba byla kita tidur sudah malam,besok kan harus bangun serta pulang kerumah"sambil menggoda zayn dengan nada yang membuatnya makin emosi kalau mendengar kan ucapan Nayla barusan.
"Engga boleh tidur di kamar sendiri!nay biarkan byka istirahat, terserah yang penting engga ada yang tau tentang tadi awas aja kau akan aku cari engga dapat uang jajan dari ku".
...----------------...
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah serta sudah berkemas-kemas Zayn mengganti pakaiannya lalu pakaian habib di taruh paper bag di bawa pulang taruh mobil,yang alin pun sudah masuk kedalam habib Usman sudah berangkat keluar kota bersama supir pribadi.
Keluarga Abi Fatah sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah tak lama akhirnya sampai,masuk Zayn mengambil paper bag di dalam mobil lalu masuk kedalam rumah menyuci pakaian kotornya di mesin cuci.
Bertemu byla bersama Nyla membawa baju kotornya juga di ranjang masing-masing sedang menunggu antrian mencuci baju.
"Lama banget biasanya juga nanti sore kenapa sekarang pagi-pagi nyuci?".
"Terserah aku dong baju-baju aku kenapa kau yang sewot!5 menit yang lalu sebelum kau kesini aku sudah duluan"tak lama akhirnya selesai byla memutar badan kearah lain.
Zayn sedang mengangkat pakaian yang tadi sudah di cuci kedalam keranjang setelah selesai mengangkat serta ganti dengan Nayla lalu pindah kesamping byla.
"Byl sudah selesai bisa di pakai kalian".
Tanpa menyadari kalau sudah tidak ada Nayla di sana tak sengaja byla terpeleset dengan sigap Zayn menangkapnya lalu byla berdiri lagi merasa panas di dekat Zayn serta jantung berdebar-debar.
"Maaf-maaf engga sengaja,makasih sudah menolong ku.Nay kenapa pindah engga bilang! kirain masih ada di samping ku".
"Salah siapa ngalamun engga sadar jadian ku pindah deh, katanya njemur masih betah di sini mau bantu aku juga?".
"Ogah banget sudah lah duluan bay".
Pergi ketempat jemuran melihat Zidan sedang ada di sana mengambil jemuran yang kemarin sore,Zayn sedang menjemur pakaian nya lalu tak lama nayla datang ngejemur juga Zayn sudah selesai ngejemurnya.
"Zi pergi yuh bosen di rumah terus lagian libur gini mau ngapain di rumah?BBQ an yuh ada bahan-bahan seperti bakso atau yang lain?".
"Ayo kayanya ada cuma bakso doang,gimana kalau beli sosis dumbo aja lebih kenyang? pakai motor mu aja bensi ku tinggal dikit ayo lah oke"usul Zidan kepada ku rencananya memangau beli sosis ukuran dumbo tanpa memakan masih sudah kenyang.
"Hem mau beli berapa buat setok juga gimana oke kan jadi engga tiap hari beli kan mengirit tenaga"melihat byla baru datang membawa pakaian yang tadi sudah di cuci tinggal di jemur.
Naik motor ke Alfamart setelah sampai masuk serta mengambil sosis dumbo masih banyak seperti baru di kirim,mengambil hampir setengah troli lalu jalan ketempat bum dapur nyari mayones extra pedas serta pedas biasa serlah selesai tinggal membayar.
Lalu pulang kerumah masuk kedalam menyimpan semuanya di kulkas paling atas duduk di sofa istirahat sejenak.
"Bantuin umma dong ngangkat ikan hias ke kolamnya,Zayn atau Zidan terserah kalian sekarang!umma engga mau kalau nanti".
"Iya umma Zayn aja mana ikannya?baru beli lagi atau ikan Zayn sudah besar-besar?"baru teringat kalau punya ikat hias juga sepertinya sudah sebesar ini.
"Memang ikan kamu sudah segi Sanah taruh kolam ikan keburu mati kasihan sudah lama memelihara eh mati"goda umma sambil tersenyum lebar kepada Zayn.
Mengangkat akuarium ke kolam ikan serta menaruhnya di sana setelah selesai tinggal di kasih makan ikan hiasnya.
Byla melihat kearah Zayn sedang memberi makan ikan mendekat kesana,Zayn melihat byla mendekat kearahnya merasa bahagia melihat byla di dekatnya.
"Mau ngasih makan juga? ambil saja di sana itu makanan ikat ku"melempar makan ikan kemana saja ikan-ikan pasti berrebutan lalu byla menirukan gerakan Zayn ketika memberi makan ikan hiasnya.
Mengambil pakai ikan serta menabur seperti cara Zayn.
Merasa senang melihat ikan hias seperti ini.
ada kebahagiaan tersendiri bagi byla.
Nayla datang menemani serta membagi makan juga.
Setelah selesai baru bergabung dengan yang lain,jalan mendekat kesana Zayn serta yang lain duduk di sofa ruang tengah bersama byla dan Nayla.
"Mas Zidan dimana kemarin ngajakin beli seblak engga ada batang hidungnya?".
"Tuh orangnya zidi cariin nay nagih janji yang kemarin"melihat kearah Zidan baru datang kesana.
"Iya aku ingat ini untuk kalian, ambil lah nay buat kau satu bulan satu kasih kan kedia juga"memberikan kan kotak perhiasan di dalam isinya kalum kapel untuk Nayla serta byla,Nayla memberikan kepada mba byla sangat cocok digunakan untuk mereka berdua seperti ada yang berbeda.
"Beneran mas ini untuk ku lagi?kan kemarin sudah di berikan gelang nanti gimana mas memang engga kebanyakan ngasihnya?".
"Engga dong ambil saja aku ikhlas untuk keluarga ku,kebahagiaan kalian kebahagiaan ku juga jadi ambil atau di simpan saja engga masalah yang penting sudah ku berikan".
"Zayn bilangin dong selama ini tidak ada perhitungan tentang uang ataupun yang lain kepada byla"mengadukan ini kezayn supaya membicarakan kepada byla lain waktu.
"Byl yang di kata zi benar jadi simpan saja yah kalau perlu kita beli seperti ini nanti kalau keluar kota"menjelaskan kepada byla dengan lembut serta dari hati ke hati.
"Tapi,iya sudah makasih mas Zidan aku simpan saja boleh nitip seblak? level 5 jada ini uangnya"memberikan uang kepada mas Zidan untuk membeli seblak di pertigaan (tempat langgan mereka).
"Siapa ayo nay kalau tidak aku engga mau di titip loh beli sendiri saja Sanah,simpan saja uangnya pakai uang ku".
__ADS_1
"Iya gitu aja ngambek seperti anak kecil saja".
Jalan kearah montor menuju tempat penjual seblak akhirnya sampai sedang memesan tinggal menunggu pesenannya datang.
Tak lama akhirnya datang serta membayar dan pulang merumah.
Sampai rumah mengambil mangkok serta sendok,sedang menikmati rasa seblak yang tadi di beli pedas kesukaan mereka nay cuma di perbolehkan sampai level 3.
"Khuk.....khuk"keselak lalu mengambil air minum di sebelahnya sedikit demi sedikit.
"Hati-hati engga di minta".
"Ih mas Zayn engga peka orang keselak di katain!"menyela pembicaraan Zayn kepada byla yang kesedak tadi.
"Engga papa kesedak saja nay makan lagi".
"Zi tadi level berapa?sekarang kalau beli seblak jangan kepedasan kasihan pencernaan kalau sakit gimana?"menasehati byla dengan lembut supaya kalau beli lagi di turunin levelnya.
"Alhamdulillah tidak akan masalah sudah terbiasa seperti umma ku,kata Abi umma ku seka pedas seperti menurun ke aku jadi insyaallah engga papa".
"Ya sudah lah inggay kasihan pencernaan oke,aku amu kekamar istirahat nanti malam jadi kan?"mengkonfirmasikan ulang takut engga dadi.
"Iya dong kan sudah beli ngapain kalau engga jadi kita beli?".
Masuk kekamar menonton film serem kesukaannya menambah volume suara sedikit.
Setelah selesai makan byla nyamperin Zayn kekamar sudah ada di deoan pintu serta sudah mengetok juga engga mendengarmya.
Masuk kedalam melihat Zayn sedang menonton film serem sendiri.
"Sudak film serem?engga takut atau kebayang-bayang nanti malam?".
"Insyaallah engga sudah terbiasa,byla engga suka filmnya aku mati aja yah takut nanti mlam kebanya-bayang.
"Engga usah"terlambat film sudah di matikan jadi engga perlu takut lagi deh
"Kenapa kesini ada apa?mau sering-sering dengan ku?atau yang lain akua kan menjawab pertanyaan mu semuanya".
"Boleh mau tanya banyak tentang mu,Zayn kau dulu pernah dekat dengan cewek atau sekedar teman doang?".
"Iya pernah kenapa?engga dekat banget sih cuma teman,dulu 2 tahun yang lalu tepatnya ada cewe kesini sebagai Saddam(asisten ndalem) membantu umma selama tidak di rumah umma membesarkan rumah serta kalau sudah selesai me resto bantu-bantu umma"sudah menjawab pertanyaan byla dengan apa adanya tidak menambah serta mengurangi keadaan.
"Lalu kau pernah menghubungi lalu engga bisa mengontrol emosi kan?kenapa jawab aku,Zayn jawab aku sekarang!!!"meneteskan air mata tiba-tiba membuat Zayn merasa bersalah menyakiti perasaan byla.
"Maaf byl buak aku tapi nay yang meguhubi Ning nysa itu namanya,kau tau dari ponsel ku yang lama kan?"
"Iya aku pernah menemukan lalu aku simpan masih ada di aku"susah menghapus air matanya lalu tersenyum mendengar perkataan Zayn barusan.
"Nay?lalu sekarang masih ada kontak dengan ning nysa?malau masih nantia ku bilang sama Abi Usman kalau sudah pulang kesini".
"Engga dong saat itu sudah ku berikan ponsel lama ke nay aku beli lagi lalu bertemu dengan Abi di tempat yang sama makan makanan yang sama,somay aku janji engga akan menghubungi siapa pun lagi kalau engga percaya ini ponsel ku baca saja engga masalah untuk mu insyaallah engga akan aku sembunyikan lagi"
Membuka WhatsApp engga ada yang aneh banyak nomor nyasar cewek semua engga ada yang di balas sama sekali cuma kalau tanya soal pelajaran baru di jawab.
"Ini ada ya g di balas chatting nya?kenapa".
"Oh itu,dia tanya pelajaran jadi aku balas kalau bulan engga suka engga aku bales lagi".
"Jangan gitu dong nanti aku yang tidak mengizinkan,kan belum jadi istri jadi masih boleh yang paling tentang pelajaran saja ini ponsel aku kembali kan makasih sudah mau jawab semua keaguan ku".
"Sama-sama dong,sama-sama kembali ayo kesana aku minta jangan nangis di hadapan byl karena aku engga mau orang seperti mu menangis bisa kan?kalau engga bisa juga engga papa"permintaan yang simpel untuk Zayn kepada byla.
"Insyaallah aku engga janji".
Jalan mendekat kesana mendekat kearah Zidan serta Nayla.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di lanjutkan membaca di bab selanjutnya.
Dukung terus serta berikan like dan komentar
__ADS_1
untuk author supaya makin semangat menulis seta membagikan cerita ke kalian semua.
Makasih yang sudah mampir serta memberika like serta komentar.